⛔ Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Bantah Ikut Negosiasi Lanjutan
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 7.594,1 -0,52% | +Rp380,7 miliar | 17.170 -0,12% | 4.817 -1,28% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 96,6 +6,86% | 122,5 -2,62% | 4.501 +1,15% | 18.117 -0,67% |
👋 Stockbitor!
️Iran mengumumkan pada Sabtu (18/4) bahwa Selat Hormuz ditutup kembali, hanya berselang sehari setelah kabar bahwa selat tersebut telah dibuka untuk kapal komersial. Presiden Donald Trump dan pejabat Iran pun memberikan pernyataan yang berbeda terkait negosiasi lanjutan antara kedua negara, yang menimbulkan ketidakpastian mengenai apakah kedua negara akan bertemu sebelum gencatan senjata berakhir pada 22 April 2026.
Trump menyebut bahwa negosiasi lanjutan antara AS–Iran akan berlangsung di Islamabad pada pekan ini, sembari kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negosiasi gagal. Gedung Putih AS pun menyebut bahwa Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah delegasi AS akan berangkat ke Islamabad pada Senin (20/4) malam untuk melakukan pembicaraan dengan Iran pada Selasa (21/4).
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pada Senin (20/4) bahwa delegasi Iran tidak akan menghadiri negosiasi lanjutan dengan AS di Islamabad, sembari menambahkan terdapat berbagai indikasi bahwa AS tidak serius dalam memajukan diplomasi. Sebelumnya, agensi berita IRNA membantah kabar bahwa Iran akan mengikuti negosiasi lanjutan di Islamabad karena tuntutan AS yang berlebihan dan berlanjutnya blokade militer AS di Teluk Persia.
Pernyataan Baghaei muncul setelah militer AS pada Senin (20/4) mengumumkan telah menyita kapal kargo Iran bernama Touska karena melanggar blokade AS. Ini menandai penyitaan kapal yang pertama sejak militer AS mulai memblokade kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran pada pekan lalu.
Menyusul dinamika ini, harga minyak mentah Brent melonjak +7% ke US$96,6/barrel pada Senin (20/4) sore, setelah ditutup turun -9% ke US$90,4/barrel pada Jumat (17/4).
Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak global mendorong pemerintah untuk menaikkan harga sejumlah BBM non–subsidi per 18 April 2026. Harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta naik dari Rp13.100/liter menjadi Rp19.400/liter, sementara Dexlite naik dari Rp14.200/liter menjadi Rp23.600/liter dan Pertamina Dex dari Rp14.500/liter menjadi Rp23.900/liter. Meski demikian, harga Pertamax dan Pertamax Green masing–masing masih dipertahankan di Rp12.300/liter dan Rp12.900/liter.
Key Takeaway
Respons pasar terhadap dinamika terakhir cenderung mixed, namun terbatas. Bursa Asia masih menguat pada perdagangan hari ini, Senin (20/4), dengan Nikkei +0,6% dan Hang Seng +0,77%. Sementara itu, bursa Eropa Stoxx 50 turun -1,3% dan indeks futures AS — yakni, S&P dan Nasdaq — masing–masing melemah -0,49% dan -0,48% per sore ini. Reaksi mixed yang terbatas ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar sudah lebih ‘terbiasa’ terhadap dinamika perang dan maju–mundurnya progres negosiasi. Sementara itu, kami menilai bahwa dampak negatif dari kenaikan harga BBM secara selektif terhadap daya beli keseluruhan relatif terbatas, mengingat kenaikan harga BBM hanya dilakukan untuk produk non–subsidi dengan target segmen menengah–atas.
🏗️ TOTL 1Q26: Nilai Kontrak Baru +31% YoY, Setara 52% Target 2026
- $TOTL: Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta, mengatakan bahwa pihaknya mencatat nilai kontrak baru ~Rp 2,6 T pada 1Q26. Jumlah tersebut naik sekitar +31% YoY dibandingkan realisasi 1Q25 di Rp1,98 T dan sudah memenuhi ~52% target 2026 di Rp5 T.
- $DEWA: Darma Henwa dalam klarifikasi kepada BEI mengatakan bahwa belum terdapat keputusan maupun langkah konkret terkait pelaksanaan IPO untuk anak usaha perseroan di bidang pertambangan emas dan tembaga, PT Gayo Mineral Resources. Meski demikian, DEWA menyebut bahwa perseroan mempertimbangkan IPO untuk PT Gayo Mineral Resources sebagai opsi sumber pendanaan bagi perusahaan tersebut. Sebelumnya, Direktur DEWA, Ricardo Silaen, mengatakan pada pertengahan April 2026 bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi IPO untuk PT Gayo Mineral Resources, seiring kebutuhan untuk ekspansi dan monetisasi aset.
- $EMAS: Direktur Utama Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan bahwa pihaknya menemukan mineralisasi emas yang signifikan di prospek Kolokoa, berdekatan dengan area konsesi tambang emas Pani di Gorontalo. Berdasarkan hasil pengeboran terhadap 30 lubang bor awal, Kolokoa memiliki target eksplorasi sekitar 20–40 juta ton bijih, dengan kadar emas berkisar 0,3–0,5 gram per ton. Perseroan akan melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area guna mendukung estimasi sumber daya mineral sesuai standar JORC dan KCMI di masa mendatang.
- $BNGA: Bank CIMB Niaga akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp4,1 T atau Rp161,77/saham, mengindikasikan dividend yield ~8,7% per Senin (20/4). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 27 April 2026, sementara pembayaran pada 13 Mei 2026. Jumlah ini setara ~59% dividend payout ratio (vs. 2024: ~57%).
- $ADRO: Alamtri Resources Indonesia mengumumkan bahwa cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 27 April 2026, sementara pembayaran pada 8 Mei 2026. ADRO akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai US$197,5 juta, mengimplikasikan dividen final Rp117/saham dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di 17.000 dan mengindikasikan yield dividen final ~4,6% per Senin (20/4). Sebelumnya, ADRO telah membagikan dividen interim Rp145,14/saham pada Januari 2026, sehingga total dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai ~100% (vs. 2024: ~36%).
- $ADMR: Alamtri Minerals Indonesia mengumumkan bahwa cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 27 April 2026, sementara pembayaran pada 6 Mei 2026. Dalam aksi korporasi ini, ADMR akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai US$120 juta, mengimplikasikan dividen ~Rp49,9/saham dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di 17.000. Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~2,6% per Senin (20/4).
- $ACES: Aspirasi Hidup Indonesia mencatatkan same store sales growth (SSSG) +4,3% YoY selama 1Q26 (vs. 1Q25: +2,2% YoY). Hasil tersebut mengindikasikan SSSG sekitar +5,3% YoY pada Maret 2026 (vs. Maret 2025: +8,6% YoY). Pertumbuhan SSSG terjadi di seluruh wilayah selama 1Q26, dengan wilayah Jakarta +7,8% YoY, Jawa di luar Jakarta +5,7% YoY, dan wilayah luar Jawa +1% YoY.
- $PGEO: Pertamina Geothermal Energy berencana menambah kegiatan usaha di bidang: 1) aktivitas pengolahan data; 2) aktivitas penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan aktivitas terkait; serta 3) penyewaan dan sewa guna mesin dan peralatan pertambangan dan penggalian. Rencana penambahan kegiatan usaha ini sehubungan dengan rencana perseroan untuk mengembangkan data center dengan kapasitas utility load 5 MW di Kabupaten Bandung serta rencana penyediaan jasa sewa generator hydrogen fuel cell. Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dibahas dalam RUPST pada 21 April 2026. Dalam kabar terpisah, ️PGEO mengumumkan telah memulai eksekusi proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW di Sumatera Selatan melalui kick–off meeting. Pada tahap awal, PGEO akan mengebor 3 sumur eksplorasi dengan perkiraan investasi ~US$32,2 juta. Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2032. Penyelesaian PLTP Lumut Balai Unit 4 akan membuat total kapasitas di area Lumut Balai menjadi 220 MW, bersamaan dengan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2030.
- $OMED: Jayamas Medica Industri menargetkan pertumbuhan laba bersih +18% YoY selama 2026, dengan pendapatan ditargetkan naik +16% YoY. Pertumbuhan akan didukung oleh peluncuran lensa katarak intraocular lens (IOL), ekspansi ekspor melalui ekspor perdana ke Filipina dan pertumbuhan ekspor ke AS lebih lanjut, pembukaan toko ritel baru, serta distribution center baru di Pulo Gadung. OMED akan mengalokasikan capex sekitar Rp110–120 M selama 2026, dengan Rp60 M di antaranya ditujukan untuk pembangunan pabrik baru di Ngrimbi, Jawa Timur sementara sisanya untuk penambahan kapasitas di pabrik existing. Manajemen OMED menyebut bahwa perseroan sedang menjajaki akuisisi 1 perusahaan bahan baku, meski masih dalam tahap awal. Simak poin–poin penting earnings call OMED di sini.
Top Gainer 🔥
$BRMS |
$IMPC |
$TAPG |
$HRTA |
| +6,47% | +4,78% | +4,41% | +3,60% |
Top Loser 🤕
$TCPI |
$FILM |
$AMRT |
$SCMA |
| -10,17% | -5,86% | -4,58% | -4,55% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- ️BEI resmi memulai implementasi kuotasi liquidity provider saham, ditandai dengan pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas per Senin (20/4). Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada 5 saham, yakni Gudang Garam ($GGRM), Pabrik Kertas Tjiwi Kimia ($TKIM), Trans Power Marine ($TPMA), Asuransi Tugu Pratama Indonesia ($TUGU), dan Wintermar Offshore Marine ($WINS). Program liquidity provider saham sendiri berperan penting untuk meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid–ask spread. BEI akan melakukan evaluasi secara berkelanjutan, memberikan insentif, dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh anggota bursa pada program liquidity provider saham.
- Perusahaan migas asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan cadangan gas “besar” di sumur eksplorasi Geliga–1 di Blok East Ganal, Kalimantan Timur dengan perkiraan sumber daya (resources) 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barrel kondensat. Penemuan ini mendukung rencana untuk mempercepat pengembangan menggunakan infrastruktur yang ada dan dapat menambah produksi yang signifikan, termasuk potensi hub ke–3 di area tersebut. Eksplorasi akan berlanjut dengan 1 sumur tambahan yang direncanakan pada 2026 dan 2 sumur lagi pada 2027.
- ️Detik melaporkan bahwa PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia resmi menjalin kerja sama senilai Rp1,3 T dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk memproduksi baterai mobil hybrid di pabrik milik CATL di Karawang, Jawa Barat. Kerja sama ini mencakup packing atau perakitan hingga produksi komponen sel dan modul baterai, dengan produksi komponen akan dimulai pada 2H26.
- Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan bahwa Pertamina sedang membahas potensi investasi bersama dengan Toyota Tsusho untuk membangun pabrik bioetanol senilai US$200–300 juta di Lampung. Diskusi terkait rencana ini masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan apa pun. Jika kedua pihak mencapai kesepakatan, pembangunan pabrik akan dimulai pada 2H26. Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 60.000 kiloliter bioetanol per tahun, dengan produksi ditargetkan dapat dimulai pada 2028. Todotua menjelaskan bahwa perkebunan sorgum baru seluas 6.000 hektare akan menghasilkan bahan baku untuk pabrik tersebut. Pemerintah sebelumnya berencana untuk memberlakukan kandungan bioetanol wajib 10% dalam bensin mulai 2028.
- Citra Marga Nusaphala Persada ($CMNP) berencana menggelar rights issue hingga ~2,2 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 25%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk setoran modal atau pinjaman ke anak usaha guna mengembangkan jalan tol Ir. Wiyoto–Wiyono, MSc dan membangun jalan tol ruas Depok–Antasari seksi 3–4. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 26 Mei 2026.
- Dayamitra Telekomunikasi ($MTEL) berencana menambah 3 kegiatan usaha di bidang kelistrikan sebagai bagian dari pengembangan layanan terintegrasi power–as–a–service yang mendukung operasional infrastruktur menara telekomunikasi perseroan. Kegiatan usaha yang akan ditambahkan mencakup pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik, penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha, dan pemasangan jaringan listrik. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 26 Mei 2026.
🆚 Bedanya Right Issue vs Stock Split
“Pertanyaan ini sering muncul dari investor baru, dan jawabannya penting banget. Karena sekilas mirip, tapi secara “isi perut”, keduanya beda arah.” — Rafz969
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Orang-orang yang baru masuk dunia investasi mungkin membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis corporate action yang dapat dilakukan sebuah perusahaan. Stockbitor Beginvest atau Rafz969 menjelaskan perbedaannya right issue dengan stock split dalam tulisannya. Secara singkat, right issue adalah saat sebuah perusahaan menerbitkan dan menawar saham baru pada pemegang sahamnya untuk meningkatkan pasokan uang baru dalam perusahaan. Selain itu, stock split memiliki perbedaan dari right issue dengan jumlah saham yang bertambah, namun tidak ada uang baru yang masuk ke perusahaan. Tertarik mempelajari dampak right issue dan stock split pada portofoliomu? Baca tulisannya Rafz969 secara lengkap di sini!
Sekilas tentang Rafz969
Rafz969 atau dikenalkan sebagai Beginvest adalah seorang Stockbitor yang sering mengupload tulisan mengenai aksi korporasi, memberikan edukasi pengetahuan dasar investasi, dan juga membedah laporan keuangan emiten. Tulisan beliau cocok untuk yang sering mengikuti berita korporasi dan juga investor pemula.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$BRMS
$IMPC
$TAPG
$HRTA
$TCPI
$FILM
$AMRT
$SCMA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda