⛏️ INCO Incar Peningkatan Kuota RKAB, Progres Proyek On–Track
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 7.307,6 +0,39% | -Rp1,7 triliun | 17.085 +0,47% | 4.753 -0,50% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 98,4 +3,85% | 135,5 -2,17% | 4.642 +1,22% | 17.302 +2,09% |
👋 Stockbitor!
Vale Indonesia ($INCO) mengadakan earnings call pada Rabu (8/4), di mana diskusi pelaku pasar berfokus pada cash cost nickel matte di tengah ketegangan Timur Tengah, peluang kenaikan kuota RKAB dari level 8,1 juta wmt, serta progres ekspansi Pomalaa dan Bahodopi. Berikut poin–poin utamanya:
Nickel Matte: Cash Cost <US$10.000/Ton pada 2026, Pertimbangkan Adopsi Teknologi OESBF
- Manajemen INCO berupaya menjaga cash cost nickel matte di bawah US$10.000/ton selama 2026 (vs. realisasi 2025: US$9.339/ton).
- Manajemen menjelaskan bahwa inventory energi perseroan mencapai ~2 bulan dengan sumber energi terdiversifikasi (air, diesel, dan batu bara) dan inventory sulfur berkisar ~33–35 minggu (8–9 bulan) sebagai buffer.
- INCO juga sedang mengeksplor teknologi OESBF untuk memonetisasi saprolit berkadar rendah, mengoptimasi proses pengeringan pada kiln, dan proses penambangan via EV hauling trucks.
Penjualan Bijih Saprolit: Kuota Terbatas, Premium Melebar
- Dari RKAB sebesar ~8,1 juta wmt, manajemen INCO akan mengalokasikan sekitar 5–6 juta wmt untuk memproduksi bijih saprolit, dengan sisanya (~2 juta wmt) untuk bijih limonit.
- Manajemen mengekspektasikan cash cost ~US$18/ton (termasuk royalti) untuk blok Bahodopi, sementara cash cost untuk blok Pomalaa diekspektasikan lebih rendah karena memiliki skala yang lebih besar.
- Manajemen mengindikasikan harga jual bijih saprolit yang lebih baik pada 1Q26 dibandingkan 4Q25, meski tidak menyebutkan angkanya.
- Terkait potensi revisi RKAB pada periode Juni–Juli 2026, manajemen INCO akan fokus memproduksi bijih nikel seoptimal mungkin sebagai bukti kelayakan menerima kuota tambahan, yang diperkirakan berasal dari realokasi penambang yang underperform. INCO juga sudah menyiapkan stockpile bijih limonit di Sorowako (sisa penambangan saprolit untuk nickel matte) dan melakukan pre–stripping di lokasi tambang.
Limonit & HPAL: On–Track terkait Jadwal, Anggaran, dan Kualitas
- Pomalaa: progres pembangunan tambang 60% per Januari 2026, sementara progres pembangunan HPAL ~53% dengan target beroperasi pada 3Q26. Pengiriman bijih perdana dipercepat 2 bulan menjadi Februari 2026 untuk persiapan uji coba.
- Bahodopi: progres pembangunan tambang hampir rampung (~99% per Januari 2026), sementara progres pembangunan HPAL 21,5% dengan target beroperasi pada 4Q26.
- Sorowako Limonite: masih tahap awal dengan progres pembangunan tambang ~37% per Januari 2026, sementara progres pembangunan HPAL ~17% dengan target beroperasi pada 2Q27.
- Manajemen INCO menjelaskan bahwa pertimbangan utama untuk mengeksekusi opsi kepemilikan di proyek–proyek HPAL bukan hanya terkait EBITDA positif, tetapi juga kualitas smelter HPAL saat beroperasi. Opsi top–up hingga 30% di JV Pomalaa dan Sorowako paling cepat dieksekusi pada 2027 dan sudah dimasukkan ke rencana capex. Sebagai konteks, INCO adalah pemilik minoritas di seluruh proyek HPAL, dengan kepemilikan di Bahodopi sudah final sementara Pomalaa dan Sorowako masih berupa opsi yang belum dieksekusi.
- Untuk merespons kenaikan harga sulfur, INCO akan mendiversifikasi sumber asam sulfat via pirit, gipsum, maupun asam alternatif (asam klorida). Manajemen INCO melihat teknologi HPAL terbaru berpotensi beroperasi dengan jenis input sulfur atau asam yang berbeda.
Key Takeaway
Proyek–proyek pertumbuhan INCO terus berjalan sesuai dengan ekspektasi kami, baik dari segmen penjualan bijih saprolit maupun progres pembangunan 3 smelter HPAL. Salah satu HPAL di Pomalaa bahkan diharapkan mampu selesai lebih cepat 1 kuartal dibandingkan dengan rencana sebelumnya pada 4Q26. Harga jual bijih saprolit yang lebih tinggi pada 1Q26 juga menjadi salah satu highlight positif yang kami catat dalam earnings call ini.
Selain hasil revisi RKAB pada pertengahan tahun ini, potensi kenaikan biaya minyak dan sulfur akibat ketidakpastian geopolitik menjadi faktor risiko baru yang harus dimonitor. Meski demikian, kami menilai bahwa INCO memiliki keunggulan komparatif dari sisi beban biaya, mengingat adanya penggunaan PLTA sebagai salah satu sumber energi dan teknologi HPAL terbaru yang diharapkan dapat meminimalisir efek kenaikan harga sulfur.
🧃 UNVR Dikabarkan Berencana Divestasikan Buavita
- $UNVR: DealStreetAsia melaporkan bahwa Unilever Indonesia berencana untuk mendivestasikan brand jus Buavita, melanjutkan strategi perseroan untuk keluar dari bisnis non–inti dan memprioritaskan segmen dengan pertumbuhan dan margin yang lebih tinggi. Narasumber DealStreetAsia menyebut bahwa UNVR kemungkinan telah menunjuk UBS sebagai penasihat dalam divestasi Buavita, yang juga merupakan penasihat dalam divestasi bisnis teh SariWangi yang dilakukan UNVR pada awal 2026. Narasumber DealStreetAsia menyebut bahwa UBS pada awalnya berencana menggabungkan penjualan SariWangi dan Buavita, tetapi urung dilakukan karena perbedaan kategori produk dan profil calon pembeli. Belum terdapat rincian mengenai rencana transaksi, sementara UNVR dan UBS belum menanggapi kabar ini.
- $MEDC: Medco Energi Internasional mengumumkan guidance 2026 sebagai berikut: 1) produksi migas sekitar 165.000–170.000 boepd (+5,8–9% YoY); 2) biaya produksi migas ditargetkan <US$10/boe (vs. realisasi 2025: US$8,6/boe); 3) penjualan listrik 4.550 GWh (+4,1% YoY); 4) Net Debt–to–EBITDA < 2,5x dengan asumsi mid–cycle harga migas US$65/boe (vs. realisasi 2025: 2x); 5) Return–on–Equity >15% (vs. realisasi 2025: 5%); dan 6) total capex 2026 sekitar US$400–430 juta (vs. realisasi 2025: US$437 juta).
- $UNTR: Nickel Industries Ltd. mengumumkan bahwa operasional penambangan di tambang nikel Hengjaya telah dimulai kembali, menyusul rampungnya investigasi oleh Kementerian ESDM. Sebelumnya, Nickel Industries pada akhir Maret 2026 mengumumkan bahwa seluruh operasional tambang nikel Hengjaya ditangguhkan sementara usai perusahaan melaporkan kecelakaan fatal yang melibatkan pekerja kontrak. Nickel Industries sendiri merupakan entitas asosiasi United Tractors, di mana UNTR menggenggam kepemilikan efektif 20,1% di perusahaan tersebut, berdasarkan laporan keuangan 2025.
- $ARNA: Direktur Arwana Citramulia, Rudy Sujanto, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar +15–20% YoY selama 2026, dengan target pendapatan naik hingga +17% YoY. Target tersebut didukung oleh produksi yang diperkirakan tumbuh +10% YoY seiring rampungnya pembangunan Plant 4D di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Rudy menambahkan bahwa pihaknya akan mengalokasikan capex yang lebih sedikit tahun ini, dengan perkiraan capex sekitar Rp150–200 M, seiring ekspansi kapasitas produksi yang telah digenjot tahun lalu. Dalam kabar terpisah, ARNA akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai total Rp330,4 M, mengindikasikan dividen final Rp45/saham atau setara yield dividen final ~8,5% per Kamis (9/4). Tanggal cum dividen dan pembagian belum diumumkan.
- $NISP: Pemegang saham Bank OCBC NISP pada hari ini, Kamis (9/4), menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp1 T atau Rp45/saham, mengindikasikan dividend yield 3,26% per Kamis (9/4). Jumlah dividen tersebut setara 20,4% dividend payout ratio (vs. 2024: 50%). Cum date dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
- $TRIN: Perintis Triniti Properti menandatangani nota kesepahaman terkait rencana akuisisi kepemilikan saham mayoritas di perusahaan developer, Prime Land, sebagai bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan recurring income dan memperluas portofolio bisnis, khususnya ke sektor hospitality. Prime Land sendiri merupakan developer yang berfokus pada pengembangan hunian, hospitality, dan co–living. Selain mengembangkan proyek villa di Bali dan Yogyakarta, Prime Land juga mengembangkan proyek rumah kos yang menyasar segmen urban dan profesional muda. TRIN tidak merinci lebih lanjut terkait nilai transaksi dalam rencana ini.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$DSSA |
$TPIA |
$BREN |
$TAPG |
| +16,42% | +16,07% | +14,00% | +5,22% |
Top Loser 🤕
$FILM |
$PSAB |
$MBMA |
$MAPA |
| -7,89% | -4,67% | -4,49% | -4,23% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- CNN dan The Guardian melaporkan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4). IRGC Iran menyebut bahwa serangan Israel terhadap Lebanon tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata antara AS–Iran, sementara pemerintah AS membantah bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan tersebut. Sebelumnya, pembukaan Selat Hormuz masuk ke dalam kesepakatan gencatan senjata antara Iran–AS selama 2 pekan yang diumumkan pada Selasa (7/4) waktu AS.
- Bank Dunia memangkas outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi +4,7% YoY pada 2026, berdasarkan laporan terbaru yang dirilis pada Rabu (8/4), lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Januari 2026 di +5% YoY dan pada Oktober 2025 di +4,8% YoY. Pemangkasan outlook Indonesia tersebut sejalan dengan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Timur dan Pasifik yang kini hanya mencapai +4,2% YoY pada 2026 (vs. outlook Jan 2026: +4,4% YoY, outlook Okt 2025: +4,3% YoY), seiring guncangan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang memperparah dampak negatif dari meningkatnya hambatan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan internasional. Pertumbuhan di China — mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini — diperkirakan hanya mencapai +4,2% YoY pada 2026 (vs. outlook Jan 2026: +4,4% YoY, outlook Okt 2025: +4,2% YoY), seiring berlanjutnya ketidakpastian permintaan domestik, tantangan di sektor properti, dan perlambatan global yang menghambat pertumbuhan ekspor.
- Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik sebesar ~449 ribu unit pada Maret 2026 (-17,1% YoY, -23,6% MoM), menandai penurunan penjualan secara tahunan yang pertama sejak Juli 2025. Realisasi ini membuat penjualan motor domestik selama 1Q26 mencapai ~1,6 juta unit (-4,1% YoY), setara 24,1–25,2% target 2026 dari AISI (vs. 1Q25: ~26% realisasi 2025).
- Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pada Rabu (8/4) bahwa pihaknya telah merilis keputusan menteri ESDM terkait batas waktu implementasi mandat pencampuran biodiesel berbasis minyak sawit 50% atau B50. Dalam keputusan yang ditetapkan pada 3 Maret 2026 tersebut, implementasi solar bersubsidi B50 ditargetkan dimulai pada 2027, sementara solar nonsubsidi B50 secara nasional ditargetkan dimulai pada 2028. Belakangan, pemerintah berupaya mempercepat implementasi B50 seiring lonjakan harga minyak akibat perang Iran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada akhir Maret 2026 bahwa pemerintah akan mengimplementasikan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.
- Antara melaporkan bahwa tingkat produksi tambang PT Freeport Indonesia saat ini telah mencapai kisaran 40–50%, setelah penambangan sempat terhenti akibat insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg pada September 2025. PT Freeport Indonesia pun menargetkan operasional dapat kembali mendekati 100% pada akhir 2026 dan mencapai kapasitas penuh pada awal 2027.
- Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa pemerintah berencana melakukan “investasi besar” untuk membangun kilang yang memproduksi bioavtur dari minyak sawit dan minyak goreng bekas. Selain itu, Presiden Prabowo menyebut bahwa pemerintah tengah membentuk perusahaan guna memproduksi sedan listrik, yang ditargetkan mulai berproduksi secara massal pada 2028. Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia akan menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel milik PLN dan berupaya memasang pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW dalam 2 tahun ke depan. Rencana–rencana tersebut akan membantu mengurangi impor bahan bakar, di mana Presiden Prabowo menargetkan Indonesia dapat mengakhiri semua impor bahan bakar dalam 2–3 tahun ke depan. Pertamina sendiri pada Februari 2026 telah memulai proyek perluasan kilang Cilacap untuk meningkatkan produksi bioavtur.
🎨 Sistem Formula-Based Alert Bukan Segalanya
“Karena itu sebagus apapun sistem, sebagus apapun alert, tetap banyak faktor penentu lain. Dengan alert dan sistem yang sama, hasil bisa jadi jauh berbeda. Karena ada perbedaan psikologis, money management, dan pengalaman. Jari dan otak tiap orang itu tidak sama dan bukan mesin industri Jendral.” — HendraSetiawan08
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Trader berpengalaman pasti pernah melihat saham yang bisa mencapai ARA dalam sehari maupun ARB dalam hitungan menit. Dengan alert yang sudah dipasang, ada kemungkinan kita dapat meraih profit besar jika sistem berjalan sebagaimana mestinya. Namun, apakah hal ini sering terjadi? Menurut HendraSetiawan08, sistem hanyalah fondasi dari strategi trading; terdapat banyak faktor eksternal yang dapat mempengaruhi win rate, seperti aspek psikologis, berita tak terduga, perubahan sentimen makro, dan berbagai hal lainnya. Oleh karena itu, sistem alert dan manusia harus bekerja bersama untuk saling melengkapi keterbatasan masing-masing. Dalam sistem komputer, keterbatasannya ada di distribusi, berita, dan faktor eksternal lainnya yang tidak dapat terhitung atau diprediksi. Sementara itu, sebagai trader, keterbatasan kita berada pada pengetahuan, disiplin, dan pengendalian emosi. Hanya dengan kolaborasi antara sistem komputer dan kemampuan manusia, kita dapat mengoptimalkan trading plan masing-masing.Tertarik membaca tulisan HendraSetiawan08 secara lengkap? Simak selengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$DSSA
$TPIA
$BREN
$TAPG
$FILM
$PSAB
$MBMA
$MAPA
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda