English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

💰 Laba Bersih 2025 BBTN +16% YoY, Lampaui Ekspektasi

0 komentar
IHSG naik +1,24%, FTSE Tunda Sementara Review Indeks Indonesia. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

💰 Laba Bersih 2025 BBTN +16% YoY, Lampaui Ekspektasi

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSGForeign FlowKurs USD/IDRGold
8.131,7 +1,24%-Rp707,8 miliar16.800 -0,02%5.071 -0,15%
OilCoalCPONickel
69,0 -0,03%117,5 +0,21%4.097 -1,51%17.349 +1,52%

👋 Stockbitor!

Bank Tabungan Negara ($BBTN) mencatat laba bersih sebesar Rp1,2 T pada 4Q25 (+30% YoY, +101% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp3,5 T (+16% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 109% estimasi 2025F konsensus. Kinerja laba bersih pada 4Q25/2025 utamanya didorong oleh lonjakan Net Interest Income (+101% YoY/+57% YoY), seiring dengan melandainya Cost of Fund (CoF) dan adanya penyesuaian kalkulasi effective interest income pada segmen KPR non–subsidi. Di sisi lain, perseroan tetap meningkatkan beban provisi di tengah perbaikan kualitas aset per Desember 2025.

  • CoF Deposit Terus Melandai Seiring Fokus pada CASA Murah

BBTN menegaskan komitmennya untuk meningkatkan proporsi CASA berbiaya rendah, salah satunya melalui pembatasan pemberian special rate kepada nasabah institusi. CoF tercatat turun menjadi 2,9% selama Desember 2025, meski CASA Ratio turun ke 49% (vs. Desember 2024: 54%, September 2025: 47%). Hasil ini membuat CoF deposit selama 2025 turun menjadi 3,9% (vs. 2024: 4,1%, 9M25: 4,1%), sehingga beban bunga menurun -6% YoY pada 4Q25 dan flat selama 2025. Di sisi lain, loan yield meningkat ke level 10% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 9%) dan 10% selama 2025 (vs. 2024: 8%). Dinamika ini mendorong NIM naik menjadi 4,2% (vs. 2024: 2,9%, 9M25: 3,9%).

  • Pertumbuhan Kredit 2025 Lampaui Guidance

BBTN mencatat pertumbuhan kredit sebesar +12% YoY per Desember 2025 (vs. September 2025: +7% YoY), melampaui guidance 2025F dari manajemen di kisaran +7–9% YoY. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi (+71% YoY, +30% QoQ), sejalan dengan strategi manajemen untuk meningkatkan proporsi kredit non–perumahan hingga 30% pada 2029–2030 (vs. 2025: 18%, 2024: 15%). Di tengah akselerasi kredit tersebut, Loan–to–Deposit Ratio (LDR) masih relatif longgar di 92% (vs. target 2026: 94–97%), didukung oleh pertumbuhan DPK yang solid per Desember 2025 (+15% YoY).

  • Kualitas Aset Membaik, NPL Coverage Ratio Mendekati Level Nyaman

BBTN mencatat kenaikan beban provisi yang signifikan pada 4Q25/2025 (+154% YoY, +205% YoY), yang mendorong NPL Coverage Ratio naik menjadi 124% per Desember 2025, yang sudah dekat dengan target manajemen di atas level 125% pada 2026. Kenaikan provisi terjadi di tengah perbaikan NPL gross menjadi 3,1% (vs. September 2025: 3,4%) yang relatif sejalan dengan target manajemen di <3,1%. Perbaikan kualitas aset didorong oleh strategi pengetatan seleksi pada segmen KPR non–subsidi, tercermin dari kenaikan rata–rata rejection rate menjadi 44% pada 2025 (vs. 2024: 27%).

Key Takeaway

Untuk 2026F, BBTN menetapkan target pertumbuhan kredit di kisaran +8–10% YoY, dengan keyakinan bahwa realisasi akan berada di batas atas guidance. Manajemen memperkirakan likuiditas industri masih akan ample hingga 1H26, meski terdapat ketidakpastian pada 2H26 yang membuka peluang revisi guidance ke depan. Sementara itu, kami melihat potensi berlanjutnya tren penurunan CoF seiring penghimpunan CASA yang lebih selektif. Dari segi kualitas aset, NPL gross ditargetkan turun ke <3% pada 2026F. Manajemen pun menilai bahwa NPL Coverage Ratio saat ini sudah mendekati level nyaman, sehingga guidance CoC untuk 2026F diturunkan ke kisaran 1–1,2%, dari realisasi 2025 sebesar 1,6%.

👀 CVC Dikabarkan Berencana Divestasi Kepemilikan di AGII

  • $AGII: Bloomberg melaporkan bahwa CVC Capital Partners, melalui Matrix Company, sedang mempertimbangkan untuk menjual kepemilikannya di Samator Indo Gas. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa CVC sedang bekerja sama dengan penasihat keuangan dan menghubungi calon pembeli untuk mengukur minat, sembari menambahkan bahwa pembahasan sedang berlangsung dan belum ada kepastian divestasi. Perwakilan CVC menolak mengomentari kabar ini kepada Bloomberg. Per 31 Januari 2026, Matrix Company memiliki 32,18% saham di AGII.
  • $ELSA: Elnusa mengumumkan bahwa segmen bisnis distribusi dan logistik energi mencatatkan pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar +29% YoY dan memperoleh 42 proyek baru selama 2025. Pada segmen jasa penunjang migas, ELSA memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta terlibat dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand. Selain itu, pada segmen bisnis oil field services, perseroan telah menuntaskan proyek di 5 sumur HWU–150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu selama 2025. Di segmen bisnis EPCOM, ELSA telah merampungkan proyek EPC booster pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan grup Pertamina. Adapun pada bisnis data dan warehouse management, ELSA mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95% selama 2025.
  • $PGAS: Perusahaan Gas Negara mencatatkan volume penjualan gas sebanyak 836 BBTUD selama 2025 (-2% YoY), lebih rendah sekitar 4–13% dari target 2025 di kisaran 873–958 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gas mencapai 1.609 MMSCFD selama 2025 (+4% YoY), lebih tinggi +12% dari target 2025 di level 1.435 MMSCFD. Adapun volume penjualan upstream mencapai 17.519 BOEPD selama 2025 (-13% YoY), lebih tinggi +2% dari target 2025 di level 17.227 BOEPD.
  • $INET: Sinergi Inti Andalan Prima mengumumkan telah mendirikan entitas usaha baru bernama PT Sinergi Inti Data Indonesia yang akan berfokus pada usaha di bidang data center. Dalam transaksi terpisah, pengendali INET, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli 45,5 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp330/lembar atau senilai total ~Rp15 M pada 9 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 57,08% menjadi 57,28%.
  • $KIJA: Kawasan Industri Jababeka mencatatkan marketing sales sebesar Rp3,6 T selama 2025 (+13% YoY), melampaui target 2025 di level Rp3,5 T sekaligus menandai level all–time high. Dari jumlah tersebut, kawasan Cikarang berkontribusi Rp1,1 T (+5% YoY) dari penjualan lahan seluas 21,2 hektare, sementara kawasan Kendal menyumbang Rp2,51 T (+17% YoY) dari penjualan lahan seluas 142 hektare. Ke depan, KIJA menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 T selama 2026, mengimplikasikan pertumbuhan sebesar +4,2% YoY.
  • $EMAS: Merdeka Gold Resources mengumumkan bahwa 2 entitas usahanya, yakni PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), menandatangani kerja sama pengolahan dan pemurnian atas produk hasil pertambangan Pani sebagai upaya peningkatan nilai tambah. Estimasi nilai transaksi antar–entitas usaha ini mencapai Rp9,85 T. Transaksi tersebut tergolong material karena setara 155% nilai ekuitas perseroan, berdasarkan laporan keuangan 9M25.
  • $DMAS: Puradelta Lestari mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,6 T selama 2025 (-14% YoY), setara ~88% target 2025 di level Rp1,81 T. Hasil ini mengimplikasikan marketing sales selama 4Q25 sebesar Rp974 M (vs. 4Q24: Rp428 M, 3Q25: Rp46 M). Direktur & Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan bahwa perseroan mencatatkan penjualan lahan industri ~46 hektare selama 2025 (vs. 9M25: 18 hektare). Sebelumnya, dalam press release marketing sales per 9M25, Tondy mengatakan bahwa ketidakpastian perekonomian, geopolitik, dan politik nasional menyebabkan sikap wait and see dari investor.
  • $IRSX: Pengendali Folago Global Nusantara, PT Matra Tri Abadi, membeli ~129,7 juta saham IRSX dengan harga rata–rata Rp500/lembar atau senilai total ~Rp64,8 M pada 9 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Matra Tri Abadi di IRSX naik dari 54,88% menjadi 56,98%.
  • $MPMX: Kontan melaporkan bahwa Mitra Pinasthika Mustika menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +5–7% YoY selama 2026. General Manager Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya optimistis seluruh portofolio bisnis perseroan dapat tumbuh pada 2026, yang didasarkan pada ekspektasi bahwa pasar sepeda motor akan stabil dan berlanjutnya momentum positif bisnis mobil bekas.
  • $PIPA: Direktur Multi Makmur Lemindo, Noprian Fadli, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengganti nama dan logo perusahaan, serta tengah menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue pada 2H26 guna ekspansi usaha ke sektor migas. Bisnis melaporkan bahwa upaya rebranding tersebut muncul di tengah masuknya nama perseroan dalam dugaan kasus IPO tidak layak. Direktur Utama PIPA, Firrisky Ardi Nurtomo, pada Senin (9/2) mengklarifikasi bahwa perseroan saat ini sudah tidak memiliki afiliasi dengan pimpinan PIPA saat kasus tersebut menjadi perhatian penegak hukum. Perseroan sendiri telah berganti pengendali setelah diakuisisi oleh PT Morris Capital Indonesia pada akhir 2025.

Top Gainer 🔥

$SCMA$HRTA$PANI$SMGR
+12,50%+11,11%+10,66%+8,95%

Top Loser 🤕

$MYOR$IMPC$ENRG$CPIN
-5,22%-2,82%-2,59%-1,77%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • FTSE Russell mengumumkan akan menunda review indeks Maret 2026 untuk Indonesia, menyusul konferensi pers dari OJK dan BEI terkait rencana reformasi pasar modal untuk meningkatkan integritas dan transparansi. Langkah ini diambil oleh FTSE berdasarkan masukan dari Komite Penasihat Eksternal FTSE Russell, serta mempertimbangkan potensi perputaran (adverse turnover) yang tidak diinginkan dan adanya ketidakpastian dalam menentukan persentase free float yang akurat sehubungan dengan rencana reformasi yang sedang berlangsung. Hal ini sesuai dengan aturan 2.4 (Exceptional Market Disruption) di index policy FTSE Russell. FTSE Russell akan terus memantau perkembangan rencana reformasi dan akan memberikan update sebelum pengumuman review kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 pada 22 Mei 2026. FTSE Russell untuk sementara tidak akan memasukkan aksi korporasi tertentu pada saham domestik Indonesia dalam indeksnya, termasuk penambahan saham baru, penghapusan akibat review indeks, perubahan klasifikasi market cap, penyesuaian jumlah saham beredar, perubahan bobot investasi, serta rights issue. Namun, beberapa aksi korporasi tetap berlaku, seperti penghapusan saham akibat merger atau delisting, stock split, penerbitan saham bonus, serta pembagian dividen. Pemberitahuan ini tidak terkait dengan klasifikasi negara ekuitas (Equity Country Classification) LSEG, yang tetap dijadwalkan akan diumumkan pada 7 April 2026.
  • Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Selasa (10/2) bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan FTSE pada Senin (9/2) kemarin. Jeffrey menyebut bahwa FTSE Russell mendukung reformasi pasar modal yang sedang direncanakan oleh BEI dan OJK, serta menekankan pentingnya untuk memastikan implementasi reformasi tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jeffrey juga menyebut bahwa FTSE belum menyatakan kekhawatiran apa pun terkait klasifikasi negara ekuitas (equity country classification) Indonesia.
  • Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Senin (9/2) bahwa pihaknya membuka peluang untuk kembali menampilkan kode broker secara real–time, meski hal tersebut belum menjadi prioritas saat ini. Jeffrey menyebut bahwa fokus utama BEI saat ini adalah meningkatkan transparansi informasi pemegang saham agar lebih jelas bagi publik.
  • Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil sebesar 66.447 unit pada Januari 2026 (+7% YoY, -29% MoM), setara 7,8% target 2026 dari Gaikindo di level 850.000 unit. Kenaikan secara tahunan ini menunjukkan perbaikan dibandingkan penjualan selama 2025 yang turun -7% YoY.
  • Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah China telah memerintahkan bank–bank di China untuk membatasi pembelian obligasi pemerintah AS dan menginstruksikan bank–bank yang memiliki eksposur tinggi untuk mengurangi posisi mereka. Namun, instruksi tersebut tidak berlaku untuk kepemilikan obligasi pemerintah AS oleh negara China. Narasumber Bloomberg menjelaskan bahwa instruksi tersebut ditujukan sebagai upaya diversifikasi risiko pasar, bukan karena manuver geopolitik atau hilangnya kepercayaan terhadap kredibilitas kredit AS. Kehati–hatian China terhadap eksposur pada obligasi pemerintah AS sendiri muncul di tengah kekhawatiran market atas disiplin fiskal AS.
  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Januari 2026 akan tumbuh +7,9% YoY, meski terkontraksi -0,6% MoM seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah Natal dan Tahun Baru. Perkiraan kontraksi bulanan pada Januari 2026 tersebut lebih moderat dibandingkan realisasi pada Januari 2025 yang terkontraksi -4,7% MoM. Pada Desember 2025 sendiri, penjualan ritel tercatat tumbuh +3,5% YoY dan +3,1% MoM (vs. November 2025: +6,3% YoY, +1,5% MoM), lebih rendah dibandingkan perkiraan Bank Indonesia di +4,4% YoY dan +4% MoM.
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pada Selasa (10/2) bahwa pihaknya masih melihat ruang untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate lebih lanjut seiring inflasi yang rendah dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Destry menyebut bahwa Bank Indonesia akan melanjutkan pemotongan suku bunga kebijakan jika kondisinya memungkinkan, dengan inflasi rendah dan nilai tukar rupiah yang lebih terkendali. Destry memperkirakan bahwa suku bunga global kemungkinan akan tetap tinggi pada tahun ini terutama karena ketidakpastian seputar kepemimpinan baru di The Fed, sembari menambahkan bahwa kepala The Fed yang baru mungkin tidak se–dovish yang diekspektasikan oleh market. Konsensus sendiri memperkirakan BI Rate baru akan dipangkas sebesar 25 bps ke level 4,5% pada akhir 2Q26, berdasarkan survei Bloomberg pada Januari 2026.
  • Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, mengatakan pada Senin (9/2) bahwa pihaknya telah mengidentifikasi 8 blok pertambangan rare earth elements dan mineral strategis lainnya di Kalimantan, Sulawesi, dan Bangka Belitung. Blok–blok tersebut akan ditambang oleh BUMN baru, yakni Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Brian menolak memberikan rincian terkait perkiraan cadangan mineral di blok–blok tersebut, tetapi menyebut bahwa cadangannya "cukup menjanjikan" untuk bersaing dengan negara lain. Brian juga menambahkan bahwa pihaknya berencana meluncurkan 2 proyek penelitian dalam waktu dekat di Mamuju, Sulawesi Barat, di mana penelitian tersebut akan dilakukan secara paralel dengan persiapan eksplorasi pertambangan rare earth elements.
  • Reuters melaporkan bahwa Uni Eropa mengusulkan perluasan sanksi terhadap Rusia, yang jika disetujui akan memasukkan pelabuhan di Karimun, Indonesia dalam daftar sanksi karena menangani minyak asal Rusia. Berdasarkan dokumen proposal yang ditinjau oleh Reuters, langkah ini akan melarang perusahaan dan individu dari Uni Eropa melakukan transaksi dengan pelabuhan tersebut. Usulan tersebut merupakan bagian dari paket sanksi ke–20 Uni Eropa terkait perang Rusia di Ukraina dan masih memerlukan persetujuan secara bulat dari negara–negara anggota sebelum berlaku.

🔪 Scalping Tidak Semudah Itu

"Moment seperti ini tiba2 sering melahirkan banyak scalper baru. Antara yang pamer hit karena serok bawah, sebagian pamer hit dan nganggep scalping itu gampang...Meskipun saya scalper, saya bilang scalping sangat high risk." — HendraSetiawan08

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dalam tulisan Stream HendraSetiawan08, ia menceritakan pengalamannya sebagai seorang scalper. Tidak semua orang dapat menjadi scalper, karena sifat trading ini sangat cepat (fast-paced) serta membutuhkan banyak waktu dan fokus. Beliau menjelaskan berbagai risiko dalam trading, mulai dari margin kesalahan yang sangat kecil, adanya potensi fake bid yang dapat mendistorsi pergerakan saham dari kondisi pasar yang sebenarnya, hingga volatilitas tinggi yang muncul dalam scalping manual. Dalam dunia trading, scalping merupakan aliran yang membutuhkan pemahaman teknikal pasar yang sangat mendalam. Sebelum memulai scalping, kita harus memahami risikonya dan semakin disiplin dalam menjalankan strategi atau trading plan masing-masing. Penasaran dengan hal-hal lain mengenai scalping yang dibahas oleh HendraSetiawan08? Simak lebih lanjut di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

Bibit Weekly – Update MSCI, Moody’s, dan Ekonomi RI

0 komentar
Rilis data ekonomi Indonesia hingga update seputar MSCI. Baca selengkapnya!
open
 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur