☀️ Pemerintah Mulai Bangun Program PLTS 100 GWp, Target Rampung dalam 3 Tahun
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow* |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.405,7 -1,48% | -Rp201,1 miliar | 17.712 +0,00% | 4.677 -0,38% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 85,2 -2,43% | 138,5-0,65% | 4.853 -1,88% | 17.042 +0,09% |
*Data foreign flow hanya mencakup pasar reguler
👋 Stockbitor!
Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target total kapasitas 100 GWp melalui peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8). Presiden Prabowo Subianto menargetkan pemerintah dapat membangun PLTS 100 GWp dalam waktu 3 tahun.
Sebagai tahap awal pelaksanaan program, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di 6 provinsi dengan total kapasitas ~5,3 GWp, yang mencakup PLTS Gilimanuk 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur ~0,9 MWp, dan PLTS Pulau Rengit ~0,08 MWp. Program PLTS ini akan dikembangkan melalui berbagai skema — termasuk PLTS ground mounted, PLTS atap, dan PLTS terapung — sebagai upaya pemerintah memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebagai konteks, total kapasitas 100 GWp merupakan kapasitas puncak (peak capacity), sehingga tidak dapat disamakan secara langsung dengan kapasitas pembangkit konvensional. Hal ini karena PLTS bersifat intermiten, dengan produksi listrik bergantung pada ketersediaan sinar matahari dan tidak dapat beroperasi sepanjang waktu. Dengan capacity factor sekitar 15–20%, program PLTS dengan total kapasitas 100 GWp secara rata–rata hanya akan menghasilkan listrik yang setara pembangkit konvensional dengan kapasitas sekitar 15–20 GW. Per akhir 2025 sendiri, Kementerian ESDM mencatat bahwa kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia berkisar 107,5 GW.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengeklaim bahwa program PLTS 100 GWp ini akan menghemat APBN lebih dari Rp73 T per tahun karena dapat mengurangi konsumsi diesel hingga 6 juta kiloliter per tahun atau ~15% dari konsumsi solar nasional pada 2025. Sebagai konteks, jumlah penghematan tersebut setara ~1,9% dari total belanja negara dalam APBN 2026.
Key Takeaway
Ke depan, investor perlu memantau timeline, progres realisasi proyek, serta eksekusi pembangunan. Dengan skala kapasitas yang sangat besar, skema investasi dan pendanaan serta kemampuan eksekusi pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal dan tepat waktu.
👀 Bloomberg: Pengendali BYAN Sedang Bernegosiasi untuk Jual Kepemilikan Mayoritas
- $BYAN: Bloomberg melaporkan bahwa pengendali Bayan Resources, Low Tuck Kwong, sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham mayoritas BYAN kepada konsorsium yang dipimpin oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Selain Haji Isam, narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pihak lain juga telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham mayoritas BYAN, meski tidak merincinya lebih lanjut. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai, sembari menambahkan bahwa harga transaksi tersebut kemungkinan akan ditetapkan lebih rendah dari harga pasar saat ini mengingat terbatasnya free float saham BYAN. Laporan Bloomberg muncul berselang sekitar 1 pekan setelah Haji Isam dirumorkan berencana mengakuisisi ~62% saham BYAN. Dalam klarifikasi kepada BEI pada pekan lalu, BYAN mengatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi tersebut, tetapi menyebut bahwa pengendali perseroan telah menyampaikan bahwa mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources mencatat produksi emas 15.594 oz pada 2Q26, naik dari 1.818 oz pada 1Q26, seiring berlanjutnya ramp–up operasi heap leach di tambang emas Pani, Gorontalo. Produksi selama 2H26 ditargetkan lebih tinggi, ditopang oleh penambahan kapasitas pemrosesan. Pada proyek carbon–in–leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton per tahun, desain rekayasa awal hampir rampung dengan desain rinci ditargetkan selesai pada akhir 2026, sementara target pengecoran beton pertama pada awal 4Q26. EMAS pun telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk membeli mesin, peralatan, dan layanan konsultasi penunjang dari Vision Green Energy (Beijing) Tech, Co., Ltd. dengan estimasi nilai ~CN¥1 miliar untuk pembangunan fasilitas pengolahan CIL berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun di tambang emas Pani, Gorontalo. Infrastruktur pendukung berjalan paralel, mencakup konstruksi fasilitas penyimpanan tailings Hulawa yang ditargetkan memasuki tahap pengisian tanggul pada awal 2027 serta perluasan perjanjian pembelian listrik dengan PLN.
- $ARKO: Arkora Hydro melalui 2 anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuna Hidro, mengumumkan telah mengakuisisi 100% saham pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PT Endorshine Energy Solution, dengan nilai transaksi yang tidak disebutkan. Transaksi ini menandai ekspansi ARKO ke bisnis energi tenaga surya, di mana PT Endorshine Energy Solution mengoperasikan 2 PLTS dengan total kapasitas ~21,3 MWp yang terdiri dari PLTS Bintan berkapasitas ~10,3 MWp dan PLTS Batam berkapasitas ~11,1 MWp. Di luar aset PLTS tersebut, Kontan melaporkan bahwa ARKO telah memiliki kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW, yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA/PLTMH) dengan total kapasitas 62,8 MW. Selain proyek yang telah terkontrak, total kapasitas dalam pipeline proyek ARKO mencapai lebih dari 300 MW.
- $VISI: Satu Visi Putra berencana mengubah kegiatan usahanya dari bidang perdagangan besar bahan advertising dan printing serta pergudangan menjadi perusahaan holding. Langkah tersebut sejalan dengan rencana VISI untuk mengakuisisi 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon, perusahaan yang bergerak di bidang rumah sakit jantung dan klinik, senilai Rp286 M melalui penyertaan saham baru dan pembelian saham existing. Bersamaan dengan akuisisi ini, PT Hasna Medika Bakti Cirebon akan melakukan konversi utang sebesar ~Rp33,4 M kepada para pemegang saham existing, yang terdiri dari Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi. Rencana–rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 30 September 2026.
- $TOWR: Anak usaha Sarana Menara Nusantara, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), mengatakan bahwa kepemilikan saham Bakrie Telecom ($BTEL) oleh Protelindo disebabkan oleh pelaksanaan konversi obligasi wajib konversi (OWK) berdasarkan perjanjian perdamaian (bukan pelaksanaan repurchase agreement) pada Desember 2014 antara BTEL dengan para kreditur terkait, termasuk Protelindo. Perjanjian perdamaian tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait PKPU BTEL pada November 2014. Kepemilikan saham tersebut tidak bersifat material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan Protelindo. Sebelumnya, sejumlah media massa melaporkan bahwa Protelindo masuk menjadi pemegang saham BTEL sebanyak 10,86% saham, berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada OJK pada 24 Agustus 2026.
- $SOFA: Solusi Environment Asia berencana melakukan transformasi bisnis dari industri mebel/furnitur kayu menjadi perusahaan holding di bidang pengelolaan lingkungan dan energi baru terbarukan dengan menambah 2 bidang usaha baru, yakni aktivitas perusahaan induk dan aktivitas pembiayaan conduit. SOFA akan masuk ke proyek waste–to–energy melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia, yang akan menyetor modal ke 2 perusahaan konsorsium, PT Weiming Nusantara Alpha dan PT Weiming Nusantara Gamma, masing–masing sebesar 10%. Sebelumnya, SOFA melalui PT Ananta Energi Asia pada Juni 2026 mengumumkan telah mengakuisisi 10% kepemilikan di dalam 2 perusahaan konsorsium yang dipimpin Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd. untuk wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 30 September 2026.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$EMAS |
$SMIL |
$TOWR |
$MAPA |
| +4,58% | +4,10% | +3,95% | +3,05% |
Top Loser 🤕
$KIJA |
$WIRG |
$COIN |
$BULL |
| -11,17% | -8,97% | -8,28% | -8,04% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Ketua Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun, mengatakan pada Rabu (26/8) bahwa Destry Damayanti, yang menjadi calon tunggal gubernur Bank Indonesia, diusulkan untuk menjabat selama 1 periode penuh atau 5 tahun. Sebelumnya, pemerintah dan DPR tidak merinci apakah pencalonan Destry akan berlaku untuk masa jabatan penuh selama 5 tahun atau hingga akhir masa jabatan gubernur sebelumnya, Perry Warjiyo, pada 2028. Dalam fit and proper test, Destry mengatakan kepada DPR bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, meski terdapat tantangan yang semakin kompleks baik di dalam maupun luar negeri. Destry menyebut akan melanjutkan upaya Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas dan memperkuat perekonomian, dengan kebijakan moneter akan tetap bersifat preemptive dan berorientasi ke depan demi menjaga stabilitas.
- Harga minyak Brent turun sekitar -3,1% ke kisaran US$85,9/barrel pada Rabu (26/8) sore setelah turun sekitar -3,9% pada Selasa (25/8). Penurunan harga minyak didorong oleh berlanjutnya diskusi antara Iran dan Oman mengenai kerangka kerja sementara untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz, di mana Oman News Agency melaporkan bahwa kedua negara tengah membahas inisiatif pembentukan “koridor maritim gabungan sementara”. Bloomberg melaporkan bahwa perundingan teknis antara Iran–Oman akan berlanjut untuk mencapai kesepakatan mengenai koridor maritim permanen, pengelolaan Selat Hormuz ke depan, mekanisme pertukaran informasi, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan layanan maritim dan keamanan terkait. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa Iran dan Oman akan melanjutkan perundingan untuk menegosiasikan rute pelayaran permanen baru untuk Selat Hormuz dalam 30–60 hari ke depan. Gharibabadi mengatakan kedua pihak telah menyepakati rute sementara, tetapi tidak menjelaskan kapan tahap berikutnya untuk membahas rute permanen akan dimulai.
- Bloomberg melaporkan bahwa Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, termasuk dalam nama–nama yang diumumkan sebagai komisaris PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Senin (24/8). Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia, Luke Mahony, mengatakan bahwa pihaknya juga menunjuk Syaifurrahman Noer sebagai komisaris utama dan Harold Tjiptadjaja sebagai komisaris. Mantan direktur keuangan PLN, Sinthya Roesly, ditunjuk sebagai direktur keuangan, sementara Nur Hidayat Udin diangkat menjadi direktur manajemen risiko dan Ivan Ferdiansyah Baely sebagai direktur legal dan compliance.
- Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia, Sinthya Roesly, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan platform ekspor, yang ditargetkan dapat diluncurkan pada 1 September 2026. Sinthya menyebut bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan melakukan uji coba platform ekspor tersebut dengan sejumlah eksportir pada akhir September atau pertengahan Oktober 2026. Sebagai bagian dari langkah tersebut, PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Senin (24/8) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) untuk membentuk industry task force yang akan menguji coba platform, memberikan masukan langsung dari industri, serta mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi isu sebelum implementasi yang lebih luas. Setelah 3 bulan masa implementasi, Sinthya menjelaskan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia bersama kementerian atau lembaga terkait akan melakukan evaluasi untuk memastikan langkah yang akan diambil pasca–1 Januari 2027, apakah akan terus melanjutkan dengan ekspor intermediary atau model lain. Terkait margin, Sinthya mengatakan bahwa skema margin atas peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis sedang dalam penghitungan dan konsultasi dengan pihak–pihak terkait.
- Pemerintah Kanada pada Selasa (25/8) mengumumkan tarif balasan terhadap impor dari AS senilai ~US$20 miliar, menyamai tarif terbaru AS kepada Kanada. Tarif balasan tersebut akan mulai berlaku pada 8 September 2026, dengan tarif sebesar 15%, 25%, dan 50% yang dikenakan terhadap sekitar 700 produk impor dari AS, dengan rincian: 1) tarif 50% terhadap baja, aluminium, furnitur, dan pakaian; 2) tarif 25% terhadap keju, peralatan rumah tangga, dan sejumlah produk makanan laut; dan 3) tarif 15% terhadap elektronik dan peralatan.
❓ IHSG Melemah Tipis Tetapi Justru Ada Drama Besar?
“Pasar sedang menghadapi kombinasi antara: tekanan global, risiko eksternal, current account deficit, rotasi sektor, dan sentimen spesifik emiten.” — Rohal
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
IHSG mengawali perdagangan pekan ini dengan koreksi 0,37% ke level 6.501,67 pada Senin, 24 Agustus 2026. Menurut Rohal, ada dua pembelajaran penting dari pergerakan saham pada hari tersebut. Pertama, saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan signifikan kembali tertekan setelah suspensinya dibuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin jauh harga bergerak dari fundamental dalam waktu singkat, semakin besar pula kebutuhan akan katalis baru untuk menjaga ekspektasi pasar. Kedua, sektor perbankan yang secara kompak berada di zona merah. Diantaranya, satu saham sektor ini yang memiliki sentimen negatif menunjukkan penurunan paling sedikit. Hal ini dapat diartikan sentimen negatif tersebut berpotensi hanya menjadi noise dalam jangka pendek selama belum terdapat indikasi perubahan pada fundamental. Untuk melihat studi kasus saham-saham diatas secara lebih mendalam, sekaligus memahami tekanan eksternal yang membebani IHSG, simak tulisan Rohal di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow*
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$EMAS
$SMIL
$TOWR
$MAPA
$KIJA
$WIRG
$COIN
$BULL
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda