🦅 Narasi Hawkish The Fed Semakin Menguat
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.298,6 -1,20% | -Rp1,5 triliun | 17.901 +0,57% | 4.288 -0,70% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 105,5 +2,38% | 142,7-0,90% | 4.774 +0,13% | 16.481 -0,91% |
👋 Stockbitor!
Harga minyak Brent naik sekitar +2,5% ke kisaran US$105,5/barrel pada Kamis (24/9) sore, setelah sempat turun ke bawah level US$100/barrel pada Selasa (22/9). Kenaikan harga minyak tersebut didorong oleh pernyataan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang pada Rabu (23/9) menegaskan bahwa masih terdapat perbedaan besar antara AS dan Iran terkait upaya melanjutkan negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz, serta menyatakan bahwa Iran tidak akan merespons ancaman dan menetapkan sejumlah syarat sebelum negosiasi dengan AS dilanjutkan.
Kenaikan harga minyak juga didorong oleh munculnya wacana dari pemerintah AS untuk membatasi ekspor diesel. Wacana ini muncul setelah Presiden Donald Trump pada Selasa (22/9) menyatakan dukungannya terhadap gagasan sejumlah politikus AS untuk melarang ekspor diesel, guna menekan lonjakan biaya energi. Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan pada Rabu (23/9) bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan perusahaan penyulingan untuk secara sukarela mengurangi pengiriman diesel ke luar negeri, sebagai alternatif dari pelarangan ekspor.
Bertahannya harga minyak di level yang tinggi — ditambah dengan laporan dari S&P Global bahwa aktivitas sektor swasta AS pada Agustus 2026 mencetak laju tercepat dalam lebih dari 5 tahun — mendorong indeks dolar AS (DXY) naik sekitar +0,1% ke level ~101,2 pada Kamis (24/9) sore setelah naik sekitar +0,5% pada Rabu (23/9), menandai level tertinggi sejak akhir Juli 2026, seiring meningkatnya ekspektasi atas kenaikan suku bunga AS. Menurut analisis dari CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 bps pada pertemuan Oktober 2026 naik menjadi 75,3%, dibandingkan level 55,4% pada sepekan sebelumnya.
Meningkatnya ekspektasi atas kenaikan suku bunga AS tersebut muncul setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 5,75% pada Rabu (23/9) dan lebih mengandalkan insentif hedging untuk menahan foreign outflow.
Menyusul dinamika ini, harga emas turun sekitar -1,7% ke level US$4.288/oz pada Rabu (23/9), sementara yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik +15 bps ke level 5,11%, tertinggi sejak Juli 2007. Pada Kamis (24/9), IHSG ditutup turun -1,2% ke level 6.298,6 pada Kamis (24/9), sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sekitar -0,6% ke 17.901 dan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun sekitar -2 bps ke level 7,09%.
Key Takeaway
Menguatnya narasi hawkish The Fed — sehingga mendorong DXY — memberikan tekanan pada aset–aset emerging markets, termasuk Indonesia. Jika harga energi tidak kunjung turun, kami menilai tekanan pada nilai tukar rupiah akan berlanjut, sehingga membutuhkan respons yang lebih kuat dari Bank Indonesia. Per Kamis (24/9), konsensus Bloomberg masih mengekspektasikan BI Rate di level 6% pada akhir 2026, yang hanya mengimplikasikan kenaikan +25 bps dari level saat ini. Terdekat, investor perlu memantau rilis data inflasi PCE AS periode Agustus 2026 pada 30 September 2026 waktu setempat.
🤝 Konsorsium INET & WIFI Teken MoU Pembangunan Sistem Kabel Laut 6.870 km
- $INET: Konsorsium yang terdiri dari Sinergi Inti Andalan Prima, PT Sarana Global Indonesia, Solusi Sinergi Digital ($WIFI), PT Integrasi Jaringan Ekosistem, NTT Group, Nokia, dan PT FiberHome Technologies Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman untuk membangun sistem kabel laut sepanjang 6.870 km. Sistem kabel laut bernama Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System) tersebut dirancang menghubungkan 14 landing point di sejumlah pulau di Indonesia. SGI Cable System akan menghubungkan Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong. Sistem tersebut dirancang memiliki 16 pasang serat optik dengan kapasitas mencapai 25 Tbps dan usia desain selama 25 tahun. Proyek ini ditargetkan mencapai tahap ready for service pada akhir 2028.
- $BBRI: Bank Rakyat Indonesia mengatakan bahwa akuntan publik akan melakukan limited review atas laporan keuangan perseroan untuk periode 3Q26. Langkah ini dilakukan dalam rangka rencana aksi korporasi dan/atau pelaksanaan “aspirasi pemegang saham”, meski BBRI tidak merincinya lebih lanjut.
- $UNTR: Direktur United Tractors, Vilihati Surya, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan tambahan kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026 dari ~7,4 juta ton menjadi 12,4 juta ton. Vilihati menyebut bahwa tambahan kuota produksi tersebut menjadi peluang bagi UNTR untuk meningkatkan produksi dan penjualan batu bara pada paruh 2H26, meski terdapat tantangan operasional berupa kondisi kemarau di Kalimantan Tengah yang berpotensi memengaruhi aktivitas produksi batu bara perseroan. Vilihati juga menambahkan bahwa pihaknya kemungkinan akan menyimpan sebagian produksi sebagai persediaan terlebih dahulu sebelum penjualan dilakukan pada November–Desember 2026.
- $MGLV: NexAI Digital Infrastruktur mengatakan telah menambah modal di 2 anak usahanya, PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center, masing–masing sebesar Rp49 M untuk mendukung peningkatan skala usaha anak perusahaan, pemenuhan persyaratan perizinan dan administrasi, serta penyesuaian dokumen master list kebutuhan operasional. Dalam keterbukaan informasi terpisah, MGLV juga mengumumkan bahwa PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center masing–masing telah memperoleh fasilitas pinjaman hingga ~Rp4,1 T dan ~Rp6,6 T dari Bank Negara Indonesia ($BBNI). Fasilitas pinjaman yang didapat PT Nextier Askara Center akan digunakan untuk sebagian biaya pengambilalihan fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka ($KIJA), capex ekspansi kapasitas JababekaDC sebesar 36 MW menjadi 42 MW, dan pembayaran bunga masa konstruksi. Adapun fasilitas pinjaman yang diperoleh PT Nextier GenAi Center akan digunakan untuk sebagian biaya pembangunan BatangDC di Kawasan Industri Terpadu Batang hingga kapasitas 60 MW, biaya proyek terkait, dan pembayaran bunga masa konstruksi. Pinjaman tersebut masing–masing berjangka waktu 6 dan 7 tahun, di mana keduanya dikenakan bunga compounded IndONIA 90 hari + 1,9%.
- $ARKO: Arkora Hydro mengatakan bahwa entitas usahanya di bidang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PT Endorshine Energy Solutions, mendapatkan fasilitas pembiayaan hingga US$9,8 juta dari PT Sarana Multi Infrastruktur. Fasilitas pembiayaan ini ditujukan untuk pembiayaan proyek PLTS milik PT Endorshine Energy Solutions yang telah beroperasi secara komersial.
- $TSPC: Kuasa hukum Tempo Scan Pacific mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa Komisaris Utama TSPC, Handojo S. Muljadi, telah memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (22/9) untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara yang melibatkan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Dalam panggilan tersebut, Handojo memberikan keterangan sehubungan dengan proses pengurusan kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dari seorang warga negara asing yang berprofesi sebagai pilot dari pesawat terbang yang dimiliki oleh perusahaan yang terafiliasi dengan TSPC. Kuasa hukum TSPC mengatakan bahwa perkara yang sedang ditangani KPK tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan usaha TSPC. Pernyataan kuasa hukum TSPC muncul setelah Antara melaporkan bahwa KPK telah memeriksa Handojo terkait dugaan pemberian sesuatu kepada salah satu pihak di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$DSNG |
$ENRG |
$AKRA |
$SSIA |
| +5,61% | +3,97% | +2,05% | +2,04% |
Top Loser 🤕
$KPIG |
$KIJA |
$IMPC |
$WIRG |
| -9,09% | -5,88% | -5,73% | -5,71% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Bloomberg melaporkan bahwa Badan Anggaran DPR pada Kamis (24/9) menyepakati postur RAPBN 2027, dengan defisit ditargetkan sebesar Rp671,2 T atau 2,4% terhadap PDB. Bloomberg melaporkan bahwa postur anggaran yang disetujui mencakup kesepakatan untuk mengalihkan sebagian belanja ke kementerian dan lembaga (K/L), dengan alokasi K/L meningkat sebesar Rp52,2 T dari usulan awal. Peningkatan belanja K/L tersebut diimbangi oleh pengurangan belanja non–K/L sebesar Rp43,1 T, termasuk pemotongan subsidi energi sebesar Rp11,4 T dan pengurangan belanja lainnya sebesar Rp31,6 T. Postur RAPBN 2027 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi +6% YoY, rata–rata inflasi 2,5% YoY, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di 17.500, yield SBN tenor 10 tahun di 6,9%, rata–rata Indonesian Crude Price di US$75/barrel, serta lifting minyak 612.500 barrel/hari dan lifting gas 954.000 barrel setara minyak/hari. Postur RAPBN 2027 ini baru akan disahkan setelah disetujui rapat paripurna DPR ke depan.
- Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan pada Kamis (24/9) bahwa RAPBN 2027 memuat rencana pengenaan cukai atas minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), meski tidak merincinya lebih lanjut. Cukai MBDK sendiri pertama kali diwacanakan sejak 2024 dan sebenarnya telah tercakup dalam APBN 2026, tetapi pemerintah kemudian membatalkan rencana pungutan cukai tersebut karena belum memiliki payung hukum serta menunggu pemulihan ekonomi.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Rabu (23/9) mengeklaim bahwa Nvidia tengah menjajaki rencana investasi data center senilai US$4,5 miliar atau Rp80,1 T di kawasan ekonomi khusus Batam, meski tidak merincinya lebih lanjut.
- Reuters melaporkan bahwa pemerintah India pada Rabu (23/9) resmi memangkas bea masuk dasar untuk minyak nabati mentah dan olahan — termasuk CPO, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari — sebagai upaya menurunkan harga selama puncak festive season. Bea masuk dasar untuk CPO turun dari 10% menjadi 5%, sehingga total bea masuk CPO ke India turun dari 16,5% menjadi 11%. Langkah pemangkasan bea masuk dasar ini sejalan dengan laporan Reuters pada pekan lalu.
- Bank Indonesia mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh +8,2% YoY menjadi Rp10.448,1 T pada Agustus 2026 (vs. Juli 2026: +8,3% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +9% YoY dan uang kuasi sebesar +6,5% YoY.
🤖 Semua Memburu Data Center, Tapi Siapa yang Menjual 'Nyawa' untuk AI?
“Jangan berhenti pada pertanyaan 'emiten ini terkait AI atau tidak?' Tanyakan siapa pelanggannya, berapa pesanannya, kapan menjadi kas, dan berapa laba yang sampai kepada pemegang saham” — candraahmadi8
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
IEA memproyeksikan konsumsi listrik data center global meningkat dari sekitar 485 TWh pada 2025 menjadi 950 TWh pada 2030, membuka peluang bagi bisnis di sepanjang rantai pasok kelistrikan yang mendukung infrastruktur AI. Rantai ini mencakup banyak lapisan, mulai dari pemasok listrik ke fasilitas data center, penyedia panel distribusi daya, hingga produsen kabel tenaga yang relevan bagi jaringan dan distribusi listrik meski kesesuaian produk belum tentu membuktikan kontrak spesifik. Lapisan cadangan daya turut menjadi sorotan, mencakup penyedia UPS, genset, hingga baterai penyimpanan (Batery Energy Storage System), dengan catatan bahwa narasi "AI tumbuh maka semua emiten nikel diuntungkan" perlu diuji lebih dulu karena penyimpanan baterai stasioner didominasi kimia LFP yang tidak memakai nikel. Sisi pendinginan turut dibahas sebagai komponen yang sama pentingnya dengan listrik itu sendiri, mengingat server tetap bisa berhenti bekerja jika panas tidak terkelola meski suplai daya stabil. Dari sisi kebijakan, rencana RUPTL PLN 2025–2034 yang menambah kapasitas 69,5 GW juga disinggung, dengan pengingat bahwa hal ini tidak otomatis berarti seluruh kapasitas tersebut dibangun khusus untuk data center. candraahmadi8 menjabarkan detail lengkap tiap lapisan bisnis kelistrikan data center ini. Baca selengkapnya di sini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$DSNG
$ENRG
$AKRA
$SSIA
$KPIG
$KIJA
$IMPC
$WIRG
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda