π’️Harga Minyak Terkoreksi seiring Kenaikan Supply, Rupiah Menguat
Daily Market Performance π
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.071,1 -0,83% | -Rp1,6 triliun | 17.870 -0,58% | 4.219 +0,94% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 103,2 +0,58% | 146,1+0,62% | 4.613 -0,24% | 15.958 -1,37% |
π Stockbitor!
Harga minyak Brent turun sekitar -2,6% ke level US$102,6/barrel pada penutupan Selasa (29/9) dan stabil di level US$103/barrel per Rabu (30/9) sore. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kabar pemulihan ekspor minyak Timur Tengah yang diperkirakan telah kembali mendekati level sebelum perang, dengan JPMorgan memperkirakan rata–rata ekspor minyak mentah selama 10 hari dari Timur Tengah telah kembali naik ke angka 17,5 juta barrel per hari atau 98% dari tingkat sebelum perang.
Selain itu, Bloomberg melaporkan bahwa Arab Saudi telah melanjutkan ekspor via Laut Merah — yang menjadi jalur alternatif selain Selat Hormuz — setelah kembali mengalirkan minyak melalui pipa utama East–West dengan volume ~3,5 juta barrel per hari atau sekitar setengah dari kapasitas pipa tersebut. Aliran ekspor minyak juga masih terlihat melalui Selat Hormuz menggunakan kapal yang melakukan transit secara terselubung, meski risiko terhadap pelayaran masih berlangsung.
Kenaikan supply minyak juga didukung oleh langkah AS yang pada Selasa (29/9) mengumumkan akan meminjamkan cadangan minyak daruratnya hingga 40 juta barrel, yang akan menjadi bagian terakhir dari kontribusi AS sebesar 172 juta barrel dalam koordinasi pelepasan cadangan minyak global sejak perang dimulai.
Key Takeaway
Kabar normalisasi ekspor minyak Timur Tengah mengurangi kekhawatiran terkait pengetatan supply minyak akibat gangguan di Selat Hormuz. Jika normalisasi dapat terus berlanjut, tekanan inflasi global dapat mereda, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga juga berkurang. Bagi Indonesia, harga minyak yang lebih rendah dapat meringankan beban belanja subsidi energi dan memperbaiki neraca perdagangan melalui penurunan impor energi, sehingga berpotensi mendukung penguatan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sendiri kembali menguat +0,58% ke level 17.870 pada Rabu (30/9), dengan yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun -7 bps ke level 7,14% sementara IHSG ditutup melemah -0,83%. Investor juga perlu memonitor data inflasi PCE AS periode Agustus 2026, yang dijadwalkan dirilis pada malam ini waktu setempat.
π€ ASGR akan Bagikan Dividen Interim dengan Indikasi Yield 11,8%
- $ASGR: Astra Graphia akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp297/saham, mengindikasikan dividend yield ~11,8% per Rabu (30/9). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 7 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 26 Oktober 2026.
- $BRIS: Bank Syariah Indonesia berencana rights issue hingga 6,8 miliar saham baru, dengan efek dilusi hingga 12,85%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana dari aksi korporasi ini ditujukan untuk penyaluran pembiayaan. Pelaksanaan aksi korporasi ini diperkirakan berlangsung pada 1Q27. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 6 November 2026.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources bersama anak usahanya, PT Gorontalo Sejahtera Mining dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera, memberikan pinjaman hingga ~Rp6,5 T kepada PT Pani Industri Nusantara, anak usaha EMAS di bidang pemurnian dan peleburan logam mulia. Pinjaman ini akan digunakan untuk keperluan umum korporasi PT Pani Industri Nusantara, termasuk capex dan opex. Dari total plafon pinjaman ini, EMAS akan memberikan pinjaman hingga ~Rp3,1 T, sementara PT Gorontalo Sejahtera Mining dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera masing–masing memberikan pinjaman hingga Rp1,7 T. Pinjaman ini akan dikenakan bunga IndONIA plus margin 1,7% per tahun, dengan jangka waktu hingga 31 Desember 2031 dan dapat diperpanjang.
- $TOWR: Sarana Menara Nusantara berencana melaksanakan buyback hingga ~1,2 miliar (2%) saham dengan alokasi dana hingga Rp500 M pada periode 30 September–30 Desember 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
- $ARKO: Arkora Hydro melalui anak usahanya, PT Nosu Hydro, mendapatkan fasilitas pembiayaan hingga ~US$38,8 juta dari PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membiayai pembangunan PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW. ARKO tidak merinci tenor maupun tingkat bunga fasilitas tersebut.
- $CCSI: Telkom Indonesia ($TLKM) melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) menandatangani berita acara kesepakatan (BAK) kerja sama strategis dengan anak usaha Communication Cable Systems Indonesia, PT CCSI Konektivitas Digital, untuk membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) SUB–2. Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Telkom dan CCSI dalam rencana pembangunan SKKL SUB–2, yang dirancang untuk menghubungkan Pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Melalui kesepakatan ini, InfraNexia dan PT CCSI Konektivitas Digital akan melanjutkan berbagai tahapan persiapan pembangunan SKKL SUB–2, yang meliputi aspek teknis, komersial, hingga penyusunan perjanjian definitif. Kedua perusahaan juga sepakat membentuk komite manajemen interim sebagai wadah koordinasi untuk mempersiapkan serta mengawal tahapan lanjutan proyek.
- $MITI: Mitra Investindo menandatangani nota kesepahaman dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA) terkait kerja sama pengembangan sumber daya mineral, layanan teknis, serta pengembangan 3 konsesi penambangan pasir silika yang dimiliki MITI maupun konsesi lain yang dimiliki di masa depan. CNEC INA sendiri merupakan anak usaha dari BUMN China, China Nuclear Engineering & Construction Corporation. Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak akan membangun kerangka kerja sama dari tahap pra–proyek (pengambilan sampel), eksplorasi, feasibility study, penilaian pra–proyek, engineering dan teknis, studi pengembangan, hingga keterlibatan strategis pasca–proyek. Ke depan, kedua pihak juga akan menjajaki peluang pendanaan dan kemitraan komersial setelah tahapan eksplorasi dan studi kelayakan berhasil diselesaikan.
- $FILM: MD Entertainment menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan media asal Korea Selatan, SBS Co. Ltd., terkait kerja sama strategis di bisnis konten dan media dengan memadukan konten milik SBS dan produksi serta distribusi milik FILM di Indonesia. Sebelumnya, SBS telah menjadi pemegang saham strategis FILM melalui rights issue pada tahun lalu dengan total investasi ~US$20 juta, yang menandai investasi luar negeri terbesar SBS sepanjang sejarahnya. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan akan menghadirkan program–program populer SBS melalui MDTV serta mengembangkan remake berbahasa Indonesia dari konten SBS. FILM menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat berkembang secara bertahap ke periklanan dan pemasaran merek, pertunjukan langsung, serta bisnis lain berbasis kekayaan intelektual bersama, dengan Indonesia sebagai hub untuk menjajaki peluang di Asia Tenggara dan pasar global.
π Insider Transactions
Top Gainer π₯
$UNTR |
$HRTA |
$BIPI |
$BKSL |
| +7,55% | +4,59% | +3,91% | +3,64% |
Top Loser π€
$GOTO |
$KPIG |
$BRIS |
$BUVA |
| -13,51% | -10,42% | -6,27% | -6,25% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Survei dari Bloomberg pada September 2026 menunjukkan bahwa konsensus ekonom mengekspektasikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps ke level 6% pada akhir 2026, dibandingkan survei pada Agustus 2026 yang mengekspektasikan di level 5,75%. Konsensus ekonom mempertahankan ekspektasi suku bunga BI Rate di level 5,75% pada akhir 2027, tidak berubah dibandingkan survei Agustus 2026. Terkait pertumbuhan ekonomi, konsensus ekonom menaikkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2026 ke level +5,2% YoY, dibandingkan level +5,11% YoY pada Agustus 2026. Sementara itu, ekspektasi inflasi selama 2026 naik ke ke level 3,34% YoY dibandingkan 3,3% pada survei Agustus 2026, dengan proyeksi inflasi selama 2027 juga naik dari 2,78% menjadi 2,9%. Adapun ekspektasi defisit current account selama 2026 melebar ke 1,55% terhadap PDB, dibandingkan ekspektasi defisit 1,3% terhadap PDB pada survei Agustus 2026.
- Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Hutapea, mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa pengurangan intervensi di pasar spot tidak berarti komitmen Bank Indonesia terhadap stabilitas nilai tukar rupiah menjadi berkurang. Pernyataan Erwin muncul setelah Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan kepada DPR pada Senin (28/9) bahwa pihaknya telah mengurangi intervensi valuta asing di pasar spot menjadi 30% dari total intervensinya karena biayanya terlalu tinggi. Erwin menjelaskan bahwa keputusan untuk menggunakan instrumen spot atau domestic non–deliverable forwards (DNDF) bergantung pada urgensi permintaan dolar AS; di mana kebutuhan mendesak akan dipenuhi melalui transaksi spot, sementara kebutuhan yang tidak mendesak — seperti pembayaran impor atau pelunasan utang luar negeri — dapat dipenuhi melalui lindung nilai (hedging) DNDF. Erwin menegaskan bahwa intervensi valas dilakukan berdasarkan dinamika pasar, sembari menegaskan bahwa komposisi intervensi spot yang disebutkan sebelumnya merupakan data historis dan Bank Indonesia tidak menetapkan target tetap untuk komposisi intervensi valasnya.
- Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun naik ke level ~5,65% pada Selasa (29/9), menandai level tertinggi sejak 2002, sementara yield untuk tenor 10 tahun sempat menyentuh level 5,29% secara intraday dan mendekati level tertinggi sejak 2007. Bloomberg melaporkan kenaikan yield tersebut didorong oleh kekhawatiran inflasi serta besarnya pasokan obligasi korporasi. Kenaikan yield global turut menekan nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga ke level 18.006 per dolar AS pada Selasa (29/9), menandai level terendah sejak 4 Agustus 2026. Ke depan, pasar menantikan data ketenagakerjaan AS periode September 2026 yang akan dirilis pada Jumat (2/10) waktu setempat.
- City Retail Developments ($NIRO) melepas seluruh saham di 7 entitas usahanya yang bergerak di bidang penyewaan gudang dan logistik senilai ~Rp1,3 T kepada perusahaan asal Singapura, Nusantara Logistics Investments Pte. Ltd. NIRO menjelaskan bahwa divestasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, modal kerja, dan pendanaan perseroan. Secara proforma, transaksi ini menambah kas dan setara kas NIRO dari ~Rp1,2 T menjadi ~Rp2,4 T serta menghasilkan keuntungan divestasi ~Rp201,3 M, sehingga rugi periode berjalan pada 1H26 menyusut dari ~Rp237,6 M menjadi ~Rp36,2 M.
- AirAsia Indonesia ($CMPP) mengatakan bahwa perseroan sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk memperbaiki ekuitas negatif, termasuk rights issue, private placement, maupun restrukturisasi utang dagang dan/atau liabilitas sewa. Seluruh alternatif tersebut masih dalam tahap kajian internal, evaluasi, dan pembahasan bersama pemegang saham mayoritas serta penasihat eksternal. CMPP berkomitmen memulihkan kondisi ekuitas negatif sesuai ketentuan dan jangka waktu BEI untuk mempertahankan status sebagai perusahaan terbuka. Sebelumnya, perdagangan saham CMPP disuspensi oleh BEI sejak 30 Juni 2026 akibat posisi ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.
π§π« Short Selling Kembali Aktif 1 Oktober 2026, Yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Masuk :
“Short selling bisa membuka peluang, tapi tanpa manajemen risiko, risikonya bisa tak terbatas.” — klinikporto
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Short selling kembali diaktifkan oleh BEI secara bertahap mulai 1 Oktober 2026, setelah hampir enam tahun dihentikan. Mekanisme ini memungkinkan investor menjual saham yang belum dimiliki dengan cara meminjam saham terlebih dahulu, kemudian membelinya kembali saat harga turun untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Namun, short selling memiliki risiko yang jauh lebih besar dibanding transaksi saham biasa karena potensi kerugian tidak terbatas, terutama ketika harga saham justru naik. Pada tahap awal, short selling hanya berlaku untuk ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF, dengan akses melalui sekuritas tertentu dan berbagai persyaratan, termasuk rekening khusus serta jaminan awal. Investor juga wajib menjaga rasio jaminan; jika turun hingga batas tertentu dapat terjadi margin call hingga forced buy. Selain itu, terdapat aturan uptick rule, kuota transaksi per Anggota Bursa, serta kewajiban menutup posisi di hari yang sama untuk IDSS. Dengan berbagai ketentuan dan risiko tersebut, short selling bukan sekadar strategi untuk mencari keuntungan dari penurunan harga, tetapi membutuhkan pemahaman mekanisme, modal yang memadai, serta manajemen risiko yang disiplin. Ingin tau detail lengkap dari tulisan klinikporto, baca selengkapnya di sini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$UNTR
$HRTA
$BIPI
$BKSL
$GOTO
$KPIG
$BRIS
$BUVA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda