
๐️ Kompilasi Buyback Pasca–Pengumuman MSCI

Daily Market Performance ๐
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.146,7 +0,30% | -Rp1,44 triliun | 16.775 +0,09% | 5.068 +2,70% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 67,7 +0,58% | 115,1 -1,29% | 4.222 +0,17% | 17.447 +3,68% |
๐ Stockbitor!
Sejumlah emiten telah mengumumkan rencana buyback saham di tengah penurunan market akibat concern terkait investability yang diumumkan oleh MSCI. Beberapa rencana buyback ini tidak memerlukan persetujuan RUPS seiring relaksasi dari OJK. Berikut kompilasi rencana buyback saham yang telah diumumkan para emiten:

Key Takeaway
Selain buyback dari emiten, sejumlah pengendali dan direksi/komisaris juga melakukan pembelian, seperti Prajogo Pangestu ($CUAN), Lianawati Suwono ($BBCA), Aditya Sasmito ($AMMN), dan Suhendra Prawirawidjaja ($ULTJ). Meskipun pembelian–pembelian dari emiten dan pengendali ini berpotensi memberikan sentimen positif dan merefleksikan optimisme terhadap fundamental/value perusahaan, kami menilai bahwa langkah nyata dari regulator untuk meng–address concern MSCI menjadi faktor yang lebih penting sehingga perlu lebih dicermati oleh investor.
⛏️ BUMI, AADI, dan INDY Terhindar dari Pemangkasan Kuota
- $BUMI: Bloomberg melaporkan bahwa beberapa perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia terhindar dari pemotongan kuota produksi yang ditetapkan pemerintah untuk 2026. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa Bumi Resources, Adaro Andalan Indonesia ($AADI), dan Indika Energy ($INDY) mendapatkan kuota penuh sesuai pengajuan mereka tahun ini, dengan total kuota ketiganya berkisar 170 juta ton.
- $MDKA: Merdeka Copper Gold mengumumkan guidance 2026 — yang bergantung kepada persetujuan RKAB — sebagai berikut: 1) produksi emas sekitar 180–205 ribu oz (+74–99% YoY), dengan rincian 100–115 ribu oz dari Merdeka Gold Resources ($EMAS) (vs. 2025: tidak ada) dan 80–90 ribu oz dari tambang Tujuh Bukit (turun 13–22% YoY); dan 2) produksi tembaga sekitar 4–5 ribu ton (turun 51–61% YoY). Adapun guidance untuk cash cost blended emas berkisar US$1.010–1.167/oz, dengan rincian US$900–1.100/oz untuk EMAS dan US$1.150–1.250/oz untuk tambang Tujuh Bukit. Sementara itu, guidance cash cost blended tembaga berkisar US$2,8–3,5/lb.
- $MBMA: Merdeka Battery Materials mengumumkan guidance 2026 — yang bergantung kepada persetujuan RKAB — sebagai berikut: 1) produksi saprolit sekitar 8–10 juta wmt (+14–43% YoY), dengan cash cost blended < US$21/wmt; 2) produksi limonit sekitar 20–25 juta wmt (+36–70% YoY), guidance cash cost blended < US$11/wmt; 3) produksi NPI sekitar 70–80 ribu tNi (-5% hingga +8% YoY), guidance cash cost blended < US$10.500/tNi; 4) produksi nickel matte sekitar 44–48 ribu tNi (+120–140% YoY), guidance cash cost blended < US$13.500/tNi; dan 5) produksi MHP melalui PT ESG New Energy Material sekitar 27–30 ribu ton Ni (+8–20% YoY).
- $UNTR: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kepada Bloomberg pada Selasa (3/2) bahwa investor dapat mengajukan banding atas keputusan pemerintah untuk mengambil alih izin tambang emas Martabe milik entitas United Tractors, PT Agincourt Resources. Sebelumnya, tambang tersebut termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah karena dinilai melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu. Pada pekan lalu, Danantara mengatakan akan mengalihkan izin tambang emas Martabe kepada BUMN baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), sementara Kementerian ESDM menyebut bahwa pemerintah secara teknis belum mencabut izin tambang Martabe karena masih menunggu perkembangan laporan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. UNTR sendiri sebelumnya mengatakan bahwa PT Agincourt Resources belum menerima pemberitahuan resmi dan sedang menindaklanjuti hal tersebut dengan instansi terkait.
- $IMPC: Direktur Utama Impack Pratama Industri, Haryanto Tjiptodihardjo, mengatakan bahwa pihaknya mengincar laba bersih di atas Rp700 M pada 2026, dengan target pendapatan sebesar Rp5,1 T. Haryanto menambahkan bahwa pihaknya juga berhasil mencapai target kinerja 2025, di mana perseroan mengincar laba bersih Rp600 M dan pendapatan Rp4,2 T. IMPC sendiri belum merilis laporan keuangan periode 4Q25.
- $PWON: Pakuwon Jati mencatatkan marketing sales sebesar Rp398 M pada 4Q25 (-7% YoY, +33% QoQ). Hasil ini membuat marketing sales selama 2025 mencapai Rp1,3 T (-16% YoY), setara 96% target 2025 yang direvisi turun di level Rp1,35 T. Kontribusi marketing sales terbesar selama 2025 berasal dari segmen condominium (61%), diikuti rumah tapak (38%), dan perkantoran (1%). Adapun sebanyak 63% dari marketing sales 2025 berasal dari produk yang memenuhi syarat PPN DTP.
- $SRTG: Pengendali sekaligus Komisaris Utama Saratoga Investama Sedaya, Edwin Soeryadjaya, membeli ~1,5 juta saham SRTG dengan harga rata–rata Rp1.615/lembar atau senilai total ~Rp2,5 M pada 2–4 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan saham Edwin Soeryadjaya di SRTG naik dari ~35,87% menjadi ~35,88%.
- $HEAL: Pengendali sekaligus Komisaris Utama Medikaloka Hermina, Hasmoro, membeli ~3,6 juta saham HEAL dengan harga rata–rata Rp1.323/lembar atau senilai total ~Rp4,7 M pada 28–29 Januari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Hasmoro di HEAL naik dari 4,9% menjadi 4,92%.
- $ASRI: Alam Sutera Realty mencatatkan marketing sales sebesar Rp338 M pada 4Q25 (-61% YoY, -52 % QoQ). Hasil ini membuat marketing sales selama 2025 mencapai Rp2,44 T (-23% YoY), setara 70% target 2025 di level Rp3,5 T. Segmen residensial berkontribusi sebanyak 70% dari marketing sales 2025, sementara sisanya berasal dari segmen komersial. Untuk 2026, ASRI menetapkan target marketing sales sebesar Rp2,8 T, mengindikasikan kenaikan sekitar +15% YoY dibandingkan realisasi 2025. ASRI memproyeksikan segmen residensial berkontribusi sekitar 82% terhadap marketing sales 2026, sementara sisanya dari segmen komersial.
Top Gainer ๐ฅ
$BBTN | $AMMN | $BRIS | $BRPT |
| +9,39% | +8,73% | +8,11% | +7,58% |
Top Loser ๐ค
$FILM | $BUVA | $SMIL | $BULL |
| -15,00% | -14,71% | -14,45% | -8,48% |
๐ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pada Rabu (4/2) bahwa peraturan terkait kenaikan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% akan rampung pada Maret 2026 atau lebih awal. Implementasi kenaikan minimum free float untuk emiten existing akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun, sementara untuk calon emiten yang akan melantai di bursa segera diterapkan saat peraturan rilis. Hasan juga menjelaskan bahwa peraturan baru terkait kenaikan minimum free float akan mengelompokkan emiten existing ke dalam beberapa kategori, dengan persyaratan free float dan tenggat waktu penyesuaian yang berbeda. Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan bahwa 49 dari 267 emiten yang belum memenuhi ketentuan terbaru sudah memberikan kontribusi 90% terhadap total kapitalisasi pasar 267 emiten, sehingga pihaknya akan terlebih dahulu berfokus pada peningkatan free float di 49 emiten tersebut. Nyoman mengatakan bahwa keberhasilan penyesuaian free float tahap awal oleh 49 emiten tersebut akan menjadi pilot project atau referensi untuk memulai peningkatan free float ratusan emiten lainnya.
- Reuters melaporkan bahwa perusahaan–perusahaan tambang batu bara di Indonesia menghentikan ekspor di pasar spot setelah pemerintah mengusulkan pemangkasan produksi yang tinggi. Reuters melaporkan bahwa pemerintah pada Januari 2026 menetapkan kuota produksi 2026 yang lebih rendah 40–70% dibandingkan 2025 kepada beberapa tambang besar guna mendorong harga, meski kontrak jangka panjang tetap berjalan. Wakil Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, H. Kristiono, mengatakan bahwa produksi masih berlangsung meski belum pada kapasitas penuh, sementara pengiriman batu bara akan dibatasi hingga ada keputusan final terkait kuota dari pemerintah.
- Adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa Presiden Prabowo sedang meninjau ulang beberapa kasus dari pencabutan izin usaha 28 perusahaan di Sumatra. Hashim menjelaskan bahwa peninjauan ulang difokuskan pada kasus yang belum jelas apakah perusahaan terkait benar–benar melanggar atau tidak. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Januari 2026 bahwa pemerintah telah mencabut izin 28 perusahaan — termasuk entitas usaha United Tractors ($UNTR), PT Agincourt Resources, dan Toba Pulp Lestari ($INRU) — karena melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra Utara pada akhir tahun lalu.
- Harga emas di pasar spot naik sekitar +15% dalam 3 hari perdagangan terakhir dari level ~US$4.402/oz pada hari Senin (2/2) ke US$5.053/oz pada Rabu (4/2) pagi, sebelum bergerak di kisaran US$5.000/oz. Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga emas disebabkan oleh berakhirnya aksi jual paksa (forced sell) dan diikuti banyaknya pembeli yang memanfaatkan penurunan harga. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa penurunan harga emas yang signifikan tersebut didorong oleh aksi profit taking ETF berbasis bullion dan instrumen derivatif ber–leverage di tengah penguatan dolar AS seiring penunjukkan mantan anggota gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai kepala The Fed berikutnya.
- Bloomberg melaporkan bahwa permintaan terhadap obligasi pemerintah Indonesia pada lelang hari Selasa (3/2) turun ke level terendah dalam lebih dari 1 tahun, seiring memburuknya sentimen terhadap aset keuangan domestik. Pemerintah menjual obligasi dan surat perbendaharaan negara senilai Rp36 T, lebih tinggi dari target indikatif Rp33 T. Namun, rasio bid–to–target turun menjadi 2,32, terendah sejak lelang 21 Januari 2025, dengan total penawaran masuk sebesar Rp76,59 T.
- Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, pada Selasa (3/2) mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, untuk menandatangani dokumen final kesepakatan perdagangan antara Indonesia–AS. Teddy menyebut bahwa rencana pertemuan Presiden Prabowo dan Trump saat ini masih dibahas di Kementerian Luar Negeri.
- COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (4/2) bahwa pihaknya akan melaksanakan groundbreaking proyek pabrik baja terpadu berkapasitas 3 juta ton per tahun pada Maret 2026. Meski demikian, Dony tidak merinci pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Sebelumnya, Krakatau Steel ($KRAS) dan perusahaan baja asal China, Delong Steel Group, pada pertengahan 2025 sempat menjajaki kerja sama pembangunan pabrik baja berkapasitas 3 juta ton per tahun yang akan menempati lahan seluas 500 hektare di Kawasan Industri Cilegon, Banten.
- Bareskrim Polri menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait Multi Makmur Lemindo ($PIPA). Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan bahwa para tersangka berasal dari internal PIPA dan pihak yang terkait dengan penawaran umum perdana saham (IPO). Ade menambahkan bahwa PIPA tidak memenuhi syarat untuk IPO karena tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
- Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan pada Rabu (4/2) bahwa pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas calon emiten maupun emiten existing, menyusul mencuatnya kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait IPO Multi Makmur Lemindo ($PIPA). BEI akan menerapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon emiten, seperti financial test, governance, bisnis perusahaan terkait, dan peluang pertumbuhannya. Nyoman juga menjelaskan bahwa pihaknya akan merevisi persyaratan calon emiten di papan akselerasi seperti persyaratan di papan pengembangan, sementara persyaratan calon emiten di papan pengembangan akan naik kelas menjadi seperti persyaratan papan utama.
๐ง Logika dan Disiplin: Dua Hal yang Dibutuhkan saat IHSG Crawling Back
"Kalau sekarang IHSG mulai kelihatan mulai crawling back, anggap ini fase reset, bukan ajakan buat gas belanja sana sini." — FeryCitraF
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Banyak investor buru-buru beli saat IHSG mulai naik, padahal fase recovery awal sering justru adalah momen untuk merapikan portofolio dan menjaga modal, bukan langsung agresif belanja, menurut Stockbitor FeryCitraF. Dalam tulisannya, beliau menekankan bahwa ketika pasar terlihat mulai crawling back, itu sering kali merupakan fase reset, bukan sinyal bull run otomatis. Beliau mengingatkan agar tidak trading dengan emosi atau berusaha mengejar kerugian lama, tetapi fokus pada hal penting seperti merapikan portofolio, mengurangi posisi yang terlalu besar, dan memilah mana saham yang layak dipertahankan atau dilepas. Recovery bukan berarti semua saham harus dibeli, melainkan waktu untuk disiplin dan bersiap sebelum momentum yang lebih kuat benar–benar datang. Penasaran argumen lengkapnya? Simak ulasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$BBTN
$AMMN
$BRIS
$BRPT
$FILM
$BUVA
$SMIL
$BULL
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda