English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🏭 Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri ke US$13/MMBtu

IHSG turun -3,05%, ERAA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 7,1%. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🏭 Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri ke US$13/MMBtu

Photo by: Kementerian ESDM

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.643,2 -3,05% -Rp1,0 triliun 17.882 +0,19% 4.042 +0,08%
Oil Coal CPO Nickel
73,9 +0,01% 129,0+1,02% 4.549 -0,85% 16.311 -2,32%

👋 Stockbitor!

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Senin (29/6) bahwa pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) industri untuk skema non–harga gas bumi tertentu (HGBT) di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, dari sebelumnya mencapai lebih dari US$20/MMBtu menjadi US$13/MMBtu. Bahlil menjelaskan bahwa penurunan harga ini dilakukan dengan memangkas margin di sepanjang rantai pasok, mulai dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di sektor hulu, bagian penerimaan pemerintah, hingga margin Perusahaan Gas Negara ($PGAS) di sektor hilir.

Kementerian ESDM mencatat bahwa harga LNG non–HGBT di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta sebelum penurunan harga berada di kisaran ~US$20,6/MMBtu, sehingga penurunan harga LNG ke level US$13/MMBtu mencerminkan penurunan sekitar -37%. Sementara itu, HGBT tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni US$6,5/MMBtu untuk gas yang digunakan sebagai bahan baku dan US$7/MMBtu untuk gas yang digunakan sebagai bahan bakar. Adapun untuk gas pipa non–HGBT yang ada di wilayah Jawa Barat, pemerintah memastikan harga jual gas di tingkat pelanggan tidak mengalami kenaikan, dengan harga rata–rata US$9,6/MMBtu.

Kenaikan harga LNG sebelumnya dipicu oleh penurunan produksi gas dari blok migas di Jawa Barat, sehingga pasokan untuk industri dialihkan menggunakan LNG dari Papua, Sulawesi, dan Kalimantan yang harus diangkut menggunakan kapal, yang menambah biaya transportasi dan regasifikasi sebelum gas dapat disalurkan melalui jaringan pipa. Sebelumnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, menyebut pada pekan lalu bahwa tingginya harga gas industri berpotensi memicu PHK terhadap ~55 ribu pekerja dalam waktu dekat.

Menanggapi penurunan harga LNG untuk industri ini, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengatakan bahwa penurunan harga LNG tersebut diperkirakan menurunkan porsi biaya gas industri keramik dari kisaran 50% menjadi sekitar 38–40% dari total biaya produksi. Dengan kepastian pasokan gas, Edy menyebut bahwa industri keramik nasional berpotensi melanjutkan rencana ekspansi pada periode 2025–2029, meliputi tambahan kapasitas produksi ~80 juta meter persegi, investasi Rp12 T, dan penyerapan 6 ribu tenaga kerja baru.

Key Takeaway

Kami menilai bahwa pemangkasan harga di sepanjang rantai pasok LNG tidak hanya ditanggung oleh PGAS semata — sejalan dengan pernyataan Kementerian ESDM bahwa penurunan ditempuh lewat efisiensi di seluruh rantai pasok — sehingga dampak penurunan harga LNG bagi PGAS akan relatif terbatas, meski margin dari bisnis LNG berpotensi tergerus. Sebagai konteks, rantai gas LNG dari hulu ke hilir mencakup harga gas hulu, likuifaksi (pengubahan gas menjadi LNG), regasifikasi, transmisi, hingga niaga ke pelanggan. Mengingat porsi yang dikelola PGAS berada di segmen regasifikasi–transmisi–niaga dan secara proporsional relatif kecil terhadap keseluruhan biaya, kami menilai bahwa mayoritas penurunan harga LNG akan lebih besar bersumber dari hulu dan proses likuifaksi, baik melalui penyesuaian bagian penerimaan negara atas gas hulu, pembagian beban dengan pemilik blok migas, maupun penataan skema/formula harga.

Kami melihat koreksi saham PGAS sekitar -10% dalam 2 hari terakhir tampak lebih mencerminkan kekhawatiran market terhadap kompresi margin PGAS, ketimbang potensi kerugian aktual. Bagi PGAS sendiri, dampak ke kinerja belum terasa sebelum aturan implementasi terbit, di mana penjualan LNG pada harga baru akan dilakukan setelah skema resmi pemerintah ditetapkan. Karena pembagian pemangkasan profitabilitas antara sisi hulu dan hilir belum terdefinisikan secara rinci, kami menilai bahwa masih terlalu dini untuk menghitung sensitivitas laba bersih PGAS dari kebijakan penurunan harga LNG ini. Sebagai konteks, LNG menyumbang sekitar 20% dari total pasokan gas PGAS pada 1Q26, sementara sisanya berasal dari gas pipa yang tidak mengalami perubahan harga. PGAS sendiri mengatakan kepada Stockbit bahwa perseroan akan berupaya untuk mempertahankan margin niaga gas dan profitabilitas secara konsolidasi hingga akhir 2026.

🤑 ERAA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 7,1%

  • $ERAA: Bisnis melaporkan bahwa Erajaya Swasembada akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp390 M atau Rp25/saham, setara 33% dividend payout ratio (vs. 2024: 29%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~7,1% per Selasa (30/6). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
  • $NCKL: Pemegang saham Trimegah Bangun Persada pada Selasa (30/6) menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp2,7 T, setara ~30% dividend payout ratio (vs. 2024: 30%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividen Rp42,64/saham dan dividend yield ~5,5% per Selasa (30/6). Cum date dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
  • $BUMI: Bumi Resources mengumumkan telah mendivestasikan ~3,03% saham di PT Citra Palu Minerals kepada Bumi Resources Minerals ($BRMS) senilai US$9,2 juta. Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena BUMI memiliki 20,09% saham BRMS. BUMI menjelaskan bahwa transaksi ini dilakukan karena perseroan tengah memprioritaskan pengembangan aset–aset yang baru diakuisisi, serta agar PT Citra Palu Minerals dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih terfokus oleh BRMS. Setelah transaksi ini, BRMS memiliki 99,99% saham PT Citra Palu Minerals, sementara sisanya dimiliki oleh PT Internasional Minerals Cakrabuana.
  • $DLTA: Delta Djakarta akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp144,9 M atau Rp181/saham, setara ~97% dividend payout ratio (vs. 2024: ~97%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~9,5% per Selasa (30/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Juli 2026, sementara pembayaran pada 24 Juli 2026.
  • $SMGR: Semen Indonesia mencatat volume penjualan semen yang flat secara tahunan pada Mei 2026, meski volume penjualan masih tumbuh +4% YoY selama 5M26 (vs. 4M26: +6% YoY, 5M25: -0,3% YoY). Kinerja operasional selama 5M26 didukung oleh kenaikan volume penjualan domestik sebesar +10% YoY, dengan market share tercatat di level 47,7% (vs. 4M26: 47,5%, 5M25: 47,7%). Sementara itu, volume penjualan non–domestik turun -10% YoY, melanjutkan tren penurunan secara kumulatif sejak 2M26. Dari segi segmentasi, volume penjualan semen kantong (bag) naik +12% YoY selama 5M26 (vs. 4M26: +15% YoY), sementara volume penjualan semen curah (bulk) naik +4% YoY (vs. 4M26: +3% YoY).
  • $PGAS: Perusahaan Gas Negara mengumumkan kerja sama pengelolaan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil antara perseroan dan PT Pertagas Niaga, di mana PT Pertagas Niaga ditunjuk sebagai pelaksana operasional yang mencakup pengoperasian, pemeliharaan, dan pengelolaan pelanggan. PGAS menjelaskan bahwa nilai transaksi dari kerja sama ini akan bergantung pada penggantian biaya dari PT Pertagas Niaga atas biaya pemakaian gas bumi PT Pertagas Niaga dari pemasok gas, termasuk kewajiban pembayaran kepada transporter (jika ada) untuk keperluan pengelolaan jaringan gas, sesuai dengan jumlah tagihan yang telah dibayarkan PGAS kepada pemasok gas dan/atau transporter (jika ada). PGAS mengatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan layanan tanpa mengganti operator yang telah berjalan, menghindari biaya novasi perikatan jual beli gas, serta mempertahankan alokasi gas di PGAS untuk monetisasi yang lebih optimal dalam kerangka subholding gas.
  • $PEGE: Panca Global Kapital mengumumkan rincian rights issue, di mana harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp100/saham dan rasio 3 saham existing mendapatkan 1 rights. Dalam aksi korporasi ini, PEGE akan menerbitkan hingga ~944,5 juta saham baru, sehingga total perolehan dana mencapai ~Rp94,5 M. Aksi korporasi ini juga mencakup penerbitan waran hingga ~944,5 juta lembar, dengan rasio setiap pelaksanaan 1 rights mendapatkan 1 waran dengan harga pelaksanaan Rp120/saham, sehingga potensi perolehan dana dari pelaksanaan waran ini mencapai ~Rp113,3 M. Perolehan dana rights issue ditujukan untuk penyetoran modal ke anak usaha, PT Panca Global Sekuritas, senilai Rp50 M dalam rangka memperkuat permodalan serta persiapan dalam pemenuhan rencana peraturan tentang persyaratan permodalan yang lebih tinggi oleh OJK, sementara sisanya untuk modal kerja perseroan. Sementara itu, perolehan dana dari penerbitan waran ditujukan untuk modal kerja perseroan. Aksi korporasi ini tidak memiliki pembeli siaga. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2026, periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 10–17 Juli 2026, sementara awal perdagangan waran pada 14 Juli 2026 dan akhir perdagangan waran di pasar reguler dan negosiasi pada 9 Juli 2031.
  • $PGJO: Bahtera Bumi Raya mengumumkan telah menyuntik modal senilai Rp64,9 M ke anak usahanya, PT Samudera Sejahtera Shipping, melalui penyertaan saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, kebutuhan modal kerja, dan biaya operasional PT Samudera Sejahtera Shipping.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$CPIN $MTEL $PGEO $ARTO
+9,68% +8,43% +7,14% +6,63%

Top Loser 🤕

$BULL $ESSA $BRPT $ENRG
-11,49% -9,69% -8,54% -8,52%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bloomberg mencatat bahwa bahwa obligasi pemerintah Indonesia mencatat foreign inflow sebesar US$1,2 miliar sejak awal Juni 2026 hingga 26 Juni 2026, menandai arus masuk bulanan terbesar sejak Mei 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan mulai efektifnya upaya pemerintah untuk menaikkan yield guna menarik investor asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada di level 7,12% pada intraday Selasa (30/6), setelah sempat menyentuh 7,47% pada awal Juni 2026. Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memperbaiki sentimen investor terhadap Indonesia, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar serta besarnya beban subsidi energi.
  • Fitch Ratings mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa korporasi di Indonesia menghadapi peningkatan risiko dari makroekonomi yang menantang dan ketidakpastian regulasi yang kian tinggi, meski sebagian besar korporasi Indonesia yang diperingkat oleh Fitch masih memiliki ruang gerak (headroom) yang memadai pada profil kredit mereka saat ini. Kenaikan harga bahan bakar non–subsidi, peningkatan suku bunga, dan depresiasi nilai tukar rupiah meningkatkan risiko permintaan bagi sektor konsumen yang bergantung pada pengeluaran discretionary dan pembiayaan kredit, seperti sektor otomotif dan properti. Fitch juga menyebut bahwa depresiasi mata uang yang berkepanjangan dapat menekan margin profitabilitas perusahaan yang bergantung pada impor dengan kemampuan terbatas untuk membebankan kenaikan biaya kepada konsumen (cost pass–through). Tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan biaya utang dan membatasi fleksibilitas bagi perusahaan dengan leverage yang lebih tinggi. Fitch memperkirakan bahwa dinamika regulasi yang terus berkembang akan tetap menjadi risiko bagi korporasi di sektor–sektor strategis, seperti sektor sumber daya alam. Fitch menambahkan bahwa perusahaan yang memiliki pricing power yang kuat, permintaan yang defensif, diversifikasi pendapatan atau geografis, serta struktur modal yang konservatif akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan–tantangan tersebut.
  • Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (30/6) menjatuhkan vonis hukuman 10 tahun penjara kepada Nadiem Makarim, mantan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (Mendikbudristek), dalam kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Selain pidana penjara, hakim juga menghukum Nadiem untuk membayar denda Rp1 M subsider 190 hari kurungan dan uang pengganti ~Rp809,6 M subsider 5 tahun penjara. Nadiem didakwa telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 T dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Jaksa menilai proses pengadaan Chromebook bermasalah karena tidak melalui proses kajian yang patut, sementara Nadiem dinilai telah menyalahgunakan wewenangnya dengan mengarahkan spesifikasi pengadaan agar Google menjadi satu–satunya penguasa ekosistem pendidikan di Indonesia. CNN Indonesia melaporkan bahwa salah satu anggota majelis hakim, Andi Saputra, memiliki dissenting opinion dengan menilai dakwaan jaksa terhadap Nadiem tidak terbukti serta menilai Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala dakwaan kasus Chromebook.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Senin (29/5) bahwa pihaknya akan memeriksa ketentuan pajak terkait pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) dan Tunjangan Hari Raya (THR), menyusul permintaan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) agar pemerintah menghapus pajak atas manfaat JHT, pesangon, jaminan pensiun, dan THR. Saat ini, pencairan JHT dikenakan PPh 21 final sebesar 0% untuk nilai bruto hingga Rp50 juta dan 5% untuk nilai di atasnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 68/2009. Purbaya menyebut bahwa peluang permintaan tersebut bisa dipenuhi atau tidak akan dipastikan setelah pemerintah menginvestigasi dan meninjau lebih jauh mengenai aturan tersebut.
  • Mitrabara Adiperdana ($MBAP) melalui anak usahanya, PT Mitra Alam Bumi Sentosa, mengumumkan telah meningkatkan investasinya di PT Mitradelta Bahari Pratama dengan penambahan modal sebesar Rp60 M. Penyertaan modal ini menaikkan kepemilikan PT Mitra Alam Bumi Sentosa di PT Mitradelta Bahari Pratama dari 75% menjadi 85%, sekaligus menurunkan porsi mitra usaha patungan PT Delta Marine Indonesia dari 25% menjadi 15%. PT Mitradelta Bahari Pratama merupakan perusahaan budidaya dan penjualan udang Vannamei di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang mengelola 112 kolam budidaya. MBAP menyatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha dari sektor batu bara ke akuakultur, dengan pendanaan bersumber dari kas internal.
  • Batavia Prosperindo Internasional ($BPII) berencana memberikan pinjaman hingga Rp80 M kepada anak usaha asuransinya, Malacca Trust Wuwungan Insurance ($MTWI). Pinjaman ini dikenakan bunga floating 10% per tahun, dengan sumber dana berasal dari dana internal BPII — terutama dividen — serta sebagian dari pinjaman bank jika diperlukan. BPII menjelaskan bahwa pinjaman ini bertujuan memperkuat kondisi keuangan dan likuiditas MTWI sebagai bentuk dukungan pendanaan selaku pemegang saham pengendali.

🤔 Average Down vs. Hold: Manakah Yang Terbaik?

“Ingat... average down itu strategi, bukan terapi untuk mengobati emiten nyangkut. Yang berbahaya bukan harga turun. Yang berbahaya adalah ego yang menolak mengakui kalau analisis kita salah.” — HendraSetiawan08

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Stockbitor HendraSetiawan08 menjelaskan kapan dan dengan alasan apa kita seharusnya average down saham, alias menambah jumlah saham yang kita pegang saat harganya sedang turun. Secara rasional, kita harus paham bedanya harga yang koreksi dibandingkan dengan downtrend yang mengindikasikan bahwa ada aliran dana keluar yang kuat. Selain itu, kita harus memperhatikan volume dan demand yang ada untuk saham tersebut. Dalam skenario downtrend, average down tidak disarankan karena jika harga saham sudah menembus support besar, maka akan semakin susah untuk balik ke harga awal alias break even point. Average down adalah suatu tindakan yang harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang, seperti berapa lot yang ingin kita beli saat koreksi agar dapat mengurangi loss. Pada akhirnya, mengendalikan risiko adalah prinsip terpenting yang harus kita pegang saat berencana untuk jual atau beli saham agar kita tidak nyangkut. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur