💸 Rupiah Kembali All–Time Low, Ditekan Ekspektasi Rate Hike The Fed
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.599,2 -1,85% | -Rp464,0 miliar | 17.656 +1,09% | 4.549 -0,29% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 110,0 +0,64% | 135,0+2,51% | 4.530 +2,49% | 18.497 -2,13% |
👋 Stockbitor!
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level all–time low di 17.669 pada intraday Senin (18/5), sebelum ditutup di level 17.656. Ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah melemah -5,8% YTD, menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada tahun ini. Pelemahan rupiah utamanya ditekan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring harga minyak yang bertahan di level yang tinggi serta data inflasi AS yang melampaui ekspektasi konsensus.
Harga minyak Brent naik sekitar +0,6% ke US$110/barrel pada Senin (18/5) sore, menyusul insiden drone di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Harga minyak yang tetap tinggi memicu kekhawatiran kenaikan inflasi global. Biro statistik tenaga kerja AS sendiri mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS pada April 2026 mencapai 3,8% YoY (vs. Maret 2026: inflasi 3,3% YoY), menandai level tertinggi sejak Mei 2023 dan melampaui ekspektasi konsensus yang mengekspektasikan inflasi 3,7%. Menyusul rilis data tersebut, analisis dari CME FedWatch Tool per Senin (18/5) sore menunjukkan bahwa probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 25 bps ke level 3,75–4% hingga akhir 2026 mencapai ~51%, naik signifikan dibandingkan probabilitas sebesar 21% pada sepekan sebelumnya.
Ekspektasi rate hike pun memperkuat dolar AS, dengan indeks dolar AS (DXY) naik +1,19% WoW ke level 99,1 per Senin (18/5) sore. Penguatan dolar AS pada gilirannya menekan seluruh aset emerging markets. Pada Senin (18/5), yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun tercatat naik +11 bps ke 6,81%, sementara IHSG melemah -1,85% ke level 6.599 dengan outflow Rp464 M.
Menanggapi pelemahan rupiah belakangan ini, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Senin (18/5) bahwa pihaknya optimistis rata–rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun ini dapat kembali menguat ke level 16.500, atau dalam rentang rata–rata sekitar 16.200–16.800 seperti yang diasumsikan dalam APBN 2026. Perry mengatakan bahwa secara historis, nilai tukar rupiah menghadapi tekanan seasonality yang kuat setiap tahun di kuartal kedua seiring permintaan dolar AS yang lebih tinggi — utamanya akibat musim pembagian dividen — dan biasanya akan menguat pada kuartal berikutnya.
Perry menambahkan bahwa Bank Indonesia saat ini berfokus pada pemantauan volatilitas rupiah dibandingkan level absolutnya, dengan menggunakan rata–rata pergerakan 20 hari sebagai acuan. Perry pun menyebut bahwa bahwa pelemahan rupiah sebesar -5,8% YTD masih dalam kategori terkendali.
Key Takeaway
Tekanan pada rupiah didominasi oleh faktor eksternal, seperti meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring data inflasi AS yang melampaui ekspektasi dan harga minyak yang bertahan di level yang tinggi. Narasi rate hike ini juga mulai menggeser ekspektasi market terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia, di mana konsensus yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa median estimasi BI Rate hingga akhir 2026 kini berada di level 5%, yang mengindikasikan ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar +25 bps.
⏬ Suku Bunga PNM Mekaar Diminta Turun di Bawah 9%
- $BBRI: Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (13/5) menginstruksikan penurunan suku bunga program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hingga di bawah 9% dari level 24%. Menurut Presiden Prabowo, hal ini ditujukan untuk memperbaiki ketimpangan akses pembiayaan yang membebani pelaku usaha mikro. PNM sendiri merupakan anak usaha Bank Rakyat Indonesia dengan kepemilikan 99,99%, di mana laba bersih PNM selama 2025 mencapai Rp1,1 T atau setara ~2% laba bersih BBRI. Berdasarkan perhitungan kami, lending yield program Mekaar dari PNM pada 2025 adalah ~33%, lebih tinggi dari suku bunga yang disebut Presiden Prabowo. Menggunakan angka 2025 sebagai basis perhitungan, penurunan yield menjadi 9% — dengan asumsi ceteris paribus — berpotensi memangkas total pendapatan bunga dan margin PNM menjadi Rp5,2 T. Hal ini akan menyebabkan PNM membukukan rugi usaha sebesar ~Rp9,5 T (setara ~17% laba bersih BBRI), mengingat beban usaha PNM sendiri — termasuk beban provisi — mencapai Rp13 T pada 2025. Jika rencana penurunan suku bunga ini terealisasi dan — berdasarkan estimasi kami — PNM beroperasi secara loss–making, kami menilai wacana pengambilalihan PNM oleh Kementrian Keuangan dari BBRI sebagai opsi yang lebih baik dalam jangka panjang bagi investor BBRI dibandingkan PNM tetap berada di bawah BBRI. Simak analisis kami terkait dampak penurunan suku bunga PNM bagi BBRI di sini.
- $BBCA: Bank Central Asia mencatat laba bersih bank only Rp4,8 T pada April 2026 (+6% YoY, -29% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 4M26 mencapai Rp20,8 T (+3% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 34% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 4M25: 35% realisasi konsolidasi 2025). Kinerja laba bersih BBCA selama 4M26 didukung oleh kenaikan Non–Interest Income (+8% YoY), melanjutkan tren dari kinerja konsolidasi pada 1Q26. Net Interest Income sendiri tercatat flat selama 4M26, dengan Net Interest Margin (NIM) turun ke level 5,2% (vs. 4M25: 5,7%) seiring penurunan asset yield. Kredit tumbuh +5% YoY per April 2026, di bawah guidance konsolidasi 2026F manajemen di kisaran +8–10% YoY. Di sisi lain, terdapat pembalikan provisi bank only pada April 2026, sehingga beban provisi selama 4M26 turun -16% YoY (vs. 1Q26: +33% YoY). Cost of Credit (CoC) bank only pun turun menjadi 0,3% selama 4M26 (vs. 4M25: 0,4%), di bawah guidance 2026F manajemen di kisaran 0,4–0,5%.
- $BMRI: Bank Mandiri mencatat laba bersih bank only Rp4,5 T pada April 2026 (+26% YoY, -5% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 4M26 mencapai Rp18,1 T (+19% YoY), setara 31% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 4M25: 27% realisasi konsolidasi 2025). Kinerja laba bersih BMRI selama 4M26 didukung oleh kenaikan PPOP (+14% YoY), seiring pertumbuhan Net Interest Income yang kuat (+10% YoY) akibat tingginya pertumbuhan kredit (+18% YoY) yang didorong oleh pembiayaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Kenaikan Non–Interest Income juga solid (+7% YoY), sementara opex relatif terjaga (+2% YoY). Beban provisi juga turun -17% YoY, sehingga Cost of Credit (CoC) bank only turun menjadi 0,5% (vs. 4M25: 0,7%).
- $ITMG: Manajemen Indo Tambangraya Megah mengatakan dalam earnings call pada hari ini, Senin (18/5), bahwa perseroan memperkirakan volume penjualan batu bara pada 2Q26 akan mencapai 6,5 juta ton (+3% QoQ, +12% YoY), sehingga volume penjualan selama 1H26 diperkirakan meningkat menjadi 12,8 juta ton (+9% YoY) dengan komposisi 64% fixed, 35% indexed, dan 1% masih unsold. Produksi batu bara pada 2Q26 diperkirakan mencapai 5,4 juta ton (+15% QoQ, +6% YoY), didukung oleh ekspektasi cuaca yang lebih baik. Stripping ratio pada 2Q26 diperkirakan mencapai 10,4x (vs. 1Q26: 10,4x, 2Q25: 9,7x), tetap berada pada level yang tinggi sebagai respons terhadap kenaikan harga batu bara dan untuk mengoptimalkan mining sequence. Sebagai informasi, indeks Newcastle dan ICI–3 masing–masing telah naik sekitar +14% dan +10% secara quarter–to–date per 15 Mei 2026. Manajemen juga menyebut bahwa biaya bahan bakar menyumbang sekitar 15–17% terhadap total biaya produksi ITMG, di mana kenaikan biaya bahan bakar pada level saat ini berdampak terhadap cash cost sekitar US$3/ton. Terkait potensi revisi naik RKAB, manajemen ITMG berupaya menjaga persediaan batu bara pada level yang ample sebagai antisipasi terhadap potensi revisi naik alokasi kuota produksi RKAB pada pertengahan 2026. Simak poin–poin penting earnings call ITMG di sini.
- $NTBK: Direktur Utama Nusatama Berkah, Bambang Susilo, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berupaya menggalang dana untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik dan diversifikasi usaha berbasis ekspor. Salah satu opsi fundraising tersebut adalah rights issue, meski perseroan terbuka pada opsi lain seperti private placement dan penerbitan obligasi. Bambang menyebut bahwa NTBK berencana menggelar rights issue hingga 2,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200/saham, sehingga target dana yang dihimpun mencapai Rp500 M. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk: 1) sebanyak 40% untuk memperkuat modal anak usaha, yakni PT Pilar Pratama Dinamika; 2) 28% untuk ekspansi tahap II assembly plant; 3) 16% untuk modal kerja dan pengembangan kendaraan listrik; 4) 10% untuk akuisisi sektor pertambangan; dan 5) 6% untuk pembangunan assembly plant tahap awal.
- $RALS: Ramayana Lestari Sentosa akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp306,7 M atau Rp50/saham, mengindikasikan dividend yield ~10,9% per Senin (18/5). Jumlah ini setara ~116% dividend payout ratio (vs. 2024: ~113%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 21 Mei 2026, sementara pembayaran pada 12 Juni 2026.
- $CITA: ️Cita Mineral Investindo akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,4 T atau Rp351/saham, mengindikasikan dividend yield ~9,2% per Senin (18/5). Jumlah ini setara ~58% dividend payout ratio (vs. 2024: ~52%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 Mei 2026, sementara pembayaran pada 12 Juni 2026.
- $SSIA: ️Surya Semesta Internusa berencana menggelar private placement dalam rangka program MESOP hingga ~235,3 juta saham baru atau setara 5% modal ditempatkan dan disetor, dengan efek dilusi hingga 5%. Saham baru akan ditawarkan kepada manajemen dan karyawan kunci perseroan, dengan harga yang belum dirinci. Perolehan dana dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan pertumbuhan usaha perseroan serta anak usaha. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 19 Juni 2026, sementara program MESOP akan dilaksanakan dalam jangka waktu maksimum 5 tahun sejak RUPSLB.
- $ERAL: Sinar Eka Selaras mengumumkan bahwa perseroan telah menjual 90,1% kepemilikan di PT Era Industri Otomotif kepada Xpeng International Holding (Hong Kong) Ltd. dengan nilai yang tidak disebutkan. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan ERAL di PT Era Industri Otomotif turun dari 99,99% menjadi 9,9%, sementara porsi kepemilikan Xpeng naik dari tidak ada menjadi 90,1%. PT Era Industri Otomotif sendiri merupakan entitas yang berfokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia, di mana ERAL menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari penguatan kolaborasi strategis jangka panjang dengan Xpeng dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Seluruh aktivitas distribusi, penjualan, dan layanan purna jual Xpeng di Indonesia tetap dijalankan oleh PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif yang berada di bawah naungan ERAL, sehingga operasional bisnis ERAL tetap berjalan normal seperti biasa.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$SGER |
$ASII |
$ITMG |
$TLKM |
| +6,98% | +4,35% | +4,18% | +4,05% |
Top Loser 🤕
$DSSA |
$TPIA |
$CUAN |
$HRTA |
| -14,98% | -14,88% | -11,76% | -10,90% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- FTSE Russell pada Rabu (13/5) mengatakan akan menghapus saham–saham Indonesia yang masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC) pada review Juni 2026. Penghapusan akan berlaku mulai 22 Juni 2026. FTSE menyebut feedback dari para pelaku pasar menunjukkan bahwa likuiditas pada saham yang terpengaruh diperkirakan akan memburuk secara signifikan menjelang review mendatang, sehingga investor yang mengikuti indeks mungkin akan kesulitan untuk keluar dari saham terkait dengan lancar. FTSE mengatakan bahwa mereka masih akan menunda re–ranking indeks secara penuh, meningkatkan free float, maupun menambah saham Indonesia setidaknya hingga review September 2026, guna memberikan lebih banyak waktu untuk pengamatan dan pemantauan. Sebelumnya, MSCI juga mengumumkan akan menghapus saham–saham Indonesia yang dalam daftar HSC dari indeks, sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain.
- Reuters melaporkan bahwa perusahaan–perusahaan China yang beroperasi di Indonesia mendesak pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan yang lebih ramah bisnis, sembari memperingatkan bahwa pemangkasan kuota bijih nikel, pajak yang lebih tinggi, dan formula harga patokan mineral (HPM) baru untuk bijih nikel dapat mendorong kenaikan biaya dan mengancam investasi di Indonesia. Surat tersebut juga mempersoalkan risiko likuiditas akibat peraturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang lebih tinggi, penegakan hukum di sektor kehutanan yang lebih ketat, pembatasan visa kerja, hingga penangguhan proyek–proyek besar. Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto tersebut, Kamar Dagang China di Indonesia mengatakan perusahaan–perusahaan China menghadapi “regulasi yang terlalu ketat, penegakan hukum yang berlebihan,” dan dugaan korupsi serta pemerasan oleh pihak berwenang. Reuters telah mengkonfirmasi surat tersebut kepada 5 narasumber anonim. Baik Kamar Dagang China di Indonesia maupun juru bicara Presiden Prabowo belum mengomentari kabar ini.
- Puri Sentul Permai ($KDTN) berencana menjadi perusahaan holding di sektor penunjang pertambangan, seiring rencana akuisisi 86% saham perseroan oleh Ruby Mining Hongkong Ltd. dari 3 pengendali existing. KDTN berencana mengalihkan seluruh aset dan bisnis perhotelan kepada PT Citra Nusantara Perkasa — pihak afiliasi yang dikendalikan oleh pengendali existing — senilai Rp113,5 M. KDTN juga berencana mengakuisisi 99% saham PT Sherman Mineral Indonesia dari pihak non–afiliasi senilai Rp93,1 M. PT Sherman Mineral Indonesia bergerak di bidang perdagangan besar dan kegiatan penunjang pertambangan, dengan pendapatan selama 2025 mencapai Rp304,8 M (vs. 2024: Rp14,3 M) dan laba bersih sebesar Rp9,6 M (vs. 2024: Rp5,3 M). Rencana–rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 Juni 2026.
- ️Medela Potentia ($MDLA) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp176,6 M atau Rp12,6/saham, mengindikasikan dividend yield ~5,7% per Senin (18/5). Jumlah ini setara ~45% dividend payout ratio (vs. 2024: ~40%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 Mei 2026, sementara pembayaran pada 17 Juni 2026.
- Bank MNC Internasional ($BABP) berencana menggelar private placement hingga ~4,4 miliar saham baru atau setara 10% modal ditempatkan dan disetor, dengan efek dilusi hingga 9,09%. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk pemberian kredit. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 Juni 2026.
- Estika Tata Tiara ($BEEF) berencana buyback saham hingga ~333,3 juta saham atau setara 4,1% modal ditempatkan dan disetor, dengan alokasi dana hingga Rp100 M pada periode 19 Mei 2026–18 Mei 2027. Perseroan membatasi harga buyback saham hingga Rp300/lembar.
- Organon Pharma Indonesia ($SCPI) berencana go private, dengan Organon LLC selaku pengendali akan melaksanakan penawaran tender sukarela dengan harga Rp100.000/saham, premium sekitar +211,9% dibandingkan rata–rata harga tertinggi SCPI dalam 12 bulan terakhir sebelum suspensi per 1 Februari 2013 di Rp32.063/saham. Per 31 Maret 2026, Organon & Co. (NYSE: OGN) menguasai 98,8% saham SCPI melalui Organon LLC, sementara saham publik hanya tersisa ~1,2%. Pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 23 Juni 2026.
💲 Rupiah Anjlok, IHSG Merah: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
“Apabila pemerintah bisa jaga kepercayaan investor asing (maupun lokal), maka aliran dana investasi bakal kembali masuk ke ekonomi Indonesia (Investment merupakan salah satu faktor naik turunnya GDP).” — JamesJayadi
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Di tengah kondisi ekonomi yang sedang penuh tekanan, pernyataan publik dari pemimpin negara dapat mempengaruhi sentimen pasar dan kepercayaan investor. Meski fluktuasi kurs asing terasa tidak langsung bagi sebagian masyarakat, dampaknya tetap bisa menjalar ke berbagai aspek seperti harga energi, biaya distribusi, inflasi, hingga daya beli secara nasional. Pembahasan ini menyoroti bahwa akar persoalannya bukan sekadar nilai tukar, melainkan bagaimana kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dapat mempengaruhi arus modal, kekuatan rupiah, dan pergerakan pasar saham. Untuk melihat penjelasan lengkap beserta sudut pandang penulis secara utuh, jawabannya bisa ditemukan di sini!
Sekilas tentang JamesJayadi
Investor yang akrab disebut James dan tinggal di New Zealand. Aktif di Stockbit sejak 2022 dan biasa mengulas tentang cerita investasi, psikologi dan kupas emiten di Stockbit Stream!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$SGER
$ASII
$ITMG
$TLKM
$DSSA
$TPIA
$CUAN
$HRTA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda