English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

๐Ÿฆ BBCA Bank–Only Jan 2026: Laba Bersih +6% YoY

IHSG naik +1,19%, TLKM Kembali Dikabarkan Berencana Jual Saham Bisnis Data Center. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

๐Ÿฆ BBCA Bank–Only Jan 2026: Laba Bersih +6% YoY

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance ๐Ÿš€

IHSGForeign FlowKurs USD/IDRGold
8.310,2 +1,19%+Rp1,4 triliun16.884 +0,27%4.942 +0,74%
OilCoalCPONickel
67,1 +0,35%121,0 +0,79%4.016 -0,74%16.861 -1,48%

๐Ÿ‘‹ Stockbitor!

Bank Central Asia ($BBCA) mencatatkan laba bersih bank–only sebesar Rp5 T pada Januari 2026 (+6% YoY, +13% MoM), setara 8,1% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. Januari 2025: 8,2% realisasi konsolidasi 2025). Pertumbuhan laba secara tahunan didorong oleh penurunan beban provisi (-54% YoY) sementara Pre–Provision Operating Profit (PPOP) flat.

  • Loan growth +6% YoY, Efek High–base Tahun Lalu

Pertumbuhan kredit bank–only tercatat sebesar +6% YoY per Januari 2026, lebih rendah dari guidance 2026F manajemen di kisaran +8–10% YoY dan di bawah level pertumbuhan per Desember 2025 di level +7% YoY. Kami menilai level pertumbuhan kredit terlihat sedikit rendah pada Januari 2026 akibat efek high–base pada tahun lalu, di mana pertumbuhan kredit mencapai +15% YoY per Januari 2025.

  • NIM Turun Sesuai Guidance, CoC Masih Rendah

Dari sisi margin, BBCA mencatatkan Net Interest Margin (NIM) di level 5,4% pada Januari 2026 (vs. Januari 2025: 5,9%), kembali turun dari level 5,5% pada Desember 2025. Penurunan ini sesuai dengan guidance 2026F manajemen yang menargetkan NIM di kisaran 5,4–5,6%, seiring dengan proyeksi kelanjutan tekanan pada loan yield. Sementara itu, penurunan beban provisi -54% YoY membuat Cost of Credit (CoC) berada di level 0,3% pada Januari 2026, masih di bawah guidance 2026F manajemen di kisaran 0,4–0,6%.

Key Takeaway

Kami mencoba tidak terlalu banyak membaca kinerja yang baru berjalan 1 bulan ini. Di sisi lain, kami mengestimasikan dividen final BBCA dari tahun buku 2025 mencapai ~Rp270/saham, yang mengindikasikan dividend yield 3,7% berdasarkan harga saham Rp7.275/lembar per Rabu (18/2). Estimasi ini didasarkan pada asumsi dividend payout ratio sebesar 70% (vs. payout 2024: 67,4%), di mana manajemen mengatakan pada earnings call 4Q25 bahwa perseroan melihat ruang bagi kenaikan payout ratio.

๐Ÿค‘ TLKM Kembali Dikabarkan Berencana Jual Saham Bisnis Data Center

  • $TLKM: Bloomberg melaporkan bahwa Telkom Indonesia kembali mempertimbangkan untuk menjual saham bisnis data center–nya, NeutraDC, guna memanfaatkan meningkatnya minat pada aset infrastruktur digital. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa TLKM sedang bekerja sama dengan penasihat keuangan terkait potensi penjualan saham mayoritas di NeutraDC dengan valuasi sekitar US$1–1,5 miliar, tetapi pembahasan masih berlangsung dan belum ada kepastian penjualan. TLKM belum mengomentari kabar ini. Sebelumnya, TLKM sejak 2022 dikabarkan telah mempertimbangkan untuk mendatangkan investor bagi bisnis data center tersebut.
  • $RMKE: Emitennews melaporkan bahwa RMK Energy mencatat volume pengangkutan via hauling road sebanyak 167.500 ton pada Januari 2026, melonjak lebih dari 10x lipat dibandingkan realisasi 16.300 ton pada Januari 2025. Kinerja positif juga tercermin pada segmen penjualan batu bara yang tumbuh 4x lipat secara tahunan menjadi 513.600 ton batu bara pada Januari 2026. Dalam kabar terpisah, RMKE mengumumkan telah melaksanakan buyback saham sebanyak ~2,4 juta (0,05%) saham dengan harga rata–rata ~Rp4.161/lembar atau senilai total ~Rp9,9 M pada 13 Februari 2026. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp200 M pada periode 2 Februari–1 Mei 2026.
  • $MDRN: Modern Internasional mengumumkan kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia dan Genertec. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan dan implementasi advanced smart factory CNC system untuk mendukung transformasi manufaktur kedirgantaraan PT Dirgantara Indonesia, dengan MDRN akan bertindak sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purnajual sistem manufaktur CNC. Nilai transaksi, skema komersial, serta tahapan implementasi lanjutan akan ditentukan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.
  • $INET: Pengendali Sinergi Inti Andalan Prima, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~125,9 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp377/lembar atau senilai total ~Rp47,5 M pada 13 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 57,99% menjadi 58,55%.
  • $DEWA: Darma Henwa mengumumkan telah melaksanakan buyback saham sebanyak ~210 juta (0,51%) lembar dengan harga rata–rata Rp624/lembar pada 12–13 Februari 2026. Realisasi ini membuat DEWA telah melaksanakan buyback sebanyak ~1,64 miliar (4,02%) saham dengan harga rata–rata ~Rp580/lembar atau senilai total ~Rp950 M sejak 10 Desember 2025. Setelah transaksi ini, alokasi dana buyback perseroan sebesar Rp950 M pada periode 19 November 2025–19 Februari 2026 telah habis digunakan.
  • $BRMS: Bumi Resources Minerals mengatakan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyegel 1 titik area di wilayah kontrak karya yang dikelola oleh anak usaha perseroan, yakni PT Citra Palu Minerals. BRMS menjelaskan bahwa penyegelan tersebut dilakukan akibat pembukaan lahan tanpa izin oleh penambang liar, sementara PT Citra Palu Minerals sendiri belum menambang ataupun mengoperasikan area tersebut. Adapun lokasi tambang emas River Reef di Poboya, Palu yang saat ini sedang dioperasikan oleh PT Citra Palu Minerals melalui metode open pit mining tetap berjalan normal seperti biasa. Klarifikasi dari BRMS ini muncul setelah sejumlah media melaporkan pada pekan lalu bahwa Satgas PKH menyegel kawasan konsesi pertambangan emas milik PT Citra Palu Mineral di Palu, Sulawesi Tengah.
  • $TIRT: Pengendali Tirta Mahakam Resources, PT Harita Jayaraya, menjual ~24,4 juta saham TIRT dengan harga rata–rata ~Rp675/lembar atau senilai total ~Rp16,4 M pada 9–12 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Harita Jayaraya di TIRT turun dari 73,54% menjadi 71,13%.
  • $TAPG: Komisaris Triputra Agro Persada, Tjandra Karya Hermanto, membeli ~1,06 juta saham TAPG dengan harga rata–rata Rp1.490/lembar atau senilai total ~Rp1,6 M pada 12 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Tjandra Karya Hermanto di TAPG naik dari 0,244% menjadi 0,249%.

Top Gainer ๐Ÿ”ฅ

$BULL$RATU$INET$HMSP
+23,33%+13,43%+11,98%+10,65%

Top Loser ๐Ÿค•

$KPIG$BRMS$DSSA$BUMI
-14,74%-3,70%-2,99%-2,74%

 ๐Ÿ”ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) mengatakan bahwa pihaknya memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan akan terus melanjutkan rebalancing pada Maret 2026 sesuai prosedur standar, meski penyedia indeks lain seperti MSCI dan FTSE Russell telah menghentikan sementara review indeks untuk pasar modal Indonesia. Analis Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam, mengatakan kepada Bloomberg bahwa langkah S&P DJI menandakan bahwa otoritas pasar modal Indonesia mungkin sedang membuat progres untuk memenuhi tuntutan penyedia indeks.
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Jumat (13/2) bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya untuk aktif menjangkau lembaga pemeringkat (rating agency) dan mengadakan roadshow reguler kepada investor di luar negeri.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Jumat (13/2) bahwa keputusan mengenai izin tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources, entitas United Tractors ($UNTR), akan diumumkan oleh pemerintah dalam waktu dekat. Sebelumnya, Bahlil menyebut bahwa pemerintah membuka peluang pemulihan izin tambang Martabe selama perusahaan tersebut terbukti tidak melakukan pelanggaran. Sementara itu, jika PT Agincourt Resources terbukti melakukan pelanggaran, pemerintah akan memberikan sanksi "secara proporsional."
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Jumat (13/2) bahwa pihaknya menargetkan groundbreaking 20 proyek hilirisasi senilai US$26 miliar selama 2026. Dari jumlah tersebut, groundbreaking atas 6 proyek bernilai US$7 miliar telah dilaksanakan pada Februari 2026, sementara 14 proyek lainnya bernilai US$19 miliar akan dilaksanakan sepanjang 2026. Rosan memperkirakan bahwa 20 proyek hilirisasi tersebut dapat menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja baru.
  • Biro statistik tenaga kerja AS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) di AS pada Januari 2026 melandai, dengan inflasi inti secara tahunan berada di level terendah sejak Maret 2021. Berikut rinciannya:
    • Inflasi IHK MoM: 0,2% (konsensus: 0,3%; Desember 2025: 0,3%)
    • Inflasi IHK YoY: 2,4% (konsensus: 2,5%; Desember 2025: 2,7%)
    • Inflasi inti MoM: 0,3% (konsensus: 0,3%; Desember 2025: 0,2%)
    • Inflasi inti YoY: 2,5% (konsensus: 2,5%; Desember 2025: 2,6%)
  • Komisaris Merdeka Copper Gold ($MDKA), Andrew Phillip Starkey, membeli 300.000 saham MDKA dengan harga rata–rata Rp3.113/lembar atau senilai total ~Rp934 juta pada 12 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Andrew Phillip Starkey di MDKA naik dari 0,014% menjadi 0,015%.
  • Direktur XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL), Yessie Dianty Yosetya, membeli 342.200 saham EXCL dengan harga rata–rata ~Rp2.880/lembar atau senilai total ~Rp986 juta pada 13 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Yessie Dianty Yosetya di EXCL naik dari 0,0104% menjadi 0,0123%.

Shigeru Fujimoto Bukti Bahwa Tidak Ada Kata "Terlambat" di Dunia Investasi

"Yang kamu butuhkan hanyalah keberanian untuk memulai dan disiplin untuk terus belajar, meski usia sudah tidak muda lagi. Karena pasar saham tidak memandang umur. Ia hanya menghargai mereka yang mau belajar, konsisten, dan tidak pernah menyerah." — HaznStore

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Zaman sekarang, kita dianjurkan untuk mulai berinvestasi sejak usia muda agar dapat hidup nyaman di masa tua. Namun, ada satu kasus unik di Jepang: seorang petani bernama Shigeru Fujimoto mulai serius melakukan day trading dan mempelajari analisis teknikal pada usia 66 tahun. Diceritakan oleh Stockbitor HaznStore, Pak Shigeru Fujimoto berusaha keras mempelajari pasar modal secara mendalam, bahkan bangun pukul 2 pagi untuk memantau pasar global dan menganalisis grafik. Pada tahun 2026, Pak Fujimoto telah berusia 89 tahun dengan aset senilai Rp220–230 miliar berkat konsistensinya dalam melakukan trading. Dari kisah beliau, kita dapat mengambil pesan bahwa tidak ada batasan usia untuk mulai berinvestasi dan menambah ilmu. Tertarik mengetahui bagaimana HaznStore memandang kisah beliau? Baca selengkapnya pada tulisan berikut ini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.


Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur