🤑 INDY Dikabarkan Pertimbangkan Jual Kideco dengan Valuasi Lebih dari US$1 Miliar
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.108,2 +1,10% | +Rp1,22 triliun | 17.985 -0,45% | 4.034 -0,45% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 84,6 -0,48% | 132,4+0,01% | 4.574 +0,11% | 16.803 +0,23% |
👋 Stockbitor!
Bloomberg melaporkan bahwa Indika Energy ($INDY) sedang mempertimbangkan untuk menjual anak usaha di bidang pertambangan batu bara termal, PT Kideco Jaya Agung, dengan valuasi lebih dari US$1 miliar atau ~Rp18,1 T. INDY sendiri memiliki 91% saham PT Kideco Jaya Agung.
Narasumber anonim Bloomberg menyebut bahwa INDY sedang bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan telah menghubungi calon pembeli untuk mengukur minat awal. Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa pembahasan sedang berlangsung dan INDY dapat memilih untuk mempertahankan aset tersebut.
Perwakilan INDY dan PT Kideco Jaya Agung belum mengomentari isu ini.
Rumor mengenai rencana divestasi PT Kideco Jaya Agung oleh INDY sebenarnya bukan hal baru, di mana rumor tersebut sempat berseliweran di antara para pelaku pasar sejak awal 2025. Namun, Direktur Utama INDY saat itu, Arsjad Rasjid, mengatakan pada Februari 2025 bahwa pihaknya belum berencana melepas PT Kideco Jaya Agung.
Sebelumnya, INDY telah melepas salah satu entitas usahanya di bidang pertambangan batu bara termal dan metalurgi bituminous, PT Multi Tambangjaya Utama, senilai US$218 juta kepada Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN) pada Februari 2024.
Key Takeaway
Mengasumsikan nilai valuasi US$1 miliar atau ~Rp18,1 T yang disebutkan di atas merupakan enterprise value (EV), transaksi tersebut — jika terwujud — mencerminkan angka valuasi penjualan aset yang relatif premium dibandingkan beberapa perusahaan batu bara sejenis (lihat tabel). Sebagai informasi tambahan, nilai total aset PT Kideco Jaya Agung tercatat ~US$640 juta per 31 Maret 2026, namun kami belum mengetahui komposisi total aset tersebut antara liabilitas dan ekuitas. Sementara itu, nilai valuasi US$1 miliar (~Rp18,1 T) juga lebih besar dibandingkan market cap INDY di level Rp13 T per Kamis (16/7). Harga saham INDY sendiri menguat +11,6% pada perdagangan hari ini.
🗣️ AMMN Sebut Kabar Media terkait Rencana Dual Listing Bersifat Spekulasi
- $AMMN: Amman Mineral Internasional mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa kabar terkait rencana perseroan untuk dual listing di bursa Hong Kong bersifat spekulasi. AMMN juga menyebut tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan oleh perseroan kepada publik. Klarifikasi AMMN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa AMMN sedang mempertimbangkan untuk melakukan pencatatan saham di Hong Kong.
- $PWON: Pakuwon Jati mencatatkan marketing sales ~Rp248,5 M pada 2Q26 (-8,9% YoY, -21,5% QoQ). Hasil ini membuat marketing sales selama 1H26 hanya mencapai ~Rp565 M (-6,4% YoY), setara ~38% target 2026 di ~Rp1,5 T. Kontribusi marketing sales terbesar selama 1H26 berasal dari segmen ‘condominium’ (63%), diikuti oleh ‘residensial’ (33%), dan ‘perkantoran’ (4%). Sebanyak ~42% marketing sales selama 1H26 berasal dari produk yang memenuhi syarat PPN DTP.
- $HATM: Habco Trans Maritima berencana menggelar private placement hingga 800 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 8,44%. Harga pelaksanaan belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk capex berupa penambahan aset armada kapal, pembayaran pinjaman bank, dan/atau modal kerja. PT Multi Sarana Nasional — pihak afiliasi yang juga memegang 20,11% saham HATM — akan menjadi calon investor dari aksi korporasi ini. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2026.
- $ERAL: Sinar Eka Selaras mengumumkan bahwa perseroan resmi menjadi salah satu pemegang hak distribusi dan ritel Levi’s di Indonesia. Melalui kerja sama ini, ERAL kini mengelola 21 toko Original Levi's Store di Indonesia. ERAL tidak merinci nilai maupun durasi kemitraan tersebut.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$SSIA |
$INDY |
$WIFI |
$KPIG |
| +15,58% | +11,61% | +10,27% | +7,32% |
Top Loser 🤕
$RAJA |
$MAPI |
$RATU |
$ESSA |
| -4,89% | -3,61% | -3,38% | -2,46% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan pada Kamis (16/7) bahwa realisasi investasi Indonesia pada 2Q26 mencapai Rp511,8 T (+7,1% YoY, +2,6% QoQ). Hasil ini membuat realisasi investasi selama 1H26 mencapai Rp1.010,6 T (+7,2% YoY), setara 49,5% target 2026 pemerintah di level Rp2.041,3 T. Penanaman modal asing pada 2Q26 mencapai Rp257,7 T (+27,4% YoY, +3,1% QoQ), sehingga realisasinya selama 1H26 mencapai Rp507,6 T (+17,3% YoY).
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan pada Rabu (15/7) bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bergantung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mendorong adanya kajian skema baru penyaluran paket makan gratis, termasuk melalui kantin sekolah. Agustina menyebut bahwa regulasi existing saat ini hanya mengatur penyaluran MBG melalui SPPG, tapi Presiden Prabowo membuka ruang untuk mengkaji alternatif pelaksanaan distribusi MBG jika dinilai lebih efektif. Selain skema distribusi, Presiden Prabowo juga meminta evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat MBG, di mana Badan Gizi Nasional diminta untuk memprioritaskan kelompok masyarakat pada desil terbawah, daerah tertinggal, serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Agustina juga menyebut bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan agar besaran biaya makan per penerima dikaji ulang dengan menyesuaikan kecukupan di masing–masing wilayah. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pihaknya bersama dengan seluruh lembaga negara yang menaungi MBG diberi waktu sekitar 1 bulan oleh Presiden Prabowo untuk merampungkan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.
- Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7) resmi meluncurkan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi milik Inpex (TYO: 1605) di blok Masela. CEO Inpex, Takayuki Ueda, mengatakan bahwa proyek ini diharapkan akan memasuki fase engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027. Proyek bernilai ~US$21 miliar ini diproyeksikan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barrel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Juni 2026 bahwa pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan mulai berproduksi pada 2029.
- AS pada Rabu (15/7) kembali melancarkan serangan udara ke Iran dan mengeklaim telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak yang menuju pelabuhan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan akan meningkatkan intensitas serangan hingga Iran menghentikan serangan terhadap kapal–kapal di Selat Hormuz dan membuka kembali jalur pelayaran tersebut. The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan untuk memperluas operasi militer, termasuk membahas kemungkinan pengambilalihan Pulau Kharg yang merupakan terminal ekspor minyak utama Iran. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS menghentikan serangan militernya dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Meski demikian, lalu lintas di Selat Hormuz masih terus berlangsung, dengan hampir separuh dari sekitar 300 kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam sepekan terakhir dikawal oleh militer AS.
👓 Membongkar Kedok Aksi Korporasi dengan Kacamata Fundamental
“Jika Anda membeli perusahaan dengan fundamental yang kuat, utang yang aman, dan valuasi yang wajar, Anda tidak perlu panik atau FOMO saat ada berita aksi korporasi.. Sebaliknya, jika Anda terus nekat membeli saham spekulatif yang rapuh hanya demi mengejar momentum, Anda sedang menyerahkan uang Anda secara sukarela ke dalam jebakan pasar.” — hsnbsybn
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Stockbitor hsnbsybn menulis tentang bagaimana kita sebagai investor ritel selayaknya memandang berbagai jenis aksi korporasi. Kita harus melihat potensi positif dan negatif pada setiap aksi korporasi, di mana selalu ada kemungkinan perusahaan yang menawarkan rights issue atau stock split melakukannya karena membutuhkan dana tambahan dengan alasan kondisi keuangan perusahaan yang kurang sehat. Oleh karena itu, beliau mengajak kita untuk kembali memeriksa fundamental perusahaan: dari segi kesehatan neraca, konsistensi laba bersih, dan tata kelola perusahaan yang masih sehat dan wajar. Sebagai pemilik saham, itu setara dengan memiliki sebagian dari perusahaan tersebut; yang berarti kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan riset dan menarik kesimpulan analisa kita masing-masing.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$SSIA
$INDY
$WIFI
$KPIG
$RAJA
$MAPI
$RATU
$ESSA




















