English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

💚 IHSG Hijau Didorong Harapan Berakhirnya Perang

IHSG naik +1,93%, RATU Akan Akuisisi SMS Development Ltd. Senilai ~US$121,7 Juta. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

💚 IHSG Hijau Didorong Harapan Berakhirnya Perang

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSGForeign FlowKurs USD/IDRGold
7.184,4 +1,93%-Rp165,5 miliar16.980 -0,09%4.754 +1,60%
OilCoalCPONickel
102,4 -1,50%142,5 -1,25%4.767 -1,26%17.110 -0,89%

👋 Stockbitor!

IHSG ditutup menguat +1,93% ke 7.184,4 pada hari ini, Rabu (1/4), seiring munculnya harapan berakhirnya perang AS–Iran. Pada Selasa (31/3), Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa negaranya memiliki niat untuk mengakhiri konflik selama kondisi–kondisi yang esensial dipenuhi, terutama jaminan pencegahan repetisi penyerangan/agresi di masa depan. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada Selasa (31/3) bahwa AS akan "meninggalkan" Iran dalam waktu dekat, sembari menjelaskan bahwa kampanye militer AS terhadap Iran dapat berakhir dalam 2–3 pekan.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Trump akan menyampaikan pidato pada Rabu (1/4) malam waktu setempat untuk memberikan informasi terbaru tentang perang di Iran. Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah mengatakan kepada kabinetnya bahwa dirinya berencana untuk mengakhiri perang, bahkan jika Iran belum membuka Selat Hormuz.

Penguatan IHSG pada hari ini menyusul kenaikan signifikan bursa saham AS pada Selasa (31/3) waktu setempat, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing–masing menguat +2,9% dan +3,8%. Selain IHSG, bursa saham Asia lainnya juga menguat, dengan Nikkei +5,3%, Kospi +8,4%, dan Hang Seng +2,0%.

Dari sisi komoditas, harga emas menguat +3,5% pada Selasa (31/3) dan melanjutkan penguatan ke level US$4.754/oz hingga sore hari ini. Sementara itu, harga minyak berjangka kontrak Juni 2026 turun -3,2% pada Selasa (31/3) ke level US$104/barrel dan per sore ini berada di level US$102,4/barrel.

Key Takeaway

Investor perlu memantau pidato yang akan disampaikan oleh Trump. Potensi berakhirnya perang dapat menormalisasi harga energi sehingga meredakan risiko fiskal bagi Indonesia, di mana sejauh ini pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM. Sementara itu, meski IHSG menguat hampir +2% pada hari ini, harga saham–saham perbankan underperform dengan sektor finance hanya naik +0,2% seiring dengan foreign outflow. Selain itu, rupiah sempat melemah ke level 17.025 pada intraday hari ini, sebelum menguat ke 16.980 pada penutupan bursa.

🤝 RATU Akan Akuisisi SMS Development Ltd. Senilai ~US$121,7 Juta

  • $RATU: Raharja Energi Cepu melalui entitas usahanya, PT Raharja Energi Madura, akan mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited dari SMS Offshore Overseas Limited senilai total ~US$121,7 juta, yang terdiri dari novasi pinjaman pemegang saham US$59,2 juta dan pembelian saham US$62,5 juta. Rencana ini pertama kali diumumkan pada Desember 2025, dan kini telah mencakup detail struktur transaksi, pembiayaan, serta penyertaan modal. SMS Development Limited sendiri memiliki 20% hak partisipasi tidak langsung pada Husky–CNOOC Madura Limited, operator produksi gas alam di wilayah Madura. Rencana transaksi ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 7 Mei 2026.
  • $DEWA: Manajemen Darma Henwa dalam earnings call pada Selasa (31/3) menargetkan anak usaha di bidang pertambangan emas dan tembaga, PT Gayo Mineral Resources (GMR), untuk merampungkan pekerjaan lapangan terkait eksplorasi pada pertengahan 2027, dengan produksi ditargetkan dapat dimulai pada 2029. Manajemen DEWA tidak menutup kemungkinan adanya revaluasi terhadap aset GMR, mengingat penilaian valuasi sebesar Rp7 T yang dicatat pada laporan keuangan 4Q25 hanya didasarkan pada fase eksplorasi tahap 1 dari 3. Untuk 2026 sendiri, DEWA menargetkan total volume overburden sekitar 150–160 juta bcm (+8–15% YoY) dari proyek existing, sementara produksi batu bara ditargetkan sama atau sedikit naik dari level 17 juta ton selama 2025. Di luar proyek grup Bumi Resources ($BUMI), manajemen DEWA menyebut terdapat 2 pekerjaan potensial yang dapat digarap oleh perseroan, yakni proyek batu bara di Kalimantan Selatan dan proyek nikel di Sulawesi. Simak poin–poin penting earnings call DEWA di sini.
  • $UNTR: United Tractors mencatat volume penjualan Komatsu sebanyak 869 unit selama 2M26 (-11% YoY), dengan market share turun menjadi 21% (vs. 2M25: 26%, 1M26: 28%). Dari segmen yang berkaitan dengan batu bara, volume overburden turun -8% YoY selama 2M26, sedangkan penjualan batu bara perseroan turun -3% YoY. Volume penjualan nikel naik +30% YoY selama 2M26, sementara volume penjualan emas tercatat sebesar 2 ribu oz (vs. 2M25: 38 ribu oz) seiring belum kembali beroperasinya PT Agincourt Resources pada periode tersebut. Selain data operasional, UNTR kembali mengumumkan rencana buyback saham hingga Rp2 T pada periode 1 April–30 Juni 2026.
  • $PTBA: Bukit Asam mencatat laba bersih Rp1,5 T pada 4Q25 (+174% QoQ, -18% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp2,9 T (-43% YoY), melampaui ekspektasi (128% estimasi 2025F konsensus). Lonjakan laba bersih pada 4Q25 didorong oleh ekspansi margin laba kotor ke 23,8% (vs. 3Q25: 12,1%), sehingga margin laba kotor selama 2025 mencapai 14,7% (vs. 2024: 19,2%). Cash cost per ton turun -8% QoQ pada 4Q25 dan -1% YoY selama 2025. Penurunan cash cost per ton yang cukup signifikan pada 4Q25 didukung oleh penurunan biaya jasa penambangan (-13% QoQ) dan jasa angkutan batu bara (-21% QoQ), meski stripping ratio naik menjadi 6,3x (vs. 3Q25: 5,7x). Secara top–line, pendapatan naik +4% QoQ pada 4Q25, sehingga pertumbuhan pendapatan selama 2025 tercatat flat di Rp42,7 T dan sejalan dengan ekspektasi (100% estimasi 2025F konsensus). Harga jual rata–rata naik +8% QoQ pada 4Q25, mengompensasi penurunan volume penjualan (-3% QoQ). Selama 2025, harga jual rata–rata turun -6% YoY di tengah kenaikan volume penjualan (+6% YoY).
  • $INTP: Indocement Tunggal Prakarsa mencatat laba bersih Rp1,2 T pada 4Q25 (+25% YoY, +109% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp2,2 T (+12% YoY), jauh melampaui ekspektasi (126% estimasi 2025F konsensus). Laba bersih selama 2025 didukung oleh adanya keuntungan atas divestasi dan pengukuran kembali sisa kepemilikan terkait penjualan 60% saham PT Mortar Prakarsa Utama senilai Rp670 M pada 4Q25. Keuntungan ini mengompensasi kerugian lain–lain (termasuk bagian atas laba bersih asosiasi) sebesar Rp55 M selama 2025 (vs. 2024: untung Rp175 M). Mengecualikan keuntungan one–off dari divestasi dan pengukuran kembali tersebut, laba bersih INTP akan turun menjadi Rp1,6 T selama 2025 (-21% YoY), jauh di bawah ekspektasi (89% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha INTP sendiri turun -24% YoY/-11% YoY pada 4Q25/2025, sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus), tertekan oleh operating leverage yang melemah dengan margin laba usaha turun menjadi 15,4% pada 4Q25 (vs. 4Q24: 18,6%) dan 11,8% selama 2025 (vs. 2024: 12,6%).
  • $ANTM: Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftar untuk mengikuti lelang blok prospek emas di Arab Saudi, sebagai bagian dari pendekatan strategis untuk menjaga keberlanjutan cadangan emas dan mendorong pertumbuhan bisnis. Untung tidak merinci lebih lanjut terkait blok emas tersebut.
  • $SILO: Siloam International Hospitals bersama anak usahanya, PT Megapratama Karya Bersama, mengakuisisi seluruh saham di 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari 27 anak usaha First Real Estate Investment Trust asal Singapura senilai total Rp9 T. Transaksi ini terdiri dari 2 tahap: 1) tahap pertama bernilai Rp5,12 T, yang mencakup 8 properti termasuk RS Lippo Village, Kebon Jeruk, Manado, Denpasar, Purwakarta, Kupang, Sriwijaya, dan Baubau melalui perjanjian jual beli bersyarat; dan 2) tahap kedua bernilai Rp3,88 T mencakup 6 properti termasuk RS Lippo Cikarang, MRCCC, Makassar, TB Simatupang, Labuan Bajo, dan Yogyakarta melalui opsi jual oleh penjual. SILO menjelaskan bahwa pendanaan akuisisi ini akan menggunakan fasilitas kredit sindikasi, sementara penyelesaian transaksi akan tunduk pada persetujuan RUPS serta regulator terkait. Meski rencana akuisisi ini sudah diumumkan sejak Januari 2025, rincian transaksi baru diumumkan pada keterbukaan informasi kali ini.
  • $ACES: Aspirasi Hidup Indonesia mencatat laba bersih Rp188 M pada 4Q25 (-41% YoY, +0% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 turun -25% YoY ke level Rp669 M, di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih pada 4Q25 ditekan oleh penurunan pendapatan dan kontraksi margin laba usaha secara signifikan. Pendapatan pada 4Q25 turun -2% YoY, ditekan oleh kontraksi SSSG selama 4Q25 dengan indikasi penurunan -7% YoY. Dari sisi ekspansi gerai, ACES telah membuka 27 gerai baru AZKO selama 2025, sejalan target 2025 di kisaran 25–30 gerai baru, yang mengindikasikan pembukaan 11 gerai baru pada 4Q25. Selain gerai AZKO, ACES mulai mengembangkan gerai baru bermerek 'NEKA' sejak September 2025, dengan total pembukaan 10 toko per akhir 2025. Margin laba kotor pada 4Q25 tertekan ke 47% (vs. 4Q24: 49,4%; 3Q25: 49%), dengan margin laba usaha turun signifikan ke 10,3% (vs. 4Q24: 17,8%; 3Q25: 12,2%). Tekanan pada margin laba usaha terjadi seiring menyusutnya margin laba kotor dan ekspansi — tercermin dari peningkatan opex, utamanya beban gaji. Selama 2025, laba usaha terkontraksi -25% YoY ke level Rp875 M, dengan margin laba usaha turun ke 10,1% (vs. 2024: 13,6%).
  • $DSNG: Dharma Satya Nusantara mencatat laba bersih Rp524 M pada 4Q25 (+86% YoY, +31% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 menjadi ~Rp1,8T (+61% YoY), sejalan dengan ekspektasi (98% estimasi 2025F konsensus). Pendapatan pada 4Q25 naik menjadi ~Rp3,3 T (+14% YoY, +18% QoQ), sehingga pendapatan selama 2025 naik +22% YoY menjadi Rp12,3 T (104% estimasi 2025F konsensus). Kenaikan pendapatan utamanya didorong oleh segmen palm oil yang naik +23% YoY selama 2025, seiring kenaikan harga jual PKO sebesar +63% YoY selama 2025 menjadi Rp28.950/kg, sementara volume penjualan stabil. Segmen CPO juga mencatatkan kenaikan harga jual +13% YoY menjadi Rp14.470/kg (vs. 2024: Rp12.790/kg), dengan volume penjualan tumbuh +5% YoY. Kontribusi dari entitas asosiasi dan JV turut mendorong kenaikan laba bersih, dengan kontribusi pada 4Q25 naik menjadi Rp90 M (vs. 4Q24: Rp67 M; 3Q25: Rp19 M) dan selama 2025 naik +78% YoY menjadi Rp168 M. Selain itu, penurunan biaya keuangan selama 2025 sebesar -17% YoY menjadi Rp440 M (vs. 2024: Rp529 M) turut mendukung pertumbuhan laba bersih selama 2025. Secara operasional, laba usaha selama 2025 naik +39% YoY menjadi ~Rp2,8 T, dengan margin laba usaha naik ke level 22,9% (vs. 2024: 20%) seiring harga jual yang lebih tinggi.

Top Gainer 🔥

$BULL$IMPC$HRTA$DEWA
+24,70%+21,60%+16,51%+15,83%

Top Loser 🤕

$MEDC$ITMG$PTBA$HEAL
-7,67%-6,56%-6,29%-6,08%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa pemerintah akan menerapkan sejumlah langkah mulai 1 April 2026 untuk menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan pasokan terkait perang AS–Israel terhadap Iran. Adapun langkah–langkah yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1) pembatasan penjualan BBM maksimum 50 liter per hari per mobil; 2) penerapan kebijakan work from home (WFH) tiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN), kecuali sektor kesehatan dan keamanan. Pemerintah juga mengimbau WFH untuk swasta, kecuali sektor keuangan, kesehatan, energi, dan transportasi; 3) pengurangan perjalanan dinas ASN sebesar 50% untuk perjalanan domestik dan 70% untuk perjalanan luar negeri; 4) evaluasi penyesuaian harga BBM non–subsidi; dan 5) pengalihan anggaran program non–prioritas dan pengurangan frekuensi distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Selasa (31/3) bahwa pemerintah akan mengimplementasikan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 guna menghemat belanja negara di tengah kenaikan harga minyak seiring perang Iran. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Senin (30/3) bahwa pemerintah akan melanjutkan mandatori biodiesel B50 pada tahun ini, setelah rencana tersebut sempat dibatalkan pada Januari 2026.
  • S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia anjlok ke level 50,1 pada Maret 2026 (vs. Februari 2026: 53,8), mengindikasikan kondisi hampir stagnan meski masih ekspansif, seiring penurunan output yang paling tajam sejak Juni 2025 akibat ketidakpastian perang Timur Tengah. Ini mengakhiri tren kenaikan output dalam 4 bulan beruntun. Pesanan baru juga melemah untuk pertama kalinya dalam 8 bulan, sementara permintaan ekspor kembali turun setelah naik pada Februari 2026. Penumpukan pekerjaan turun untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025, yang mendorong penurunan tingkat tenaga kerja meski hanya sedikit. Aktivitas pembelian juga menurun, menandai penurunan pertama sejak Juli 2025, sementara keterlambatan pengiriman memburuk ke level yang paling parah sejak Oktober 2021. Dari segi inflasi, tekanan biaya meningkat, dengan inflasi input mencapai level tertinggi dalam 2 tahun dan mendorong perusahaan untuk menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak Juni 2022. Di sisi lain, sentimen produsen ke depan membaik dengan tingkat optimisme kuat, didukung oleh harapan bahwa permintaan akan pulih dan ketegangan mereda.
  • BPS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Maret 2026 mencapai 3,48% YoY (vs. Februari 2026: inflasi 4,76% YoY), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 3,64% YoY dan sejalan dengan target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%. Sebelumnya, kenaikan inflasi selama Januari–Februari 2026 dipengaruhi oleh low–base effect seiring diskon tarif listrik pada Januari–Februari 2025. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,41% MoM (vs. Februari 2026: inflasi 0,68% MoM), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 0,57% MoM, seiring berakhirnya tren inflasi emas perhiasan yang mencetak deflasi 1,17% MoM pada Maret 2026. Inflasi secara bulanan pada Maret 2026 didorong oleh kelompok pengeluaran 'makanan, minuman, dan tembakau' dengan andil 0,32 percentage point seiring momen Ramadan dan Lebaran. Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,52% YoY pada Maret 2026 (vs. Februari 2026: inflasi 2,63% YoY), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi inti 2,64% YoY.
  • BPS mencatat bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$1,27 miliar pada Februari 2026 (vs. Februari 2025: surplus US$3,1 miliar, Januari 2026: surplus US$0,95 miliar), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,58 miliar. Hasil ini ditekan oleh impor yang naik +10,85% YoY (vs. Januari 2026: +18,21%, konsensus: +10,4% YoY), sementara ekspor hanya tumbuh +1,01% YoY (vs. Januari 2026: +3,39% YoY, konsensus: +4,4% YoY). Selama 2M26, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$2,23 miliar (vs. 2M25: surplus US$6,59 miliar), dengan ekspor +2,19% YoY dan impor +14,44% YoY.
  • BPS mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai ~1,2 juta orang pada Februari 2026 (+13,4% YoY, -2,4% MoM), sehingga kunjungan wisman selama 2M26 mencapai ~2,3 juta orang (+7,8% YoY) atau setara 13,3–14,7% target 2026 dari pemerintah di kisaran 16–17,6 juta orang.
  • Pemegang saham ESSA Industries Indonesia ($ESSA), TP Rachmat, menjual ~14,3 juta saham ESSA dengan harga rata–rata ~Rp755/lembar atau senilai total ~Rp10,8 M pada 31 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung TP Rachmat di ESSA turun dari ~5,07% menjadi ~4,99%.
  • Pengendali Sinergi Inti Andalan Prima ($INET), PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~13 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp260/lembar atau senilai total ~Rp3,4 M pada 31 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 59,71% menjadi 59,77%.
  • Tower Bersama Infrastructure ($TBIG) mencatat laba bersih ~Rp318 M pada 4Q25 (+64% YoY, +11% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 menjadi ~Rp1,4 T (+5% YoY), sejalan dengan ekspektasi (99% estimasi 2025F konsensus). Lonjakan laba bersih secara tahunan pada 4Q25 didorong oleh penurunan beban keuangan dan beban pajak final, sehingga margin laba bersih pada 4Q25 naik ke level 18,2% (vs. 4Q24: 11,1%; 3Q25: 16,7%). Pendapatan pada 4Q25 stabil sebesar ~Rp1,7 T (+0% YoY, +2% QoQ), sehingga pendapatan selama 2025 hanya naik +1% YoY menjadi Rp6,9 T (99% estimasi 2025F konsensus). Selama 2025, segmen telco tower mencatatkan penurunan pendapatan sebesar -1% YoY menjadi ~Rp6,2 T, sementara segmen fiber optic tumbuh +15% YoY menjadi Rp640 M. Beban pokok pendapatan yang stabil selama 2025 membuat laba kotor masih dapat tumbuh +1% YoY, dengan margin laba kotor stabil di level 71,8%. Secara operasional, laba usaha pada 4Q25 naik menjadi ~Rp1,1 T (+1% YoY, +2% QoQ), sehingga laba usaha selama 2025 naik +1% YoY dengan margin laba usaha yang stabil di level 62,9%.
  • Lippo Karawaci ($LPKR) melalui entitas usahanya, PT Aryaduta Karawaci Management, menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi tanah seluas 3.029 meter persegi beserta bangunan Hotel Aryaduta Manado senilai S$41,3 juta atau Rp543,4 M dari PT Menara Abadi Megah. Dalam transaksi terpisah, LPKR melalui entitas usahanya, PT Andromeda Sakti, menandatangani perjanjian untuk membeli Lippo Plaza Baubau, Sulawesi Tenggara senilai S$12 juta atau Rp157,4 M dari PT Buton Bangun Cipta.

🍎 Kesabaran yang Membuahkan Hasil

"Time in the market beats timing the market." — hsnbsybn

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Banyak investor terjebak pada keinginan untuk menebak waktu terbaik keluar dan masuk pasar, seolah itulah kunci utama kesuksesan investasi. Dalam tulisannya, Stockbitor hsnbsybn mengangkat kisah Grace Groner yang menunjukkan bahwa hasil luar biasa justru datang dari kesabaran dan konsistensi jangka panjang. Dengan hanya membeli saham sederhana dan tidak pernah menjualnya, serta terus melakukan reinvestasi dividen, ia mampu memanfaatkan kekuatan compounding selama puluhan tahun. Di tengah berbagai krisis, perang, dan perubahan zaman, pendekatan yang disiplin dan tidak reaktif terhadap noise pasar justru menjadi faktor utama yang membuahkan hasil besar, menegaskan bahwa waktu di pasar jauh lebih penting daripada mencoba menebak arah pasar. Ingin membaca tulisan beliau secara lengkap? Simak selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia ("Stockbit"), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur