
π APBN Jan–26 Defisit 0,2%, Didorong Percepatan Belanja +26% YoY
.png)
Daily Market Performance π
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.396,1 +1,50% | +Rp1,1 triliun | 16.794 -0,47% | 5.168 +1,71% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 70,9 -0,52% | 120,6 -1,35% | 4.084 -0,20% | 17.350 +0,36% |
π Stockbitor!
Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi APBN 2026 hingga akhir Januari 2026 mengalami defisit Rp54,6 T atau setara 0,21% terhadap PDB (vs. Januari 2025: defisit 0,09% terhadap PDB; target APBN 2026: defisit 2,68% terhadap PDB), dengan defisit keseimbangan primer sebesar Rp4,2 T. Hasil ini dipengaruhi oleh lonjakan belanja negara sebesar +25,7% YoY menjadi Rp227,3 T per akhir Januari 2026, meski pendapatan negara naik +9,5% YoY ke level Rp172,7 T seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +30,7% YoY. Berikut rinciannya:
- Pendapatan Negara Naik +9,5% YoY, Didorong Kenaikan Penerimaan Pajak
Kenaikan pendapatan negara hingga akhir Januari 2026 utamanya didorong penerimaan pajak, yang secara neto naik +30,7% YoY seiring peningkatan pajak bruto +7% YoY dan kontraksi restitusi -23% YoY. Pertumbuhan pajak bruto utamanya didukung oleh PPN dan PPnBM (+7,7% YoY) sebagai kontributor terbesar penerimaan pajak, sementara penurunan restitusi utamanya berasal dari sektor perdagangan.
- Belanja Negara Naik +25,7% YoY, Nominal Belanja Tertinggi Setidaknya sejak 2019
Kementerian Keuangan menyebut bahwa akselerasi belanja pada Januari 2026 ditujukan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli, dan mendorong pertumbuhan ekonomi selama 1Q26. Peningkatan terutama pada belanja kementerian/lembaga, didorong oleh realisasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang mencapai Rp19,5 T (vs. Januari 2025: Rp45,2 M).
Sebelumnya, dalam Indonesian Economic Outlook 2026 pada pertengahan Februari 2026, pemerintah memperkirakan belanja pemerintah mencapai Rp809 T pada 1Q26, mengimplikasikan realisasi belanja Januari 2026 setara ~28% estimasi tersebut. Sebagai catatan, nominal belanja pada Januari 2026 merupakan yang tertinggi dibandingkan Januari pada tahun–tahun sebelumnya, setidaknya sejak 2019 [lihat tabel di bawah].
.png)
Key Takeaway
Percepatan belanja ini sejalan dengan langkah optimalisasi anggaran, di mana pemerintah mendorong realisasi belanja secara merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan percepatan belanja pada awal tahun ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran +5,5–6% YoY pada 1Q26 (vs. 4Q25: +5,39% YoY).
Di sisi lain, realisasi APBN pada Januari 2026 kembali meng–highlight risiko pelebaran defisit fiskal dari yang ditargetkan. Meski demikian, Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa target pertumbuhan pemerintah pada tahun ini akan tetap mempertahankan defisit fiskal dalam batas 3% terhadap PDB.
π€ BMRI: Laba Bersih Bank–Only +16% YoY pada Januari 2026
- $BMRI: Bank Mandiri mencatatkan laba bersih bank–only sebesar Rp4,7 T pada Januari 2026 (+16% YoY, -37% MoM), setara 8,2% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 7,1% realisasi konsolidasi 2025). Pertumbuhan laba bersih utamanya didorong oleh Net Interest Income yang naik +10% YoY — seiring pertumbuhan kredit +16% YoY — serta normalisasi pertumbuhan opex yang hanya naik +5% YoY dan penurunan beban provisi -22% YoY.
- $BUKA: Pengendali saham Bukalapak sekaligus anak usaha Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), PT Kreatif Media Karya, membeli ~4,5 miliar saham BUKA dengan harga rata–rata Rp150/lembar atau senilai total ~Rp674,3 M pada 19–20 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Kreatif Media Karya di BUKA naik dari 40,55% menjadi 44,91%.
- $SCMA: Pengendali saham Surya Citra Media, Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), membeli 300 juta saham SCMA dengan harga rata–rata Rp320/lembar atau senilai total Rp96 M pada 19 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung EMTK di SCMA naik dari 74,02% menjadi 74,42%.
- $DOID: BUMA Internasional Grup melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, mendapatkan kontrak jasa pertambangan jangka panjang dengan nilai yang tidak disebutkan dari anak usaha Adaro Andalan Indonesia ($AADI), PT Adaro Indonesia, untuk area tambang Tutupan Selatan di Kalimantan Selatan. Kontrak tersebut akan berlangsung pada 1 April 2026–31 Desember 2030, dengan total volume pengupasan lapisan tanah penutup diperkirakan ~239 juta bcm dan perkiraan produksi 44 juta ton batu bara.
- $BREN: Barito Renewables Energy melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, menandatangani sejumlah perjanjian dan kerangka kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi energi global, SLB (NYSE: SLB) untuk mendukung proyek pengembangan geotermal serta penerapan teknologi di masa depan di Indonesia maupun di luar negeri. Kerja sama tersebut mencakup desain dan perencanaan pengembangan lapangan pada proyek pengembangan geotermal Sekincau di Indonesia, serta kerangka kerja sama untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merencanakan peluang geotermal di masa depan termasuk di kawasan Amerika Utara.
- $MEGA: Bank Mega berencana membagikan saham bonus dengan rasio 1:1 dari kapitalisasi agio saham senilai ~Rp5,9 T per 31 Desember 2025. Cum date di pasar reguler dan negosiasi direncanakan pada 9 April 2026, dengan pembagian pada 30 April 2026. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 31 Maret 2026.
- $BAJA: Saranacentral Bajatama berencana menggelar rights issue hingga 1 miliar saham baru yang ditujukan untuk menyelesaikan seluruh pokok utang dan bunga senilai Rp445 M dari pihak afiliasi perseroan, PT Sarana Steel. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. Pengendali BAJA, Ibnu Susanto, dan PT Sarana Steel akan melaksanakan haknya serta menjadi pembeli siaga. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 31 Maret 2026.
Top Gainer π₯
$WIRG | $TPIA | $TINS | $BUVA |
| +6,82% | +6,32% | +6,12% | +6,12% |
Top Loser π€
$KPIG | $MYOR | $ENRG | $BKSL |
| -2,36% | -2,24% | -1,48% | -1,39% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu (21/2) bahwa dirinya akan menaikkan tarif sementara dari 10% menjadi 15% untuk impor AS dari semua negara, setelah Mahkamah Agung AS pada Jumat (20/2) membatalkan program tarif sebelumnya. Tarif baru ini didasarkan pada undang–undang yang berbeda, tetapi membutuhkan persetujuan Kongres AS untuk memperpanjangnya setelah 150 hari. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Sabtu (21/2) bahwa kesepakatan perdagangan antara Indonesia–AS masih berprogres, sembari mengatakan bahwa akan ada perlakuan berbeda untuk negara–negara yang telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS. Airlangga juga menyebut bahwa pemerintah telah meminta AS untuk mempertahankan pembebasan tarif untuk sejumlah ekspor Indonesia — seperti minyak sawit, kopi, dan kakao — seperti yang telah disepakati. Meski Indonesia dan AS telah mencapai kesepakatan, perjanjian tersebut baru akan berlaku 90 hari setelah badan legislatif masing–masing negara meratifikasinya.
- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 meningkat ke level +10% YoY menjadi ~Rp10.117,8 T (vs. Desember 2025: +9,6% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +14,9% YoY dan uang kuasi sebesar +5,4% YoY.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 T di himpunan bank milik negara (Himbara) akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026. Purbaya menambahkan bahwa pemerintah juga akan mengevaluasi efektivitas penempatan tersebut dalam mendukung likuiditas dan pertumbuhan kredit.
- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengurangi kriteria papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA), yang ditargetkan rampung pada 2Q26. Jeffrey juga menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk mengubah mekanisme perdagangan papan pemantauan khusus kembali menjadi continuous auction, meski tidak merincinya lebih lanjut.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Jumat (20/2) bahwa pemerintah akan terus berdiskusi dengan ExxonMobil terkait perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu hingga 2055 dan rencana investasi tambahan ExxonMobil di Indonesia sebesar US$10 miliar untuk produksi minyak mentah. Pernyataan Bahlil muncul setelah pemerintah Indonesia dan AS mencapai kesepakatan dagang dengan AS, yang mencakup komitmen Indonesia untuk mengimpor komoditas energi AS senilai US$15 miliar. Bahlil menyebut bahwa Indonesia akan mengurangi impor bahan bakar dari negara–negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika guna mengakomodasi komitmen tersebut. Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan bahwa porsi impor LPG dari AS berpotensi meningkat menjadi 70% dari total impor tahunan dari level saat ini sebesar 57%.
- Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pihaknya tengah mendalami 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal terkait manipulasi harga saham yang melibatkan influencer, meski tidak merincinya lebih lanjut. Hasan Fawzi juga menyebut bahwa pihaknya telah mendenda 1 perusahaan dan 3 individu senilai total Rp11,05 M atas dugaan manipulasi pasar saham antara 2016–2022. Pernyataan Hasan muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap pasar modal Indonesia setelah MSCI pada Januari 2026 menyoroti masalah terkait transparansi.
- Biro analisis ekonomi AS mencatat bahwa indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) inti di AS — yang menjadi tolok ukur bagi The Fed dalam menilai perekonomian AS — mengalami inflasi 0,4% MoM pada Desember 2025 (vs. November 2025: inflasi 0,2% MoM), melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 0,3% MoM dan menandai level tertinggi sejak Februari 2025.
- Ekonomi AS hanya tumbuh +1,4% YoY pada 4Q25 (vs. 3Q25: +4,4% YoY), berdasarkan estimasi awal yang dirilis oleh biro analisis ekonomi AS, di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan +3% YoY. Hasil ini membuat ekonomi AS selama 2025 tumbuh +2,2% YoY (vs. 2024: +2,8% YoY). Melambatnya pertumbuhan ekonomi AS pada 4Q25 ditekan oleh melambatnya pengeluaran pemerintah, di mana biro analisis ekonomi AS mengestimasikan government shutdown pada 1 Oktober–12 November 2025 menyebabkan tekanan sekitar 1 percentage point terhadap ekonomi AS.
- Bloomberg melaporkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan perundingan terkait program nuklir Iran pada Kamis (26/2) di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan pengerahan militer AS, meski menyebut bahwa peluang solusi diplomatik masih terbuka. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan pada pekan lalu bahwa dirinya menetapkan tenggat waktu sekitar 10–15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
π° Saham Multibagger Dari Sisi Fundamental
"Multibagger tidak lahir di keramaian. Ia tumbuh dalam kesunyian. Di laporan keuangan yang jarang disentuh. Di angka-angka kecil yang dianggap membosankan." — InvestorfromPky
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Saham multibagger tidak dapat ditemukan di tengah berita dan keramaian, menurut Stockbitor InvestorfromPky, yang juga dikenal dengan nama Romy Rasad. Grafik menanjak yang ramai diobrolkan memang menunjukkan potensi bagger, namun saham yang benar-benar mampu tumbuh hingga sepuluh kali lipat justru sebaiknya disaring melalui analisis neraca dan kinerja fundamentalnya. InvestorfromPky menggunakan pendekatan yang terinspirasi dari Warren Buffett, melakukan valuasi dengan pertumbuhan laba, ROE, dan arus kas operasi. Ia juga membantah anggapan bahwa PER yang tinggi berarti saham tersebut sudah terlalu mahal untuk entry. Menurutnya, pada fase-fase awal sebelum harga melonjak, PER yang tinggi masih tergolong wajar karena mencerminkan ekspektasi dan kepercayaan pasar terhadap pertumbuhan perusahaan. Misalnya, karena proyeksi laba yang meningkat atau faktor fundamental positif lainnya. Pada intinya, InvestorfromPky menekankan bahwa ketika sebuah saham sudah ramai diberitakan dan mulai dilirik institusi besar, potensi menjadi multibagger justru semakin menurun. Ingin mengetahui pandangan beliau tentang analisis fundamental secara lebih mendalam? Baca selengkapnya dalam tulisan ini!
Sekilas tentang InvestorfromPky
InvestorfromPky dikenal sebagai seorang investor yang gemar membagikan cerita inspiratif, baik berkaitan dengan keseharian maupun berinvestasi saham di Stream Stockbit. Selain berbagi cerita inspiratif, beliau juga aktif berbagi ilmu investasi saham baik untuk pemula hingga level expert. Kamu bisa temukan cerita menarik lainnya dari Investorfrompky di sini.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$WIRG
$TPIA
$TINS
$BUVA
$KPIG
$MYOR
$ENRG
$BKSL
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda