
🥵 Bursa Asia Merah seiring Harga Minyak Kembali Naik

Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.091,7 -0,08% | -Rp686,1 miliar | 16.992 +0,16% | 4.561 +0,82% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 108,3 +2,84% | 146,3 +1,67% | 4.772 +3,04% | 17.186 -0,39% |
👋 Stockbitor!
Harga minyak Brent naik +3,8% ke level ~US$116,9/barrel pada Senin (30/3) pagi dan stabil di level ~US$115,4/barrel pada sore di hari yang sama, didorong oleh kembali meningkatnya kekhawatiran terkait pasokan energi seiring serangan rudal dari militan Houthi ke Israel sejak akhir pekan lalu. Kelompok Houthi pun mengatakan mereka akan melanjutkan serangannya sampai Israel berhenti menyerang Iran dan kelompok militan proksinya.
Keterlibatan Houthi dalam perang Iran berpotensi menghadirkan risiko baru bagi pasar minyak global. Bloomberg melaporkan bahwa meski Houthi tidak mengatakan mereka akan menargetkan kapal yang melintas melalui Laut Merah selatan, kelompok militan tersebut memiliki kemampuan untuk melakukannya. Pada 2023, Houthi pernah secara efektif menutup Laut Merah bagi sebagian besar pengiriman barang negara–negara Barat, menyusul perang antara Palestina dan Israel.
Menyusul perkembangan ini, Bursa Asia kompak merah pada hari ini, Senin (30/3), dengan Nikkei -3,09%, Kospi -2,97%, ASX 200 -0,72%. Ini melanjutkan pelemahan bursa saham AS pada Jumat (27/3) pekan kemarin, di mana S&P 500 -1,67% ke level terendah 7 bulan dan berada di zona merah dalam 5 pekan beruntun. Sementara itu, IHSG ditutup melemah -0,08%, setelah sempat turun hingga -2,14% pada perdagangan intraday hari ini.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Minggu (29/3) malam waktu setempat bahwa AS dan Iran telah bertemu "secara langsung dan tidak langsung," sembari menambahkan bahwa para pemimpin baru Iran "sangat masuk akal." Pernyataan Trump muncul setelah Pakistan — yang bertindak sebagai perantara antara AS dan Iran — mengatakan bahwa mereka siap menjadi tuan rumah untuk pembicaraan guna mengakhiri perang. Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan menyerang tentara AS jika militer AS berupaya masuk ke wilayah Iran, seiring munculnya laporan bahwa semakin banyak pasukan AS yang tiba di Timur Tengah.
Key Takeaway
Seperti yang telah kami tuliskan dalam Stockbit Commentary sebelumnya, sektor batu bara dan CPO dapat menjadi hedge di tengah kondisi harga minyak tinggi, sejalan dengan pola historis. Pada perdagangan Senin (30/3), harga saham Adaro Andalan Indonesia ($AADI) dan Indo Tambangraya Megah ($ITMG) masing–masing menguat +8,9% dan +4,3%, sementara Triputra Agro Persada ($TAPG) dan Dharma Satya Nusantara ($DSNG) naik +7,9% dan +8,1%.
📈 BUMI: Laba Bersih 2025 Naik +20% YoY, Didukung Ekspansi Margin
- $BUMI: Bumi Resources mencatat laba bersih US$52 juta pada 4Q25 (vs. 3Q25: laba US$9 juta, 4Q24: rugi US$55 juta), sehingga laba bersih selama 2025 mencapai US$81 juta (+20% YoY). Hasil tersebut didukung oleh ekspansi margin laba kotor ke level 22,7% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 15,1%) dan 17,5% selama 2025 (vs. 2024: 12,5%) akibat kenaikan penjualan emas (4Q25: +5% QoQ, 2025: +53% YoY), penurunan beban royalti (4Q25: -5% QoQ, 2025: -17% YoY), serta penurunan stripping ratio dari Arutmin Indonesia menjadi 5,8x pada 4Q25 (vs. 3Q25: 7,1x) dan 6,6x selama 2025 (vs. 2024: 7,1x). BUMI juga mencatat kenaikan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi US$43 juta pada 4Q25 (vs. 3Q25: US$12 juta) meski selama 2025 turun -18% YoY, didukung oleh keuntungan one–off yang dicatat Darma Henwa ($DEWA) yang membuat kontribusi DEWA terhadap laba entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi US$30 juta pada 4Q25 (vs. 3Q25: US$1 juta) dan US$32 juta selama 2025 (vs. 2024: US$0,2 juta). Selain itu, Group Head of Corporate Communications & CSR Bumi Resources, Renno Wicaksono, mengatakan kepada Katadata bahwa pihaknya telah meneken kontrak penjualan atau perjanjian offtake selama 7 tahun dengan Glencore untuk 100% hasil tambang Wolfram Limited di Mt. Carlton. Renno menambahkan bahwa BUMI menargetkan proyek tembaga–emas Wolfram di Mt. Carlton dapat mulai berproduksi pada 2026 dengan kisaran 12–15 ribu ton copper equivalent.
- $BBNI: Bank Negara Indonesia mencatat laba bersih bank only Rp1,7 T pada Februari 2026 (+4% YoY, +3% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 2M26 mencapai Rp3,4 T (+4% YoY), setara 15,7% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 2M25: 16,4% realisasi konsolidasi 2025). Peningkatan laba bersih didorong oleh pertumbuhan Pre–Provision Operating Profit (PPOP) sebesar +14% YoY baik pada Februari 2026 maupun 2M26, seiring kenaikan Net Interest Income dari pertumbuhan kredit +19% YoY per akhir Februari 2026. Namun, pertumbuhan laba bersih dari PPOP tersebut tertahan kenaikan beban provisi sebesar +52% YoY baik pada Februari 2026 maupun 2M26.
- $ERAA: Erajaya Swasembada mencatat laba bersih Rp410 M pada 4Q25 (+70% YoY, +89% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp1,2 T (+16% YoY), melampaui ekspektasi (106% estimasi 2025F konsensus). Lonjakan laba bersih pada 4Q25 utamanya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat (+45% YoY, +40% QoQ), didorong oleh momentum SSSG yang solid dengan indikasi SSSG pada 4Q25 sebesar +36%. Momentum ini didukung oleh peluncuran seri iPhone 17 pada Oktober 2025, yang membuat segmen 'cellular phones and tablets' tumbuh kuat +48% YoY/+47% QoQ pada 4Q25 dan melanjutkan tren sebagai kontributor pendapatan terbesar dengan porsi penjualan segmen naik menjadi 79% (vs. 4Q24: 78%, 3Q25: 75%). Meski margin laba kotor pada 4Q25 sedikit tertekan ke level 10,3% (vs. 4Q24: 11%, 3Q25: 10,9%), margin laba usaha justru meningkat ke level 3,4% (vs. 4Q24: 3%, 3Q25: 2,8%). Hasil ini didukung oleh operating leverage yang kuat, dengan rasio SG&A terhadap penjualan turun menjadi 7,9% pada 4Q25 (vs. 4Q24: 8,5%, 3Q25: 9,5%) seiring lonjakan pendapatan yang jauh melampaui pertumbuhan biaya operasional.
- $KLBF: Kalbe Farma mencatat laba bersih ~Rp1 T pada 4Q25 (+20% YoY, +57% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai ~Rp3,7 T (+13% YoY), sedikit di atas ekspektasi (104% estimasi 2025F konsensus). Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh kenaikan laba usaha +14% YoY/+11% YoY pada 4Q25/2025, yang ditopang oleh pertumbuhan pendapatan +11% YoY/+8% YoY. Pertumbuhan pendapatan pada 4Q25 (+11% YoY, +5% QoQ) didorong oleh 3 segmen — 'consumer health' (+20% YoY), 'distribution & logistics' (+16% YoY), dan 'prescription pharmaceutical' (+11% YoY). Sementara itu, segmen 'nutritionals' sedikit turun (-1% YoY). Secara kumulatif selama 2025, pendapatan tumbuh +8% YoY menjadi Rp35,3 T, sejalan dengan ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus). Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor pada 4Q25 sedikit tertekan ke 37,5% (vs. 4Q24: 41,0%, 3Q25: 39,6%), seiring penurunan margin laba kotor di seluruh kategori dan kontribusi segmen 'distribution & logistics' yang lebih tinggi. Meski demikian, margin laba usaha pada 4Q25 mengalami ekspansi ke 14,3% (vs. 4Q24: 13,9%, 3Q25: 9,7%), didukung oleh penurunan opex (-5% YoY, -19% QoQ). Penurunan opex utamanya berasal dari efisiensi beban penjualan (-8% YoY, -25% QoQ) seiring menurunnya biaya promosi (-8% YoY, -48%).
- $ARCI: Archi Indonesia mencatat laba bersih US$31 juta pada 4Q25 (-12% QoQ, +118% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$102 juta atau naik hampir 10x YoY, sejalan dengan ekspektasi (100% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha pada 4Q25 mencapai US$65 juta (+7% QoQ, +149% YoY), ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar +23% QoQ menjadi US$168 juta seiring harga rata–rata (ASP) emas yang mengimplikasikan kenaikan +21% QoQ menjadi US$4.157/oz, meski cash cost juga meningkat +31% QoQ menjadi US$84 juta. Meski demikian, laba bersih turun -12% QoQ pada 4Q25 akibat kenaikan beban keuangan menjadi US$14 juta (vs. 3Q25: US$9 juta), yang mencakup one–off penghapusan beban tangguhan sebesar US$4,2 juta terkait pelunasan lebih awal fasilitas pinjaman lama (jatuh tempo 2028) untuk di–refinancing ke fasilitas baru (2030).
- $MIDI: Manajemen Midi Utama Indonesia dalam earnings call pada Senin (30/3) mengatakan bahwa perseroan mempertimbangkan untuk meningkatkan dividend payout ratio ke level 50% untuk dividen tahun buku 2025 (vs. 2024: 45%). Hal tersebut mengimplikasikan kenaikan dividen per saham ke level Rp11,85/saham (vs. 2024: Rp7,35/saham) atau mengindikasikan yield 3,89% berdasarkan harga saham MIDI pada penutupan bursa Senin (30/3) di Rp304/saham. Manajemen MIDI juga mengungkapkan pertimbangan untuk membagikan dividen interim pada akhir tahun 2026.
- $PGAS: Perusahaan Gas Negara mencatat volume penjualan gas 784 BBtud selama 2M26 (-10% YoY), lebih rendah ~11% dari target 2026 di 877 BBtud. Sementara itu, volume transmisi 1.481 MMSCFD selama 2M26 (-6% YoY), lebih rendah 9% dari target 2026 di 1.620 MMSCFD. Adapun volume upstream 16.263 BOEPD selama 2M26 (-4% YoY), lebih rendah 15% dari target 2026 di 19.161 BOEPD. Secara bulanan, volume penjualan dan transmisi gas masing–masing naik +10% MoM dan +11% MoM, sementara volume upstream turun -16% MoM.
- $PANI: Pantai Indah Kapuk Dua menargetkan marketing sales untuk 2026 di level Rp4,3 T, flat dibandingkan realisasi 2025. Target tersebut mencerminkan sikap prudent manajemen di tengah momentum pertumbuhan ekonomi yang diekspektasikan melambat, tekanan makro, serta sentimen pembeli yang lebih selektif. Pertumbuhan diproyeksikan akan ditopang oleh segmen 'residential' (+26% YoY) dengan estimasi kontribusi 59% terhadap marketing sales 2026F, sementara 'commercial land plot' (-20% YoY) dan 'commercial product' (-26% YoY) diproyeksikan lebih rendah. Sementara itu, Bangun Kosambi Sukses ($CBDK) menargetkan marketing sales untuk 2026 di level Rp563 M, meningkat sekitar +31% YoY dibandingkan realisasi 2025. Target tersebut mempertimbangkan potensi monetisasi lahan komersial, permintaan produk komersial yang stabil dan sejalan dengan tingkat ekspansi, serta meningkatnya ketertarikan konsumen terhadap produk residensial segmen menengah. CBDK mengekspektasikan seluruh segmen akan bertumbuh pada 2026, dengan kontribusi terbesar dari segmen 'commercial land plot' (65% terhadap marketing sales 2026F).
- $TPIA: Manajemen Chandra Asri Pacific mengatakan dalam earnings call pada Senin (30/3) bahwa status force majeure akibat disrupsi Selat Hormuz tidak menghentikan seluruh kegiatan operasional perseroan, dengan aset tetap beroperasi di level ~80%. Pemberlakuan force majeure dilakukan sebagai langkah administratif yang prudent, sejalan dengan ketentuan kontraktual, guna menjaga fleksibilitas operasional dalam periode disrupsi sementara hingga kondisi kembali normal. Secara global, disrupsi tersebut mendongkrak margin refinery ke level tertinggi dalam beberapa tahun, dengan gasoline–crude +116%, jet fuel–crude +175%, dan gasoil–crude +392%. Namun, margin petrokimia tertekan dengan spread C2–nafta turun -63% karena harga bahan baku (nafta) ikut naik. Untuk menyikapi hal ini, TPIA mengandalkan integrasi refinery via Aster dan petrokimia untuk menangkap margin terbaik di seluruh rantai pasok, sementara bisnis infrastruktur via Chandra Daya Investasi ($CDIA) dan jaringan SPBU Esso di Singapura menjadi penopang lewat arus kas yang lebih stabil dan berulang.
Top Gainer 🔥
$AADI | $DSNG | $TAPG | $BRMS |
| +8,86% | +8,12% | +7,92% | +7,75% |
Top Loser 🤕
$HRTA | $TPIA | $INCO | $MDKA |
| -7,95% | -5,47% | -4,67% | -4,02% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Senin (30/3) bahwa pemerintah akan melanjutkan mandatori biodiesel B50 pada tahun ini, setelah rencana tersebut sempat dibatalkan pada Januari 2026.
- Bank Indonesia pada hari ini, Senin (30/3), akan mengimplementasikan transaksi repo valuta asing dengan underlying Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI). Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bahwa langkah ini memberikan alternatif bagi bank dalam mengelola likuiditas valuta asing. Bank Indonesia berharap bahwa perluasan repo ini akan meningkatkan aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI, membantu menjaga stabilitas rupiah, dan memperdalam pasar keuangan. Transaksi repo valuta asing sendiri dapat dilakukan oleh primary dealers.
- Barito Renewables Energy ($BREN) mengumumkan percepatan pengakhiran periode buyback saham dari semula 3 Mei 2026 menjadi 1 April 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI.
- Ramayana Lestari Sentosa ($RALS) mengalihkan ~203,5 juta saham treasuri hasil program buy back periode 2015 kepada pengendali perseroan, PT Ramayana Makmur Sentosa, dengan harga Rp480/saham atau senilai total ~Rp97,7 M. Harga pengalihan tersebut di bawah harga rata–rata buy back sebesar ~Rp651,3/saham, sehingga RALS membukukan kerugian pengalihan ~Rp34,9 M. Setelah transaksi ini, RALS masih memiliki ~961,2 juta saham treasuri dari 4 program buy back lainnya pada periode 2015–2024.
- Tripar Multivision Plus ($RAAM) berencana menggelar rights issue hingga ~1,4 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 16,67%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk: 1) modal kerja guna produksi film/web series/sinetron, pemasaran, dan investasi bidang usaha pendukung; dan 2) penyertaan modal kepada anak usaha, PT Platinum Sinema, guna membangun dan mengoperasikan 50 teater baru. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 5 Mei 2026.
- Direktur Utama Abadi Nusantara Hijau Investama ($PACK), Magdalena Veronika, membeli ~30,1 juta saham PACK dengan harga rata–rata Rp100/lembar atau senilai total ~Rp3 M pada 17 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Magdalena Veronika di PACK naik dari tidak ada menjadi 0,19%.
- Envy Technologies Indonesia ($ENVY) berencana mengakuisisi 99% saham PT Delapan Media Komunikasi, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pemasaran, branding, dan komunikasi strategis berbasis digital. ENVY belum merinci terkait nilai dan pihak penjual dalam rencana transaksi ini.
⚖️ Mengelola Ekspektasi dan Realita dalam Pergerakan Saham
"Kalau return katanya tinggi tapi risikonya nol, itu bukan trading, itu dongeng sebelum tidur." — stocksahamharian
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Dalam pergerakan pasar saham, sering kali investor membentuk ekspektasi tertentu terhadap arah harga tanpa menyadari bahwa realita di pasar bisa berjalan berbeda. Dalam tulisannya, Stockbitor stocksahamharian menekankan bahwa perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan inilah yang kerap memicu reaksi emosional seperti panik atau euforia. Oleh karena itu, investor perlu memahami bahwa pasar bergerak dinamis dan tidak selalu sesuai skenario awal, sehingga penting untuk tetap fleksibel, mengelola ekspektasi dengan baik, serta disiplin dalam mengikuti strategi agar tidak terjebak dalam keputusan yang didorong oleh emosi semata.
Sekilas tentang stocksahamharian
Stockbitor stocksahamharian aktif membagikan konten seputar trading saham jangka pendek dengan fokus pada analisa teknikal, momentum market, serta manajemen risiko dan psikologi trading. Tulisan-tulisannya cocok untuk trader yang ingin memahami strategi trading aktif secara praktis dan realistis.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia ("Stockbit"), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$AADI
$DSNG
$TAPG
$BRMS
$HRTA
$TPIA
$INCO
$MDKA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda