English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

πŸ“ˆ KLBF: Potensi Upside +21% Usai Oversold

IHSG naik +1,96%, BBRI 5M26: Laba Bersih Bank–Only +10% YoY; Normalized Net Profit -13% YoY. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

πŸ“ˆ KLBF: Potensi Upside +21% Usai Oversold

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance πŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.999,0 +1,96% -Rp299,0 miliar 17.925 -0,10% 4.002 -0,17%
Oil Coal CPO Nickel
73,0 -1,14% 127,5-1,20% 4.558 -1,62% 16.818 -2,06%

πŸ‘‹ Stockbitor!

Dengan sentimen market yang mulai membaik seiring melandainya harga minyak global dan menguatnya nilai tukar rupiah, kami melihat Kalbe Farma ($KLBF) sebagai salah satu saham yang berpotensi pulih signifikan, didorong beberapa faktor berikut:

  • Fundamental: Reaksi Berlebihan Market terhadap Dampak Laba Bersih KLBF

Sejak dimulainya perang AS–Iran, harga saham KLBF telah terkoreksi -31% per Selasa (23/6), didorong kekhawatiran market terkait potensi anjloknya profitabilitas dan laba bersih perseroan seiring kombinasi eksposur yang tinggi terhadap harga minyak dan nilai tukar rupiah, yang langsung meningkatkan beban bahan baku KLBF.

Dari sudut pandang fundamental, kami menilai penurunan harga saham KLBF sebagai reaksi berlebihan (overreaction). Berdasarkan estimasi kami, potensi dampak kenaikan harga minyak serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap laba bersih 2026F hanya sekitar -22% pada skenario yang bearish, lebih rendah dari koreksi saham yang telah terjadi. Skenario tersebut merefleksikan downgrade level pertumbuhan laba bersih 2026F KLBF dari sekitar +8% YoY berdasarkan guidance manajemen perseroan menjadi -14% YoY.

Selain potensi dampak terhadap kinerja yang tidak separah koreksi harga sahamnya, harga minyak dan nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda–tanda reversal, sehingga dampak terhadap kinerja laba bersih 2026F bahkan berpotensi lebih ringan dibandingkan -22%. Kami sendiri memproyeksikan laba bersih 2026F KLBF akan berada di level Rp3,45 T, mempertimbangkan dinamika terkini dari harga minyak dan nilai tukar rupiah (current scenario/base–case). Asumsi–asumsi utama dari skenario bearish maupun base–case dapat dilihat pada tabel di atas.

  • Teknikal: Studi Historis Kaitan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah & KLBF Indikasikan Potensi Pemulihan Harga Saham

Analisis pergerakan USDIDR — yakni, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah — sejak 2016 menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar yang signifikan (setidaknya 7%) memiliki korelasi negatif yang kuat dengan harga saham KLBF. Dari 10 episode di mana USDIDR bergerak signifikan, 8 di antaranya dibarengi dengan pergerakan harga KLBF yang juga signifikan di arah yang berlawanan (lihat tabel di bawah). Artinya, ketika nilai tukar rupiah melemah secara signifikan, harga KLBF cenderung turun, begitupun sebaliknya. Dengan kecenderungan historis seperti itu, kami menilai terdapat probabilitas yang besar bahwa harga KLBF dapat pulih signifikan seiring potensi penguatan lanjutan pada nilai tukar rupiah.

Photo by: Stockbit

Key Takeaway

Berdasarkan proyeksi laba bersih 2026F KLBF di level Rp3,45 T (EPS Rp76) per Selasa (23/6), KLBF diperdagangkan pada valuasi 10x P/E, sekitar -2,5 standar deviasi di bawah rata–rata historis 5 tahun. Menggunakan asumsi konservatif di mana valuasi KLBF pulih ke level -2 standar deviasi historis (~12,1x), hal tersebut ekuivalen dengan harga ~Rp920/saham, mengimplikasikan upside +21% dari harga penutupan Selasa (23/6). Sementara itu, risiko utama dalam tesis kami mencakup: 1) kembali naiknya harga minyak, misalnya jika kesepakatan damai antara AS–Iran batal; dan 2) pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah atau hanya menguat secara terbatas, misalnya jika The Fed menjadi lebih hawkish.

🏦 BBRI 5M26: Laba Bersih Bank–Only +10% YoY; Normalized Net Profit -13% YoY

  • $BBRI: Bank Rakyat Indonesia mencatat laba bersih bank–only sebesar Rp4,5 T pada Mei 2026 (+24% YoY, +12% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 mencapai Rp20,4 T (+10% YoY). Laba bersih pada Mei 2026 terdongkrak pendapatan dividen sekitar ~Rp4 T, sementara mayoritas pendapatan dividen pada tahun lalu baru baru masuk pada Juni 2025. Mengesampingkan pendapatan dividen tersebut — agar perbandingan lebih apple–to–apple — laba bersih bank–only BBRI selama 5M26 turun -13% YoY. Penurunan laba ini disebabkan oleh kenaikan opex +13% YoY serta beban provisi +8% YoY. Berbeda dengan 3 big banks lainnya, beban provisi bank–only BBRI mengalami kenaikan berturut–turut pada April 2026 (Rp3,8 T) dan Mei 2026 (Rp4,4 T) dibandingkan level Maret 2026 (Rp3,3 T), yang dapat mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga energi akibat perang AS–Iran lebih terlihat di segmen UMKM dibandingkan segmen korporasi sejauh ini pada 2Q26.
  • $BRIS: Bank Syariah Indonesia mencatat laba bersih Rp589 M pada Mei 2026 (+12% YoY, -3% MoM). Hasil ini membuat laba bersih selama 5M26 mencapai Rp3,4 T (+17% YoY), setara 40% estimasi 2026F konsensus (vs. 5M25: 38% realisasi 2025). Kinerja laba bersih selama 5M26 masih sejalan dengan tren kinerja 1Q26, di mana pertumbuhan laba bersih didukung oleh kenaikan Fee Based Income (FBI) dan Net Margin Income serta penurunan beban provisi. Kenaikan FBI selama 5M26 didorong oleh pertumbuhan pendapatan fee dan administrasi (+15% YoY), yang kami duga disebabkan oleh kenaikan jumlah nasabah emas digital BRIS. Pembiayaan sendiri tumbuh +15% YoY per Mei 2026 (vs. April 2026: +16% YoY, Mei 2025: +15% YoY), sejalan dengan guidance 2026F manajemen.
  • $MAPI: Wakil Direktur Utama Mitra Adiperkasa, Virendra Prakash Sharma, mengatakan dalam pemaparan publik pada Rabu (24/6) bahwa baik MAPI maupun MAP Aktif Adiperkasa ($MAPA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di kisaran high single–digit pada 2026. Perseroan menganggarkan capex Rp2 T dan berencana membuka sekitar 550–600 toko baru selama 2026 (vs. realisasi 2025: 616 toko). Sharma juga mengatakan bahwa MAPI akan membuka toko pertama Ace Hardware pada Juli atau Agustus 2026.
  • $UNTR: Entitas asosiasi United Tractors, Nickel Industries Limited (ASX: NIC), mengumumkan akuisisi saham minoritas di 2 smelter HPAL di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park. Dalam keterbukaan informasi di bursa Australia, Nickel Industries mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 17,5% saham di PT Teluk Metal Industry senilai US$169 juta, di mana pendanaan transaksi ini akan berasal dari kas internal serta opsi tambahan utang dari Shanghai Decent selaku pemegang saham terbesar Nickel Industries. Selain itu, Nickel Industries mengumumkan akan mengakuisisi 36% saham di PT Chengsheng New Energy dengan valuasi US$241,6 juta, di mana transaksi ini tidak melibatkan kas dan dilakukan melalui monetisasi atas 18% saham di 2 perusahaan tambang Proyek Sampala. PT Teluk Metal Industry diperkirakan memberikan kontribusi produksi kepada Nickel Industries sebesar 6.775 ton nikel MHP per tahun setelah mencapai kapasitas produksi penuh paling lambat pada September 2027, sementara PT Chengsheng New Energy diperkirakan akan memberikan kontribusi produksi sebesar 10.208 ton nikel MHP per tahun pada kapasitas produksi penuh dengan perkiraan mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
  • $NICL: PAM Mineral mengumumkan telah menyuntik modal senilai Rp350 M di perusahaan afiliasi yang bergerak di bidang pertambangan nikel, PT Sumber Mineral Abadi, melalui penyertaan modal yang setara kepemilikan 30% saham. Sebelumnya, NICL tidak termasuk dalam pemegang saham PT Sumber Mineral Abadi. Total nilai transaksi ini setara ~45,1% dari total ekuitas NICL per 31 Desember 2025. PT Sumber Mineral Abadi memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektare, yang berlaku hingga November 2040.
  • $TBLA: Tunas Baru Lampung akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp360,2 M atau Rp60/saham, setara ~40% dividend payout ratio (vs. 2024: ~40%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~8,9% per Kamis (25/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Juni 2026, sementara pembayaran pada 22 Juli 2026.
  • $GGRM: Gudang Garam akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,5 T atau Rp800/saham, setara ~99% dividend payout ratio (vs. 2024: ~98%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~4,7% per Kamis (25/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Juli 2026, sementara pembayaran pada 23 Juli 2026.
  • $DVLA: Darya–Varia Laboratoria akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp64/saham, mengindikasikan yield dividen final ~4% per Kamis (25/6). Cum dividen final di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 29 Juni 2026, sementara pembayaran pada 22 Juli 2026. Sebelumnya, DVLA telah membagikan dividen interim Rp41/saham pada November 2025, sehingga total dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai ~71,7%.
  • $BNGA: Bank CIMB Niaga mencatat laba bersih bank–only Rp431 M pada Mei 2026 (-10% YoY, -21% MoM). Hasil ini membuat laba bersih bank–only selama 5M26 mencapai Rp2,7 T (-1% YoY), setara 38% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 5M25: 40% realisasi konsolidasi 2025). Ini menandai pertama kalinya BNGA mencatat kontraksi laba bersih bank–only secara kumulatif sejak 8M25. Beban provisi turun pada Mei 2026, tetapi masih naik +35% YoY selama 5M26. Selain itu, kinerja laba bersih juga ditekan oleh pertumbuhan Non–Interest Income yang termoderasi ke level +18% YoY (vs. 4M26: +25% YoY). Adapun pertumbuhan kredit sedikit menguat menjadi +4% YoY per Mei 2026 (vs. April 2026: +2% YoY, Mei 2025: +8% YoY), meski Net Interest Income tercatat flat (-1% YoY).
  • $SMDR: Kontan melaporkan bahwa Samudera Indonesia akan pembagian dividen final tahun buku 2025 senilai Rp155,6 M atau Rp9,5/saham, mengindikasikan yield dividen final ~3,3% per Kamis (26/6). Cum date dan tanggal pembayaran belum diketahui. Sebelumnya, SMDR telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp2,5/saham pada Agustus 2025.

πŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer πŸ”₯

$FILM $INET $MIKA $HEAL
+14,10% +11,70% +8,78% +8,64%

Top Loser πŸ€•

$INDY $ADMR $MTEL $PTBA
-3,53% -3,12% -2,43% -2,07%

 πŸ”₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa Badan Gizi Nasional menargetkan untuk kembali mengurangi setidaknya 15% anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini di level Rp268 T, atau setara Rp40 T, setelah menemukan adanya inefisiensi. Reuters menyebut bahwa informasi tersebut didapat dari 2 narasumber anonim, dengan salah satu di antaranya mengatakan pemotongan anggaran MBG pada tahun ini bisa mencapai Rp50 T. Kedua narasumber tersebut mengatakan bahwa jumlah pengurangan anggaran secara pasti belum diketahui. Narasumber ketiga Reuters mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional dapat mengurangi jumlah penerima MBG dari 62,5 juta menjadi 49 juta, meski evaluasi masih berlangsung dan dapat berubah. Menanggapi kabar ini, juru bicara Kementerian Keuangan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya sedang menunggu rencana penyesuaian anggaran dari Badan Gizi Nasional dan akan berkoordinasi dalam setiap pelaksanaannya. Badan Gizi Nasional dan kantor kepresidenan belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada pertengahan Mei 2026 bahwa pemerintah telah memangkas pagu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T.
  • Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, pada Rabu (24/6) membantah laporan Bloomberg yang menyebut bahwa kementerian tersebut akan menaikkan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 dari 260 juta ton menjadi 360 juta ton. Sebelumnya, narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota produksi bijih nikel menjadi 360 juta ton. Dalam berita lanjutan yang dirilis Bloomberg, juru bicara Kementerian ESDM mengatakan bahwa pihaknya belum memfinalisasi jumlah kenaikan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026. Perusahaan tambang nikel sendiri dijadwalkan mengajukan permohonan revisi RKAB pada awal bulan depan.
  • Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pihaknya telah menarik saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di himpunan bank milik negara (Himbara) secara bertahap. Astera tidak merinci sejak kapan proses penarikan dilakukan maupun jumlah dana yang telah dikembalikan ke kas pemerintah. Sebelumnya, Purbaya pada akhir Februari 2026 menyebut bahwa penempatan dana SAL sebesar Rp200 T di Himbara akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026. Dana SAL sendiri mulai ditempatkan oleh pemerintah di Himbara sejak September 2025. Pada April 2026, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa total penempatan dana SAL di Himbara mencapai ~Rp300 T.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (25/6) bahwa proyek LNG Abadi milik Inpex (TYO: 1605) di blok Masela dapat memulai konstruksi pada 2027, setelah menyelesaikan fase final investment decision. Bahlil menyebut bahwa pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan mulai berproduksi pada 2029. Sebelumnya, Project Director Inpex untuk proyek Abadi, Jarrad Blinco, mengatakan pada Februari 2026 bahwa pihaknya berencana memulai proses tender engineering untuk proyek LNG Abadi di blok Masela pada pertengahan 2026. Pada Maret 2026, Petrosea ($PTRO) mengumumkan bahwa konsorsium perseroan bersama PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya telah menandatangani kontrak pekerjaan konstruksi onshore senilai ~Rp989 M dengan jangka waktu 36 bulan untuk proyek Abadi milik Inpex di blok Masela.
  • Bloomberg Technoz melaporkan bahwa PT Gunbuster Nickel Industry, salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi nickel pig iron sebesar 1,8 juta ton per tahun, berada dalam status PKPU sementara di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. PKPU sementara merupakan kondisi penangguhan pembayaran utang dan proses restrukturisasi yang diawasi pengadilan. Kabar ini muncul berselang kurang dari 4 bulan setelah Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pada Maret 2026 bahwa PT Gunbuster Nickel Industry termasuk dalam 3 smelter di Indonesia yang mengalami penurunan kinerja akibat pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026, meski dalam perkembangannya perwakilan manajemen PT Gunbuster Nickel Industry menyebut bahwa pernyataan Meidy merupakan informasi yang salah dan operasional perusahaan masih berjalan secara normal. Pada Februari 2025, Bloomberg melaporkan bahwa PT Gunbuster Nickel Industry telah memangkas produksi dan hampir menutup secara total produksinya. Laporan Bloomberg pada Februari 2025 muncul beberapa bulan setelah perusahaan induk PT Gunbuster Nickel Industry di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co., mengalami kebangkrutan. Jiangsu Delong Nickel Industry sendiri merupakan produsen stainless steel terbesar ketiga di China. Berdasarkan laporan Reuters pada Juli 2024, salah satu faktor yang mendorong kebangkrutan Jiangsu Delong Nickel Industry adalah memburuknya kinerja joint venture milik perusahaan tersebut di Indonesia akibat penurunan harga feronikel dan meningkatnya biaya material pada akhir 2023.
  • Harga minyak Brent turun sekitar -4,3% ke kisaran US$73,7/barrel pada Rabu (24/6) dan lanjut turun ke kisaran ~US$73/barrel per Kamis (25/6) sore. Harga minyak Brent tersebut hanya lebih tinggi sekitar +1% dari harga sebelum perang AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Penurunan harga minyak didorong oleh meningkatnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, di tengah sinyal kemajuan negosiasi damai antara AS–Iran. Optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai juga kembali mendorong aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz. Sebelumnya, pemerintah AS telah memberikan relaksasi sementara bagi pembelian minyak Iran. Langkah ini berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar, meski kendala pendanaan dan asuransi diperkirakan masih akan membatasi volume ekspor.
  • Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa pemerintah akan memberi waktu selama 3 bulan kepada operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk menghabiskan stok biodiesel dengan campuran minyak sawit 40% atau B40 dan beralih ke campuran 50% atau B50. Eniya menyebut bahwa semua operator SPBU akan memasok biodiesel B50 mulai 1 Oktober 2026, sembari menambahkan bahwa pemerintah masih menyelesaikan rincian alokasi minyak sawit untuk program tersebut. Sebelumnya, pemerintah memastikan akan meluncurkan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026.
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan pada Rabu (24/6) bahwa pemerintah resmi menyetujui perpanjangan maksimum tenor kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi melalui skema Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjadi hingga 40 tahun. Selain memperpanjang tenor kredit, Maruarar juga menyebut bahwa pemerintah akan mempertahankan suku bunga KPR rumah subsidi tapak di level 5%, meski suku bunga acuan BI Rate telah mengalami kenaikan 100 bps dalam sebulan terakhir. Pemerintah juga menetapkan bunga sebesar 6% untuk rumah susun subsidi. Maruarar menambahkan, pemerintah mendorong BP Tapera untuk meningkatkan kinerja penyaluran pembiayaan perumahan, di mana tahun ini pemerintah telah menyiapkan kuota pembiayaan sebanyak 350.000 unit rumah subsidi.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan mekanisme PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk menjaga keterjangkauan harga rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), meski besaran PPN DTP dan skemanya secara rinci belum diumumkan.

πŸͺ™ Kesempatan Jangka Panjang untuk Beberapa Komoditas

“Saya melihat aset-aset yang memiliki cerita struktural yang kuat, tetapi sedang mengalami tekanan karena kekhawatiran jangka pendek. Dan seperti yang sering saya sampaikan sebelumnya, kesempatan terbaik biasanya muncul ketika narasi jangka pendek MENUTUPI prospek jangka panjang.” — VarelJoanK

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Tentunya, sebagai investor kita selalu sedang berburu saham unggulan berikutnya. Stockbitor VarelJoanK menulis mengenai komoditas yang menurutnya akan meningkat permintaannya dalam jangka panjang. Ketiga komoditas tersebut adalah tembaga, aluminium, dan emas. Beliau memilih ketiga komoditas ini dengan berbagai alasan: dengan narasi geopolitik saat ini dan proyeksi harga komoditas yang akan naik karena meningkatnya kebutuhan produksi komponen chip AI dan elektronik lainnya, harga ketiga komoditas ini dinilai menarik. Setelah mengalami koreksi yang cukup dalam, ini menjadi kesempatan yang layak dipertimbangkan untuk investasi berikutnya. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur