
🤑 Laba Bersih 2025 BMRI +1% YoY, Lampaui Ekspektasi
.png)
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.395,2 -2,08% | +Rp944,4 miliar | 16.866 +0,21% | 4.892 +0,05% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 68,3 +1,15% | 116,0 -1,36% | 4.162 -1,07% | 17.071 -1,77% |
👋 Stockbitor!
Bank Mandiri ($BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,6 T pada 4Q25 (+35% YoY, +40% QoQ), dengan hampir semua metrik meningkat pada 4Q25. Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 tumbuh +1% YoY menjadi Rp56,3 T, jauh melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan penurunan -8% YoY.
Loan growth selama 2025 sendiri tumbuh +13% YoY, didorong oleh pinjaman terkait program Koperasi Desa Merah Putih. Mengesampingkan pinjaman ini, loan growth tumbuh +9% YoY selama 2025, sejalan dengan target. Manajemen BMRI memproyeksikan loan growth sekitar +7–9% YoY pada 2026F setelah tumbuh kencang pada 2025, dengan penurunan Net Interest Margin (NIM) dan normalisasi Cost of Credit (CoC).
- Kinerja Solid Hampir di Semua Lini
Pertumbuhan laba bersih pada 4Q25 ditopang hampir dari semua lini, yakni: 1) Non–Interest Income (NII) yang tumbuh lebih dari +20% secara tahunan maupun kuartalan; 2) opex yang rendah setelah naik tinggi selama 9M25; dan 3) beban provisi yang minim. Pertumbuhan NII sendiri didorong oleh kenaikan cash recovery (+43% YoY, +43% QoQ) dan non–digital recurring fee (+57% YoY, +22% QoQ).
- Opex Lebih Rendah dari Target
Sementara itu, opex turun -6% YoY meski naik tipis +2% QoQ pada 4Q25, sehingga opex selama 2025 tumbuh +15% YoY dan di bawah guidance 2025F dari manajemen di +25% YoY. Manajemen BMRI mengatribusikan realisasi kenaikan opex yang di bawah target ini kepada upaya efisiensi pada 4Q25. Untuk 2026F, manajemen menargetkan opex tumbuh mid–to–low single digit.
- Penyesuaian Metodologi Provisioning
Dari sisi pencadangan, beban provisi tercatat hanya sebesar ~Rp900 M pada 4Q25 (-64% YoY, -73% QoQ), sehingga beban provisi selama 2025 turun -5% YoY. Hasil tersebut merefleksikan CoC sebesar 0,6% selama 2025, lebih rendah dibandingkan guidance 2025F dari manajemen. Terkait rendahnya CoC ini, manajemen BMRI menjelaskan bahwa perseroan melakukan penyesuaian metodologi terkait provisioning untuk merefleksikan standar loan underwriting yang sudah lebih ketat dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan sebelumnya. Untuk 2026F, manajemen menargetkan CoC berada di kisaran 0,6–0,8% sebagai langkah konservatif serta untuk menjaga atau bahkan meningkatkan level coverage.
Key Takeaway
Setelah membukukan kinerja solid pada 4Q25, manajemen BMRI melihat tantangan selama 2026F ada pada sisi margin. BMRI menargetkan NIM yang lebih rendah pada 2026F di kisaran 4,6–4,8% (vs. 2025: 4,9%), seiring ekspektasi dampak yang lebih besar dari penurunan loan yield dibandingkan kelanjutan penurunan Cost of Funds (CoF). Terkait dekonsolidasi Bank Syariah Indonesia ($BRIS), manajemen memperkirakan dampak keseluruhan akan sedikit positif, di mana Return on Asset (ROA) berpotensi naik sekitar +10 bps seiring kualitas aset — dalam hal ini Net Performing Loans (NPL) — yang lebih baik sekitar +10 bps. BMRI merupakan salah satu top pick kami di sektor perbankan yang prospeknya dapat kamu baca di sini.
⛏️ UNTR Belum Dapat Informasi Peralihan Tambang Martabe ke Perminas
- $UNTR: United Tractors mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa entitas usaha perseroan sekaligus operator tambang Martabe, PT Agincourt Resources, belum mendapatkan informasi mengenai wacana peralihan tambang Martabe ke Perusahaan Mineral Nusantara (Perminas). Selain itu, UNTR juga mengkonfirmasi kabar yang beredar di media nasional bahwa PT Agincourt Resources telah menerima gugatan perdata dari Kementerian Lingkungan Hidup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan nilai gugatan sebesar ~Rp201 M. UNTR menjelaskan bahwa PT Agincourt Resources telah menghadiri sidang pertama pada 3 Februari 2026, sembari menambahkan bahwa proses hukum selanjutnya adalah agenda mediasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan PT Agincourt Resources. Adapun terkait dengan kewajiban ganti rugi, UNTR mengatakan bahwa PT Agincourt Resources belum melakukan pencadangan, mengingat saat ini proses persidangan masih berlangsung.
- $BRIS: Bank Syariah Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp2 T pada 4Q25 (+5% YoY, +9% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp7,6 T (+8% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 100% estimasi 2025F konsensus. PPOP tumbuh +18% YoY/+11% YoY pada 4Q25/2025, didukung oleh kenaikan Net Margin Income (+5% YoY/+10% YoY) dan Fee Based Income (+36% YoY/+25% YoY). Kenaikan laba bersih tidak setinggi pertumbuhan PPOP disebabkan oleh kenaikan beban provisi sebesar +227% YoY/+24% YoY pada 4Q25/2025 yang terkait dengan bencana banjir di Sumatra, berdasarkan earnings call Bank Mandiri ($BMRI) pada Kamis (5/2). Pembiayaan tumbuh +14% YoY per Desember 2025 (vs. September 2025: +13% YoY), sejalan dengan target manajemen di kisaran +14–16% YoY.
- $PWON: Direktur Pakuwon Jati, Ivy Wong, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya menargetkan marketing sales sebesar Rp1,5 T selama 2026, mengindikasikan kenaikan sekitar +15% dibandingkan realisasi 2025. Ivy menjelaskan bahwa target tersebut didasarkan pada permintaan yang bertumbuh seiring stabilnya kondisi ekonomi serta dukungan kebijakan pemerintah di sektor properti. PWON juga menyiapkan capex sebesar Rp2,2 T pada 2026, dengan 49% akan digunakan untuk pengembangan proyek superblock existing dan lahan baru, sementara sisanya untuk mengakuisisi tanah serta operating asset.
- $PANI: Pantai Indah Kapuk Dua mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,2 T pada 4Q25 (-42% QoQ), sehingga marketing sales PANI selama 2025 mencapai Rp4,3 T (-28% YoY) dan sejalan dengan target 2025 yang direvisi turun di level ~Rp4,3 T. Sementara itu, Bangun Kosambi Sukses ($CBDK) mencatatkan marketing sales sebesar Rp109 M pada 4Q25 (+309% QoQ), sehingga marketing sales CBDK selama 2025 mencapai Rp430 M (-80% YoY) dan setara 85% dari target 2025 yang direvisi turun di level Rp508 M. Manajemen mengatribusikan penurunan marketing sales secara tahunan dengan permintaan yang soft terhadap sektor properti.
- $BUKA: Bukalapak kembali berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga ~Rp281 M pada periode 9 Februari–8 Mei 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal. Alokasi dana untuk aksi korporasi ini merupakan sisa dana dari rencana buyback hingga Rp1,9 T yang diumumkan sejak Maret 2025.
- $BUVA: Bukit Uluwatu Villa dan Sanurhasta Mitra ($MINA) membantah kabar terkait keterlibatan perseroan dengan individu yang sedang menghadapi kasus hukum atas dugaan tindak pidana pasar modal, yakni Edy Suwarno, Eveline Listijosuputro, dan direktur utama PT Minna Padi Aset Manajemen. BUVA dan MINA mengatakan bahwa seluruh pemberitaan yang mengaitkan masing–masing perseroan dengan penetapan tersangka tersebut adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. BUVA dan MINA juga menegaskan bahwa sejak terjadinya perubahan pemegang saham pengendali di masing–masing perseroan, BUVA dan MINA tidak memiliki keterlibatan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Edy Suwarno, Eveline Listijosuputro, dan direktur utama PT Minna Padi Aset Manajemen.
- $GTRA: Grahaprima Suksesmandiri mendapatkan fasilitas pinjaman senilai ~Rp79,6 M dari PT Indomobil Finance Indonesia, yang ditujukan untuk pembelian truk baru guna keperluan usaha.
Top Gainer 🔥
$HRTA | $MYOR | $UNVR | $PNLF |
| +6,60% | +5,22% | +4,07% | +3,76% |
Top Loser 🤕
$FILM | $INET | $RATU | $KPIG |
| -14,80% | -10,93% | -10,64% | -10,29% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Bloomberg melaporkan bahwa Moody's Ratings men–downgrade outlook kredit untuk sejumlah perusahaan di Indonesia dari 'stable' menjadi 'negative', seiring pemangkasan outlook sovereign credit Indonesia secara umum. Perusahaan–perusahaan tersebut antara lain Bank Central Asia ($BBCA), Bank Mandiri ($BMRI), Bank Rakyat Indonesia ($BBRI), Bank Negara Indonesia ($BBNI), Bank Tabungan Negara ($BBTN), Telkom Indonesia ($TLKM), Telkomsel, Pertamina, Pertamina Hulu, MIND ID, Indofood CBP Sukses Makmur ($ICBP), dan United Tractors ($UNTR). Moody's dapat mengembalikan outlook kredit perusahaan–perusahaan tersebut menjadi 'stable' jika prospek sovereign credit Indonesia kembali stabil serta kualitas kredit perusahaan terkait secara umum tidak berubah. Di sisi lain, Moody's dapat menurunkan rating perusahaan jika rating sovereign credit Indonesia diturunkan.
- Kementerian Keuangan mengatakan pada Kamis (5/2) bahwa pemerintah akan memastikan untuk mengelola setiap potensi risiko serta berkomitmen untuk menjaga stabilitas keuangan, menyusul downgrade outlook sovereign credit Indonesia dari 'stable' menjadi 'negative' yang dilakukan oleh Moody's Ratings. Kementerian Keuangan menyebut bahwa Indonesia akan terus mentransformasi ekonominya dan menghidupkan kembali mesin pertumbuhan, sembari menambahkan bahwa Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga, rupiah, dan keuangan. Berbagai upaya untuk menghilangkan hambatan yang menghambat aktivitas bisnis juga terus dilakukan. Pemerintah pun akan mengoptimalkan sinergi antara kebijakan fiskal dan Danantara.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (6/2) bahwa dirinya tidak khawatir tentang downgrade outlook sovereign credit Indonesia oleh Moody's Ratings, mengingat perekonomian Indonesia yang membaik dan defisit anggaran yang terkendali. Purbaya menambahkan, Indonesia secara bertahap akan mendapatkan prospek peningkatan rating setelah pertumbuhan ekonomi mencapai +6% YoY. Sebelumnya, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai +6% YoY pada 2026 dan +6,5% pada 2027. Moody's Ratings sendiri mengumumkan downgrade outlook untuk Indonesia beberapa jam setelah BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,39% YoY pada 4Q25, menandai pertumbuhan tertinggi sejak 3Q22.
- Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa downgrade outlook sovereign credit Indonesia oleh Moody's Ratings tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia, mengingat kinerja ekonomi domestik yang tetap solid di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian global. Bank Indonesia menjelaskan bahwa revisi outlook tersebut dipengaruhi oleh pandangan Moody's akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang jika berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah berencana membatasi izin pengelolaan sumber daya alam (SDA) hanya untuk BUMN dan lembaga negara, serta tidak memperpanjang izin pengelolaan SDA yang telah jatuh tempo. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat penerimaan negara tanpa menempuh opsi ekstrem berupa pengambilalihan aset SDA, yang berisiko mengganggu iklim investasi. Purbaya menilai bahwa kontribusi penerimaan negara dari sektor SDA selama ini belum sebanding dengan besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan–perusahaan pengelola. Purbaya mengakui bahwa sempat ada diskusi internal terkait kemungkinan pengambilalihan pengelolaan SDA, tetapi opsi tersebut dinilai berpotensi melanggar praktik bisnis global dan menciptakan ketidakpastian bagi investor.
- Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 turun ke level US$154,6 miliar (vs. Desember 2025: US$156,5 miliar), ditekan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 tersebut setara pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
- CNBC melaporkan bahwa Kedutaan Besar Virtual AS di Iran merilis peringatan keamanan pada Jumat (6/2) pagi waktu setempat yang mendesak warga AS untuk "meninggalkan Iran sekarang" dan mempersiapkan rencana keberangkatan yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS. Pemberitahuan tersebut dirilis menjelang pembicaraan antara AS dan Iran di Oman pada Jumat (6/2), di mana kedua pihak dilaporkan belum mencapai titik temu mengenai agenda pertemuan tersebut.
- Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pada Jumat (6/2) bahwa pemerintah memperkirakan ekspor barang Indonesia tumbuh +5,3–6,7% YoY ke kisaran US$298–302 miliar pada 2026. Budi menambahkan, pemerintah optimistis bahwa penandatanganan perjanjian perdagangan bebas akan membantu ekspor terus meningkat. Pemerintah sendiri akan menandatangani dokumen akhir perjanjian perdagangan komprehensif dengan Uni Eropa (IEU–CEPA) pada tahun ini, serta sedang menegosiasikan beberapa perjanjian perdagangan dengan Turki, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Kamis (5/2) bahwa pihaknya bersama OJK berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal yang bertugas untuk menyusun jadwal, tenggat waktu, dan agenda reformasi pasar modal secara lebih terstruktur.
💵 Psikologi of Money: Soal Mental, Bukan Sekadar Nominal
"Karena kuncinya bukan di berapa besar uang masuk, tapi di bagaimana mental kita mengelolanya." — ardhatopan
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Konsep hedonic treadmill mungkin bukan hal yang asing bagi kita. Dalam buku karya Morgan Housel berjudul The Psychology of Money, Stockbitor Ardhatopan menggunakan kisah-kisah hidup penulis sebagai contoh untuk menyampaikan pesan yang jelas. Ketika kondisi ekonomi sedang sulit, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan standar hidup yang tinggi dan nyaman, kita jangan memaksakan diri untuk mempertahankan standar hidup lama dan terus adaptif. Ardhatopan memanfaatkan pelajaran dari buku Housel untuk menyampaikan pesan penting bagi para investor: seseorang yang tidak terobsesi dengan besar penghasilannya akan merasa lebih damai, bahkan ketika dunia sedang berada dalam kondisi ekonomi yang tidak meyakinkan. Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang investasi dan personal finance dari Ardhatopan? Simak selengkapnya di sini!
Sekilas tentang Ardhatopan
Aktif sejak 2019 di Stream, Ardhatopan merupakan seorang investor dengan fokus pada membahas emiten-emiten dengan fundamental kuat dan juga mengulas buku mengenai personal finance, investing, dan trading. Sekarang dengan kurang lebih 9000 followers di Stream, tulisannya Ardhatopan menyimbangkan elemen-elemen humoris dan edukatif.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$HRTA
$MYOR
$UNVR
$PNLF
$FILM
$INET
$RATU
$KPIG
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda