🥀 Saham AI Tumbang, Komoditas Penopang Ikut Terseret
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 5.050,4 +0,40% | +Rp329,3 miliar | 18.111 +0,16% | 4.074 -0,97% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 98,2 -0,08% | 145,0+0,38% | 4.258 -2,72% | 16.322 +3,44% |
👋 Stockbitor!
Pasar saham global mengalami sell–off tajam pada pekan ini seiring kekhawatiran terhadap sektor AI yang semakin dalam, menyusul kemenangan Partai Demokrat pada pemilu midterm AS yang memicu ekspektasi pengetatan regulasi terhadap industri AI. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mendukung ekspansi industri AI tanpa regulasi dan menyebut kekhawatiran terhadap keamanan AI sebagai “hoax”. Di sisi lain, Partai Demokrat AS mengkampanyekan pengendalian terhadap dampak AI, termasuk kenaikan harga listrik dan penggunaan air oleh data center yang menjadi keluhan masyarakat di sejumlah negara bagian.
Pada Kamis (5/11), Nasdaq anjlok -6,4% — menandai penurunan terburuk sejak Maret 2020 — sementara indeks semikonduktor (SOX) turun -12%. Di Asia, Kospi sempat anjlok -8,8% hingga memicu trading halt pada Jumat (6/11), sebelum rebound dan ditutup pada -5,3%, sementara Taiex terkoreksi -3,2%. Dampak sell–off juga merambat ke pasar komoditas penopang industri AI, dengan harga tembaga turun -1,2% ke US$13.843/ton pada Kamis (5/11), telah melemah -3,6% WoW dan menandai level terendah sejak Juli. Harga timah juga tertekan, turun -3,2% pada Kamis (5/11) dan telah turun -8,5% WoW.
Tidak semua pasar emerging tertekan secara merata, di mana Bloomberg menyorot pasar saham India yang justru mencatatkan kenaikan hampir +7% pada pekan ini, diuntungkan sebagai “anti–AI trade” seiring eksposur domestik yang dominan di tengah tren penurunan harga minyak. Kemenangan Partai Demokrat di pemilu midterm AS juga meningkatkan ekspektasi berakhirnya perang Iran lebih cepat, yang berpotensi menekan harga minyak lebih lanjut.
Key Takeaway
Risiko perlambatan laju pengembangan AI yang turut menekan harga komoditas–komoditas penopangnya berpotensi menekan saham emiten tambang terkait, seperti Amman Mineral Internasional ($AMMN) dan Merdeka Copper Gold ($MDKA) di komoditas tembaga serta Timah ($TINS) di komoditas timah. Secara lebih umum, market yang mengandalkan pasar domestik seperti India dan Indonesia berpotensi menjadi lebih menarik jika sentimen negatif terhadap AI dan tren melandainya harga minyak berlanjut.
Pada perdagangan hari ini, Jumat (6/11), IHSG menguat +0,4% di tengah koreksi sejumlah pasar yang memiliki eksposur besar dan/atau langsung terhadap AI, dengan net foreign buy ~Rp329,3 M. Di tengah penguatan IHSG, AMMN, MDKA, dan TINS masing–masing melemah -1,1%, -5,2%, dan -2,6%.
👀 Pemerintah: Zhejiang Huayou Cobalt, NCKL & Tsingshan Berencana Pangkas Produksi pada 2027
- $NCKL: Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin, mengatakan bahwa terdapat 3 perusahaan smelter utama yang berencana memangkas produksi pada 2027, yakni Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., Trimegah Bangun Persada, dan Tsingshan Holding Group. Cecep menyebut bahwa smelter milik Zhejiang Huayou Cobalt di Sulawesi Tenggara akan memangkas produksi hingga -50%. Langkah serupa juga akan dilakukan oleh NCKL dan Tsingshan, meski Cecep tidak merincinya lebih lanjut. Cecep juga menjelaskan bahwa penurunan volume produksi pada 2027 bisa jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya guna membuka peluang pemulihan harga seiring kondisi oversupply di pasar global.
- $ULTJ: Pemegang saham Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company melalui RUPSLB pada hari ini, Jumat (6/11), menyetujui rencana pembagian tambahan dividen senilai Rp100/saham dari saldo laba ditahan, mengindikasikan dividend yield ~4,9% per penutupan hari ini. Jadwal cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
- $AUTO: Direktur Utama Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan dalam pubex pada Kamis (5/11) bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan bisnis di atas rata–rata industri otomotif nasional pada 2027, didukung oleh strategi diversifikasi portofolio produk, perluasan basis pelanggan, dan pengembangan jaringan regional serta ekspansi bisnis aftermarket. Sementara itu, Direktur AUTO, Tujuh Martogi Siahaan, menyebut bahwa pihaknya berencana menambah sekitar 30 gerai ritel modern pada 2027, dengan mempertimbangkan kepadatan populasi kendaraan di wilayah terkait. Ekspansi gerai tersebut akan dilakukan melalui jaringan seperti Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice. Hingga 3Q26, AUTO telah mengoperasikan total 673 gerai ritel modern.
- $TOTL: Total Bangun Persada akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp40/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,9% per penutupan Jumat (6/11). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 16 November 2026, sementara pembayaran pada 4 Desember 2026.
- $PSSI: IMC Pelita Logistik akan mendistribusikan ~172 juta saham treasuri dengan nilai nominal ~Rp17,2 M kepada pemegang saham dengan rasio 30 saham lama memperoleh 1 saham treasuri. Aksi korporasi ini telah disetujui RUPS pada 28 Oktober 2026, dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 5 November 2026 dan distribusi saham pada 27 November 2026. Perseroan menyebut bahwa aksi ini merupakan pengalihan saham treasuri dan bukan pembagian saham bonus, meski dilaporkan menggunakan formulir saham bonus di sistem IDXNet karena belum tersedia formulir khusus.
- $NFCX: NFC Indonesia berencana buyback hingga 49 juta (7,35%) saham dengan alokasi dana hingga ~Rp87 M pada periode 9 November 2026–8 Februari 2027. Estimasi harga pembelian di Rp1.775/saham. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
- $KDTN: Perusahaan asal Hong Kong, Ruby Mining Hongkong Ltd., bersama para calon penjual — yang terdiri dari PT Putrasakti Mandiri, PT Intan Perdana Sukses, dan Cahayasakti Investindo Sukses ($CSIS) — sepakat untuk mengakhiri perjanjian bersyarat atas rencana akuisisi 86% saham Puri Sentul Permai oleh Ruby Mining Hongkong. Dengan pembatalan ini, rencana pengambilalihan KDTN oleh Ruby Mining Hongkong dibatalkan dan tidak dilanjutkan, setelah sempat ditunda pada Oktober 2026. Pembatalan transaksi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan pelaksanaan transaksi sejak perjanjian ditandatangani, meski para pihak tidak merinci perkembangan yang dimaksud.
- $PORT: Nusantara Pelabuhan Handal akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp35,6/saham, mengindikasikan dividend yield ~4,1% per penutupan Jumat (6/11). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 16 November 2026, sementara pembayaran pada 3 Desember 2026.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$COIN |
$AKRA |
$UNVR |
$KPIG |
| +8,03% | +4,58% | +4,12% | +4,00% |
Top Loser 🤕
$PTRO |
$JPFA |
$EMAS |
$BRPT |
| -6,94% | -6,91% | -6,70% | -6,59% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Jumat (6/11) bahwa pemerintah akan mendefinisikan ulang peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai perantara tunggal ekspor, bukan sebagai eksportir tunggal. Melalui perubahan definisi ini, Airlangga menjelaskan bahwa pelaksanaan transaksi komersial tetap dilakukan oleh eksportir terkait, sementara PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan mengawasi dan memberikan persetujuan atas dokumen kontrak dan dokumen transaksi lainnya. Perubahan peran ini akan tertuang dalam revisi atas Peraturan Pemerintah No. 24/2026, yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi dan ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026. Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut bahwa sejumlah peraturan Kementerian Perdagangan juga akan direvisi agar eksportir komoditas kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloy tetap diizinkan mengekspor produk mereka secara langsung setelah 31 Desember 2026. Sebelumnya, Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia, Luke Mahony, mengatakan bahwa pihaknya akan mulai memungut biaya verifikasi ekspor saat portal pemantauannya beroperasi penuh pada 1 Januari 2027.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Jumat (6/11) bahwa pemerintah akan menaikkan batas konversi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) ke rupiah melalui peraturan baru, dari yang sebelumnya 50% menjadi 100%. Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat sebelum terakhir kali direvisi per 1 Juni 2026, konversi valas DHE SDA ke rupiah tidak dibatasi. Airlangga juga menyebut bahwa pemerintah menambah daftar negara tujuan ekspor yang mendapatkan relaksasi penempatan DHE SDA, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa, di samping negara–negara yang sebelumnya ditetapkan termasuk AS, Kanada, China termasuk Hong Kong, dan Australia. Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa Bank Indonesia telah menambahkan Bank OCBC NISP ($NISP) ke dalam daftar bank yang dapat menerima DHE SDA, sehingga total bank yang dapat menerima DHE SDA kini menjadi 16 bank, yang terdiri atas 5 bank BUMN dan 11 bank swasta.
- Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 naik ke US$146,8 miliar (vs. September 2026: US$146,3 miliar). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia. Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, serta masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
- Harga minyak Brent naik +3,9% ke US$98,3/barrel pada Kamis (5/11) dan stabil di US$98,2/barrel pada Jumat (6/11) sore. Kenaikan harga minyak terjadi seiring laporan dari Axios yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump sedang menimbang 3 opsi terkait Iran, termasuk melancarkan serangan baru, melanjutkan upaya untuk melemahkan perekonomian Iran, atau mencapai kesepakatan yang mencakup sejumlah konsesi signifikan bagi Iran. Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa Iran tengah meninjau sejumlah proposal terkait program nuklirnya yang diajukan oleh para mediator. Meski demikian, masih terdapat perbedaan besar antara kedua negara, di mana Iran menginginkan blokade laut AS terhadap pelabuhannya dicabut, sanksi dilonggarkan, serta aset–asetnya yang dibekukan untuk dilepaskan sebelum sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan pemulihan dan pengembalian kerugian investor akibat pelanggaran di pasar modal. Hasan menjelaskan bahwa upaya tersebut dimungkinkan melalui penguatan kewenangan dalam revisi UU No. 4/2026 tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan (UU P2SK), yang memberi ruang bagi OJK untuk tidak hanya menjatuhkan sanksi kepada pelaku, tetapi juga merampas kembali keuntungan yang diperoleh secara tidak sah demi memulihkan kerugian para korban. OJK akan melakukan penilaian menyeluruh per kasus, mencakup identifikasi pihak yang bertanggung jawab, perhitungan keuntungan tidak sah yang didapat pelaku, hingga besaran kerugian riil investor. Nantinya, Hasan menyebut bahwa keuntungan tidak sah yang berhasil ditarik oleh OJK akan dibagikan secara proporsional, terukur, dan akuntabel kepada investor terdampak yang memenuhi persyaratan. Selain memulihkan kerugian investor, Hasan mengatakan bahwa pihaknya akan memperluas pendekatan penegakan hukum ke proses pidana, jika memenuhi unsur pidana. Faktor–faktor yang menjadi pertimbangan langkah penegakan hukum meliputi: 1) besaran nilai dan dampak pelanggaran; 2) upaya penyelesaian kerugian investor; 3) pengaruh terhadap perdagangan efek dan sistem pasar modal secara keseluruhan; serta 4) ada/tidaknya pelanggaran yang bersifat berulang.
- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan uang primer (M0) adjusted pada Oktober 2026 melandai ke +7% YoY menjadi Rp2.265,4 T (vs. September 2026: +9,3% YoY). Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar +11,5% YoY dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar +2,4% YoY. Pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
- Pengendali Tempo Inti Media ($TMPO), PT Grafiti Pers, melepas ~128,5 juta saham TMPO dengan harga rata–rata Rp151/lembar atau senilai total ~Rp19,4 M pada 2 November 2026. Saham tersebut didistribusikan sebagai dividen interim non–tunai kepada PT Jaya Raya Utama, yang merupakan pemilik 50% saham PT Grafiti Pers. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Grafiti Pers di TMPO turun dari 24,28% menjadi 12,14%, sementara kepemilikan PT Jaya Raya Utama naik dari 16,28% menjadi 28,42% dan menjadikannya pemegang saham terbesar TMPO. Distribusi saham kepada pemegang saham PT Grafiti Pers lainnya akan dilakukan secara bertahap.
- Sejahtera Bintang Abadi Textile ($SBAT) mengumumkan bahwa PT Mitra Bintang Sejahtera Trading berencana melakukan penawaran tender sukarela hingga 51,52% saham SBAT dengan harga Rp2/saham atau senilai total ~Rp4,9 M. Harga tersebut setara dengan rata–rata harga tertinggi SBAT selama 30 hari sebelum suspensi, serta di atas nilai buku per saham SBAT yang negatif Rp3,27 per akhir 2023. Saat ini, PT Mitra Bintang Sejahtera Trading belum memiliki saham SBAT. Penawaran tender sukarela dijadwalkan berlangsung pada periode 14 Desember 2026–13 Januari 2027, dengan pembayaran pada 18 Januari 2027. PT Mitra Bintang Sejahtera Trading berencana meneruskan kegiatan usaha tekstil SBAT.
- Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengumumkan akan melakukan tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan–perusahaan yang dikendalikan atau berafiliasi dengan Arif Kurniawan, seorang mantan trader nikel Glencore. Investigasi awal menemukan indikasi potensi pelanggaran terkait operasi pertambangan, perizinan, dan pemanfaatan kawasan hutan, meski rincian tindakan penegakan hukum belum diungkapkan secara spesifik oleh Satgas PKH. Menurut laporan Bloomberg pada akhir 2025, Arif Kurniawan merupakan salah satu tokoh besar di industri nikel Indonesia setelah meninggalkan Glencore lebih dari 1 dekade lalu, di mana volume perdagangannya menyumbang sekitar sepertiga dari total pasokan bijih nikel Indonesia pada 2024. Bersama mitra bisnis utamanya, Arif dilaporkan memegang hak pertambangan atas setidaknya 20 wilayah tambang yang tersebar di Indonesia.
🤷 US Treasury Turun, tapi Yield Obligasi Indonesia Masih Tinggi: Ada Apa?
“Yield SBN Indonesia yang tinggi itu murni karena pasar menuntut premi risiko yang lebih besar, bukan karena mereka berebut masuk.” — HendraSetiawan08
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
US Treasury 10Y turun ke 4,84%, tetapi yield obligasi pemerintah Indonesia 10 tahun masih bertahan di 7,74%, bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Secara teori, turunnya yield AS seharusnya mendorong capital inflow ke emerging markets, namun investor institusi global menghitung risk adjusted return, sehingga yield SBN yang tinggi mencerminkan premi risiko yang lebih besar, bukan rebutan investor untuk masuk. Investor mempertimbangkan risiko pelemahan rupiah, kondisi fiskal, kebutuhan pembiayaan utang, inflasi, arah suku bunga, dan country risk premium, sehingga pemerintah harus menawarkan yield lebih mahal untuk menarik pembeli dan biaya pembiayaan utang pun naik. Bagi IHSG, kondisi ini dapat menahan foreign inflow, menambah tekanan net sell asing, menggerus keuntungan investor asing lewat pelemahan rupiah, menekan fair value saham ber–PER tinggi, dan mempersempit ruang fiskal. Stockbitor HendraSetiawan08 membagikan lima indikator yang perlu dipantau, yaitu US Treasury 10Y, yield Indonesia 10Y, USD/IDR, foreign flow, dan CDS Indonesia 5Y, serta dampaknya ke IHSG. Untuk lebih lengkap mengenai insight HendraSetiawan08, baca selengkapnya di sini.
Sekilas tentang HendraSetiawan08
Stockbitor dan Youtuber Hendra Setiawan sering post mengenai catatan dan pikirannya mengenai pasar modal Indonesia di Stream. Videonya di channel Youtube lebih menuju ke mempelajari analisis teknikal, dan tulisannya di Stream menuju ke saran untuk pemula dan juga commentary pribadi pada berita–berita ekonomi.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$COIN
$AKRA
$UNVR
$KPIG
$PTRO
$JPFA
$EMAS
$BRPT
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda