
👀 Defisit APBN 2025 Melebar Seiring Penurunan Penerimaan Negara

Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.925 -0,22% | +Rp950,2 miliar | 16.793 +0,11% | 4.440 -0,50% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 60,4 +0,68% | 106,9 -0,33% | 4.043 +0,25% | 17.895 -3,40% |
👋 Stockbitor!
Kementerian Keuangan pada Kamis (8/1) memaparkan realisasi sementara APBN 2025 dan mempublikasikan APBN 2026 yang telah disahkan. Berikut beberapa highlights–nya:
- Pendapatan Negara Turun -3,3% YoY, Setara 92% Target APBN 2025
Penurunan pendapatan negara utamanya disebabkan oleh lemahnya penerimaan pajak, yang merupakan kontributor utama pendapatan negara. Penerimaan pajak turun -0,7% YoY dan hanya mencapai 88% target APBN 2025. Dalam APBN 2026 sendiri, penerimaan negara ditargetkan naik +14,4% YoY.
Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa penurunan penerimaan pajak secara neto ini disebabkan oleh kombinasi faktor moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi akibat relaksasi dan percepatan pemeriksaan, serta kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha masyarakat.
- Belanja Negara Naik +2,7% YoY, Setara 95% Target APBN 2025
Pertumbuhan belanja negara didorong sepenuhnya oleh belanja pemerintah pusat yang naik +4,2% YoY, sementara transfer ke daerah turun -1,7% YoY. APBN 2026 mengindikasikan tren belanja yang sama, dengan belanja pemerintah pusat naik +21% YoY sementara transfer ke daerah turun -18,4% YoY.
Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa kenaikan belanja negara pada 2025 didorong oleh realisasi sejumlah program pemerintah, seperti penyaluran program Makanan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 56,1 juta penerima manfaat atau setara 68% target di level 82,9 juta. Realisasi anggaran program ini selama 2025 mencapai ~Rp52 T, setara ~73% pagu anggaran 2025 dalam presentasi Kementerian Keuangan di level Rp71 T.
Realisasi penerimaan dan belanja negara ini menghasilkan defisit APBN 2025 sebesar 2,92% terhadap PDB, mendekati batas maksimum yang diizinkan regulasi di level 3% terhadap PDB. Defisit APBN 2025 juga lebih tinggi dari target APBN 2025 di level 2,53% terhadap PDB dan outlook APBN 2025 di level 2,78% terhadap PDB, serta melebar dibandingkan defisit APBN 2024 di level 2,29% terhadap PDB. Adapun APBN 2026 menargetkan defisit anggaran sebesar 2,68% terhadap PDB.
Key Takeaway
Meski target defisit APBN 2026 lebih rendah dibandingkan realisasi sementara APBN 2025, hal tersebut membutuhkan kenaikan penerimaan negara yang cukup tinggi (+14%), terutama pada pos penerimaan pajak (+23%). Pelebaran defisit anggaran sendiri berpotensi memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah. Pada Kamis (8/1), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level 16.793 (-0,11%), menandai level terlemah sejak April 2025.
🎯 RMKE Target Laba Bersih Rp800 M pada 2026
- $RMKE: Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan laba bersih pada 2026 mencapai Rp800 M (vs. 9M25: Rp137 M), dengan pendapatan sebesar Rp4,1 T (vs. 9M25: Rp1,1 T). Target tersebut didukung volume coal services, yang perseroan proyeksikan akan meningkat sekitar +50% YoY menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026. RMKE menargetkan penambahan 2–3 pelanggan baru pada 2026 seiring rampungnya jalur hauling yang terhubung dengan tambang Bukit Asam ($PTBA), serta pengembangan kontrak eksisting untuk diintegrasikan dengan tambang–tambang lainnya. Untuk mengimbangi pertumbuhan volume tersebut, Vincent menyebut bahwa RMKE akan meningkatkan kapasitas infrastruktur dengan membangun container yard baru untuk meningkatkan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun dan ekspansi kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.
- $ULTJ: Anggota direksi dan komisaris Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Sabana Prawira Widjaja dan Suhendra Prawira Widjaja, masing–masing membeli 300.000 dan ~2,4 juta saham ULTJ dengan harga rata–rata Rp1.440/lembar pada 2 Januari 2026. Total nilai transaksi masing–masing mencapai Rp432 juta dan ~Rp3,4 M. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan Sabana Prawira Widjaja dan Suhendra Prawira Widjaja di ULTJ masing–masing naik dari 53,16% dan 1,22% menjadi 53,17% dan 1,24%.
- $PPRE: PP Presisi melalui anak usahanya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi, mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp1,3 T dari Bank Rakyat lndonesia ($BBRI). Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pelaksanaan proyek–proyek yang sedang berjalan maupun yang akan didapatkan oleh PT Lancarjaya Mandiri Abadi.
- $SMSM: Selamat Sempurna menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di level single–digit selama 2026 (vs. realisasi pendapatan 9M25: +3% YoY, laba bersih 9M25: +14% YoY). Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri Pribadi, menjelaskan bahwa target tersebut mempertimbangkan ketidakpastian akibat kondisi perekonomian global.
- $PBID: Panca Budi Idaman menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +10% YoY selama 2026 (vs. realisasi 9M25: +0,1% YoY, target 2025: +10% YoY). Direktur & Sekretaris Perusahaan PBID, Lukman Hakim, mengatakan bahwa pihaknya akan fokus mempertahankan pangsa pasar, di mana PBID diperkirakan menguasai sekitar 33–35% pangsa pasar industri kemasan plastik nasional.
- $RMKO: Pengendali Royaltama Mulia Kontraktorindo, PT RMK Investama, menjual 60 juta saham RMKO dengan harga rata–rata Rp250/lembar atau senilai total Rp15 M pada 5 Januari 2026. Harga penjualan tersebut lebih rendah sekitar -46% dibandingkan harga saham terakhir RMKO di Rp464/lembar, sebelum disuspensi oleh BEI per 2 Januari 2026. PT RMK Investama menjelaskan bahwa transaksi ini ditujukan untuk merealisasikan keuntungan dan meningkatkan kepemilikan saham oleh publik. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan PT RMK Investama di RMKO turun dari ~75,2% menjadi ~70,4%.
Top Gainer 🔥
$KIJA | $EXCL | $RAJA | $PTRO |
| +24,80% | +7,50% | +4,07% | +3,37% |
Top Loser 🤕
$ANTM | $ADMR | $NCKL | $MBMA |
| -9,35% | -7,82% | -6,79% | -5,97% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa pemerintah kemungkinan akan mematok kuota produksi batu bara untuk 2026 di level 600 juta ton, sebagai upaya untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan ekspor batu bara. Perkiraan kuota tersebut lebih rendah sekitar -24% dari realisasi 2025. Selama 2025 sendiri, Kementerian ESDM mencatat bahwa produksi batu bara secara nasional mencapai 790 juta ton (-5,5% YoY), setara ~107% target 2025 di level 739,6 juta ton, di mana 514 juta ton di antaranya diekspor ke luar negeri.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa pemerintah masih menghitung kuota produksi bijih nikel pada 2026. Sebelumnya, Bahlil pada pekan lalu mengonfirmasi kabar bahwa pemerintah berencana memangkas produksi bijih nikel nasional pada 2026, meski tidak merinci jumlahnya lebih lanjut. Pada Desember 2025, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan bahwa pemerintah berencana menetapkan produksi bijih nikel ~250 juta ton dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, turun -34% dari target RKAB 2025 di level 379 juta ton, demi menjaga harga nikel agar tidak semakin turun.
- Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa pemerintah kemungkinan akan menaikkan pungutan ekspor minyak sawit untuk mendukung program mandatori biodiesel B50.
- Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat ke level US$156,5 miliar (vs. November 2025: US$150,1 miliar), menandai level tertinggi sejak Maret 2025. Hasil ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 tersebut setara pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa rata–rata lifting minyak bumi selama 2025 mencapai 605,3 MBOPD, setara 100,5% target APBN 2025 di level 605 MBOPD. Sementara itu, rata–rata lifting gas bumi selama 2025 hanya mencapai 951,8 MBOEPD, setara ~95% target APBN 2025 di level 1.005 MBOEPD.
- Pengendali Bayan Resources ($BYAN), Low Tuck Kwong, membeli ~205,9 ribu saham BYAN dengan harga rata–rata ~Rp17.207/lembar atau senilai total ~Rp3,5 M pada 2–6 Januari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan Low Tuck Kwong di BYAN naik, tetapi masih di kisaran 40,22%.
- Pemegang saham Intraco Penta ($INTA), HP Capital Resources, membeli 89,8 juta saham INTA dengan harga rata–rata Rp249/lembar atau senilai total Rp22,4 M pada 30 Desember 2025. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan HP Capital Resources di INTA naik dari ~4,85% menjadi ~8,37%.
🤓 Logika Bertahan Hidup Momentum Hunter Disaat Market Bullish dan Bearish
"Yang bisa survive di market itu bukan yang paling pintar tapi yang paling cepat ganti cara main." — ariefhidayatst
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Banyak trader sering terjebak mencari setup breakout atau trend tanpa menyesuaikan dengan kondisi pasar. Padahal, momentum dan konteks market phase adalah kunci untuk bertahan hidup di pasar modal, setidaknya menurut Stockbitor ariefhidayatst. Dalam tulisannya, beliau mengulas logika bertahan hidup momentum hunter saat pasar sedang bullish maupun bearish. Mulai dari bagaimana memilih saham sehat yang rebound di tengah rotasi sektor sampai strategi menghadapi turunnya IHSG dengan fokus pada struktur harga dan volume akumulasi. Beliau juga menjelaskan kapan harus menunggu, kapan harus masuk (entry), serta pentingnya adaptasi gaya trading sesuai kondisi pasar. Penasaran strategi real-nya? Simak ulasan lengkapnya dalam tulisan berikut ini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$KIJA
$EXCL
$RAJA
$PTRO
$ANTM
$ADMR
$NCKL
$MBMA

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda