English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🔥 DEWA: Laba Bersih 2025 Melonjak 78x Lipat

IHSG turun -0,94%, AMRT 2025: Laba Bersih +8% YoY, Sesuai Ekspektasi. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🔥 DEWA: Laba Bersih 2025 Melonjak 78x Lipat

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSGForeign FlowKurs USD/IDRGold
7.097,1 -0,94%-Rp1,8 triliun16.965 +0,36%4.426 +1,14%
OilCoalCPONickel
103,0 +1,10%144,8 +1,94%4.630 +1,03%17.253 -0,52%

👋 Stockbitor!

Darma Henwa ($DEWA) mencatat laba bersih Rp4,1 T pada 4Q25 (vs. 3Q25: Rp71 M, 4Q24: Rp17 M). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp4,3 T (vs. 2024: Rp55 M), jauh melampaui ekspektasi (1.324% estimasi 2025F konsensus). Lonjakan laba bersih selama 2025 (vs. 9M25: Rp239 M) ditopang oleh pengakuan negative goodwill dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR) sebesar Rp4,5 T. Hal ini mengkompensasi sejumlah kerugian dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total Rp724 M. Adapun core profit meningkat signifikan menjadi Rp573 M selama 2025 (vs. 2024: Rp65 M), didukung ekspansi margin laba kotor.

  • Akuisisi GMR Picu Negative Goodwill Rp4,5 T

DEWA merampungkan akuisisi atas 99,75% saham GMR pada November 2025 melalui realisasi uang muka investasi yang telah dicatat pada laporan keuangan 2024, sehingga tidak melibatkan arus kas tambahan pada 2025. Akuisisi ini menghasilkan negative goodwill sebesar Rp4,5 T yang tercermin pada akun 'other income' yang mencapai Rp3,7 T, berasal dari selisih nilai wajar aset GMR senilai Rp6,7 T dan biaya perolehan senilai Rp844 M, ditambah kepentingan non–pengendali dan liabilitas pajak tangguhan. GMR merupakan operator tambang emas dan tembaga yang masih berada pada tahap eksplorasi dan evaluasi di Aceh, dengan nilai aset eksplorasi dan evaluasi sebesar Rp7 T.

Pencatatan negative goodwill ini dilakukan bersamaan dengan impairment atas piutang dan persediaan, serta penjualan dan penghapusan aset tetap. Selain itu, DEWA kehilangan kendali atas entitas usahanya, PT Dire Pratama, yang bergerak di bidang usaha pelabuhan pada November 2025, sehingga menimbulkan kerugian Rp82 M.

  • Core Profit Tumbuh Signifikan, Didukung Ekspansi Margin Laba Kotor

DEWA mencatat core profit Rp350 M pada 4Q25 (vs. 3Q25: Rp52 M), sehingga core profit selama 2025 mencapai Rp573 M (vs. 2024: Rp65 M). Peningkatan ini didorong oleh ekspansi margin laba kotor menjadi 16,6% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 12,8%) dan 15,1% selama 2025 (vs. 2024: 7,3%). Ekspansi margin terjadi seiring kenaikan pendapatan pada 4Q25 (+13% QoQ/+16% YoY), sehingga pendapatan selama 2025 naik +6% YoY, sejalan dengan ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus). Volume material moved naik +13% QoQ/+5% YoY pada 4Q25 dan +3% YoY selama 2025. Selain itu, beban subkontraktor naik +2% QoQ dan turun -32% YoY pada 4Q25, serta turun -37% YoY selama 2025, sejalan dengan strategi peningkatan porsi pengerjaan in–house.

  • DEWA Catat Manfaat Pajak Penghasilan Bersih

DEWA juga membukukan manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp93 M pada 2025 (vs. 9M25: beban pajak Rp94 M, 2024: beban pajak Rp40 M), akibat adanya pajak tangguhan Rp120 M.

Key Takeaway

Meski dampak konsolidasi GMR bersifat one–off, kami menilai prospek kinerja DEWA ke depan tetap positif. Kami memperkirakan core profit DEWA meningkat menjadi Rp910 M pada 2026 (+59% YoY), didorong meningkatnya porsi pengerjaan in–house menjadi 100% (vs. 9M25: 67%) dan asumsi tambahan volume kontrak sebesar 50 juta bcm dari proyek non–Bengalon dari PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sebelumnya, DEWA mengumumkan akan mempercepat pengambilalihan pekerjaan secara in–house di proyek Bengalon milik KPC mulai April 2026.

Selain itu, investor dapat mencermati perkembangan eksplorasi GMR, yang akan menjadi sumber recurring income bagi DEWA setelah memasuki tahap produksi. Dalam acara Closed Door Meeting Stockbit bersama DEWA, manajemen DEWA menyampaikan bahwa GMR ditargetkan berproduksi mulai 2029.

🏪 AMRT 2025: Laba Bersih +8% YoY, Sesuai Ekspektasi

  • $AMRT: Sumber Alfaria Trijaya mencatat laba bersih Rp1,1 T pada 4Q25 (+46% YoY, +154% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp3,4 T (+8% YoY), sejalan dengan ekspektasi (99% estimasi 2025F konsensus). Lonjakan laba bersih pada 4Q25 dipengaruhi oleh efek low–base pada 4Q24, yang saat itu margin laba kotor tertekan ke level 21,6% (vs. 4Q23: 22,9%, 4Q25: 23,1%). Secara operasional, AMRT mencatat pertumbuhan pendapatan +8% YoY pada 4Q25 seiring ekspansi gerai. Selain itu, margin laba usaha pada 4Q25 meningkat ke level 5% (vs. 4Q24: 3,2%, 3Q25: 1,9%), di tengah pertumbuhan opex yang moderat (+6% YoY). Hasil ini mendorong laba usaha pada 4Q25 mencapai Rp1,6 T (+65% YoY). Sementara itu, AMRT mencatat kerugian dari entitas asosiasi sebesar Rp137 M pada 4Q25, didorong oleh kerugian Alfamart Trading Philippines Inc.
  • $BMRI: Bank Mandiri mengumumkan akan melaksanakan limited review atas laporan keuangan untuk periode 1Q26 sehubungan dengan rencana aksi korporasi perseroan, meski tidak merincinya lebih lanjut. BMRI menyebut bahwa laporan keuangan 1Q26 akan disampaikan paling lambat 2 bulan setelah tanggal laporan keuangan periode 1Q26.
  • $ESSA: Pemegang saham ESSA Industries Indonesia, TP Rachmat, menjual ~60,8 juta saham ESSA dengan harga rata–rata ~Rp754/lembar atau senilai total ~Rp45,9 M pada 26 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung TP Rachmat di ESSA turun dari ~6,05% menjadi ~5,7%. Sebelumnya, TP Rachmat juga telah menjual ~42,2 juta saham ESSA dengan harga rata–rata ~Rp780/lembar atau senilai total ~Rp33 M pada 5 Maret 2026.
  • $GIAA: Garuda Indonesia mengumumkan bahwa pengadilan sipil Prancis pada 25 Maret 2026 telah memberikan keputusan untuk mengakui secara hukum putusan homologasi penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) perseroan di Perancis, sehubungan dengan sengketa antara perseroan dan Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company.
  • $SIDO: Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan kepada Kontan bahwa dirinya akan diusulkan untuk menggantikan David Hidayat sebagai direktur utama perseroan dalam RUPS pada 9 April 2026. Irwan sendiri sebelumnya pernah menjabat posisi direktur utama SIDO pada periode 2013–2016 dan merupakan generasi ketiga keluarga Hidayat. Seiring pergantian direksi, Irwan menjelaskan sejumlah rencana untuk memacu kinerja operasional dan keuangan SIDO, seperti: 1) menerapkan sistem Sido Monitoring Activity Real Time (SMART) guna mengefisienkan proses pengadaan barang, dengan target pemangkasan inventory days dari rentang 2–3 bulan menjadi sekitar 21 hari; 2) memperluas pasar ekspor dengan membangun kantor pemasaran di India dan China, dari sebelumnya baru tersedia di Filipina dan Nigeria; dan 3) merilis platform anyar pada April 2026 untuk menggenjot penjualan 82 produk food supplement yang telah dimiliki sejak 2017.
  • $BJTM: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur mencatat laba bersih bank only Rp93 M pada Februari 2026 (+16% YoY, -17% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 2M26 mencapai Rp205 M (+43% YoY), relatif sejalan dengan kinerja 1M26. PPOP meningkat +12% YoY/+22% YoY pada Februari 2026/2M26, seiring penurunan opex -7% YoY untuk kedua periode tersebut akibat penurunan beban personel -14% YoY/-11% YoY. Net Interest Income naik +1% YoY/+6% YoY pada Februari 2026/2M26, sementara beban provisi tumbuh +16% YoY/+11% YoY. Adapun kredit tumbuh +2% YoY per Februari 2026.
  • $NICE: Adhi Kartiko Pratama mengumumkan bahwa perseroan mendapatkan surat keputusan sanksi administratif dari Kementerian Kehutanan berupa denda senilai ~Rp185,9 M, yang akan dibayarkan oleh perseroan paling lambat 30 hari kerja sejak surat perintah pelunasan tagihan diterbitkan pada 3 Maret 2026. Sebelumnya, NICE mengumumkan pada Januari 2026 bahwa perseroan mendapatkan denda administratif dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, di mana denda tersebut dicatat sebagai biaya yang masih harus dibayar (accrued expense) dalam laporan keuangan periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Top Gainer 🔥

$ENRG$DSNG$TOBA$CUAN
+12,54%+4,58%+4,46%+2,22%

Top Loser 🤕

$INCO$UNVR$TLKM$MBMA
-4,46%-4,12%-3,79%-3,62%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Presiden Donald Trump mengumumkan pada Kamis (26/3) bahwa AS akan menghentikan sementara serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari atas permintaan pemerintah Iran. Trump juga mengeklaim bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan "sangat baik," meski Iran dikabarkan telah menolak proposal awal terkait 15 poin rencana AS untuk mengakhiri perang. Sementara itu, pejabat senior Iran anonim mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS tersebut telah ditinjau oleh pimpinan Iran pada Rabu (25/3). Pejabat tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa meski Iran menilai proposal tersebut hanya melayani kepentingan AS dan Israel, diplomasi antara para pihak belum berakhir.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2026 melandai ke level +8,7% YoY menjadi ~Rp10.089,9 T (vs. Januari 2026: +10% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +14,4% YoY dan uang kuasi sebesar +3,1% YoY.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (26/3) bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta kabinetnya untuk mencari solusi agar harga BBM bersubsidi tetap stabil di tengah kenaikan harga minyak global. Bahlil juga meminta dukungan masyarakat agar mengonsumsi energi secara bijak dan tidak melakukan penimbunan, sehingga stok BBM di dalam negeri bisa stabil. Bahlil menambahkan bahwa stok cadangan minyak Indonesia dengan kapasitas sekitar 21–24 hari masih terus diisi kembali. Sekitar 20% impor minyak mentah Indonesia dari Selat Hormuz pun dialihkan ke sumber lain dan pasokan telah membaik.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pemerintah berencana menaikkan harga patokan mineral untuk nikel, sebagai bagian dari upaya mencari sumber pendapatan baru negara dari sektor mineral. Selain itu, Bahlil menyebut bahwa belum ada keputusan final terkait tarif bea ekspor untuk batu bara dan nikel, di mana pembahasan dengan Kementerian Keuangan masih berlangsung.
  • Nikkei Asia melaporkan bahwa pemerintah Jepang akan mencabut pembatasan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara selama 1 tahun. Wacana ini ditujukan sebagai langkah darurat guna mengantisipasi gejolak harga energi akibat perang Iran.
  • Reuters melaporkan bahwa India akan mengadakan pembicaraan dengan Indonesia, Argentina, dan Oman pada April 2026 untuk meningkatkan pasokan bahan baku pembuatan bajaseperti batu bara kokas dan bijih besi — serta akses teknologi. Pada Januari 2026, pemerintah India mengatakan ingin mengamankan pasokan bahan baku utama seperti batu bara kokas, lithium, kobalt, dan unsur mineral penting lain seiring upaya negara tersebut untuk meningkatkan produksi baja dan mempercepat transisi ke energi bersih. India — yang merupakan produsen baja mentah terbesar kedua di dunia setelah China — bergantung pada impor feronikel untuk pembuatan stainless steel, sementara Indonesia memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji opsi penerapan pajak tambahan untuk produk–produk online asal China seiring derasnya arus barang impor dari China di platform e–commerce. Purbaya mengatakan terdapat laporan bahwa eksportir asal China mendapatkan subsidi ekspor hingga 15% dari pemerintahnya, yang membuat produk lokal di Indonesia sulit bersaing dari sisi harga. Kementerian Keuangan kini tengah melakukan verifikasi atas informasi tersebut.
  • FAP Agri ($FAPA) mengumumkan bahwa PT Prinsep Indo HLD telah menyelesaikan pengambilalihan ~2,9 miliar (79,31%) saham FAPA dari Prinsep Management Ltd. pada 26 Maret 2026. PT Prinsep Indo HLD sendiri merupakan anak usaha Prinsep Management Ltd., sehingga transaksi ini tidak menimbulkan perubahan ultimate beneficial owner (UBO) perseroan. Transaksi ini menjelaskan transaksi crossing saham FAPA senilai ~Rp18,7 T di pasar nego pada Kamis (26/3), di mana transaksi tersebut menyebabkan lonjakan data outflow bagi IHSG.
  • Pyridam Farma ($PYFA) mengumumkan telah meningkatkan investasinya di perusahaan asal Singapura, Asia Venture Capital Holdings Pte. Ltd., melalui pengalihan 97.842 saham dari Meranti Global Investment Pte. Ltd. kepada perseroan senilai ~US$6,58 juta atau ~Rp111,2 M. Pembayaran transaksi ini dilakukan dalam 2 tahap. Setelah transaksi ini, kepemilikan PYFA di Asia Venture Capital Holdings naik menjadi 35,54%. PYFA tidak merinci porsi kepemilikan perseroan di Asia Venture Capital Holdings sebelum transaksi ini terjadi.
  • BUMA Internasional Grup ($DOID) melalui anak usahanya, Bukit Makmur Mandiri Utama Pte. Ltd., membeli ~38,9 juta (2,23%) saham 29Metals Ltd. (ASX: 29M) secara bertahap pada periode 30 Januari–20 Maret 2026 dengan total nilai transaksi ~AU$15,2 juta atau setara ~US$10,7 juta. Setelah transaksi ini, kepemilikan grup perseroan di 29Metals melalui Bukit Makmur Mandiri Utama dan BUMA Australia Pty. Ltd. meningkat dari 19,9% menjadi 22,13%. 29Metals sendiri bergerak di bidang pertambangan tembaga dan mineral penting lainnya.
  • Bank Maspion Indonesia ($BMAS) mendapatkan fasilitas pinjaman hingga US$285 juta dari pengendalinya, Kasikornbank Public Company Limited, yang ditujukan untuk mendukung likuiditas jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit kepada nasabah. Per 27 Maret 2026, BMAS telah merealisasikan total penarikan sebesar US$185 juta, masing–masing US$100 juta pada 17 Maret dan US$85 juta pada 27 Maret 2026.

🔇 IHSG Makin Sunyi

"Kombinasi duit udah habis, takut perang, takut coretax bikin IHSG sepi. Para bandar IHSG pun lagi takut transaksi ini. Terlalu banyak ketakutan. Kapan mau happy lagi kalau semuanya takut?" — skydrugz27

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Transaksi IHSG melebihi Rp32 triliun, namun hanya sekitar Rp12 triliun dari total tersebut yang berasal dari pasar reguler. Stockbitor Skydrugz27 mengamati bahwa hal ini menunjukkan trader ritel masih cenderung waspada, bahkan takut untuk melakukan trading di tengah kondisi global saat ini. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda gencatan senjata atau perkembangan yang jelas turut menambah ketidakpastian di pasar. Selain itu, faktor lain yang meningkatkan kekhawatiran investor antara lain menurunnya supply cash, isu coretax, dan berbagai sentimen negatif lainnya. Bahkan, aktivitas bandar pun terlihat relatif sepi di IHSG. Penasaran bagaimana Skydrugz27 membedah penurunan volume transaksi IHSG ini? Simak selengkapnya di sini!

Sekilas tentang skydrugz27

Skydrugz27 mulai bergabung di komunitas Stockbit sejak tahun 2017. Di Stream Stockbit, ia rajin berbagi insight dalam berinvestasi, terutama bagi para investor karyawan dan mempopulerkan istilah investasi se-lot se-lot. Kamu bisa temukan insight menarik lainnya dari Skydrugz27 di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia ("Stockbit"), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur