๐ฐ UNVR: Laba Bersih 9M26 +11% YoY, Didorong Efisiensi Opex & Pos Non–Operasional
Daily Market Performance ๐
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 5.387,9 +1,12% | -Rp1,49 triliun | 18.050 +0,25% | 4.102 -1,15% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 111,7 +2,66% | 155,0+1,64% | 4.793 +0,55% | 16.234 +3,65% |
๐ Stockbitor!
Unilever Indonesia ($UNVR) mencatat laba bersih Rp1,2 T pada 3Q26 (+4% YoY, +49% QoQ), dengan pertumbuhan dari basis operasi yang dilanjutkan mencapai +11% YoY. Total laba bersih selama 9M26 mencapai Rp4,2 T (+26% YoY), sementara laba bersih dari operasi yang dilanjutkan — mengesampingkan profit divestasi — mencapai Rp3,3 T (+11% YoY). Perbandingan kinerja UNVR selama 9M26 dengan ekspektasi konsensus sulit dilakukan karena tidak diketahui seberapa banyak analis yang memasukkan atau mengesampingkan laba divestasi ke dalam angka laba bersih.
Operasional Cenderung Lemah Akibat Tekanan Harga Bahan Baku, Terkompensasi Efisiensi Opex — Pendapatan tercatat solid, tumbuh +7% YoY baik pada 3Q26 maupun 9M26, didorong hampir sepenuhnya oleh volume dengan underlying volume growth (UVG) mencapai +6%/+7% YoY pada 3Q26/9M26. Namun, laba kotor turun -9%/-1% YoY pada 3Q26/9M26 seiring lonjakan harga bahan baku yang mendorong beban pokok pendapatan naik +24%/+15% YoY. Penurunan laba kotor terkompensasi efisiensi opex, terutama ‘marketing and selling expenses’ yang turun -16%/-6% YoY, sehingga laba usaha hanya turun tipis -4%/-2% YoY pada 3Q26/9M26.
Pos Non–operasional Dorong Pertumbuhan Laba Bersih — Selain efisiensi opex, laba bersih turut terdorong oleh pendapatan lain–lain sebesar Rp104 M pada 3Q26, berbalik dari negatif Rp1 M pada 3Q25, yang diatribusikan oleh manajemen terkait pelepasan aset. Sementara itu, beban keuangan tahun lalu juga berbalik menjadi pendapatan keuangan, baik pada 3Q26 maupun 9M26. Terakhir, tarif efektif pajak juga lebih rendah, sehingga turut membantu laba bersih.
Key Takeaway
Kami relatif netral terhadap UNVR, berdasarkan kinerja perseroan pada 3Q26/9M26 serta outlook jangka pendek. Dengan masih tingginya volatilitas harga energi, kondisi supply chain, serta nilai tukar rupiah, kami menilai efisiensi biaya masih akan menjadi andalan untuk mengkompensasi masih tingginya harga bahan baku dalam mempertahankan kinerja dalam waktu dekat. Meredanya volatilitas faktor–faktor yang disebutkan di atas menjadi katalis positif bagi UNVR yang patut untuk dicermati oleh investor, mengingat penjualan UNVR sudah menunjukkan tren positif secara tahunan dalam beberapa kuartal terakhir. Di sisi lain, efisiensi opex yang berkelanjutan — yang di dalamnya termasuk pemangkasan belanja ikan dan promosi — berisiko menekan pertumbuhan volume UNVR ke depan.
♻️ TOBA Dapat Komitmen Investasi SG$555 Juta untuk Ekspansi Bisnis Pengelolaan Limbah
- $TOBA: TBS Energi Utama mengumumkan bahwa sejumlah dana dan akun kelolaan dari HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, berencana melakukan investasi strategis dengan komitmen hingga SG$555 juta atau ~Rp7,8 T pada entitas anak usaha TOBA di bidang pengelolaan limbah, SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. Komitmen investasi tersebut setara ~227,1% dari ekuitas konsolidasian TOBA per 30 Juni 2026. Melalui rencana transaksi ini, SBTH Asia Holdings akan menerbitkan redeemable preference shares yang bersifat non–voting serta synthetic warrants kepada para investor melalui beberapa tahapan, yang mencakup: 1) aggregate subscription sebesar SG$125 juta pada saat penyelesaian transaksi; 2) primary tranche hingga SG$130 juta; dan 3) incremental primary tranche hingga SG$300 juta. Dana hasil investasi akan digunakan oleh SBTH Asia Holdings untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah di kawasan Asia Pasifik, termasuk capex dan akuisisi. SBTH Asia Holdings sendiri merupakan perusahaan induk yang membawahi pengelola limbah Cora Environment Pte. Ltd. dan pengelola limbah medis Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd. — yang masing–masing beroperasi di Singapura — serta pengelola limbah medis, industrial, dan rumah tangga di Indonesia, PT Arah Environmental Indonesia. Rencana transaksi ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 27 November 2026.
- $BNGA: CIMB Group Holdings pada Kamis (22/10) membantah adanya rencana untuk memprivatisasi Bank CIMB Niaga. CIMB Group Holdings menyebut belum ada keputusan yang diambil dan tidak ada usulan resmi terkait potensi privatisasi BNGA. Selain itu, CIMB Group Holdings menegaskan akan terus memenuhi seluruh peraturan yang berlaku, termasuk persyaratan minimum free float saham BNGA di BEI. Sebelumnya, CIMB Investment Bank dalam research note–nya pada Rabu (21/10) mengatakan bahwa CIMB Group Holdings tengah mempertimbangkan go private dan delisting BNGA.
- $BBRI: Bank Rakyat Indonesia berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 22 Oktober 2026–21 Januari 2027. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
- $AMMN: Amman Mineral Internasional berencana buyback hingga ~266,8 juta (~0,37%) saham, dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 22 Oktober 2026–22 Januari 2027. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal. Buyback akan dilakukan melalui PT BCA Sekuritas.
- $MBSS: Mitrabahtera Segara Sejati berencana buyback hingga ~42,2 juta (2,41%) saham dengan alokasi dana hingga Rp200 M pada periode 22 Oktober–31 Desember 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
- $INDY: Indika Energy mengumumkan pembentukan 2 joint venture bernama PT Mentari Bhinneka Nusantara Sumbawa dan PT Mentari Bhinneka Nusantara Timor, yang masing–masing bergerak di bidang pembangkitan listrik energi terbarukan. Kedua joint venture tersebut dibentuk bersama PT Mentari Sinergi Investasi dan PT PLN Nusantara Renewables. Kedua joint venture tersebut masing–masing didirikan dengan modal ditempatkan dan disetor senilai Rp2,5 M, di mana INDY memiliki porsi kepemilikan 33,95% saham di masing–masing entitas secara tidak langsung melalui anak usahanya. Pembentukan kedua joint venture ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha INDY di sektor energi terbarukan.
- $GTRA: Grahaprima Suksesmandiri mendapatkan fasilitas kredit investasi hingga Rp195 M dari Bank Mandiri ($BMRI) untuk pembelian truk komersial baru. Fasilitas ini setara ~44,2% ekuitas GTRA dan memiliki bunga 8,5% per tahun yang dapat berubah sewaktu–waktu sesuai ketentuan BMRI, dengan jangka waktu 98 bulan termasuk availability period 12 bulan dan grace period 2 bulan. GTRA menjelaskan bahwa pembelian truk ditujukan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat, menambah omzet melalui penambahan armada, serta meremajakan kendaraan yang memiliki biaya perawatan tinggi.
- $MDLA: Medela Potentia menandatangani perjanjian untuk membentuk joint venture bernama PT Arion Healthcare International dengan perusahaan asal Hong Kong, WEGO Healthcare (HK) Ltd. Joint venture ini akan bergerak di bidang manufaktur dan penjualan dialiser serta produk dan layanan lain terkait industri hemodialisis, dengan rencana modal dasar awal sebesar Rp180 M dan komposisi kepemilikan 49% untuk MDLA serta 51% untuk WEGO. MDLA belum merinci nilai investasi yang akan disetor perseroan ke perusahaan patungan tersebut, tetapi menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan pasar baru di sektor peralatan medis dan terapi hemodialisis di Indonesia.
๐ Insider Transactions
Top Gainer ๐ฅ
$TOBA |
$MAPI |
$BULL |
$BIPI |
| +24,55% | +10,76% | +10,69% | +9,41% |
Top Loser ๐ค
$COIN |
$GOTO |
$KPIG |
$BRPT |
| -6,67% | -3,85% | -3,23% | -3,03% |
๐ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Bloomberg melaporkan bahwa Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, mengatakan dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh UBS Group AG pada Selasa (20/10) bahwa kasus Indonesia bukanlah masalah indeks, melainkan masalah pasar, serta perlu ada reformasi untuk menyingkirkan “bad actors”. Subramanian juga menyebut bahwa langkah MSCI untuk membuka konsultasi terkait usulan downgrade pasar saham Indonesia ke standalone market didasarkan pada masukan para pelaku pasar, sembari menambahkan bahwa MSCI menerapkan kerangka kerja objektif dalam mencapai kesimpulannya. Subramanian menekankan bahwa keberhasilan Indonesia untuk mencegah penurunan ganda status pasar ke standalone market akan bergantung pada kemampuannya meyakinkan MSCI dan investor global bahwa regulator di Indonesia dapat mengawasi pasar sahamnya secara efektif. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa MSCI telah memberi sinyal kepada pejabat Indonesia dalam pertemuan terbaru di New York dan Jakarta bahwa masalah pasar belum terselesaikan, serta menyarankan Indonesia untuk menyiapkan strategi pencegahan manipulasi pasar selain melalui sanksi keuangan seperti yang dilakukan oleh Hong Kong dan AS. MSCI juga menyoroti kekurangan Indonesia dalam teknologi dan sistem pengawasan untuk mengidentifikasi pola perdagangan tidak wajar dan mencegah penyalahgunaan pasar.
- OJK pada Rabu (21/10) mengumumkan telah menetapkan sanksi terhadap pihak–pihak yang melakukan pelanggaran terkait perdagangan saham Dian Swastatika Sentosa ($DSSA), Barito Renewables Energy ($BREN), dan Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN). OJK menyebut telah mengenakan sanksi denda Rp1,5 T kepada PT SMT terkait kasus perdagangan saham DSSA, sementara sanksi denda sebesar Rp500 M DAN Rp100 M masing–masing dikenakan kepada AH Ltd. dan TC Pte. Ltd. terkait kasus perdagangan saham BREN dan CUAN. OJK menyebut bahwa pengenaan sanksi ini diambil untuk menjaga integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal Indonesia, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi investor. OJK menemukan tindak pidana manipulasi pasar saham DSSA secara terencana dan terstruktur melalui beberapa anggota bursa, yang menyebabkan peningkatan harga saham DSSA secara signifikan. Dalam kasus BREN dan CUAN, OJK menemukan pengaburan identitas pemesan saham saat IPO, yang membuat pihak–pihak yang terafiliasi dengan pengendali memperoleh penjatahan saham dalam jumlah sangat besar, sehingga saham beredar (free float) di pasar menjadi sangat terbatas. Selain sanksi denda kepada pihak–pihak di atas, OJK juga mengenakan sanksi administratif kepada beberapa anggota bursa, termasuk direktur dan sales.
- CIO Danantara, Pandu Sjahrir, pada Kamis (22/10) mengeklaim bahwa pihaknya telah membeli sejumlah saham domestik di tengah anjloknya IHSG dalam beberapa hari terakhir usai MSCI membuka konsultasi usulan downgrade status pasar Indonesia ke standalone market. Meski demikian, Pandu tidak merinci saham yang dibeli maupun besaran nilainya. Sebelumnya, Head of Public Investment Danantara, Rani Piputri, mengatakan kepada Reuters pada bulan ini bahwa pihaknya akan masuk ke pasar saham domestik saat terjadi tekanan pasar, jika langkah tersebut masuk akal dari sudut pandang investasi.
- BEI pada Rabu (21/10) mengumumkan penyesuaian kriteria evaluasi IHSG yang akan mengecualikan saham–saham dalam daftar high shareholding concentration (HSC) dari kriteria seleksi konstituen, efektif pada 2 November 2026. Penyesuaian ini merupakan kelanjutan dari pengumuman BEI pada awal pekan ini yang berencana mengecualikan pergerakan saham–saham HSC dalam perhitungan IHSG, meski saham–saham dalam daftar HSC tersebut tetap dapat diperdagangkan. BEI juga mengubah periode evaluasi dari Maret, Juni, September, dan Desember menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober, sementara hari efektif diubah dari hari bursa pertama bulan Januari, April, Juli, dan Oktober menjadi hari bursa pertama bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar jadwal evaluasi berkala akan segera disesuaikan pada IHSG. Adapun metode perhitungan tetap menggunakan capped free float adjusted market capitalization weighted dengan batas atas (cap) sebesar 9%.
- Managing Director of Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan pada Kamis (22/10) bahwa pihaknya akan menandatangani sejumlah investasi proyek data center berskala besar dalam acara New Asia Forum di Bali pada 3–4 Desember 2026, meski tidak merinci lebih lanjut terkait mitra, lokasi, nilai investasi, maupun kapasitas proyek yang akan dikembangkan. Stefanus juga menyebut bahwa pihaknya meminta investor data center berskala besar dengan kebutuhan daya di atas 500 MW untuk menyiapkan pasokan energi sendiri agar tidak mengganggu pasokan listrik bagi industri dan masyarakat.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Kamis (22/10) bahwa program pembentukan rekening otomatis dengan saldo awal Rp50.000 per rekening akan menyasar 25 juta warga Indonesia dari kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah atau desil 1. Anggaran program ini mencapai Rp1,28 T, dengan pelaksanaan program akan melibatkan Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) dan Bank Syariah Indonesia ($BRIS). Selain memperluas inklusi keuangan, program ini juga ditujukan untuk mendorong efektivitas bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial (perlinsos) dari pemerintah melalui perubahan skema menjadi cash transfer. Sebelumnya, Dewan Ekonomi Nasional menargetkan program digitalisasi perlinsos akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2026.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Rabu (21/10) bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga guna memprioritaskan kebutuhan domestik terlebih dahulu. Pernyataan Bahlil muncul setelah Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada hari yang sama menyebut bahwa Indonesia kini berada dalam mode survival di tengah ketidakpastian geopolitik global.
๐ฅ MSCI Akhirnya Membuka Masalah Sebenarnya: Bukan Sekadar Indeks, tetapi Pasar yang Terlalu Mudah Dimainkan?
“Persoalan pasar saham Indonesia bukan sekadar mempertahankan status Emerging Market, tetapi membangun pasar yang transparan, adil, dan tidak mudah dimanipulasi agar kepercayaan investor tetap terjaga.” — Indra619
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Pernyataan Managing Director MSCI dalam pertemuan UBS Group AG pada 20 Oktober 2026 menegaskan bahwa persoalan pasar saham Indonesia bukan sekadar indeks, melainkan integritas pasar dan perlunya reformasi untuk menindak pelaku yang merusak kepercayaan investor. Salah satu isu yang perlu diperhatikan adalah praktik pom-pom saham, terutama saham berkapitalisasi kecil dengan likuiditas tipis, yang berisiko menyesatkan investor apabila disertai konflik kepentingan tersembunyi, informasi menyesatkan, atau transaksi terkoordinasi untuk menciptakan harga semu. Namun, masalahnya lebih luas, mencakup transparansi kepemilikan, kecukupan free float, konsentrasi transaksi, rekening nominee, dan efektivitas pengawasan. Indonesia dapat mempelajari sistem pengawasan pasar Amerika Serikat dan Hong Kong dengan mengembangkan pengawasan terintegrasi berbasis teknologi, seperti analisis kecerdasan buatan untuk mendeteksi transaksi mencurigakan, penelusuran hubungan antar rekening, serta rekam jejak pesanan dan transaksi yang transparan. Upaya ini perlu didukung tata kelola data, sumber daya manusia yang kompeten, investigasi berbasis bukti, dan penegakan hukum yang konsisten. Menurut Stockbitor Indra619, ancaman downgrade MSCI menjadi momentum bagi BEI, OJK, KSEI, dan lembaga terkait untuk memperkuat transparansi, keadilan, serta kredibilitas pasar modal Indonesia, karena kepercayaan investor global tidak cukup dipulihkan melalui janji reformasi, tetapi harus dibuktikan melalui pasar yang lebih sehat dan sulit dimanipulasi. Baca selengkapnya di artikel ini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$TOBA
$MAPI
$BULL
$BIPI
$COIN
$GOTO
$KPIG
$BRPT
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda