English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🏭 Pemerintah Buka Peluang Pembatasan Produksi Smelter Nikel

IHSG turun -1,88%, GIAA Dikabarkan akan Cari Pendanaan Tambahan seiring Kenaikan Biaya & Harga Bahan Bakar. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🏭 Pemerintah Buka Peluang Pembatasan Produksi Smelter Nikel

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.031,3 -1,88% -Rp867,3 miliar 17.898 +0,09% 4.147 +0,14%
Oil Coal CPO Nickel
104,4 +4,17% 152,0-0,33% 4.663 +3,07% 15.735 +0,34%

👋 Stockbitor!

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Rabu (7/10) bahwa pihaknya membuka opsi pengetatan moratorium smelter nikel yang menghasilkan produk setengah jadi, yang meliputi feronikel, nickel pig iron (NPI), nickel matte, serta mixed hydroxide precipitate (MHP). Opsi tersebut dipertimbangkan seiring meningkatnya risiko over supply nikel di pasar global.

Sebelumnya, moratorium smelter baru sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 28/2025. Kini, pemerintah mempertimbangkan agar smelter yang sudah beroperasi juga tidak berproduksi penuh selama pasar masih oversupply.

Selain itu, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji kembali arah pengembangan industri nikel nasional, dari semula sekadar memperbesar kapasitas smelter menuju pengembangan industri yang menghasilkan produk hilir secara langsung. Ke depan, Bahlil menyebut bahwa pemerintah akan memilah industri mana yang dilanjutkan dan industri mana yang dimoratorium, dengan prioritas pada industri yang langsung menghasilkan produk hilir. Wacana kebijakan ini masih berupa opsi dan akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan serta–merta memenuhi seluruh kebutuhan smelter selama pasar global masih oversupply. Untuk 2026 sendiri, pemerintah memproyeksikan realisasi produksi bijih nikel akan mencapai ~290 juta ton — lebih tinggi dibandingkan kuota produksi dalam RKAB 2026 yang berada di kisaran 260–270 juta ton — sementara kebutuhan bijih smelter saat ini diperkirakan mencapai ~320 juta ton. Kementerian ESDM mengatakan bahwa kekurangan pasokan bijih dapat teratasi dengan stok existing.

Dari sisi industri, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) juga tidak mendorong pelonggaran pasokan secara menyeluruh. Sekretaris Jenderal APNI, Meidy Katrin Lengkey, menyebut bahwa pihaknya memperkirakan 79 smelter yang ada di Indonesia membutuhkan sekitar 415 juta ton bijih per tahun jika beroperasi penuh. Meidy menilai bahwa kekurangan pasokan bijih nikel tidak bisa diselesaikan dengan menaikkan RKAB secara menyeluruh, melainkan lewat persetujuan revisi RKAB berbasis aspek teknis.

Nikel sendiri menjadi komoditas logam utama dengan kinerja harga terburuk selama 2026. Per Rabu (7/10), harga nikel di London Metal Exchange telah turun -6% YTD ke US$15.735/ton, lebih dalam dibandingkan penurunan emas (-5% YTD), sementara aluminium (+4% YTD), tembaga (+17% YTD) dan timah (+34% YTD) justru mengalami kenaikan harga. Menurut Shanghai Metals Market, pasar kini lebih mengkhawatirkan pelemahan permintaan nikel ketimbang pasokan bijih. Operasional smelter juga terganggu, dengan sebagian smelter di IMIP Morowali memangkas produksi NPI karena gangguan pasokan air seiring kekeringan El Nino. Sementara itu, pasokan bijih dari Filipina sejauh ini masih aman meski ada risiko cuaca.

Key Takeaway

Kami melihat potensi pengetatan produksi nikel ini sebagai upaya pemerintah untuk menjawab lesunya harga nikel global — melanjutkan pengurangan produksi bijih yang sudah dilakukan lewat pengaturan kuota RKAB — mengingat Indonesia menyumbang sekitar dua pertiga produksi tambang nikel dunia. Dari sisi midstream, produksi juga berpotensi tertekan oleh kenaikan biaya energi untuk smelter RKEF dan sulfur untuk smelter HPAL, serta gangguan operasional akibat El Nino.

Kami menilai harga nikel cenderung sudah bottom. Pada akhir 2025, harga sempat jatuh ke US$14.263/ton, namun berbalik naik +31% dalam sekitar lima minggu seiring pemangkasan kuota RKAB 2026. Kini, harga nikel hanya sekitar +10% di atas titik terendah tersebut, sementara pemerintah kembali membuka opsi pembatasan produksi smelter, sehingga kami melihat upside risk lebih besar dibandingkan downside risk.

Dari sektor nikel, $INCO menjadi pilihan utama kami, disusul $MBMA, $NCKL, dan $ANTM. Keunggulan INCO terletak pada 3 hal, yakni: 1) eksposur paling langsung terhadap harga LME, mengingat harga jual nickel matte–nya mengacu pada harga LME; 2) setoran ke negara lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya karena kewajiban bagi laba 10% sebagai pemegang IUPK (di luar royalti dan pajak), sehingga berpotensi memperkuat posisinya saat pengajuan RKAB; dan 3) rencana tambang yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahannya sendiri.

💰 GIAA Dikabarkan akan Cari Pendanaan Tambahan seiring Kenaikan Biaya & Harga Bahan Bakar

  • $GIAA: Bloomberg melaporkan bahwa Garuda Indonesia tengah berencana menambah utang dan telah menegosiasikan perpanjangan tenor pembayaran dengan pemasok bahan bakar utamanya, PT Pertamina, seiring kenaikan biaya minyak dan maintenance yang semakin memperbesar kerugian. Direktur GIAA, Balagopal Kunduvara, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pinjaman dari perbankan dan sumber lainnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. GIAA juga mempertimbangkan untuk melakukan hedging atas biaya bahan bakar dan berencana menggunakan sisa pendanaan senilai US$1,4 miliar dari Danantara pada tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan maintenance pesawat dalam 6 bulan ke depan. Perwakilan GIAA, PT Pertamina, dan Danantara belum mengomentari kabar ini.
  • $WBSA: BSA Logistics Indonesia melalui entitas usahanya, PT Beruang Maritim Indonesia, membeli 2 set kapal tunda dan tongkang dengan nilai total tidak kurang dari Rp48 M dari pihak non–afiliasi.
  • $SOFA: Solusi Environment Asia melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia, mendapatkan pinjaman sebesar Rp16,3 M dari pengendali SOFA, PT Asia Investment Capital. Pinjaman ini ditujukan untuk memenuhi capital call sebesar US$900.000 dari PT Weiming Nusantara Gamma terkait pendanaan proyek waste–to–energy di Bogor Raya. Pinjaman berjangka waktu 5 tahun ini dikenakan bunga 1% per tahun, serta berfungsi sebagai pendanaan sementara sebelum perseroan memperoleh dana dari rencana rights issue.
  • $ADHI: Adhi Karya berencana menjual seluruh kepemilikan atas 47,18% saham PT Jasamarga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur senilai ~Rp1,8 T. Rencana divestasi ini merupakan bagian dari asset recycling dan penataan portofolio BUMN Karya, sejalan dengan arahan Danantara. Langkah divestasi ini juga bertujuan untuk mengembalikan fokus perseroan pada bisnis inti konstruksi, meningkatkan likuiditas untuk pembayaran utang berbunga dan modal kerja, serta membatasi eksposur terhadap potensi kerugian awal operasional jalan tol. Selain itu, ADHI berencana mengubah penggunaan dana atas sisa perolehan dana rights issue yang diterbitkan pada 2022 sebesar ~Rp378,7 M, dari semula ditujukan untuk setoran modal entitas investasi menjadi modal kerja perseroan. Rencana perubahan penggunaan dana rights issue ini akan digunakan untuk mendukung penyelesaian proyek carry–over serta mempercepat penerimaan kas.Kedua rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 13 November 2026.
  • $PLIN: Plaza Indonesia Realty akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp76/saham, mengindikasikan dividend yield ~3%. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 27 Oktober 2026.
  • $BBLD: Buana Finance mendapatkan fasilitas kredit fixed loan senilai Rp150 M dari Bank Ganesha ($BGTG). Fasilitas ini memiliki jangka waktu hingga 48 bulan dan dijamin dengan piutang perseroan. BBLD menjelaskan bahwa dana fasilitas tersebut akan digunakan untuk modal kerja berupa penyaluran pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$KLBF $MIKA $BFIN $AMRT
+2,65% +2,65% +2,16% +2,04%

Top Loser 🤕

$CUAN $COIN $PTRO $INET
-8,93% -7,80% -7,77% -7,52%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Harga minyak Brent naik sekitar +4,2% ke kisaran US$104,4/barrel per Kamis (8/10) sore, seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan di tengah kabar rencana militer AS untuk kembali menyerang Iran dan penghentian sebagian produksi minyak AS akibat badai. The Atlantic melaporkan bahwa pemerintah AS telah meminta Pentagon untuk menyusun opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections). Bloomberg menyebut bahwa laporan The Atlantic tersebut bertentangan dengan anggapan umum bahwa Presiden Donald Trump akan menunda eskalasi konflik dengan Iran hingga setelah midterm elections yang dilaksanakan pada November 2026. Sementara itu, para produsen minyak di Teluk Meksiko telah menghentikan produksinya lebih dari 510.000 barrel per hari — sekitar seperempat dari pasokan di wilayah tersebut — sebagai respons terhadap risiko Badai Isaias, yang diperkirakan akan mendekati pesisir utara Teluk Meksiko pada Jumat (9/10) malam waktu setempat.
  • Reuters melaporkan bahwa pengiriman minyak bunga matahari dari Rusia ke India mengalami gangguan seiring serangan terhadap pelabuhan–pelabuhan di Laut Hitam. Menurut dealer yang berbasis di New Delhi kepada Reuters, gangguan ini membuat volume pengiriman minyak bunga matahari dari Rusia ke India pada Oktober 2026 diperkirakan turun dari rata–rata 250.000 ton per bulan menjadi 160.000 ton. Dengan stok minyak bunga matahari yang menipis seiring penurunan volume impor dalam beberapa bulan terakhir, serta di tengah perkiraan meningkatnya permintaan minyak goreng selama festive season mendatang, Reuters melaporkan bahwa India kini semakin beralih menggunakan minyak kelapa sawit. Reuters mencatat bahwa India telah membeli 150.000 ton CPO hanya dalam waktu 3 hari pada pekan ini untuk pengiriman bulan November dan Desember 2026. Sebagai perbandingan, India mencatat rata–rata impor CPO sekitar 632.000 ton per bulan selama periode 1 tahun hingga Oktober 2025.
  • CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan kepada The Financial Times bahwa pihaknya kemungkinan besar akan menerbitkan laporan keuangan pertamanya pada November 2026, setelah Badan Pemeriksa Keuangan merampungkan audit. Pandu menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengonsolidasikan laporan keuangan dari lebih dari 1.000 BUMN. Pandu juga menambahkan bahwa laporan keuangan Danantara untuk tahun buku 2026 dapat dirilis pada Mei atau Juni 2027.
  • CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan kepada The Financial Times bahwa pihaknya berupaya untuk meningkatkan dukungan institusi domestik terhadap pasar saham, yang mencakup pengambilan saham BEI oleh Danantara menjelang rencana listing BEI dalam 2 tahun ke depan. Setelah Danantara memiliki saham di BEI, Pandu menyebut bahwa Danantara akan bertanggung jawab mendorong pasar saham Indonesia agar menjadi jauh lebih baik dan transparan dari kondisi saat ini. Sebelumnya, BEI telah mengemukakan opsi untuk IPO pasca–demutualisasi, meski belum mengungkap rincian pasti mengenai timelinenya.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia turun secara bulanan ke level 118,1 pada September 2026 (vs. Agustus 2026: 118,5, September 2025: 115). Hasil ini ditekan oleh penurunan sub–indeks penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha, meski sub–indeks pembelian durable goods, ekspektasi penghasilan, dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja meningkat.
  • Gaikindo mencatat bahwa wholesales mobil nasional pada September 2026 mencapai 79.540 unit (+28,1% YoY, -2,7% MoM). Hasil ini membuat wholesales mobil nasional selama 9M26 mencapai 679.020 unit (+21% YoY), setara 79,9% target 2026 dari Gaikindo di level 850.000 unit (vs. 9M25: 69,9% realisasi 2025).
  • Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan motor domestik mencapai 654.343 unit pada September 2026 (+15,4% YoY, +9,7% MoM). Hasil ini membuat penjualan motor domestik selama 9M26 mencapai ~5 juta unit (+3,7% YoY), setara 74,9–78,4% target 2026 dari AISI di kisaran 6,4–6,7 juta unit (vs. 9M25: 75,4% realisasi 2025).
  • Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa pihaknya bersama pemerintah telah merampungkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) No. 27/2026 terkait perlindungan pekerja transportasi online, dengan Kementerian Sekretariat Negara akan merilis peraturan tersebut pada hari ini. Dasco menyebut bahwa peraturan tersebut akan mengatur pengangkutan orang menggunakan ojek online (ojol) roda dua, termasuk mengenai tarif. Selain itu, aturan tersebut juga mencakup pengangkutan barang dan makanan. Bloomberg melaporkan bahwa peraturan tersebut secara resmi menetapkan batas maksimum komisi platform ojol sebesar 8%, di mana kebijakan tersebut telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak Mei 2026. Pemerintah telah menetapkan tenggat waktu 31 Desember 2026 untuk menerbitkan aturan turunan dari peraturan presiden tersebut. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa pihaknya akan menerbitkan peraturan mengenai rincian tarif pengiriman makanan dan pengangkutan barang menggunakan layanan ojol.
  • COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa kawasan industri milik negara di Indonesia akan membebaskan biaya sewa lahan mulai 2027 guna menarik investor asing. Untuk menutupi biaya akibat pembebasan sewa tersebut, kawasan–kawasan industri milik negara akan mengupayakan pendapatan dari biaya fasilitas, seperti listrik, pengolahan air, dan fiber optik. Pengumuman ini disampaikan menjelang rencana penggabungan 23 operator kawasan industri milik negara menjadi 1 entitas tunggal oleh Danantara pada bulan depan, dengan lahan kelolaan seluas sekitar 35.000 hektare.

🤔 Kapan Menjual Saham Right Issue

“Dan pada akhirnya, market maker hanya bisa mengangkat harga untuk sementara. Tetapi yang bisa membawa saham naik bertahun tahun tetap aset, laba, pertumbuhan dan kualitas owner.” — Mirzal

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Pasca Rights Issue, pergerakan harga saham dapat dilihat melalui dua fase utama. Fase pertama adalah fase monetisasi corporate action, ketika setelah RI selesai harga dapat mengalami kenaikan cepat seiring meningkatnya likuiditas, volume, persepsi pasar, dan proses distribusi saham. Pada fase ini, kenaikan harga belum tentu sepenuhnya mencerminkan perubahan fundamental perusahaan, sehingga sebagian investor dapat mempertimbangkan untuk merealisasikan sebagian keuntungan. Fase kedua adalah ketika asset hasil RI mulai benar-benar direalisasikan dan memberikan dampak pada bisnis, seperti peningkatan produksi, pendapatan, laba, dan ekspansi. Pada tahap ini, fundamental mulai mengambil alih pergerakan harga dan dapat membuka peluang rerating yang lebih panjang apabila aset yang masuk berkualitas dan pertumbuhannya terbukti. Stockbitor Mirzal juga menambahkan, jika corporate action berlanjut melalui akuisisi, tambahan aset, atau rights issue berikutnya, siklus pertumbuhan dapat menjadi semakin panjang. Karena itu, kunci utama bukan hanya melihat seberapa tinggi harga dapat diangkat setelah RI, tetapi apakah aset yang masuk benar-benar mampu menghasilkan pertumbuhan. Secara sederhana, fase pertama dapat menjadi momentum untuk mengamankan sebagian keuntungan, sedangkan fase kedua adalah tahap untuk melihat apakah fundamental perusahaan mampu membuktikan cerita dan menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Pada akhirnya, kenaikan harga dapat didorong oleh struktur transaksi dan likuiditas dalam jangka pendek, tetapi yang menopang kenaikan dalam jangka panjang tetaplah aset, laba, pertumbuhan, dan kualitas pengelolaan perusahaan. Stockbitor Mirzal menjelaskan detail beserta contohnya, baca selengkapnya di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur