
📶 Laba Bersih 2025 ISAT +12% YoY, Lampaui Ekspektasi

Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.031,9 +1,22% | -Rp721,5 miliar | 16.803 -0,37% | 5.030 +1,01% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 67,5 -0,75% | 115,7 -1,32% | 4.162 +0,19% | 17.090 +0,11% |
👋 Stockbitor!
Indosat ($ISAT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,9 T pada 4Q25 (+86% YoY, +54% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 menjadi Rp5,5 T (+12% YoY), melampaui ekspektasi (114% estimasi 2025F konsensus). EBITDA selama 2025 naik +1% YoY, diimbangi dengan margin EBITDA yang stabil di level 47% (vs. 2024: 47%). Hasil kinerja ISAT selama 2025 sesuai dengan guidance 2025 dari manajemen, di mana ISAT menargetkan pertumbuhan EBITDA di level low–single digit dan pertumbuhan pendapatan lebih baik dari industri.
- Operasional: Kenaikan ARPU dengan Jumlah Pengguna Relatif Stabil
Secara operasional, laba usaha selama 2025 stabil di level ~Rp10,8 T, sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi 2025F konsensus), ditopang oleh kenaikan pendapatan (+1% YoY) dan penurunan opex (-10% YoY), meski beban pokok pendapatan naik (+4% YoY).
Perbaikan kinerja terus berlanjut pada 4Q25, dengan pendapatan naik tinggi (+9% YoY, +9% QoQ) didorong oleh kenaikan ARPU ke level Rp44 ribu (+13,1% YoY, +10% QoQ), yang menandai level ARPU tertinggi sejak merger pada 2022. Manajemen ISAT mengatribusikan kenaikan ARPU yang solid tersebut pada membaiknya kondisi persaingan harga di industri, peningkatan customer experience melalui layanan baru, dan inisiatif AI–powered hyper–personalization yang memberikan nilai tambah lebih. Sementara itu, basis pelanggan sedikit turun (-1,1% YoY, -1,4% QoQ). Kombinasi ARPU yang meningkat dengan basis pelanggan yang hanya sedikit turun menunjukkan bahwa persaingan harga di industri terus mengalami perbaikan. Manajemen ISAT pun optimistis momentum peningkatan ARPU dapat dilanjutkan pada 2026.
Selain itu, segmen 'multimedia, data communication, dan internet' (MIDI) juga mengalami kenaikan pendapatan yang tinggi pada 4Q25 (+13% YoY, +15% QoQ), didorong oleh kontribusi bisnis baru 'GPU–as–a–Service' (GPUaaS) yang mulai beroperasi sejak September 2025. Manajemen ISAT melaporkan bahwa bisnis GPUaaS membukukan pendapatan sebesar US$20 juta pada 4Q25 dan akan membukukan pendapatan sebesar US$50–60 juta pada 2026, sesuai dengan kontrak yang dimiliki saat ini.
- Outlook: Pembentukan FiberCo dengan Arsari Group dan Northstar Group
Manajemen ISAT mengatakan bahwa perseroan akan menerima US$700 juta pada 2Q26/3Q26 sebagai hasil dari transaksi pengalihan jaringan fiber optik untuk pembentukan FiberCo. Porsi kepemilikan ISAT di FiberCo sebesar 45% akan membuat ISAT tidak melakukan konsolidasi terhadap kontribusi dari kinerja FiberCo, meski perseroan masih akan memiliki kontrol operasional terhadap FiberCo. Manajemen ISAT mengatakan bahwa pembentukan FiberCo akan membuka peluang pertumbuhan di bisnis fiber, terutama di segmen fiber–to–the–home (FTTH).
Key Takeaway
Kinerja ISAT pada 2025 menunjukkan pemulihan yang solid, terutama didorong oleh kenaikan ARPU yang kuat. Perbaikan ini tercermin dari pertumbuhan laba bersih (+12% YoY) dan menguatnya margin, yang menandakan berlanjutnya perbaikan persaingan harga di industri. Ke depan, manajemen ISAT optimistis momentum kenaikan pendapatan dapat terus berlanjut, didorong oleh kenaikan ARPU dan kontribusi dari bisnis GPUaaS. Selain itu, rencana pembentukan FiberCo akan menjadi sumber pendapatan baru dengan membuka peluang pertumbuhan bisnis fiber, khususnya di segmen FTTH. Dengan mempertimbangkan kontribusi dari bisnis baru GPUaaS dan pembentukan FiberCo, kami menilai bahwa ISAT berpeluang untuk melanjutkan momentum untuk memenuhi guidance pertumbuhan pendapatan dan EBITDA 2026F sebesar mid–to–high single digit.
🎯 Ekspansi SGAR Fase 2 ANTM Ditarget Beroperasi pada 2028
- $ANTM: COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Jumat (6/2) bahwa pihaknya menargetkan pembangunan proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) fase 2 milik joint venture antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Aneka Tambang dapat rampung pada 2028. Setelah pembangunan proyek tersebut rampung, kapasitas produksi SGAR akan naik dari 1 juta ton alumina menjadi 2 juta ton alumina. Adapun Bukit Asam ($PTBA) akan menjadi pemasok kebutuhan listrik proyek tersebut dengan kapasitas 1,25 GW.
- $UNTR: Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan manajemen PT Agincourt Resources (PTAR), entitas usaha United Tractors, guna membahas aspek hukum dan lingkungan dari operasi di tambang emas Martabe. Rosan menambahkan, setiap keputusan pemerintah terkait tambang tersebut akan dibuat dengan hati–hati. Sebelumnya, PTAR termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah karena dinilai melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu. Danantara sendiri sempat mengatakan bahwa izin tambang Martabe akan dialihkan ke BUMN baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Namun, adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pada pekan lalu bahwa Presiden Prabowo sedang meninjau ulang beberapa kasus dari pencabutan izin usaha 28 perusahaan di Sumatra.
- $KRAS: Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel, Fedaus, mengatakan bahwa pihaknya akan mendapatkan 2 proyek hilirisasi dari pemerintah, yakni: 1) proyek pengolahan pasir besi untuk pembuatan bahan baku produksi slab; dan 2) proyek nikel yang dipakai untuk bahan baku pembuatan stainless steel. Untuk 2026 sendiri, KRAS menargetkan produksi sebanyak 1,2–1,3 juta ton, mengindikasikan kenaikan sekitar +28–39% YoY dibandingkan produksi 2025 di level 936.000 ton. Target 2026 tersebut belum termasuk tambahan dari proyek pabrik slab baru yang digarap bersama Danantara.
- $PTBA: Bukit Asam mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 11,7 juta ton pada 4Q25 (-3% QoQ, +1% YoY), sehingga volume penjualan selama 2025 mencapai 45,4 juta ton (+6% YoY). Sebanyak 52% dari total volume penjualan pada 4Q25 dialokasikan ke pasar ekspor (+24% QoQ), sementara 48% sisanya untuk pasar domestik (-21% QoQ). Sementara itu, stripping ratio meningkat menjadi 6,3x pada 4Q25 (vs. 3Q25: 5,7x), tetapi selama 2025 turun menjadi 6,1x (vs. 2024: 6,2x) dan lebih rendah dibandingkan guidance 2025 di level 6,5x.
- $SUPA: Entitas usaha milik Grab Holdings Limited (Nasdaq: GRAB) sekaligus pemegang saham Super Bank Indonesia, A5–DB Holdings Pte. Ltd., membeli ~724,2 juta saham SUPA dengan harga rata–rata Rp922/lembar atau senilai total ~Rp667 M pada 27 Januari–5 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung A5–DB Holdings di SUPA naik dari 11,1% menjadi 13,23%.
- $INET: Pengendali Sinergi inti Andalan Prima, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~138 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp362/lembar atau senilai total Rp50 M pada 4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 56,46% menjadi 57,08%.
- $IMAS: Indomobil Sukses Internasional melalui anak usahanya, PT National Assemblers dan PT Indomobil National Distributor, menandatangani nota kesepahaman dengan Leapmotor International Business S.p.a., dan Zhejiang Leapmotor Technology Co., Ltd. untuk memproduksi dan memasarkan mobil merek Leapmotor di Indonesia. Nilai kerja sama ini belum diumumkan.
- $BJTM: Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Winardi Legowo, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan laba bersih 2026 lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 (vs. 9M25: +14% YoY), meski tidak merincinya lebih lanjut karena masih dalam proses perumusan rencana bisnis di OJK. Selain itu, BJTM juga menargetkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berada di bawah 80% pada 2026 (vs. realisasi bank–only 9M25: 81%). BJTM juga mengincar penambahan minimum ~1 juta pengguna terdaftar J–Connect selama 2026, sehingga total pengguna mencapai 2 juta.
Top Gainer 🔥
$BUVA | $RATU | $PANI | $RAJA |
| +22,16% | +13,48% | +10,36% | +9,43% |
Top Loser 🤕
$DSNG | $ARTO | $BBCA | $SMGR |
| -3,12% | -2,34% | -2,28% | -2,28% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pihaknya akan memimpin Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan BEI. Sementara itu, Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut bahwa BEI akan kembali bertemu dengan MSCI pada Rabu (11/2). BEI pun akan meningkatkan jumlah klasifikasi investor menjadi 28 sub–kategori, naik dibandingkan rencana awal di 27 sub–kategori dan klasifikasi existing di 9 sub–kategori. Terkait kenaikan minimum free float, regulator akan melaksanakan konsultasi publik untuk rancangan peraturan baru hingga 19 Februari 2026. Selain dengan MSCI, BEI juga sedang berdiskusi dengan FTSE untuk memastikan metode dan keterbukaan informasinya selaras dengan standar FTSE.
- CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pihaknya pada Jumat (6/2) menggelar groundbreaking atas 6 proyek hilirisasi bernilai total US$7 miliar, yang terdiri dari biorefinery milik Pertamina, smelter alumina dan aluminium, pabrik bioetanol, fasilitas produksi bioavtur, serta fasilitas peternakan unggas terintegrasi. Proyek–proyek tersebut merupakan bagian dari 18 proyek prioritas pemerintah di sektor hilirisasi sumber daya alam dengan total investasi Rp618 T atau US$36,7 miliar. Danantara menargetkan seluruh proyek tersebut untuk groundbreaking pada 1H26.
- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan uang primer (M0) adjusted pada Januari 2026 mencapai +14,7% YoY menjadi Rp2.193 T (vs. Desember 2025: +16,8% YoY). Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar +30,1% YoY dan uang kartal yang diedarkan sebesar +12,4% YoY. Pertumbuhan M0 adjusted ini telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
- Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia naik secara bulanan ke level 127 pada Januari 2026 (vs. Desember 2025: 123,5, Januari 2025: 127,2). Hasil ini didorong oleh kenaikan secara bulanan di hampir seluruh sub–indeks, kecuali indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja yang flat.
- Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pada Jumat (6/2) bahwa porsi domestic market obligation (DMO) batu bara berpotensi meningkat dari saat ini di level 25% menjadi lebih dari 30% seiring dengan rencana pemangkasan kuota produksi. Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada November 2025 bahwa pihaknya mempertimbangkan opsi untuk menaikkan DMO menjadi lebih dari 25% dari total produksi. Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, mengatakan bahwa anggota asosiasi melaporkan pemangkasan kuota produksi batu bara 2026 di kisaran 40–70%, meski Kementerian ESDM menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi terkait RKAB 2026 hingga saat ini.
- Kontan melaporkan bahwa salah satu skenario pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) pengganti BP Migas dalam revisi UU Migas mencakup opsi penunjukkan Pertamina sebagai BUK, dengan 2 opsi lain yakni membentuk badan baru atau menetapkan SKK Migas sebagai BUK. Kontan juga menyebut bahwa parlemen dan pemerintah cenderung mendukung skenario Pertamina sebagai BUK, meski Kontan tidak merinci sumbernya lebih lanjut. Jika terwujud, hal ini akan menjadikan Pertamina kembali memiliki peran ganda sebagai regulator dan operator hulu migas. Revisi UU Migas sendiri saat ini sedang dibahas oleh Komisi XII DPR.
- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan motor domestik pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit (+3,1% YoY, +25,1% MoM), setara 9% target 2026 di level 6,4–6,7 juta unit.
- Survei harga properti residensial dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial melambat ke level +0,83% YoY pada 4Q25 (vs. 4Q24: +1,39% YoY, 3Q25: +0,84% YoY), menandai pertumbuhan terlemah setidaknya sejak 1Q21. Sementara itu, penjualan properti residensial pada 4Q25 tumbuh +7,83% YoY (vs. 4Q24: -15,09% YoY, 3Q25: -1,29% YoY), didorong oleh pertumbuhan penjualan rumah tipe kecil (+17,32% YoY) dan menengah (+4,84% YoY) di tengah berlanjutnya kontraksi penjualan rumah tipe besar (-10,95% YoY).
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Senin (9/2) bahwa Presiden Prabowo Subianto diundang ke AS pada 19 Februari 2026 untuk menghadiri pertemuan Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump. Dalam kunjungan tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah juga berharap dapat menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS.
- Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat (6/2) waktu setempat menandatangani perintah eksekutif yang akan mengenakan tarif sebesar 25% pada negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini merupakan kelanjutan dari ancaman serupa yang disampaikan Trump pada pertengahan Januari 2026.
🚥 IHSG di Persimpangan: Strategi Investor di Tengah Sentimen MSCI
"Too big to fail." — agasmhndr
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Banyak investor bertanya soal nasib IHSG di tengah peringatan MSCI. Stockbitor agasmhndr berkata bahwa mengerti konteks market positioning jauh lebih penting daripada sekadar ikut panik atau ikut euforia. Dalam tulisannya, beliau membahas bagaimana pola perilaku indeks setelah crash biasanya tidak langsung rebound kencang, melainkan butuh waktu 3–4 minggu untuk mulai bernapas kembali, dan pentingnya memperhatikan level teknikal seperti MA5 IHSG sebagai acuan kekuatan pasar. Beliau juga menggambarkan dua pendekatan keputusan investor saat ini: tim konservatif yang menunggu pengumuman resmi MSCI dulu sebelum masuk, serta tim agresif yang cicil beli di area bawah dengan risiko lebih tinggi namun potensi reward lebih manis jika indeks benar-benar recovery. Penasaran strategi dan logika pilihannya? Simak ulasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini!
Sekilas tentang agasmhndr
Agastya Prastita Mahendradhany, atau yang dikenal sebagai agasmhndr, merupakan seorang momentum investor yang fokus pada kombinasi fundamental + teknikal dalam memilih saham berkualitas yang punya potensi tren kuat di pasar modal. Beliau sering membagikan framework investasi seperti SQQM (story, quantitative, qualitative, momentum) serta insight mengenai cara menyaring saham dengan rasio dan momentum yang seimbang untuk jangka menengah-panjang.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$BUVA
$RATU
$PANI
$RAJA
$DSNG
$ARTO
$BBCA
$SMGR