
🪚 Pemerintah Pangkas Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel Tahun 2026
.png)
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.291,0 +1,96% | -Rp526,6 miliar | 16.783 -0,10% | 5.093 +1,23% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 69,7 +1,30% | 116,2 -1,06% | 4.060 -0,85% | 17.490 +0,81% |
👋 Stockbitor!
Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pada Selasa (10/2) bahwa pihaknya akan memangkas total produksi batu bara domestik 2026 ke level di atas 600 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemangkasan sebelumnya di level 600 juta ton sementara realisasi produksi 2025 mencapai 790 juta ton. Tri menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut mempertimbangkan proyeksi permintaan industri dalam negeri dan kebutuhan PT PLN. Tri menambahkan bahwa pemegang izin PKP2B generasi I dan BUMN pemegang izin IUP tidak mengalami pemangkasan kuota produksi 2026. Meski demikian, perusahaan terkait diwajibkan untuk menaikkan porsi domestic market obligation (DMO) menjadi sebesar 30% pada awal tahun ini, dibandingkan kewajiban DMO saat ini di level 25%.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, mengatakan bahwa salah satu anggotanya melaporkan pemangkasan kuota produksi hingga 80% dari total RKAB awal yang diajukan. Secara umum, Gita menyebut bahwa pemangkasan kuota produksi batu bara 2026 bervariasi pada kisaran 40–70%. Menurut Gita, sebagian besar hasil evaluasi RKAB tahap 2 telah diterbitkan, namun masih dimungkinkan untuk dilakukan evaluasi kembali sebelum RKAB resmi terbit dan persyaratan dipenuhi.
Dalam pemberitaan terpisah, Kementerian ESDM resmi memangkas kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi 260–270 juta ton, lebih rendah 29-31% dibandingkan kuota produksi dalam RKAB 2025 sebesar 379 juta ton. Langkah tersebut diambil untuk mendongkrak harga nikel di pasar global yang sempat stagnan pada 2025. Sebelumnya, Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 kemungkinan akan berkisar 250–260 juta ton, yang akan disesuaikan dengan kapasitas smelter.
Bloomberg sendiri melaporkan bahwa PT Weda Bay Nickel hanya memperoleh kuota produksi sebesar 12 juta ton bijih nikel pada 2026, menurun drastis dari kuota 42 juta ton pada 2025. PT Weda Bay Nickel dimiliki oleh Tsingshan Holding Group Co., Eramet SA, dan Aneka Tambang ($ANTM). Bloomberg menambahkan bahwa Eramet telah mengkonfirmasi pengurangan kuota tersebut dan menyatakan rencana untuk mengajukan revisi.
Key Takeaway
Secara umum, kuota produksi yang diumumkan tidak berbeda jauh dengan wacana yang sebelumnya beredar. Namun, angka yang ditetapkan sedikit lebih tinggi dibandingkan wacana sebelumnya, yang kami perkirakan merefleksikan permintaan revisi naik dari para produsen.
Sebagai informasi, perusahaan batu bara yang memegang PKP2B generasi I dan telah diperpanjang menjadi IUPK meliputi Adaro Andalan Indonesia ($AADI), Bumi Resources ($BUMI), dan Indika Energy ($INDY). Sementara itu, perusahaan BUMN dengan IUP meliputi Bukit Asam ($PTBA). AADI dan BUMI masing-masing menguat +3,9% dan +9,7% pada perdagangan Rabu (11/2) sementara INDY dan PTBA masing-masing turun -0,8% dan -1,2%.
Di sisi lain, mayoritas emiten nikel menguat pada perdagangan Kamis (11/2) ini dengan INCO, NCKL dan MBMA masing-masing naik +7,9%, +6%, dan +6,6%
🌏 Sisa Kepemilikan Chengdong di BUMI Kurang Dari 5%
- $BUMI: Berdasarkan data laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Januari 2026, porsi kepemilikan langsung Chengdong Investment Corporation di Bumi Resources turun dari 5,76% menjadi 2,81%.
- $SAME: Pengendali Sarana Meditama Metropolitan, Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), membeli ~979,6 juta saham SAME dengan harga rata–rata Rp308/lembar pada 6-9 Februari 2026. Total nilai transaksi mencapai ~Rp302 M. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung EMTK di SAME naik dari 79,00% menjadi 84,71%.
- $EDGE: Indointernet mengumumkan rencana go private dan melakukan delisting secara sukarela (voluntary) pada Selasa (10/2). Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa persaingan ketat di sektor data center dan fiber optic memerlukan integrasi serta pengambilan keputusan yang lebih cepat — yang sulit dicapai sebagai perusahaan terbuka — serta likuiditas saham yang terbatas sehingga membuat status listing kurang efektif. Perseroan mengatakan bahwa proses go private dan voluntary delisting akan memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik. Harga dan jadwal tender offer belum diumumkan.
- $BTPS: Bank BTPN Syariah mencatat laba bersih sebesar Rp256 M pada 4Q25 (-12% YoY, -15% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp1,2 T (+13% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 97% estimasi FY25F konsensus. Kinerja laba bersih pada 4Q25/2025 didukung oleh penurunan beban provisi (-2% YoY/-36% YoY). Namun, PPOP masih turun -9% YoY/-10% YoY pada 4Q25/2025, seiring dengan penurunan Net Margin Income sebesar -3% YoY pada kedua periode tersebut. Kinerja 4Q25 relatif sejalan dengan tren 2025, namun laba bersih kuartalan tertekan oleh meningkatnya beban non-operasional menjadi Rp52 M pada 4Q25 (vs. 3Q25: Rp859 juta). Sementara itu, pembiayaan per Desember 2025 naik +6% QoQ dan +2% YoY, menandai pertumbuhan tahunan pertama sejak Desember 2023. Untuk 2026, BTPS menargetkan pertumbuhan laba bersih pada kisaran high single digit.
- $MEDC: Medco Energi Internasional mengumumkan bahwa anak usahanya, Medco Asia Pacific Limited, telah ditunjuk sebagai operator Kontrak Bagi Hasil Cendramas di lepas pantai Malaysia oleh PETRONAS, bersama mitra DIALOG Resources dan EnQuest Petroleum Production Malaysia. Penunjukan ini masih tergantung pada pelaksanaan PSC, Perjanjian Operasi Bersama, dan persyaratan lain yang ditetapkan PETRONAS.
- $INRU: Toba Pulp Lestari mengumumkan telah menerima Keputusan Menteri Kehutanan No. 87/2026 tanggal 26 Januari 2026 tentang pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Sumatera Utara. Merespons keputusan tersebut, perseroan telah menghentikan kegiatan pemanfaatan hutan di area PBPH dan sedang memenuhi kewajiban finansial kepada pemerintah. Perseroan menghormati dan mematuhi sepenuhnya keputusan serta peraturan yang berlaku. Meski demikian, manajemen yakin kelangsungan usaha tetap terjaga melalui mitigasi strategis, sehingga laporan keuangan tetap disusun menggunakan asumsi kelangsungan usaha (going concern).
- $NPGF: Direktur Utama Nusa Palapa Gemilang, Ujang Suparman, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +20% YoY pada 2026. Target tersebut didukung oleh keberhasilan NPGF dalam mengamankan kontrak senilai Rp217 M dari segmen perkebunan kelapa sawit pada awal 2026. Ujang menjelaskan bahwa nilai kontrak tersebut setara dengan ~97% dari total pendapatan perseroan pada 2025.
Top Gainer 🔥
$RAJA | $RATU | $PTRO | $CUAN |
| +21,52% | +19,90% | +19,25% | +17,38% |
Top Loser 🤕
$CMRY | $INDF | $BRIS | $SIDO |
| -5,65% | -2,90% | -2,04% | -1,87% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- MSCI mengumumkan evaluasi untuk indeks saham Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap, dengan tanggal efektif pada 28 Februari 2026. Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, MSCI mengumumkan penerapan perlakukan sementara untuk pasar Indonesia, yang mencakup pembekukan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Oleh karena itu, evaluasi kali ini hanya mencakup penghapusan (deletions) konstituen dari indeks dan perpindahan turun antar–indeks segmen ukuran. Berikut adalah rinciannya:
- COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Selasa (10/2) bahwa pihaknya tidak melakukan akuisisi terhadap PT Agincourt Resources (PTAR), entitas usaha United Tractors ($UNTR), terkait isu pencabutan izin usaha tambang emas Martabe. Dony menyebutkan bahwa status hukum PTAR masih dalam proses dan terbuka kemungkinan untuk diajukan banding. Secara terpisah, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga mengatakan bahwa pihaknya belum mencabut izin usaha PTAR. Saat ini, Kementerian ESDM tengah melakukan kajian atas rekomendasi pencabutan izin tersebut, dengan mempertimbangkan aspek penciptaan lapangan pekerjaan serta pertumbuhan ekonomi di kawasan pertambangan.
- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan kepada Bloomberg bahwa produksi CPO Indonesia diperkirakan meningkat sebesar +2–3% YoY pada 2026, melambat dibandingkan pertumbuhan +8% YoY pada 2025. Perlambatan ini disebabkan oleh banyaknya perkebunan yang menua, serta banyaknya porsi pohon yang belum menghasilkan (immature trees). Pada 2025, produksi CPO tercatat sebesar 51,98 juta ton, sedangkan total produksi minyak sawit, termasuk crude palm kernel oil, mencapai 56,91 juta ton. Ekspor CPO naik +8,7% YoY menjadi 32,12 juta ton, sementara konsumsi domestik meningkat +3,8% YoY menjadi 24,76 juta ton akibat mandat biodiesel B40.
- Bloomberg melaporkan bahwa VinFast telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah mitra di Indonesia, termasuk K3, Citra Abadi Sedaya, PT Bevos Auto Mandiri, dan PT Sapta Jaya. Langkah ini merupakan bagian dari rencana VinFast untuk memasuki pasar skuter listrik (e–scooter) di Indonesia. VinFast berencana menghadirkan sejumlah model battery–swapping e–scooter yang telah tersedia (existing), serta berbagai model baru yang belum diluncurkan.
💎 Intrinsic Value dan Potensi Cuan Multibagger
"Mau cuan multibagger tidak harus MSCI2 an saja. Tjoe Ay pernah ajarin saya, kenapa suatu saham naik untuk turun lagi, sementara ada saham yang naiknya bisa sustain. Jawabannya flow." — Hauw2x
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Indonesia memiliki pasar modal yang cukup bergantung pada investasi asing. Oleh karena itu, penilaian dari lembaga seperti MSCI, FTSE, dan indeks global lainnya memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap IHSG. Dalam tulisannya, Stockbitor Hauw2x menjelaskan bahwa menurutnya flow adalah kunci untuk menganalisis fundamental sebuah saham. Menurutnya, intrinsic value sebuah perusahaan merupakan salah satu indikator terpenting dalam menentukan apakah harga sahamnya akan naik atau turun. Hal-hal yang dapat memengaruhi intrinsic value tersebut antara lain corporate action, suntikan modal, maupun akuisisi inorganik. Ingin membaca lebih lanjut bagaimana Hauw2x menjelaskan cara mencari saham multibagger? Baca selengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$RAJA
$RATU
$PTRO
$CUAN
$CMRY
$INDF
$BRIS
$SIDO
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda