🌷 BI Rate Dipertahankan di 5,75%, Insentif Hedging Kembali Naik
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 5.328,4 +0,94% | -Rp70,71 miliar | 18.005 +0,10% | 4.138 -0,11% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 110,6 +1,68% | 154,0+0,29% | 4.768 -1,02% | 15.662 +0,86% |
👋 Stockbitor!
Bank Indonesia pada Rabu (21/10) mempertahankan suku bunga BI Rate di level 5,75%, di tengah ekspektasi konsensus yang terbagi antara hold atau naik +25 bps ke level 6%. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena pihaknya menilai kenaikan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps pada Mei–Juni 2026 sudah cukup untuk menjaga ekspektasi inflasi pada target 1,5-3,5%.
Destry mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Bank Indonesia saat ini berfokus pada kebijakan yang lebih ditargetkan untuk mendorong inflow melalui peningkatan insentif hedging. Bank Indonesia pun mengumumkan kenaikan diskon premi DNDF lindung nilai dari 25% menjadi 40% untuk tenor 6 bulan, dari 30% menjadi 45% untuk tenor 12 bulan, serta melanjutkan diskon premi swap lindung nilai sebesar 15–25% untuk tenor 3–12 bulan. Bank Indonesia mencatat bahwa kebijakan insentif hedging ini telah menarik aliran modal asing sebesar US$9,9 miliar sejak Juni 2026.
Selain menarik inflow, Bank Indonesia juga berupaya menjaga kecukupan likuiditas perbankan di tengah pertumbuhan kredit +13,26% YoY per September 2026 yang jauh melampaui pertumbuhan DPK +8,22% YoY, dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) secara bertahap. GWM bank konvensional akan diturunkan dari 9% menjadi 8% pada 1 November 2026 dan menjadi 7% pada 1 Desember 2026, sementara GWM bank syariah diturunkan dari 7,5% menjadi 6,5% pada 1 November 2026 dan menjadi 5,5% pada 1 Desember 2026. Bank Indonesia memproyeksikan penurunan GWM ini akan menginjeksi tambahan likuiditas ~Rp190 T ke sistem perbankan.
Di sisi lain, BI melihat tantangan eksternal semakin besar dan kembali merevisi proyeksi defisit transaksi berjalan (current account) selama 2026 menjadi ke kisaran 1,6–2,4% terhadap PDB, dibandingkan proyeksi sebelumnya di 0,5–1,3% terhadap PDB. Bank Indonesia menyebut pelebaran defisit current account ini dipengaruhi oleh harga minyak global yang masih tinggi seiring konflik di Timur Tengah.
Key Takeaway
Kami menilai keputusan Bank Indonesia ini turut dilatarbelakangi oleh prospek The Fed yang diperkirakan masih akan menahan suku bunganya pada pertemuan 27–28 Oktober 2026. Berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed untuk mempertahankan suku bunga AS pada pertemuan Oktober 2026 berada di level 85% per Rabu (21/10) sore, meningkat dibandingkan level 67% pada sepekan lalu. Saat ini, The Fed baru diperkirakan menaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2026. Investor perlu memantau keefektifan bauran kebijakan Bank Indonesia ini, terutama terkait kestabilan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan. Menyusul keputusan siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup relatif flat di level Rp18.005.
👀 CIMB Group Dikabarkan Sedang Pertimbangkan BNGA Go Private
- $BNGA: CIMB Investment Bank dalam research note–nya pada hari ini, Rabu (21/10), mengatakan bahwa CIMB Group Holdings tengah mempertimbangkan go private dan delisting anak usahanya di Indonesia, Bank CIMB Niaga. Langkah ini didasarkan pada pandangan bahwa valuasi BNGA masih undervalued, di tengah outlook jangka panjang yang positif terhadap Indonesia, khususnya pada kelebihan BNGA di wealth management, corporate banking, konektivitas ASEAN, mass affluent banking, dan perbankan syariah. CIMB Investment Bank juga menyebut terdapat 3 opsi yang sedang dipertimbangkan oleh CIMB Group Holdings untuk memenuhi ketentuan free float BNGA, termasuk penempatan saham kepada investor strategis pada valuasi yang acceptable, re–IPO yang dinilai kurang memungkinkan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini, serta privatisasi yang saat ini dinilai sebagai opsi paling strategis dan kredibel.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources berencana menggelar private placement hingga ~1,5 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga ~9,09%. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja, pengembangan usaha berupa capex dan/atau akuisisi, serta refinancing dan/atau pelunasan kewajiban. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 26 November 2026.
- $DMAS: Puradelta Lestari akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp29/saham, mengindikasikan dividend yield ~13,9% per penutupan Rabu (21/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 13 November 2026.
- $BBCA: Direktur Utama Bank Central Asia, Hendra Lembong, mengatakan pada Rabu (21/10) bahwa pihaknya memperpanjang periode pelaksanaan buyback menjadi 19–23 Oktober 2026, dibandingkan jadwal sebelumnya pada 19–21 Oktober 2026. Buyback ini merupakan bagian dari rencana BBCA untuk buyback saham hingga Rp5 T pada periode 12 Maret 2026–11 Maret 2027, yang telah disetujui dalam RUPST pada Maret 2026. BBCA menjelaskan bahwa perseroan telah melaksanakan sebagian buyback pada April dan Juni 2026, meski tidak merinci jumlahnya maupun sisa dana lebih lanjut.
- $TINS: Timah mendapatkan fasilitas kredit talangan dana devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) hingga Rp4 T dari Bank Mandiri ($BMRI), yang dapat digunakan untuk keperluan umum korporasi, termasuk modal kerja dan pemenuhan kewajiban penempatan dana DHE SDA. Limit fasilitas ini bersifat revolving dengan jangka waktu 12 bulan sejak 20 Oktober 2026. Tenor setiap penarikan disesuaikan dengan sisa jangka waktu instrumen penempatan DHE–SDA, yakni berkisar 3–12 bulan. Fasilitas ini tidak dijamin agunan khusus atas aset perseroan, tetapi mensyaratkan pemblokiran dana DHE–SDA dan/atau dana lain milik TINS.
- $BBTN: Bank Tabungan Negara mengatakan sedang mengkaji opsi buyback saham sebagai salah satu alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal domestik. Evaluasi yang dilakukan mencakup kondisi pasar, kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan ekspansi, serta potensi pemanfaatan saham hasil buyback sesuai ketentuan regulator. BBTN akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika terdapat keputusan terkait wacana buyback saham ini.
- $ASSA: Adi Sarana Armada mendapatkan fasilitas kredit investasi ke–13 senilai Rp500 M dari Bank Central Asia ($BBCA). Fasilitas ini ditujukan untuk membiayai pembelian unit kendaraan yang akan disewakan kepada pelanggan perseroan.
- $AXIO: Tera Data Indonusa akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp8/saham, mengindikasikan dividend yield ~6% per penutupan Rabu (21/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 19 November 2026.
- $CENT: Centratama Telekomunikasi Indonesia bersama 4 anak usahanya mendapatkan fasilitas kredit sindikasi senilai total ~Rp12,5 T dari 14 bank, yang terdiri atas fasilitas rupiah senilai ~Rp3 T dan fasilitas dolar AS senilai ~US$527,3 juta atau ~Rp9,5 T. Fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman berdasarkan perjanjian fasilitas 8 Maret 2022, membayar biaya terkait, serta membayar breakage fee atas pengakhiran rollover hedge di anak usaha, PT Centratama Menara Indonesia. CENT tidak merinci tenor, bunga, maupun jaminan atas fasilitas kredit baru tersebut.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$KPIG |
$MIKA |
$AKRA |
$JSMR |
| +10,71% | +7,81% | +7,02% | +6,82% |
Top Loser 🤕
$BUVA |
$WIFI |
$RATU |
$COIN |
| -6,94% | -6,94% | -6,74% | -6,67% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +13,26% YoY per September 2026 (vs. Agustus 2026: +13,65% YoY, September 2025: +7,7% YoY), lebih tinggi dibandingkan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.
- Bloomberg melaporkan bahwa produsen nikel asal China — termasuk Tsingshan, GEM, Huayou Cobalt, dan Lygend — telah mencapai kesepakatan untuk memangkas output di smelter mereka di Indonesia guna menahan penurunan harga nikel. Kesepakatan ini mencakup pemangkasan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) sebesar 50% dan nickel pig iron (NPI) sebesar 20%. Menyusul kabar ini, harga nikel di di London Metal Exchange (LME) naik sekitar +0,9% ke kisaran US$15.662/ton pada Rabu (21/10) sore.
- Harga minyak Brent naik sekitar +1,7% ke kisaran US$111/barrel pada Rabu (21/10) sore, didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah seiring meningkatnya serangan kepada kapal–kapal yang melewati Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Selasa (20/10) bahwa sebuah kapal tanker raksasa terbakar akibat menabrak ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz saat “melanggar” peraturan Iran. Perusahaan pelacak kapal, Kpler, pada Senin (19/10) melaporkan bahwa setidaknya terdapat 18 serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dalam kurun waktu 2 pekan.
- Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pada Selasa (20/10) bahwa program digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026. Melalui skema ini, perlinsos dan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah akan diberikan dalam bentuk cash transfer dan tidak lagi dalam bentuk barang. Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto, mengatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan Danantara tengah menyiapkan sejumlah strategi fiskal untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun.
- Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, pada Selasa (20/10) memastikan tidak ada perubahan skema pembayaran gaji aparatur sipil negara, menyusul permintaan dari Kementerian Koperasi untuk mengalihkan pembayaran gaji ASN melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Sebelumnya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan pada pekan lalu bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan agar skema pembayaran gaji ASN dilakukan melalui Kopdes.
- Palma Serasih ($PSGO) mengatakan bahwa pabrik kelapa sawit (PKS) milik anak usahanya, PT Nusaraya Agro Sawit, mengalami kebakaran pada Minggu (18/10) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan kegiatan operasional perkebunan PT Nusaraya Agro Sawit tetap berjalan normal dengan mengoptimalkan kapasitas olah dari PKS milik anak usaha PSGO lainnya, sehingga perseroan menilai target kinerja tetap dapat tercapai. Saat ini, proses investigasi mengenai kronologi, penyebab, dan besaran kerugian masih berlangsung, sehingga estimasi kerugian finansial serta jangka waktu pemulihan pabrik belum dapat disimpulkan.
💧 Saham HSC: Risiko Likuiditas di Balik Konsentrasi Kepemilikan Ekstrem
“Saham HSC bukanlah saham terlarang, melainkan saham dengan karakter risiko likuiditas yang berbeda.” — klinikporto
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Per 13 Oktober 2026, tercatat 80 saham HSC dengan konsentrasi kepemilikan 92,60% sampai 99,99%, sehingga saham yang benar-benar beredar di publik tinggal sebagian kecil. Dari jumlah itu, 27 saham terafiliasi dengan konglomerasi besar seperti Sinar Mas, Salim, Djarum, Lippo, CT Corp, Mayapada, dan Bakrie, serta pengendali individu seperti Prajogo Pangestu, Haji Isam, dan Low Tuck Kwong. Sisanya, 53 saham, tidak terafiliasi dengan konglomerasi utama tetapi konsentrasinya sama ekstremnya, dari BSWD di 99,95% hingga BALI di 92,60%. Free float yang tipis membuat order book tipis, sehingga harga mudah bergerak meski transaksinya relatif kecil. BEI berencana menghapus bobot saham HSC dari perhitungan IHSG agar indeks lebih mencerminkan likuiditas riil, dan langkah ini berpotensi menggeser aliran dana pasif dari reksa dana indeks atau ETF berbasis IHSG. Menurut Stockbitor klinikporto, free float dan volume transaksi harian perlu diperhatikan oleh investor, bukan hanya kapitalisasi pasar atau nama besar di belakang saham. Stockbitor klinikporto memetakan 80 saham HSC berdasarkan konglomerasi pengendalinya, lengkap dengan implikasinya bagi investor. Baca selengkapnya di sini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$KPIG
$MIKA
$AKRA
$JSMR
$BUVA
$WIFI
$RATU
$COIN
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda