English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🏦 Rekap Kinerja Big Banks selama 5M26

IHSG turun -0,25%, ESSA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 7,9%. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🏦 Rekap Kinerja Big Banks selama 5M26

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.101,3 -0,25% -Rp311,6 miliar 17.845 +0,07% 4.147 -1,33%
Oil Coal CPO Nickel
77,1 -0,49% 132,0+0,38% 4.662 -0,21% 17.754 +0,99%

👋 Stockbitor!

Sebanyak 3 dari 4 big banks telah melaporkan kinerja bank–only periode 5M26, yakni Bank Central Asia ($BBCA), Bank Mandiri ($BMRI), dan Bank Negara Indonesia ($BBNI). Berikut rekap dan highlights dari kinerja ketiganya:

Pendorong Pertumbuhan Laba Bersih selama 5M26; Himbara Outperform BBCA

  • BMRI (+19% YoY): Kenaikan Net Interest Income (NII) relatif solid di level +10% YoY. Pertumbuhan opex yang rendah (+5% YoY) dan penurunan beban provisi (-16% YoY) memberikan boost pada laba bersih. Lihat tabel kinerja di sini.
  • BBNI (+7% YoY): Kenaikan NII yang solid di level +15% YoY diimbangi kenaikan opex yang serupa, sementara lonjakan beban provisi +31% YoY mendilusi pertumbuhan laba bersih. Lihat tabel kinerja di sini.
  • BBCA (+2% YoY): Non–Interest Income menjadi aspek yang menonjol dengan tumbuh +9% YoY di tengah NII yang relatif flat (-1% YoY). Lihat tabel kinerja di sini.

Loan Growth Himbara Kencang, BBCA Cenderung KonservatifBMRI dan BBNI mencatat pertumbuhan kredit masing–masing sebesar +21% YoY dan +25% YoY per Mei 2026. Mengesampingkan pinjaman kepada PT Agrinas Pangan Nusantara — yang keduanya mencapai ~Rp55 T per Maret 2026 — loan growth BMRI dan BBNI masih kuat masing–masing di level +16% YoY dan +17% YoY. Secara relatif, BBNI lebih berhasil mengkonversi pertumbuhan kredit ini menjadi NII dibandingkan BMRI, berkat sumber pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BBNI yang cukup berimbang antara CASA dan TD, sementara pertumbuhan DPK BMRI didominasi oleh TD. Sementara itu, BBCA cenderung konservatif dengan loan growth hanya mencapai +5% YoY per Mei 2026, masih di bawah guidance 2026F manajemen di kisaran +8–10% YoY.

Dampak Kenaikan Harga Minyak Tampak Masih Absen — Sebagai pengingat, dampak kenaikan harga minyak akibat perang AS–Iran belum terlihat pada kinerja 1Q26. Namun, pada April dan Mei 2026, kami belum melihat adanya indikasi pemburukan. Posisi kredit per Mei 2026 dibandingkan Maret 2026 masih tumbuh masing–masing sebesar +3%, +4%, dan +1% bagi BMRI, BBNI, dan BBCA. Di sisi lain, tren pembukuan beban provisi secara bulanan juga tidak menunjukkan kenaikan yang berarti (lihat chart). Pada kondisi yang menantang akibat kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar rupiah, seharusnya perbankan cenderung mengerem pemberian kredit dan membukukan provisi yang berlebih sebagai langkah konservatif. Absennya kedua hal ini kami nilai menjadi indikasi kondisi makro–ekonomi domestik yang lebih resilien dibandingkan yang dikhawatirkan, atau optimisme bahwa kondisi yang menantang dapat kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Key Takeaway

Dalam waktu dekat, terutama dalam earnings call 2Q26, kami akan berfokus pada: 1) kondisi likuiditas perbankan serta tren Cost of Funds pasca–kenaikan BI Rate sebesar +100 bps dalam sebulan terakhir; serta 2) ruang untuk menaikkan lending rate di kondisi saat ini. Selain itu, meski kami menilai masih diberikannya kredit dan relatif stabilnya pembukuan beban provisi sebagai tanda kondisi domestik yang tidak begitu mengkhawatirkan, hal tersebut perlu dicocokkan dengan komentar manajemen dalam earnings call tersebut. Beban provisi sendiri bisa saja dinaikkan signifikan pada periode Juni 2026. Di luar fundamental, investor perlu memantau hasil MSCI Annual Market Classification yang akan diumumkan pada 24 Januari 2026 pukul 03.30 WIB.

🤑 ESSA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 7,9%

  • $ESSA: ESSA Industries Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp895,8 M atau Rp52/saham, setara ~125% dividend payout ratio (vs. 2024: ~23%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~7,9% per Selasa (23/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, sementara pembayaran pada 15 Juli 2026.
  • $ERAL: Direktur Erajaya Active Lifestyle, Suryawati, mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan capex Rp273 M selama 2026 (vs. realisasi 2025: Rp227 M) guna membuka sekitar 50–60 gerai baru dan penambahan merek internasional. Selama 1Q26, ERAL telah merealisasikan capex ~Rp27 M atau ~10% alokasi capex tahun ini. Direktur Utama ERAL, Djohan Sutanto, mengatakan strategi ekspansi gerai menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perseroan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik untuk mencapai target pertumbuhan penjualan +20% YoY pada 2026. RUPS ERAL pada hari ini, Selasa (23/6), juga menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp41,5 M atau Rp8/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,9% per Selasa (23/6).
  • $CFIN: Clipan Finance Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp199,2 M atau Rp50/saham, setara ~94% dividend payout ratio (vs. 2024: 93%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~13,2% per Selasa (23/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, dengan pembayaran pada 22 Juli 2026.
  • $WINS: Wintermar Offshore Marine mengumumkan telah meningkatkan investasinya menjadi 100% di entitas asosiasinya, Fast Offshore Supply Pte. Ltd. dan PT Fast Offshore Indonesia, dengan total nilai transaksi US$33 juta. Perseroan membeli 52,5% Fast Offshore Supply dari afiliasi perseroan, Seacoral Maritime Pte. Ltd., senilai US$26 juta, serta membeli 49% saham PT Fast Offshore Indonesia dari Fast Offshore Supply senilai US$7 juta. Lewat transaksi afiliasi ini, Fast Offshore Supply dan PT Fast Offshore Indonesia akan terkonsolidasi penuh pada laporan keuangan perseroan. WINS mengatakan bahwa konsolidasi ini membuka akses ke kontrak baru Fast Offshore Supply atas 5 unit kapal crew transfer vessel (CTV) aluminium berkontrak sewa 5 tahun untuk klien migas di Brunei, serta 5 unit CTV tambahan untuk dikirim pada 2028, sekaligus menurunkan usia rata–rata armada perseroan dari 16 tahun menjadi 14 tahun.
  • $BAYU: Bayu Buana mengumumkan telah mengakuisisi 100% saham PT Mandala Prima Perkasa senilai Rp112,5 M dari pihak non–afiliasi. PT Mandala Prima Perkasa sendiri bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, serta jasa kecuali jasa dibidang hukum dan pajak. Transaksi ini ditujukan untuk memperkuat lini travel dan hospitality serta upaya integrasi bisnis secara vertikal guna memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$KLBF $RAJA $BUVA $FILM
+11,76% +11,23% +8,77% +7,76%

Top Loser 🤕

$BUKA $INDY $INCO $ENRG
-4,90% -4,37% -4,15% -3,57%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Rans Entertainmen Indonesia ($RANS), perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan, berencana menggelar IPO dengan menerbitkan ~2,5 miliar saham baru atau setara 20,02% modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran berkisar Rp135–170/saham, sehingga perolehan dana dari aksi korporasi ini akan berkisar Rp340,9–429,3 M. Perolehan dana akan digunakan sebanyak: 1) 37,61% untuk opex penyelenggaraan konser; 2) 19,8% untuk mengakuisisi kepemilikan saham di PT Rans Kosmetika Indonesia; 3) 18,64% untuk capex pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland; 4) 8,15% untuk membentuk entitas usaha baru di bidang pengembangan teknologi berbasis AI; 5) 6,98% untuk pembayaran lebih awal (pelunasan dipercepat) atas seluruh pokok utang kepada Bank Negara Indonesia ($BBNI); dan 6) sisanya untuk penyetoran modal kepada anak usaha. RANS dikendalikan oleh Raffi Ahmad, yang akan memiliki 62,93% saham pasca–IPO. Pemegang saham perseroan juga mencakup Dony Oskaria, Soultan Ariq Rachman, Sutanto Hartono, hingga Kaesang Pangarep. Penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2–8 Juli 2026, sementara listing diperkirakan pada 10 Juli 2026.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (22/6) mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai ~Rp26,34 T untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik pada periode 2H26 di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan beras 10 kg per bulan untuk ~33,2 juta penerima manfaat selama periode Juli–September 2026 dan stabilisasi harga pangan komoditas kedelai sebesar Rp2.000/kg untuk total kuota 250.000 ton, yang keduanya bernilai total ~Rp18 T. Selain itu, terdapat program magang dan vokasi bernilai ~Rp6,3 T, beserta insentif transportasi senilai ~Rp2 T untuk periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru yang mencakup diskon tarif kereta api, kapal Pelni, jasa kepelabuhan ASDP, dan PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Di sisi industri, pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0%. Pemerintah juga memberlakukan tarif PPh final royalti khusus 1,5% bagi penulis, turun dari tarif normal di kisaran 5–35%.
  • Harga minyak Brent turun sekitar -3,3% ke level ~US$77,9/barrel pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6) dan lanjut melandai di kisaran ~US$77,1/barrel per Selasa (23/6) sore. Penurunan harga minyak disebabkan oleh kemajuan dalam perundingan damai AS–Iran, di mana AS telah menerbitkan lisensi selama 60 hari untuk mengizinkan penjualan sebagian minyak dan produk petroleum Iran, yang memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperoleh pemasukan dari sektor energi. Pejabat AS dan Iran menyatakan adanya kemajuan pada putaran pertama negosiasi menuju kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri konflik, meski masih terdapat perbedaan pandangan antara kedua pihak. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran telah bersedia menerima kedatangan inspektur nuklir, meski klaim ini dibantah oleh Iran. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan sangat baik, serta menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
  • Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa pemerintah telah menyetujui kuota produksi dalam RKAB batu bara lebih dari 600 juta ton hingga Juni 2026. Meski jumlah persetujuan tersebut telah melampaui target awal pemerintah di 600 juta ton, Tri menyebut bahwa pemerintah belum menetapkan batas maksimum persetujuan produksi selama 2026, sejalan dengan rencana pemerintah untuk memberikan relaksasi kuota RKAB batu bara.
  • Kontan melaporkan bahwa Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, pada Selasa (23/6) melakukan panggilan atau telepon kepada Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, terkait risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh akibat harga gas industri yang tinggi saat ini. Merespons panggilan itu, Simon mengatakan akan menyiasati masalah gas dan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara ($PGAS). Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengatakan bahwa harga gas industri saat ini mencapai US$23/MMBtu, yang dikhawatirkan dapat memicu gelombang PHK terhadap sekitar 55.000 karyawan di 2 pabrik keramik besar, Milan Keramik dan Mulia Keramik, di wilayah Bekasi, Jawa Barat dalam 2–3 hari ke depan.

🧑‍⚕️ Retrace Sehat Selalu Diawali Dengan Distribusi yang Kehabisan Tenaga

“Market akan berbalik ketika penjual mulai kehabisan amunisi. Dan jejak pertama yang biasanya muncul itu bukan di harga melainkan di volume yang makin lama makin mengecil. Itu yang sekarang mulai terlihat pada struktur Daily IHSG.” — ariefhidayatst

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Distribusi di IHSG sudah berulang-ulang terjadi sejak awal tahun 2026. Namun, semua pemantau pasar sedang menanti saat IHSG mencapai bottom dengan indikator penurunan volume. Menurut stockbitor ariefhidayatst, retrace (atau yang juga dapat disebut 'koreksi') yang sehat dapat dilihat dari semakin sepinya jumlah penjual, yang berarti pemilik dana besar sudah kehilangan daya untuk menggerakkan pasar. Beliau menggunakan patokan garis MA 5 untuk menyimpulkan bahwa selama volume berada di bawah garis MA 5, koreksi yang terjadi pada IHSG tetap dapat dikategorikan sebagai koreksi yang sehat. Koreksi ini berguna untuk para pembeli yang belum sempat masuk ke dalam suatu saham, dengan harapan harga saham tersebut akan kembali rebound. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur