English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

📉 IHSG & Rupiah Melemah Usai Gubernur BI Mundur meski Harga Minyak Turun

IHSG turun -0,17%, MIDI 1H26: Laba Bersih +24% YoY, Relatif Sejalan dengan Ekspektasi. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

📉 IHSG & Rupiah Melemah Usai Gubernur BI Mundur meski Harga Minyak Turun

Photo by: caprisunnews, Instagram

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.185,8 -0,17% -Rp820,7 miliar 18.005 +0,35% 4.098 +0,67%
Oil Coal CPO Nickel
89,4 -7,63% 130,6-0,11% 4.673 -1,04% 17.379 +0,85%

👋 Stockbitor!

IHSG ditutup turun -0,17% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,35% pada Senin (27/7) meski harga minyak Brent anjlok -11,2% sejak penutupan perdagangan Kamis (23/7), ditekan oleh isu pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak dari jabatannya sebagai gubernur Bank Indonesia. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, akan mengisi sementara posisi gubernur Bank Indonesia. Sementara itu, Destry menyebut bahwa Perry — yang masa jabatannya seharusnya baru berakhir pada 2028 — mundur karena alasan pribadi.

Badan Komunikasi pada Senin (27/7) menyebut bahwa koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan serta menekankan arah kebijakan ekonomi tidak berubah. Sementara itu, Fitch Ratings melihat pengunduran diri Perry tersebut akan menimbulkan risiko tekanan eksternal lebih lanjut bagi Indonesia. Director Asia–Pacific Sovereign Ratings di Fitch Ratings, George Xu, menyebut bahwa tekanan eksternal tersebut akan berasal dari “sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan persepsi independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang lebih kompleks.” Xu menjelaskan bahwa tekanan ini dapat terus membebani stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya utang pemerintah, dan mengikis cadangan devisa.

Di sisi lain, meski masih berada di level yang relatif tinggi, harga minyak Brent mulai kembali menjauhi level US$100/barrel seiring AS dan Iran saling menghentikan serangan selama akhir pekan. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk menghentikan sementara serangan kepada Iran untuk memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi. Adapun Reuters melaporkan bahwa AS menghentikan serangan setelah penasihat Trump mengatakan kepadanya bahwa militer AS telah kehabisan target serangan dan khawatir persenjataan AS akan menipis. Sementara itu, pejabat anonim Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran akan menghentikan serangannya selama AS juga melakukan hal yang sama. Sebelum penghentian serangan sementara ini, AS telah melakukan serangan selama 13 hari beruntun kepada Iran.

Menyusul penurunan harga minyak ini, mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat, dengan Kospi naik +0,97%, Nikkei +0,5%, dan Hang Seng +0,98%. Sementara itu, mata uang Asia juga cenderung menguat terhadap dolar AS, dengan dolar Singapura +0,1%, rupee India +0,7%, dan yuan China +0,1% per Senin (27/7) sore.

Key Takeaway

Pelemahan IHSG dan rupiah di tengah penurunan harga minyak mengindikasikan bahwa sentimen pelaku pasar lebih condong pada pengumuman mundurnya Perry, yang memunculkan kembali kekhawatiran terkait berkurangnya independensi bank sentral.

Xu menyebut bahwa Fitch akan terus memantau perkembangan terkait perubahan kepemimpinan Bank Indonesia. Senada dengan Xu, Head of Asia Strategy di Skandinaviska Enskilda Banken, Eugenia Victorino, mengatakan bahwa investor akan cenderung berhati–hati terhadap aset–aset Indonesia hingga terdapat kejelasan lebih lanjut apakah gubernur definitif Bank Indonesia akan independen. Sementara itu, Global Macro Portfolio Manager di Gama Asset Management, Rajeev De Mello, menyebut bahwa perubahan kepemimpinan Bank Indonesia terjadi pada waktu yang sangat sensitif, mengingat rupiah belakangan ini tertekan oleh harga minyak yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS.

Dalam jangka pendek, arah pasar akan dipengaruhi oleh perkembangan terkait calon pengganti Perry yang definitif serta musim rilis laporan keuangan 2Q26, termasuk kinerja Unilever Indonesia ($UNVR) dan Bank Central Asia ($BBCA) yang akan dirilis besok, Selasa (28/7).

🏪 MIDI 1H26: Laba Bersih +24% YoY, Relatif Sejalan dengan Ekspektasi

  • $MIDI: Midi Utama Indonesia mencatat laba bersih Rp220 M pada 2Q26 (+10% YoY, -17% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 mencapai Rp486 M (+24% YoY), relatif sejalan dengan ekspektasi karena setara 54% dari estimasi 2026F konsensus (rata–rata 3 tahun terakhir: ~53% laba bersih tahunan). Jika mengecualikan kontribusi Lawson dari basis periode 2Q25, laba bersih MIDI tumbuh +7% YoY pada 2Q26 dan +11% YoY selama 1H26. Secara operasional, pendapatan pada 2Q26 mencapai ~Rp5,4 T (+11% YoY, -9% QoQ). Penurunan pendapatan secara kuartalan dipengaruhi oleh pergeseran seasonality Ramadan dan Idulfitri yang pada tahun ini seluruhnya jatuh pada 1Q26, sementara pertumbuhan secara tahunan ditopang oleh pertumbuhan SSSG +1,1% YoY dan +7,2% YoY pada April dan Mei 2026. Margin laba kotor pada 2Q26 naik ke level 26,8% (vs. 2Q25: 24,4%, 1Q26: 24,9%), sementara margin laba usaha turun tipis ke level 5,2% (vs. 2Q25: 5,5%, 1Q26: 5,8%) seiring kenaikan beban SG&A ke level 22,6% terhadap penjualan (vs. 2Q25: 20,2%, 1Q26: 20%).
  • $MEDC: Medco Energi Internasional mencatat produksi minyak dan gas sebesar 171 mboepd pada 2Q26 (+1,6% QoQ, +19,9% YoY), sehingga produksi minyak dan gas selama 1H26 mencapai 170 mboepd (+19% YoY) dan berada di rentang atas guidance 2026F di kisaran 165–170 mboepd. Dari segmen penjualan listrik, MEDC mencatat penjualan listrik 1.270 GWh pada 2Q26 (+20,7% QoQ, +13,2% YoY), sehingga penjualan listrik selama 1H26 mencapai 2.323 GWh (+16,5% YoY) dan setara ~51% guidance 2026F di level 4.550 GWh. MEDC juga mencatat bahwa proven and probable (2P) reserves tumbuh +12% YoY selama 1H26 menjadi 541 mmboe.
  • $BTPS: Bank BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp336 M pada 2Q26 (+1% YoY, +5% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 mencapai Rp655 M (+2% YoY), sedikit di bawah ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 53% realisasi tahunan). Hasil yang sedikit di bawah ekspektasi ini utamanya disebabkan oleh pertumbuhan pembiayaan yang didorong oleh segmen dengan yield rendah, sehingga Net Margin Income (NMI) turun -2% YoY selama 1H26 dan baru mencapai 46% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 50% realisasi tahunan). Di sisi lain, kenaikan laba bersih pada 2Q26/1H26 ditopang oleh penurunan beban provisi (-31% YoY/-34% YoY), sejalan dengan tren kinerja BTPS selama setahun terakhir. Untuk 2026F, manajemen BTPS memperkirakan pertumbuhan laba bersih dapat mencapai double–digit, meningkat dari proyeksi sebelumnya pada earnings call 1Q26 yang berada di kisaran high–single digit, salah satunya didukung oleh potensi pertumbuhan group financing yang lebih tinggi selama 2H26.
  • $AUTO: Astra Otoparts mencatat laba bersih Rp592 M pada 2Q26 (+37% YoY, +6% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H26 menjadi Rp1,2 T (+22,6% YoY), setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs 1H25: 43% laba bersih 2025). Kenaikan laba bersih pada 2Q26 utamanya didorong oleh pendapatan yang tumbuh menjadi Rp4,7 T (+19% YoY, +6% QoQ) serta kenaikan kontribusi laba bersih dari asosiasi dan ventura bersama menjadi 619 M (+54% YoY, +13% QoQ).
  • $PGEO: Pertamina Geothermal Energy mendapatkan fasilitas non–cash loan hingga US$75 juta dari PT Bank Mizuho Indonesia. Pinjaman ini diberikan tanpa agunan (clean basis) serta merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility), yang mencakup fasilitas bank garansi, standby letter of credit (SBLC), letter of credit (L/C) impor, account payable financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility). PGEO menyebut bahwa kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi perseroan.
  • $SMGR: Semen Indonesia mencatat pertumbuhan volume penjualan semen +9% YoY pada 2Q26, didukung oleh pergeseran libur Idulfitri. Hasil ini membuat volume penjualan semen SMGR selama 1H26 tumbuh +6% YoY (vs. 1H25: -2% YoY). Volume penjualan domestik naik +10% YoY selama 1H26 (vs. 1H25: -8% YoY), sejalan dengan pertumbuhan volume seindustri, sehingga market share SMGR relatif stabil di level ~47% selama 1H26 (vs. 1H25: ~48%). Sementara itu, volume penjualan non–domestik SMGR turun -6% YoY (vs. 1H25: +19% YoY), utamanya ditekan oleh lemahnya ekspor dari fasilitas Indonesia (-11% YoY). Dari segi segmentasi, volume penjualan segmen kantong (bag) naik +11% YoY selama 1H26, sementara volume penjualan semen curah (bulk) naik +5% YoY.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$INDY $BUKA $IMPC $WIFI
+6,48% +5,22% +4,44% +3,61%

Top Loser 🤕

$MAPI $HEAL $BULL $SMRA
-6,25% -5,49% -5,02% -4,79%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa pihaknya telah menghentikan operasional di 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menyusul temuan sejumlah pelanggaran, termasuk keracunan makanan, kebersihan yang buruk, dan dugaan penyelewengan dana. Badan Gizi Nasional juga telah memecat 261 pegawai non–aparatur sipil negara dan staf ahli atas dugaan pelanggaran, termasuk perjudian online dan dugaan penyelewengan dana. Sudaryono menambahkan bahwa Badan Gizi Nasional akan secara aktif berupaya menegakkan tata kelola yang baik dan memaksimalkan transparansi, serta siap untuk bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mendukung investigasi anti–korupsi secara internal.
  • Bumi Serpong Damai ($BSDE) mencatat marketing sales ~Rp2,6 T pada 2Q26 (-3% YoY, +1,5% QoQ). Hasil ini membuat marketing sales selama 1H26 mencapai ~Rp5,1 T (+1% YoY), setara ~51% target 2026 di level Rp10 T. Segmen ‘residential’ menjadi kontributor terbesar marketing sales selama 1H26 hingga 48%, diikuti oleh ‘shophouse’ (25%), ‘commercial lot’ (15%), ‘land plots JV’ (7%), dan ‘apartments’ (5%).
  • Puradelta Lestari ($DMAS) mencatatkan marketing sales Rp589 M pada 2Q26 (+416% YoY, +5% QoQ), utamanya ditopang penjualan lahan industri dan low–base effect secara tahunan. Hasil ini membuat marketing sales selama 1H26 mencapai ~Rp1,2 T (+98% YoY), setara ~55% target 2026 di level Rp2,08 T. Sekitar 70% dari pipeline permintaan lahan industri seluas 85 hektar perseroan berasal dari segmen data center.
  • Lima pemegang saham Singaraja Putra ($SINI) — Petrosea ($PTRO), Ever Grace International Trading Ltd., PT Autum Prima Indonesia, PT Deli Indonesia Raya, dan Hapsoro — masing–masing menyerap ~237,9 juta, 90 juta, 60 juta, 30 juta, dan ~3,5 juta saham baru SINI melalui pelaksanaan rights di harga pelaksanaan Rp5.000/lembar atau senilai total ~Rp2,1 T pada 23 Juli 2026. PTRO menjadi pemegang saham terbesar SINI dengan porsi kepemilikan naik dari 0,25% menjadi 19,88%. Adapun kepemilikan Ever Grace International Trading Ltd. dan PT Deli Indonesia Raya masing–masing naik dari tidak ada menjadi 7,48% dan 2,49%, sementara kepemilikan PT Autum Prima Indonesia dan Hapsoro terdilusi dari masing-masing 30% dan 9% menjadi 16,99% dan 3,89% karena hanya melaksanakan 60 juta dari ~216,5 juta rights dan ~3,5 juta dari ~64,9 juta rights.
  • Sunindo Pratama ($SUNI) mengumumkan telah memenangkan tender pengadaan wellhead dan xmass tree senilai Rp45,7 M dari PT Pertamina EP dengan jangka waktu kontrak selama 1 tahun, 4 bulan, dan 50 hari kalender. SUNI menyatakan bahwa kontrak ini berpotensi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perseroan selama 2026–2027.

💸 Bond Indonesia di 2018 vs Kondisi 27 Juli 2026

“Bila menembus 8% bersamaan dengan rupiah bertahan di atas Rp18.000/USD, itu bukan lagi sekadar volatilitas global. Pasar sedang meminta premi tambahan karena meragukan kemampuan kebijakan domestik menstabilkan keadaan.” — skydrugz27

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Sampai pada akhir bulan Juli 2026, Yield bond 10 tahun Indonesia berada pada sekitar 7,30%–7,37%, jaraknya tidak terlalu jauh dengan puncak pada tahun 2018 yang memiliki yield bond 10 tahun Indonesia lebih dari 8%. Menurut, Stockbitor skydrugz27 kondisi bond yield 10 tahun Indonesia hari ini belum separah tahun 2018. Terdapat perbedaan tekanan pada kedua kondisi ini. Pada tahun 2018, tekanan utama berasal dari pihak eksternal yaitu kenaikan suku bunga The Fed dan arus modal global serta kepemilikan asing juga masih tinggi. Pada Juli 2026, kepemilikan asing lebih sedikit dan memperkecil kemungkinan risiko aksi jual besar-besaran namun sumber tekanan lebih besar pada rupiah, kondisi fiskal, dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan. Perlu diperhatikan juga bahwa likuiditas berpotensi terserap untuk pembiayaan pemerintah apabila yield terus naik. Untuk memahami dari kenaikan yield bond 10 tahun serta dampaknya secara lengkap, simak tulisan dari skydrugs27 ini!

Sekilas tentang skydrugz27

skydrugz27 mulai bergabung di komunitas Stockbit sejak tahun 2017. Di Stream Stockbit, ia rajin berbagi insight dalam berinvestasi, terutama bagi para investor karyawan dan mempopulerkan istilah investasi se-lot se-lot. Kamu bisa temukan insight menarik lainnya dari skydrugz27 di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur