English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

💎 Recap Dividen Tahun Buku 2025 — Part 3

IHSG turun -1,28%, MDKA 1Q26: Laba Bersih Berbalik Positif US$57 Juta. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

💎 Recap Dividen Tahun Buku 2025 — Part 3

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.820,8 -1,28% -Rp881,6 miliar 17.848 -0,39% 4.052 -1,08%
Oil Coal CPO Nickel
73,1 +0,70% 126,0-1,95% 4.589 +0,46% 16.699 -0,74%

👋 Stockbitor!

Sejumlah emiten telah menggelar RUPST dan menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025. Stockbit telah merangkum daftar emiten yang mengumumkan dividen selama 1 pekan terakhir. Berikut rinciannya:

Source: RUPS, IDX

Key Takeaway

Dari daftar di atas, secara sekilas $IPCM tampak menarik bagi kami karena menawarkan dividend yield yang relatif tinggi, kestabilan dividen yang baik, serta balance sheet yang kuat (net cash position). Sementara itu, meski $TBLA menawarkan dividen dan kestabilan yang menarik, perseroan memiliki risiko yang lebih tinggi seiring level utang yang relatif tinggi dengan net debt/equity 1,87x per Maret 2026. Berdasarkan daftar tabel di atas, secara umum tidak terdapat kecenderungan peningkatan/penurunan payout ratio (mixed trend) dibandingkan pembagian tahun lalu.

📈 MDKA 1Q26: Laba Bersih Berbalik Positif US$57 Juta

  • $MDKA: Merdeka Copper Gold mencatat laba bersih US$57 juta pada 1Q26 (vs. 4Q25: rugi US$27 juta; 1Q25: rugi US$4 juta), setara 34% estimasi 2026F konsensus, menandai berbalik laba setelah selama 2025 membukukan rugi bersih US$62 juta. Laba usaha melonjak ke US$194 juta (+682% QoQ, +348% YoY) seiring margin laba usaha yang melebar ke 31,4% (vs. 4Q25: 4,1%; 1Q25: 8,6%) akibat penurunan beban pokok pendapatan (-28% QoQ, -9% YoY) dan kontribusi positif pada inventory movement sebesar US$94 juta (vs. 4Q25: positif US$22 juta; 1Q25: negatif US$55 juta). Berdasarkan segmen, seluruh lini membaik: proyek nikel menyumbang laba sebelum pajak terbesar mencapai US$96 juta (+108% QoQ), proyek Tujuh Bukit memberi tambahan kontribusi laba sebelum pajak sebesar US$70 juta (vs. 4Q25: rugi US$18 juta), dan proyek Wetar berbalik laba dengan laba sebelum pajak sebesar US$10 juta vs. 4Q25: rugi US$13 juta).
  • $MBMA: Merdeka Battery Materials mencatat laba bersih US$30 juta pada 1Q26 (+603% QoQ, +966% YoY), setara 18% estimasi 2026F konsensus, sudah setara dengan laba bersih selama 2025 di US$30 juta. Laba usaha melonjak ke US$113 juta (+81% QoQ, +883% YoY) seiring margin laba usaha yang melebar ke 24,9% (vs. 4Q25: 12,6%; 1Q25: 3,2%). Ekspansi margin laba usaha didorong oleh penurunan beban pokok pendapatan (-22% QoQ, -5% YoY) yang lebih tajam dari penurunan pendapatan secara kuartalan (-9% QoQ, +24% YoY) akibat penurunan beban produksi (-15% QoQ, +8% YoY) dan kontribusi positif inventory movement sebesar US$64 juta (vs. 4Q25: positif US$22 juta; 1Q25: negatif US$5 juta). Berdasarkan segmen, cash margin di seluruh segmen mencatatkan kenaikan dengan NPI +160% YoY, limonit +359% YoY, nickel matte +443% YoY.
  • $EMAS: Merdeka Gold Resources mencatat produksi emas perdananya pada 1Q26, dengan tambang Pani memproduksi 1.818 oz emas dan 516 oz terjual pada harga rata–rata (ASP) US$5.123/oz. Perseroan membukukan pendapatan perdana US$2,6 juta dengan laba kotor tipis US$0,5 juta, tetapi rugi bersih melebar ke US$10,9 juta (vs. 4Q25: rugi US$5,2 juta) seiring beban usaha yang naik ke US$7,7 juta (+37% QoQ) pada fase ramp–up serta beban keuangan neto US$4,7 juta (+873% QoQ). Cash cost Pani termasuk royalti tercatat US$1.202/oz (US$969/oz tanpa royalti) dengan AISC US$4.696/oz yang masih tinggi di fase awal seiring rendahnya volume produksi. Manajemen memberikan guidance produksi emas 2026 sekitar 100.000–115.000 oz dengan cash cost sekitar US$900–1.100/oz dan AISC sekitar US$1.300–1.450/oz.
  • $UNTR: United Tractors mengumumkan kinerja operasional selama 5M26, dengan rincian sebagai berikut: 1) volume penjualan Komatsu 1.690 unit (-28% YoY), setara 42% target 2026 manajemen (vs. 5M25: 52% realisasi 2025); 2) volume overburden 398,6 juta bcm (-8% YoY), seiring penurunan stripping ratio dari klien, setara 44% target 2026 manajemen (vs. 5M25: 40% realisasi 2025); 3) volume penjualan batu bara 6,2 juta ton (-6% YoY), dengan penjualan batu bara termal dari PT Tuah Turangga Agung flat di 3,8 juta ton atau setara 51% target 2026 (vs. 5M25: 49% realisasi 2025); 4) volume penjualan emas 13 ribu oz (vs. 4M26: 6 ribu oz), seiring perkiraan mulai beroperasinya tambang emas Martabe pada akhir Mei atau awal Juni 2026; dan 5) volume penjualan nikel 797 ribu wmt (-10% YoY), setara 66% guidance 2026 manajemen (vs. 5M25: 43% realisasi 2025).
  • $PGAS: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Senin (29/6) bahwa pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri dari US$23/MMBtu menjadi US$13/MMBtu, efektif mulai hari ini, Senin (29/6). Harga tersebut merupakan hasil negosiasi antara pemerintah, produsen LNG, dan Perusahaan Gas Negara guna menjaga keberlangsungan industri, khususnya di wilayah Jawa bagian barat. Bahlil menjelaskan bahwa penurunan harga ini dilakukan dengan memangkas margin di sepanjang rantai pasok, mulai dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di sektor hulu, bagian penerimaan pemerintah, hingga margin PGAS di sektor hilir. Kenaikan harga LNG sebelumnya dipicu oleh penurunan produksi gas dari blok migas di Jawa Barat, sehingga pasokan untuk industri dialihkan menggunakan LNG dari Papua, Sulawesi, dan Kalimantan yang harus diangkut menggunakan kapal, yang menambah biaya transportasi dan regasifikasi sebelum gas dapat disalurkan melalui jaringan pipa.
  • $ERAA: Erajaya Swasembada mencatat kontraksi same store sales growth (SSSG) -9,8% YoY pada Mei 2026 (vs. April 2026: -22,8% YoY), meski SSSG ERAA selama 5M26 masih tumbuh +7,2% YoY (vs. 4M26: +11,7% YoY). Sementara itu, Sinar Eka Selaras ($ERAL) mencatat pertumbuhan SSSG +4,8% YoY pada Mei 2026 (vs. April: -6,7% YoY), sehingga SSSG ERAL selama 5M26 tumbuh +10,8% YoY (vs. 4M26: +12,5% YoY). Manajemen ERAA menyebut kinerja pada Mei 2026 membaik secara bulanan, meski masih terkontraksi seiring efek high–base dari peluncuran seri iPhone 16 pada 2Q25. Manajemen juga menilai underlying demand sejak awal 2026 masih sehat, meski ketersediaan sebagian model ponsel premium masih terkendala dinamika rantai pasok global. Secara konsolidasi, grup Erajaya menambah 32 toko secara net pada Mei 2026, dengan Erajaya Digital membuka 23 toko net dan ERAL membuka 10 toko. Di sisi lain, segmen ‘international business’ menutup 5 toko net, sehingga membuat total toko grup Erajaya mencapai 2.455 unit per Mei 2026 (vs. April 2026: 2.423 unit).
  • $TOBA: TBS Energi Utama melalui sejumlah anak usahanya di Singapura mengumumkan telah menandatangani amandemen dan restatement atas fasilitas pembiayaan senior dengan total fasilitas hingga SG$385 juta, yang terdiri dari term loan hingga SG$345 juta dan revolving loan hingga SG$40 juta. Melalui amandemen ini, SBT Invest Pte. Ltd. dan Taonga Holdings Pte. Ltd. ditambahkan sebagai penerima fasilitas baru bersama Cora Environment Group Pte. Ltd., sementara Natixis bergabung sebagai pemberi pinjaman baru melengkapi 8 bank existing termasuk DBS Bank Ltd. Fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman SBT Invest dan Taonga, serta membiayai modal kerja dan belanja modal SBT Invest dan anak usahanya. TOBA tidak merinci nilai fasilitas sebelum amandemen maupun tenor dan margin bunga fasilitas baru.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$ENRG $MTEL $INDY $BSDE
+7,21% +3,32% +2,71% +2,70%

Top Loser 🤕

$ESSA $PGAS $TPIA $BREN
-8,06% -6,25% -4,74% -4,48%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Konsensus ekonom mengekspektasikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 bps ke level 6% pada 3Q26, sebelum diperkirakan dipangkas 25 bps kembali ke level 5,75% pada 2Q27, menurut survei terbaru dari Bloomberg pada akhir Juni 2026. Inflasi rata–rata Indonesia diekspektasikan akan naik ke level 3,3% YoY 2026, dibandingkan ekspektasi sebelumnya di level 3,25%, dengan ekspektasi inflasi indeks harga konsumen (IHK) selama 3Q26 direvisi naik dari 3,5% YoY menjadi 3,53% YoY. Konsensus mempertahankan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2026 di +5,07% YoY.
  • Pemegang saham BEI pada Senin (29/6) menyetujui Jeffrey Hendrik sebagai direktur utama yang baru. Dalam konferensi pers, Jeffrey menargetkan BEI untuk masuk dalam 10 bursa saham terbesar di dunia baik dari segi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi, serta berjanji untuk meningkatkan kapitalisasi pasar Indonesia menjadi Rp30.000 T dengan rata–rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 T dan lebih dari 1.100 emiten yang terdaftar. Jeffrey juga mengemukakan rencana untuk fokus pada pertumbuhan basis investor domestik hingga mencapai 35 juta pelaku pasar pada 2030 dan secara aktif mendorong rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB melewati 83%. Jeffrey menambahkan bahwa BEI telah bergerak ke arah yang benar dalam memastikan kredibilitas dan tata kelola yang baik, serta berjanji untuk terus berkoordinasi dengan MSCI dan investor global untuk mengakomodasi masukan mereka.
  • Bloomberg melaporkan bahwa AS dan Iran sepakat menghentikan serangan menjelang dimulainya kembali perundingan damai pekan ini terkait Selat Hormuz dan sejumlah isu lainnya. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi berakhirnya serangan dari kedua pihak, yang sempat menguji gencatan senjata sementara. Sebelumnya, Iran pada Kamis (25/6) menyerang sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz, yang kemudian dibalas oleh AS keesokan harinya. Ketegangan kembali meningkat pada Sabtu (27/6) malam, setelah Iran menyerang kapal pengangkut minyak Qatar, yang memicu serangan lanjutan dari AS. Kedua negara pun sempat kembali saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pada Minggu (28/6), Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan udara di Kuwait dan Bahrain. Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa jika situasi terus memburuk, AS dapat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran. Mengikuti perkembangan ini, harga minyak Brent cenderung naik sekitar +0,7% ke kisaran ~US$73/barrel per Senin (29/6) sore.
  • Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan infrastruktur artificial intelligence (AI) asal Australia, Firmus Technologies Pty Ltd, akan membangun data center pertamanya di Indonesia melalui kemitraan dengan Nvidia. Firmus Technologies bersama perusahaan data center Singapura, DayOne, akan mengembangkan fasilitas Nvidia DSX AI Factory berkapasitas 360 MW di Batam sebagai bagian dari kerja sama selama 8 tahun dengan Nvidia. Firmus Technologies memperkirakan bahwa kerja sama dengan Nvidia dapat menghasilkan kontrak offtake hingga US$30 miliar selama 6 tahun pertama. Berbeda dengan proyek Firmus Technologies di Australia yang berfokus pada pelanggan hyperscaler, proyek di Batam akan melayani berbagai perusahaan berbasis AI (AI–native customers). Fasilitas tersebut saat ini tengah dibangun oleh DayOne dan ditargetkan mulai beroperasi pada 1Q27.
  • Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta agar Latihan Dasar Kemiliteran untuk calon manajer program Koperasi Desa Merah Putih dihentikan. Pernyataan Komnas HAM muncul setelah Kementerian Pertahanan mengumumkan pada Sabtu (27/6) bahwa 5 orang peserta telah meninggal dunia antara 17–26 Juni 2026, dengan penyebab kematian mencakup serangan jantung, heat stroke, tuberkulosis, dan pneumonia. Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa semua peserta telah menjalani pemeriksaan medis sebelum mengikuti pelatihan dan semuanya dinyatakan sehat.
  • Dayamitra Telekomunikasi ($MTEL) berencana menggabungkan diri dengan 2 anak usahanya yang dimiliki 100% oleh perseroan, yakni PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi, dengan MTEL sebagai entitas penerima penggabungan. Penggabungan ini ditujukan untuk menyederhanakan struktur grup dan memperkuat posisi perseroan sebagai platform infrastruktur digital terintegrasi. Karena PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi telah dimiliki penuh dan dikonsolidasikan ke dalam MTEL, penggabungan ini tidak menimbulkan dilusi maupun perubahan pengendali: Telkom Indonesia ($TLKM) tetap memegang 71,83% saham MTEL, sementara seluruh aset dan liabilitas PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi beralih ke MTEL. Pemegang saham MTEL yang tidak menyetujui rencana penggabungan ini berhak meminta sahamnya dibeli kembali dengan harga Rp515/saham, di mana MTEL akan menawarkan batas maksimum pembelian sebanyak ~5,8 miliar saham — setara 6,93% dari modal ditempatkan dan disetor — senilai total ~Rp3 T. Jika permintaan jual melebihi batas tersebut, TLKM akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan kas dan setara kas ~Rp18,7 T. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB 30 Juni 2026 dan efektif per 1 Juli 2026.

🤔 Bloomberg Bilang Kotor, Tapi Negara Penampungnya Kok Diam?

“Yah sudah pasti lah ada risiko penyalahgunaan. saya juga ga akan menyangkal hal tersebut. Setiap kebijakan pasti selalu ada celah yang bisa dieksploitasi. Setiap kebijakan pasti perlu pengawasan yang ketat agar tidak menjadi playground yang sesungguhnya untuk pencucian uang dari sumber yang benar-benar kriminal.” — ricky2212

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dalam keadaan krisis ekonomi, banyak negara di seluruh dunia telah menerbitkan instrumen investasi berbentuk bond atau obligasi agar dapat menarik investor asing kembali. Untuk Indonesia, instrumen investasi terbaru tersebut dinamakan Patriot Bond. Namun, Stockbitor ricky2212 menanggapi sebuah artikel yang dikeluarkan Bloomberg yang men-cap Patriot Bond ini sebagai penarik "dirty money." Ia membantah sebutan ini dengan membuktikan bahwa ada banyak dana asing yang secara sengaja disetor di negara-negara seperti Swiss, Channel Islands, Singapura, dan lain-lain, dengan keuntungan berupa amnesti, atau perlindungan legal, jika sumber dana tersebut dipertanyakan. Beliau meminta media untuk lebih bijak dan memeriksa kembali penggunaan terminologi dan sebutan tertentu. Baca selengkapnya di sini!

Sekilas tentang ricky2212

ricky2212 dikenal sebagai investor yang gemar menganalogikan investasi saham berdasarkan pengalamannya sehingga membuat tulisannya dapat relate dengan orang banyak. Seorang full-time dan quality investor ini banyak berpedoman pada fundamental perusahaan serta memiliki manajemen keuangan dan psikologis yang baik dalam berinvestasi.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur