English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🆕 BEI Tambah 37 Emiten ke Daftar HSC, Total Jadi 51 Emiten

IHSG naik +0,04%, BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina dengan Valuasi US$5 Miliar. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🆕 BEI Tambah 37 Emiten ke Daftar HSC, Total Jadi 51 Emiten

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.041,9 +0,04% -Rp153,0 miliar 18.067 -0,14% 4.034 -0,89%
Oil Coal CPO Nickel
85,5 +0,92% 131,2-0,27% 4.560 -0,28% 16.765 -0,01%

👋 Stockbitor!

BEI pada Rabu (15/7) pagi menambahkan 37 emiten ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC). Dengan penambahan ini, sudah ada total 51 emiten yang masuk daftar HSC per Rabu (15/7) pagi [lihat tabel].

Penambahan emiten–emiten ke dalam daftar HSC tersebut muncul setelah BEI mengatakan pada Selasa (14/7) bahwa mereka menambahkan kriteria price impact ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 T, untuk menyaring apakah suatu emiten masuk ke dalam HSC. Price impact ratio yang tinggi memicu screening lanjutan, meski tidak serta–merta menjadikan suatu saham berstatus HSC.

Price impact ratio sendiri mengukur besarnya perubahan harga saham dibandingkan dengan tingkat aktivitas perdagangannya (velocity). Adapun velocity merupakan indikator yang mengukur tingkat aktivitas transaksi saham berdasarkan perbandingan antara rata–rata volume transaksi dengan jumlah saham yang beredar di publik (free float).

BEI menjelaskan bahwa perhitungan kriteria baru ini dilakukan secara berkala setiap triwulan sekali, dengan trigger factors yang menggunakan tindakan pengawasan tetap dilakukan dan bersifat insidental.

Dalam konferensi pers pada Selasa (14/7), Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan ulang bahwa saham yang masuk daftar HSC tidak dapat masuk dan/atau akan tereksklusi dari indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80.

Source: IDX, Stockbit Analysis

Key Takeaway

Kami melihat penyesuaian kriteria HSC sebagai langkah lanjutan reformasi pasar modal Indonesia. Selain itu, kami menilai bahwa meski daftar HSC membengkak menjadi 51 emiten, dampaknya terhadap market akan relatif terbatas karena tak satupun emiten yang baru masuk merupakan konstituen indeks–indeks utama — seperti IDX30, LQ45, maupun IDX80 — sementara BREN dan DSSA sudah lebih dulu keluar pada evaluasi April 2026.

💰 BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina dengan Valuasi US$5 Miliar

  • $BREN: Konglomerat energi terbarukan di Filipina, First Gen Corp., mengatakan dalam keterbukaan informasi di bursa Filipina bahwa Barito Renewables Energy telah mengajukan penawaran yang tidak mengikat (non–binding offer) untuk mengakuisisi anak usahanya di bidang geothermal, Energy Development Corp., dengan nilai ekuitas ~US$5 miliar. First Gen menyebut bahwa hingga saat ini belum ada diskusi antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat apa pun untuk transaksi ini. Pernyataan First Gen muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa BREN telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut. Jika ditotal dengan utang perusahaan, nilai valuasi Energy Development bisa mencapai hingga US$7 miliar, menurut narasumber anonim Bloomberg. Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa diskusi dan pertimbangan dengan penasihat keuangan masih berjalan, sehingga belum ada kepastian apakah transaksi ini akan benar–benar terjadi. Selain First Gen, Energy Development juga didukung oleh Macquarie Asset Management dan GIC Pte (Singapura).
  • $WIFI: Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, mengatakan pada Rabu (15/7) bahwa pihaknya melalui PT Integrasi Jaringan Ekosistem telah merilis 2 layanan internet fixed broadband terbaru, yakni Starlite Super dan Starlite Prime. Starlite Super dibekali dengan teknologi XGS–PON dan Wi–Fi 7 dengan kecepatan hingga 2 Gbps seharga Rp250.000/bulan, sementara Starlite Prime yang berbasis GPON dan Wi–Fi 5/Wi–Fi 6 menyediakan kecepatan hingga 500 Mbps dengan tarif Rp168.000/bulan. Shannedy mengatakan bahwa peluncuran kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga yang lebih terjangkau, serta melengkapi portofolio layanan internet WIFI yang sebelumnya telah memiliki produk Internet Rakyat dengan harga mulai Rp100.000/bulan. Shannedy menyebut layanan Starlite Super dan Starlite Prime mulai tersedia pada Rabu (15/7) di wilayah yang telah tercakup jaringan fiber–to–the–home (FTTH) Starlite, tanpa merincinya lebih lanjut.
  • $CTRA: Ciputra Development mencatat marketing sales ~Rp2,3 T pada 2Q26 (-13% YoY, -8% QoQ). Secara kumulatif, marketing sales selama 1H26 mencapai ~Rp4,7 T (-18% YoY), setara ~49% dari target 2026 di ~Rp9,5 T. Kontribusi marketing sales terbesar selama 1H26 berasal dari segmen ‘rumah dan tanah kavling’ (87%), diikuti ‘ruko’ (10%), ‘apartemen’ (3%), dan ‘perkantoran’ (0,2%).
  • $INTP: Indocement Tunggal Prakarsa mencatat pertumbuhan volume penjualan semen sebesar +12% YoY pada 2Q26, didukung oleh pergeseran libur Idulfitri dan cuaca yang lebih kering. Hasil ini membuat volume penjualan semen INTP selama 1H26 tumbuh +5% YoY (vs. 1H25: -3% YoY), didukung oleh kenaikan volume penjualan semen curah (+9% YoY) dan semen kantong (+4% YoY). Market share INTP juga kembali naik menjadi 28,1% selama 1H26 (vs. 5M26: 27,8%, 1H25: 29,5%), seiring keputusan kompetitor untuk mengikuti langkah INTP dalam menaikkan harga jual. Ke depan, manajemen INTP akan terus mencermati potensi tantangan dari pelemahan nilai tukar dan harga energi yang masih tinggi, yang dapat mempengaruhi aktivitas konstruksi serta biaya input.
  • $MLPT: Multipolar Technology berencana melaksanakan stock split dengan rasio 1 saham lama menjadi 25 saham baru, di mana awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 21 Juli 2026. Perseroan telah menerima persetujuan dari BEI pada 13 Juli 2026 dan rencana ini telah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB pada 29 Juni 2026.
  • $SMDR: Samudera Indonesia mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan mudharabah senilai Rp460 M kepada anak usahanya, PT Samudera Perkapalan Indonesia, untuk membiayai pembangunan 2 unit kapal chemical tanker. Dana tersebut berasal dari hasil sukuk ijarah tahun 2026.
  • $PRDA: Direktur Prodia Widyahusada, Marina Eka Amalia, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan mid–single digit (+3–5% YoY), dengan pertumbuhan laba bersih setidaknya low–teens selama 2026. Manajemen mengklaim tren pertumbuhan 1Q26 akan berlanjut pada 2Q26, meski laporan keuangan 1H26 masih dalam proses penyusunan. Sebelumnya, Stockbit telah menuliskan alokasi capex dan rencana ekspansi PRDA melalui rangkuman Closed–Door Meeting di sini.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$ARTO $BUKA $ESSA $ANTM
+7,76% +6,00% +5,17% +4,11%

Top Loser 🤕

$FILM $ENRG $BRMS $KLBF
-5,14% -4,79% -3,48% -3,42%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Biro statistik tenaga kerja AS pada Selasa (14/7) merilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) periode Juni 2026 sebagai berikut: 1) CPI YoY: inflasi 3,5% (vs. ekspektasi: inflasi 3,8%, Mei 2026: inflasi 4,2%); 2) CPI MoM: deflasi 0,4% (vs. ekspektasi: deflasi 0,1%, Mei 2026: inflasi 0,5%); 3) core CPI YoY: inflasi 2,6% (vs. ekspektasi: inflasi 2,8%, Mei 2026: inflasi 2,9%); 4) core CPI MoM: 0% (vs. ekspektasi: inflasi 0,2%, Mei 2026: inflasi 0,2%). Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026 turun dari 75% menjadi 61%, menurut analisis probabilitas dari CME FedWatch Tool per Rabu (15/7) sore.
  • Biro statistik China mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi China pada 2Q26 hanya mencapai +4,3% YoY (vs. 1Q26: +5% YoY), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus di level +4,5% YoY. Hasil ini menandai pertumbuhan tahunan terlemah sejak 4Q22 dan lebih rendah dibandingkan target pemerintah China di kisaran +4,5–5% YoY. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi China selama 1H26 mencapai +4,7% YoY, melambat dibandingkan realisasi 1H25 di level +5,3% YoY. Ekonomi China bergulat dengan ketidakseimbangan supply–demand yang semakin dalam, di mana produksi manufaktur tetap kuat seiring ekspor barang terkait AI, tapi konsumsi dan investasi swasta melemah seiring penurunan pasar properti yang berkepanjangan dan harga energi yang volatil.
  • Presiden Donald Trump pada Selasa (14/7) kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada pekan depan jika Iran tidak melanjutkan negosiasi perdamaian perang dengan AS. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa infrastruktur energi akan menjadi sasaran serangan AS berikutnya di Iran, sembari menambahkan bahwa para negosiator AS telah menghubungi pihak Iran dan meminta mereka segera mencapai kesepakatan dengan AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa AS keliru jika menganggap tekanan militer dan blokade ekonomi akan memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan dalam rapat bersama DPR pada Selasa (14/7) bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah. Purbaya menjelaskan bahwa strategi peningkatan penerimaan negara akan difokuskan melalui perluasan basis perpajakan di bidang ekonomi digital, shadow economy, serta sektor informal. Di bidang kepabeanan dan cukai, Purbaya menyebut bahwa pemerintah akan memperkuat penerimaan melalui digitalisasi layanan dan pengawasan, peningkatan audit dan penindakan, serta pemberantasan impor ilegal dan peredaran barang kena cukai ilegal. Sebelumnya, Kementerian Keuangan memproyeksikan realisasi penerimaan pajak selama 2026 hanya akan mencapai Rp2.310,8 T atau sekitar 98,8% target APBN 2026, mengimplikasikan bahwa penerimaan pajak akan mengalami shortfall ~Rp46,9 T dari target APBN 2026. Meski demikian, proyeksi shortfall tersebut jauh lebih kecil dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai ~Rp271 T.
  • Kepala The Fed, Kevin Warsh, mengatakan pada Selasa (14/7) bahwa dirinya berkomitmen pada mandat ganda The Fed terkait ketenagakerjaan dan stabilitas inflasi, sembari menegaskan bahwa keduanya bukan merupakan pilihan yang membatalkan satu sama lain. Warsh juga mengatakan bahwa salah satu gugus tugas yang ia bentuk akan meninjau ulang sejumlah kebijakan The Fed, termasuk evaluasi terhadap balance sheet yang mencapai US$6,8 triliun dan pendekatan ‘ample reserves’ yang mengharuskan The Fed mempertahankan kepemilikan obligasi dalam jumlah besar sejak krisis keuangan global. Warsh mengatakan bahwa dirinya tidak menentang penggunaan balance sheet The Fed secara agresif selama masa–masa krisis, tetapi dia tidak ingin hal tersebut dijadikan kebijakan permanen. Warsh juga menjelaskan bahwa The Fed kemungkinan besar tidak akan kembali sepenuhnya ke pendekatan ‘scarce reserves’ seperti sebelum krisis 2008 — di mana The Fed hanya memegang obligasi dengan total balance sheet kurang dari US$1 triliun — seraya mengatakan bahwa dirinya terbuka pada opsi lain di luar pendekatan saat ini. Warsh tidak merinci kapan reformasi kebijakan moneter yang sedang dia tinjau akan diberlakukan, tetapi menyebut bahwa perubahan kebijakan tidak akan terjadi tiba–tiba dan segala perubahan akan dipertimbangkan dengan matang sebelum diumumkan ke publik.
  • Manajemen Indocement Tunggal Prakarsa ($INTP) melaporkan bahwa volume penjualan semen seindustri tumbuh +15% YoY pada 2Q26, didukung oleh pergeseran libur Idulfitri dan cuaca yang lebih kering. Hasil ini membuat volume penjualan semen seindustri selama 1H26 tumbuh +10% YoY (vs. 1H25: -3% YoY), didukung oleh pertumbuhan segmen semen kantong sebesar +10% YoY (vs. 1H25: +0% YoY) dan semen curah sebesar +11% YoY (vs. 1H25: -10% YoY). Sebelumnya, manajemen INTP mengatakan pada earnings call 1Q26 bahwa perseroan memperkirakan pertumbuhan penjualan semen domestik akan mencapai +1% YoY selama 2026 (vs. 2025: -2% YoY).

🤷 Investor Sadar: Tidak Bisa Menebak Harga Saham Esok Hari

“Yang belum memiliki pola pikir jangka menengah-panjang, mereka mudah dipermainkan psikologisnya oleh pergerakan market. Ketika market ngasih fear, maka kita mudah menjual saham. Banyak yang sudah serok saham harga bawah pada 8 Juli kemarin, untuk tergocek fear market beberapa minggu sesudahnya. Padahal sudah dapat di harga bawah.” — edihrtn

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Stockbitor edihrtn menegaskan satu pesan penting dalam tulisannya: kita tidak dapat memproyeksikan naik atau turunnya harga saham hanya dalam jangka waktu harian. Dalam sehari, saham dapat naik dan turun sesuai dengan volume beli dan jual, namun bagaimana kita dapat memprediksi ramainya sebuah saham pada satu hari jika tidak ada aksi korporasi atau berita emiten apapun? Sebaliknya, membuat prediksi harga saham untuk jangka waktu menengah hingga jangka panjang lebih mudah, karena adanya berbagai faktor makroekonomi, sektor, dan geopolitik yang dapat memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang arah mana suatu saham akan bergerak. Untuk trader jangka pendek, beliau mengingatkan agar kita dapat menjaga emosi di kondisi di mana psikologis dapat dipermainkan oleh pergerakan market.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur