English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

💎 Pemerintah Proyeksikan Pusat Finansial Tarik Investasi Rp300–500 T

IHSG naik +0,67%, DSSA Suntik Modal Rp8,5 T ke PT Bali Media Telekomunikasi. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

💎 Pemerintah Proyeksikan Pusat Finansial Tarik Investasi Rp300–500 T

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.912,4 +0,67% -Rp259,4 miliar 18.084 +0,47% 4.114 +0,78%
Oil Coal CPO Nickel
78,4 +0,47% 128,8+0,59% 4.594 -0,33% 16.338 -0,06%

👋 Stockbitor!

Pemerintah dan DPR tengah mempercepat pembahasan RUU terkait pusat finansial internasional Indonesia (PFII) — sebuah kawasan keuangan khusus yang dirancang untuk bersaing dengan hub global seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai — dengan target dapat disahkan sebagai UU pada 21 Juli 2026. Berdasarkan pemberitaan beberapa media, berikut poin–poin penting dalam draf RUU PFII:

  • Beri Sejumlah Insentif, Adopsi Hukum Internasional & Pengadilan Khusus — Bloomberg dan Kontan melaporkan bahwa beberapa insentif yang akan diberikan dalam PFII mencakup tarif efektif pajak penghasilan (PPh) sebesar 0% bagi sejumlah pelaku usaha dan tenaga ahli asing di sektor keuangan, hingga pengurangan PPh badan hingga 100% bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. RUU PFII juga akan memberikan sejumlah kemudahan terkait keimigrasian, pembebasan capital control atau pembatasan devisa, penggunaan valuta asing sebagai mata uang transaksi, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, hingga pengadilan khusus yang mengadopsi hukum internasional.
  • Terpisah dari Pasar Domestik, Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan KhususBloomberg melaporkan bahwa RUU tersebut mengatur agar PFII dipisahkan dari pasar domestik, di mana perusahaan di dalamnya dilarang menghimpun dana publik atau bertransaksi dengan konsumen di luar kawasan. Selain itu, RUU PFII juga dirancang sebagai undang–undang khusus yang memberikan pengecualian terhadap aturan–aturan umum yang ada, di mana salah satunya pengawasan bagi pelaku jasa keuangan di PFII akan dijalankan oleh lembaga khusus yang terpisah dari OJK.
  • Danantara sebagai Salah Satu Sumber Dana — Danantara akan menjadi salah satu sumber modal awal pembentukan PFII di Indonesia. RUU PFII juga mengatur modal awal lembaga pengelola PFII dapat bersumber dari dana tunai, barang milik negara, barang milik BUMN, dan/atau aset lainnya yang sah. Selain Danantara, RUU tersebut juga mengatur bahwa modal awal lembaga pengelola PFII dapat berasal dari sumber lain yang sah. Meski demikian, masih belum diketahui berapa besaran modal awal yang diperlukan dalam pembentukan lembaga pengelola PFII.
  • Bisa Dibangun di Lebih dari 1 Kawasan, tapi Belum Ditetapkan — RUU PFII juga mengatur bahwa pemerintah dapat membentuk PFII di lebih dari 1 kawasan, meski hingga kini lokasinya belum ditentukan. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk membentuk PFII di kawasan ekonomi khusus (KEK) agar implementasi berbagai fasilitas dapat berjalan lebih cepat.

Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa pemerintah memperkirakan PFII bisa menyerap investasi global sekitar Rp300–500 T. Herman menyebut bahwa proyeksi angka tersebut masih berupa perhitungan awal pemerintah dalam skenario moderat dan dapat berubah bergantung pada daya saing PFII dengan pusat keuangan internasional lainnya. Meski pemerintah menawarkan berbagai insentif bagi pelaku usaha dalam pembentukan PFII, Herman menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mematuhi standar perpajakan internasional, termasuk ketentuan global minimum tax.

Key Takeaway

Berdasarkan pemahaman awal kami, dalam konteks persaingan Indonesia dengan pusat keuangan lain, PFII dapat memiliki daya tarik bagi 2 tipe investor, yakni:

  • Kedekatan (proximity) dengan aset underlying — investor yang berinvestasi pada aset/proyek besar di Indonesia seperti smelter nikel di Sulawesi.
  • Repatriasi kekayaanfamily office yang sumber kekayaannya selama ini berasal dari bisnis/operasi di Indonesia.

Sementara itu, lokasi yang nantinya ditentukan sebagai PFII berpotensi membawa sentimen positif bagi emiten terutama emiten propertiyang memiliki aset di lokasi tersebut.

💰 DSSA Suntik Modal Rp8,5 T ke PT Bali Media Telekomunikasi

  • $DSSA: Dian Swastatika Sentosa melalui anak usahanya, PT DSST Mas Gemilang, menyuntikkan modal senilai ~Rp8,5 T kepada entitas usahanya, PT Bali Media Telekomunikasi, melalui penyertaan saham baru. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan PT DSST Mas Gemilang di PT Bali Media Telekomunikasi tidak berubah di level 99,99%. Transaksi ini ditujukan untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. PT Bali Media Telekomunikasi sendiri merupakan pemilik ~24,57% saham XLSMART Telecom Sejahtera ($EXCL).
  • $PGEO: Kontan melaporkan bahwa Pertamina Geothermal Energy melakukan pengeboran (spud–in) sumur eksplorasi pertama untuk PLTP Lumut Balai Unit 3 pada Rabu (8/7) di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan estimasi pengeboran rampung dalam 44 hari. PLTP ini ditargetkan beroperasi pada 2030 dengan kapasitas 55 MW, melengkapi unit 1 dan 2 yang sudah beroperasi dengan total kapasitas 2x55 MW. Proyek Lumut Balai unit 3 dan 4 — yang masing–masing berkapasitas 55 MW — telah masuk ke dalam Green Book 2026 Bappenas, sehingga membuka akses terhadap pendanaan konsesional dari luar negeri masing–masing US$158,9 juta dan US$148,9 juta.
  • $AHAP: Asuransi Harta Aman Pratama berencana menggelar rights issue hingga 3,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50/lembar, rasio 7 saham lama mendapatkan 5 rights, dan efek dilusi hingga 41,67%. Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai Rp175 M, yang ditujukan untuk modal kerja. Pengendali AHAP, PT Asuransi Central Asia, akan melakukan seluruh haknya. Tidak terdapat pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 22 September 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights dijadwalkan pada 28 September–2 Oktober 2026.
  • $SSIA: VP of Investor Relations & Corporate Communications Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman, mengatakan bahwa pihaknya mencatat kenaikan permintaan lahan industri pada 2Q26 menjadi >400 hektare, dibandingkan ~260 hektare pada periode sebelumnya. Erlin menjelaskan bahwa permintaan didominasi oleh sektor otomotif, elektronik, baterai, data center, pergudangan, serta makanan dan minuman. Manajemen SSIA menilai kinerja hingga 1H26 masih sesuai target dan optimistis target penjualan lahan selama 2026 di 74 hektare dapat tercapai. Anak usaha SSIA, Nusa Raya Cipta ($NRCA), telah membukukan kontrak baru Rp1,14 T selama 5M26 (-6% YoY), setara ~29% dari target 2026 di level Rp4 T. Erlin mengatakan pihaknya masih optimistis target kontrak baru NRCA dapat tercapai, mengingat perolehan kontrak baru secara musiman biasanya meningkat pada paruh kedua tahun.
  • $CBDK: Bangun Kosambi Sukses mengumumkan telah menyuntikkan modal kepada anak usahanya, PT Industri Pameran Nusantara, senilai Rp90,1 M melalui penyertaan saham baru. CBDK juga mengumumkan ikut serta dalam penyertaan modal saham baru senilai Rp13,8 M yang diterbitkan anak usaha, PT Samudra Mega Utama. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan CBDK di PT Industri Pameran Nusantara dan PT Samudra Mega Utama masing–masing tidak berubah di level 99,99% dan 99,9%. Selain penyertaan modal, CBDK mengumumkan bahwa PT Industri Pameran Nusantara telah menambah sejumlah bidang usaha baru, antara lain pengelolaan pusat perbelanjaan, penyewaan gudang, penyediaan makanan di bangunan tetap, hingga aktivitas bar.
  • $PRDL: Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan dan laba bersih selama 2026 dapat tumbuh double digit, dengan harapan dapat mencapai angka serupa seperti tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari +20% YoY. Sebagai konteks, PRDL mencatat laba bersih Rp17 M dan pendapatan Rp74,4 M selama 2025. Untuk mencapai target tersebut, Cristina menjelaskan bahwa pihaknya akan meluncurkan beberapa produk diagnostik baru pada 2H26 dan berencana ekspansi jaringan distribusi.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$ARTO $DEWA $RAJA $BRPT
+18,23% +11,41% +10,97% +6,67%

Top Loser 🤕

$TCPI $IMPC $CTRA $NCKL
-8,15% -3,36% -2,75% -2,42%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Juni 2026 akan terkontraksi -4,4% YoY dan -0,8% MoM, yang jika terwujud akan menandai kontraksi secara tahunan dalam 3 bulan beruntun. Pada Mei 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat mengalami kontraksi -3,9% YoY dan -1,5% MoM (vs. April 2026: -3,7% YoY, -11,6% MoM), menandai kontraksi secara tahunan dalam 2 bulan beruntun sekaligus yang terbesar sejak Mei 2023. Kontraksi penjualan ritel pada Mei 2026 juga lebih dalam dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -3,2% YoY dan -0,9% MoM.
  • Gaikindo mencatat bahwa wholesales mobil nasional pada Juni 2026 mencapai 77.550 unit (+32,9% YoY, +12% MoM). Hasil ini membuat wholesales mobil nasional selama 1H26 mencapai 436.564 unit (+15,9% YoY), setara 51,4% target 2026 dari Gaikindo di level 850.000 unit (vs. 1H25: 46,9% realisasi 2025).
  • Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik sebesar 515.136 unit pada Juni 2026 (+1,1% YoY, +7,5% MoM). Realisasi ini membuat penjualan motor domestik selama 1H26 mencapai ~3,1 juta unit (+0,8% YoY), setara 47–49% target 2026 dari AISI (vs. 1H25: 48% realisasi 2025).
  • Bloomberg melaporkan bahwa AS telah melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut–turut. Pusat komando militer AS mengatakan bahwa serangan tambahan tersebut dilakukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia belum tahu apakah operasi militer skala penuh akan kembali dilakukan. Trump juga menyebut akan kembali memblokade pelabuhan–pelabuhan Iran serta meningkatkan operasi militer dengan menargetkan infrastruktur seperti fasilitas desalinasi dan pembangkit listrik, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak akan menghentikan proses negosiasi dengan Iran dan tidak yakin konflik akan kembali berkembang menjadi perang. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan pada Selasa (7/7).
  • Dana Moneter Internasional (IMF) dalam outlook terbaru yang dirilis pada Juli 2026 mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 masing–masing di +5% YoY dan +5,1% YoY, tidak berubah dari estimasi April 2026. Secara global, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia di +3% pada 2026 dan +3,4% pada 2027, berubah dari estimasi April 2026 di level +3,1% dan +3,2%. Inflasi global diperkirakan naik dari 4,1% pada 2025 menjadi 4,7% pada 2026 sebelum turun ke 3,9% pada 2027, direvisi naik masing–masing +0,3 dan +0,2 percentage point dari April 2026, utamanya akibat harga energi dan pangan yang lebih tinggi.
  • Direktur Utama Jaya Sukses Makmur Sentosa ($RISE), Budi Agusti, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya akan menggarap pengembangan kawasan industri di Sumatra melalui PT Tunas Triasa Tangguh, perusahaan yang belakangan ini baru diakuisisi perseroan melalui anak usahanya senilai ~Rp57,6 M dari pihak afiliasi, PT Tancorp Global Sentosa. Kontan melaporkan bahwa PT Tunas Triasa Tangguh memiliki lahan seluas 131 hektare di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, yang rencananya akan dikembangkan menjadi Tanrise Industrial Park Palembang.

Energi: Fondasi Pertumbuhan Dunia Berikutnya

“Secanggih apa pun sebuah AI, ia tetap MEMBUTUHKAN LISTRIK untuk beroperasi. Dan ketika kebutuhan listrik tumbuh jauh lebih cepat dibanding pembangunan pembangkit listrik baru, maka energi akan menjadi salah satu aset paling PENTING di dunia.” — VarelJoanK

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Menurut Stockbitor VarelJoanK, sektor energi adalah sektor yang ada kemungkinan akan melejit di masa depan. Ada beberapa alasan di balik teori tersebut yang ia jelaskan dalam tulisannya: seluruh industri sekarang sedang berekspansi pada produk-produk yang bergantung pada listrik. AI, datacenter, kendaraan listrik; semua perkembangan teknologi zaman sekarang bergantung pada adanya pasokan energi yang kuat dan konsisten. Tanpa ini, banyak produk teknologi tersebut dapat mengalami bottleneck karena kurangnya pasokan energi. Untuk mengatasi masalah ini, beliau mengatakan bahwa ada kemungkinan perusahaan-perusahaan energi akan melakukan ekspansi besar-besaran, yang menjadikan sektor ini sebagai investasi yang layak untuk dilirik. Kamu bisa baca selengkapnya di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur