🤑 Emas +5% dalam 2 Hari, Tembaga & Timah Dekati ATH
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.343,7 -0,12% | -Rp273,5 miliar | 17.918 -0,07% | 4.267 +0,47% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 80,5 +1,28% | 133,6-2,23% | 4.685 -0,36% | 17.114 -0,46% |
👋 Stockbitor!
Harga logam kompak menguat dalam beberapa hari perdagangan terakhir, dipicu meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring tanda–tanda kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz. Tembaga dan timah kini diperdagangkan hanya tipis di bawah rekor all–time high, sementara nikel melemah seiring kabar tambahan kuota produksi bijih di salah satu tambang terbesar di Indonesia.
- Emas Naik Sekitar +5% dalam 2 Hari, Dekati US$4.300/Oz — Harga emas di pasar spot naik sekitar +5% dalam 2 hari perdagangan terakhir dari level US$4.077/oz pada penutupan Selasa (4/8) ke US$4.267/oz pada Kamis (6/8) sore. Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga emas didorong oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring melandainya harga energi akibat tanda–tanda kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meski hanya bersifat sementara untuk 2–4 bulan dan bukan pembukaan penuh. Pelaku pasar kini juga mengekspektasikan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 1x hingga akhir tahun, turun dari ekspektasi pada pekan lalu yang memperkirakan 2x kenaikan suku bunga.
- Tembaga & Timah Dekati All–Time High — Harga tembaga di bursa komoditas berjangka Comex mencetak rekor tertinggi baru di US$6,731/lb pada Rabu (5/8), melampaui puncak sebelumnya di US$6,716/lb pada Mei 2026, dan telah menguat +18% YTD. Sementara itu, harga tembaga di London Metal Exchange ditutup di US$14.110,5/ton pada Rabu (5/8), hanya lebih rendah -0,3% di bawah rekor tertinggi di US$14.153/ton yang dicatat pada 13 Mei 2026. Bloomberg melaporkan penguatan harga tembaga dipicu spekulasi tarif impor tembaga oleh AS, yang keputusannya belum diumumkan. Sentimen tambahan datang dari Republik Demokratik Kongo — produsen tembaga terbesar ke–2 dunia — yang melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt demi mendorong pengolahan domestik, menurut laporan Reuters pada Kamis (6/8). Larangan tersebut berlaku efektif segera, dengan opsi pengecualian 1 tahun untuk “kondisi strategis.” Adapun harga timah ditutup di US$56.718/ton pada Rabu (5/8), menguat +40% YTD dan hanya lebih rendah -2,1% di bawah rekor tertinggi di US$57.960/ton pada 2 Juni 2026. Shanghai Metals Market melaporkan bahwa penguatan harga timah ditopang rendahnya persediaan di China serta lambatnya pemulihan pasokan dari Myanmar dan Indonesia. Minat spekulatif juga meningkat, tercermin dari open interest kontrak Shanghai Futures Exchange teraktif yang menembus 60.000 lot. Meski demikian, Shanghai Metals Market memperkirakan bahwa lesunya permintaan timah fisik akan membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
- Nikel Tertekan Spekulasi Peningkatan Kuota Produksi Bijih Indonesia — Harga nikel turun hingga -2,1% ke US$16.750/ton pada Kamis (6/8), menandai level terendah sejak pertengahan Juli 2026, sehingga harga nikel menjadi flat sejak awal tahun. Penurunan harga nikel tersebut ditekan oleh laporan Shanghai Metals Market bahwa salah satu tambang terbesar di Indonesia yang tidak dirinci identitasnya akan memperoleh tambahan kuota produksi bijih hingga “puluhan juta ton” pada 2H26. Kementerian ESDM sendiri belum memberikan tanggapan terkait isu ini.
Meski naik ke level ~US$4.300/oz, harga emas masih lebih rendah dibandingkan harga rata–rata pada 1Q26 di US$4.865/oz dan pada 2Q26 di US$4.510/oz. Di sisi lain, harga tembaga dan timah konsisten menanjak setiap kuartal pada 2026, dengan rata–rata harga tembaga naik dari US$12.871/ton pada 1Q26 menjadi US$13.374/ton pada 2Q26, sementara rata–rata harga timah naik dari US$48.498/ton pada 1Q26 menjadi US$51.860/ton pada 2Q26. Nikel sendiri bergerak dalam rentang US$16.250–19.642/ton sepanjang 2026 tanpa tren arah yang jelas.
Key Takeaway
Ke depannya, faktor–faktor utama yang perlu dicermati terkait pergerakan harga komoditas logam menurut kami, antara lain: 1) harga emas akan dipengaruhi arah suku bunga The Fed dan negosiasi penyelesaian konflik di Selat Hormuz; 2) harga tembaga akan dipengaruhi oleh keputusan tarif impor AS dan skala disrupsi supply global akibat kebijakan pembatasan ekspor Kongo; 3) harga timah akan dipengaruhi laju pemulihan pasokan Myanmar dan Indonesia; dan 4) harga nikel akan dipengaruhi oleh realisasi kenaikan kuota produksi bijih dari Indonesia. Berdasarkan konsensus Bloomberg, rata–rata harga emas pada 2026F diperkirakan mencapai US$4.541/oz, lebih tinggi dibandingkan level saat ini di US$4.267/oz. Sementara itu, konsensus memperkirakan rata–rata harga timah dan tembaga pada 2026F masing–masing di US$50.220/ton dan US$13.240/ton — praktis setara dengan rata–rata yang sudah terealisasi sejak awal 2026 di US$50.805/ton dan US$13.212/ton. Dengan demikian, peluang revisi naik angka konsensus atas asumsi kedua harga tersebut terbuka lebar jika harga spot saat ini mampu bertahan pada 2H26.
Menyusul pergerakan harga komoditas tersebut, saham emiten emas menguat paling menonjol hari ini, dengan $HRTA +6%, $EMAS +2,36%, dan $ARCI +2,16%. Sementara itu, harga saham emiten tembaga dan timah terkoreksi, seperti $TINS (-2,06%) dan $AMMN (-2,26%), akibat aksi profit taking setelah keduanya menguat masing–masing +6,74% dan +8,54% dalam sepekan terakhir.
💥 OKAS Dapat 2 Kontrak Jasa Eksplosif Tambang Senilai Total US$60 Juta
- $OKAS: Ancora Indonesia Resources melalui anak usahanya, PT Kemitraan MNK BME, mendapatkan kontrak penyediaan solusi eksplosif pertambangan di Kalimantan dengan total nilai ~US$60 juta. Kontrak tersebut terdiri dari: 1) kontrak senilai sekitar US$11 juta untuk mendukung operasi perusahaan tambang internasional di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur; dan 2) perpanjangan kontrak senilai sekitar US$49 juta dengan kontraktor jasa pertambangan yang mengoperasikan salah satu tambang di Kalimantan Selatan, yang disebut merupakan tambang batu bara terbesar ke–3 di Indonesia. Kedua kontrak tersebut merupakan kontrak jangka panjang hingga 2029–2030.
- $BBRI: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Rabu (5/8) memberikan sinyal bahwa sejumlah entitas BUMN berkapitalisasi pasar jumbo ditargetkan untuk IPO dalam roadmap 5 tahun ke depan, termasuk anak usaha Bank Rakyat Indonesia, PT Pegadaian. Dony juga menyebut nama PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia sebagai BUMN yang berpotensi IPO ke depan.
- $FORE: Direktur Fore Kopi Indonesia, Fahmi Rachmatullah, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan laba bersih +70% YoY selama 2026, dengan pendapatan ditargetkan naik +50% YoY. Fahmi menyebut bahwa target konsumer yang menjadi basis FORE cenderung tahan terhadap tekanan daya beli dari melemahnya kondisi ekonomi. Selama 1H26, FORE telah menambah lebih dari 40 gerai baru, dengan lebih dari 40% di antaranya berlokasi di kota tier 2 dan 3. Bisnis melaporkan bahwa total gerai aktif Fore Coffee Indonesia mencapai 363 gerai per 1H26, naik dari 259 gerai per 1H25. Bersama dengan 10 gerai aktif Fore Donut dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura, jaringan grup FORE kini mencakup 377 gerai di lebih dari 60 kota. Hingga akhir 2026, FORE menargetkan pembangunan 100 outlet baru, yang terdiri dari 70 Fore Coffee dan 30 Fore Donut. FORE menargetkan pabrik pengolahan adonan donat senilai Rp15 M dapat mulai beroperasi pada Agustus atau September 2026, serta berencana memperluas jaringan gerai Fore Donut ke berbagai kota pada akhir 2026, termasuk ke Medan, Semarang, Yogyakarta, serta sejumlah kota lain di Pulau Jawa.
- $CMRY: Manajemen Cisarua Mountain Dairy mengatakan dalam earnings call pada Senin (3/8) bahwa penurunan margin laba kotor ke level 43,5% pada 2Q26 (vs. 2Q25: 45,3%) disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku dan kemasan (+38% YoY) termasuk pelemahan rupiah, di mana perseroan belum menaikkan harga jual sepanjang 1H26. Sementara itu, margin laba usaha turun lebih dalam ke level 18,3% (vs. 2Q25: 23,3%) akibat provisi keusangan persediaan sebesar Rp99 M terkait kebakaran gudang — yang dicatatkan pada pos ‘others’ dengan klaim asuransi yang telah diajukan — serta kenaikan beban distribusi (+47% YoY) seiring ekspansi ke luar Jawa dan Bali. Manajemen CMRY menilai margin laba kotor mulai menunjukkan tanda bottoming out dan berencana menaikkan harga jual (ASP) pada 4Q26 untuk mengkompensasi kenaikan biaya, sehingga ekspansi margin laba kotor diperkirakan kembali terjadi pada 4Q26 atau 1Q27. Selain itu, manajemen juga akan meluncurkan produk di level yang lebih premium, yang juga dapat menopang kenaikan ASP. Simak poin–poin penting earnings call CMRY di sini.
- $CBRE: Cakra Buana Resources Energi mengatakan bahwa rencana rights issue perseroan masih berada pada tahap pemenuhan atas beberapa hal yang menjadi perhatian dan permintaan klarifikasi dari OJK. CBRE menyebut tetap berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan proses rights issue sesuai ketentuan yang berlaku, serta terus berupaya mendukung rencana pengembangan usaha melalui penguatan struktur permodalan. CBRE mengatakan bahwa perseroan akan mengumumkan update jadwal pelaksanaan rights issue setelah seluruh proses pemenuhan terhadap permintaan OJK telah diselesaikan dan perseroan memperoleh perkembangan lebih lanjut. Sebelumnya, CBRE pada Maret 2026 mengumumkan berencana menggelar rights issue hingga ~12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100–150/lembar, dengan perolehan dana ditujukan untuk pelunasan kewajiban utang kepada pihak ketiga atau pemegang promissory note, capex pembelian aset kapal jenis anchor handling tug supply (AHTS), dan modal kerja.
- $GTRA: Grahaprima Suksesmandiri mendapatkan fasilitas kredit investasi kendaraan niaga hingga Rp130,5 M dari Bank Central Asia ($BBCA), yang akan digunakan untuk investasi pembelian kendaraan truk komersial. Fasilitas bertenor 6 tahun ini memiliki bunga 7,5% per tahun, serta setara 32,11% dari total ekuitas GTRA.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$BKSL |
$PGEO |
$PTRO |
$CUAN |
| +8,33% | +7,92% | +7,89% | +6,67% |
Top Loser 🤕
$HRUM |
$TOBA |
$KPIG |
$MBMA |
| -5,71% | -4,67% | -3,70% | -3,64% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan nama calon gubernur definitif Bank Indonesia kepada DPR pada pekan ini.
- Reuters melaporkan bahwa Destry Damayanti, yang saat ini menjadi gubernur sementara Bank Indonesia, menjadi kandidat terkuat untuk menempati posisi gubernur Bank Indonesia secara definitif. Narasumber Reuters menyebut bahwa nama Destry termasuk dalam daftar kandidat yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR. Selain Destry, narasumber Reuters juga menyebut bahwa nama Aida S. Budiman, yang saat ini menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia, juga termasuk dalam daftar calon gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo. Narasumber Reuters mengatakan bahwa pemerintah merasa perlu memberikan kepastian bagi pasar dengan bergerak cepat dalam proses pencalonan gubernur Bank Indonesia, di mana proses formal di DPR diperkirakan akan dimulai setelah anggota dewan kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026. Reuters melaporkan bahwa berdasarkan regulasi saat ini, Presiden Prabowo dapat mengajukan hingga 3 nama calon gubernur Bank Indonesia. Masih belum diketahui apakah gubernur baru Bank Indonesia yang akan ditunjuk akan memiliki masa jabatan penuh selama 5 tahun atau hanya hingga 2028, yang merupakan sisa masa jabatan Perry Warjiyo sebelum mengundurkan diri pada awal pekan lalu. Baik juru bicara presiden, Destry, Aida, maupun DPR belum mengomentari kabar ini, sementara juru bicara Bank Indonesia menolak berkomentar.
- S&P Global Ratings mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa tren sovereign credit Indonesia dalam 1–2 tahun ke depan akan bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menstabilkan sentimen investor dan melaksanakan perubahan kebijakan terkini secara efektif. S&P mencatat bahwa persepsi mengenai menurunnya prediktabilitas kebijakan di kalangan investor telah memengaruhi sentimen terkait profil sovereign credit Indonesia Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, yang kemungkinan disebabkan oleh penerapan mendadak sejumlah kebijakan pemerintah yang berdampak besar, khususnya di sektor sumber daya alam. Kekhawatiran investor atas ketidakpastian kebijakan tersebut turut diperparah oleh tekanan eksternal yang meningkat seiring perubahan dinamika perdagangan global, gangguan pasokan energi akibat perang, dan meningkatnya biaya utang yang lebih tinggi. Selain itu, kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia menjadi frontier market oleh sejumlah penyedia indeks juga memicu foreign outflow, yang pada gilirannya meningkatkan biaya utang pemerintah dan melemahkan buffer keuangan. Meski demikian, S&P tidak mengekspektasikan penurunan metrik kredit fiskal dan eksternal Indonesia belakangan ini akan memicu penurunan sovereign credit rating dalam 1–2 tahun ke depan, serta memperkirakan kondisi kredit Indonesia akan pulih seiring dengan pelaksanaan kebijakan yang membantu meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap PDB.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan akan memprioritaskan persetujuan revisi kuota RKAB 2026 bagi perusahaan tambang yang menyetor tarif royalti lebih besar kepada negara. Tambahan kuota produksi akan diberikan secara selektif, antara lain untuk memenuhi kebutuhan mendesak smelter nikel serta pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN. Sebelumnya, pemerintah mematok kuota produksi batu bara selama 2026 sebesar 600 juta ton, turun dari realisasi selama 2025 di 817,5 juta ton, sebelum kemudian berencana melakukan relaksasi untuk memastikan industri dapat beroperasi dengan lancar.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus pada 2H26 untuk mengantisipasi dampak El Nino yang sudah mulai aktif sejak Juni 2026 dan berpotensi mempengaruhi berbagai sektor. Namun, Purbaya menyebut bahwa hingga kini pemerintah belum menetapkan nilai anggaran maupun rincian paket stimulus tersebut karena proses pembahasan masih berlangsung, sembari menambahkan bahwa Kementerian Keuangan masih menunggu usulan dari kementerian teknis sebelum stimulus tersebut diputuskan. Sebelumnya, BMKG memprediksi bahwa El Nino kali ini akan bertahan hingga Desember 2026 atau Januari 2027, di mana fase puncak El Nino diperkirakan akan melewati batas kategori El Nino kuat
- Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Rabu (5/8) mengumumkan bahwa penundaan pemungutan pajak penghasilan (PPh) bagi penjual di platform e–commerce akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026, sehingga kebijakan tersebut baru akan efektif berlaku mulai 1 November 2026. Pengumuman tersebut muncul setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa pemerintah kembali berencana menunda penerapan pemungutan PPh bagi penjual di platform e–commerce guna mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, pemerintah telah meminta platform e–commerce seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli untuk memungut PPh dari para penjual tertentu mulai 1 Agustus 2026. Purbaya mengatakan penerapan kebijakan tersebut akan ditunda hingga daya beli masyarakat membaik, meski tidak merincinya lebih lanjut. Purbaya menambahkan bahwa jika pajak telah terlanjur dipungut, pemerintah akan menyiapkan mekanisme pengembalian dana. Ini bukan kali pertama pemerintah menunda penerapan pajak penjual e–commerce, di mana Purbaya juga sempat menunda kebijakan tersebut pada September 2025.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa Danantara akan mengalihkan kepemilikan saham di operator kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung, PT Kereta Cepat Indonesia China, kepada sebuah special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang belum ditentukan. Purbaya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan memiliki sejumlah special mission vehicle, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur, sehingga transaksi tersebut diklaim tidak akan membebani APBN. Purbaya menambahkan bahwa tidak akan ada suntikan modal melalui special mission vehicle, di mana sebagian laba yang dihasilkan oleh special mission vehicle terkait akan dialokasikan untuk kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China. PT Kereta Cepat Indonesia China sendiri saat ini dimiliki oleh konsorsium BUMN Indonesia dengan porsi kepemilikan 60%, sementara 40% sisanya dimiliki oleh konsorsium perusahaan China.
💰 Growth Investing: Cara Menemukan Saham Yang Bisa Naik 10X Bahkan 100X Lipat
“Dalam growth investing, Anda tidak mengejar harga saham yang paling murah. Anda mengejar bisnis yang pertumbuhannya paling besar. Harga saham pada akhirnya hanyalah bayangan dari kualitas perusahaan.” — InvestorfromPky
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Dalam tipe investasi growth investing, stockbitor InvestorfromPky mengatakan bahwa kita harus mementingkan kualitas dan pertumbuhan perusahaan dibandingkan indikator fundamental seperti PER dan PBV. Beliau menunjukkan beberapa perusahaan yang telah mengalami kenaikan luar biasa di pasar saham AS: NVIDIA, Apple, Tesla, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Pada awalnya, semua perusahaan ini bergerak di industri yang sedang berkembang, memiliki selling point yang unik, pertumbuhan penjualan di atas 20% per tahun, dan poin-poin lainnya yang dapat membentuk tesis investasi untuk masing-masing perusahaan tersebut. Growth investing dapat dijelaskan dengan analogi pohon mangga: jika diberikan pilihan antara pohon mangga berumur 50 tahun dibandingkan yang masih kecil, para growth investor pasti memilih yang kecil karena tahu bahwa nilainya berpotensi naik besar di masa depan.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$BKSL
$PGEO
$PTRO
$CUAN
$HRUM
$TOBA
$KPIG
$MBMA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda