English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

🏦 BBRI 2025: Laba Bersih -5% YoY, Sejalan Ekspektasi

IHSG turun -1,04%, ITMG 2025: Laba Bersih -49% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

🏦 BBRI 2025: Laba Bersih -5% YoY, Sejalan Ekspektasi

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSGForeign FlowKurs USD/IDRGold
8.235,3 -1,04%+Rp341,26 miliar16.775 -0,18%5.192 -0,66%
OilCoalCPONickel
70,4 -0,37%117,3 -0,64%4.022 -0,76%18.085 +0,98%

👋 Stockbitor!

Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) mencatatkan laba bersih Rp15,9 T pada 4Q25 (+7% YoY, +9% QoQ), menunjukkan peningkatan kinerja dibandingkan realisasi laba bersih 9M25 yang turun -10% YoY. Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp56,7 T (-5% YoY), sejalan dengan ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus). Pertumbuhan laba bersih pada 4Q25 utamanya didorong oleh kenaikan Net Interest Income di tengah beban provisi yang kembali melonjak. BBRI memberikan guidance pertumbuhan kredit yang lebih rendah pada 2026 — dari realisasi high–base di 2025 — dengan penurunan Net Interest Margin (NIM) and Cost of Credit (CoC).

  • Peningkatan Kinerja di 4Q25 Didorong Perbaikan Deposit Mix dan Akselerasi Kredit

Pre–Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh +13% YoY pada 4Q25, berakselerasi dari PPOP selama 9M25 yang masih turun tipis -1% YoY. Akselerasi ini didorong oleh peningkatan Net Interest Income sebesar +14% YoY (vs. 9M25: +3% YoY) seiring: 1) penurunan Interest Expense akibat peningkatan komposisi CASA (+13% YoY per Desember 2025), relatif dibandingkan Time Deposit (-3% YoY per Desember 2025); serta 2) pertumbuhan kredit dan pembiayaan menjadi +12% YoY (vs. 9M25: +6% YoY) termasuk dari Pegadaian yang tumbuh +48% YoY (vs. 9M25: +29% YoY), mendorong Interest Income. Dinamika kedua faktor ini juga membuat realisasi NIM berada di atas guidance 2025 dari manajemen. Untuk 2026, manajemen BBRI melihat NIM akan turun seiring kelanjutan dampak dari pemangkasan suku bunga BI Rate, sejalan dengan guidance Big 4 Banks lain.

Pertumbuhan kredit sebesar +12% YoY per Desember 2025, melampaui guidance 2025 manajemen. Hasil tersebut — seperti bank besar BUMN lainnya — didorong oleh pinjaman ke PT Agrinas Pangan Nusantara terkait program Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, dari sisi pendanaan murah, strategi BBRI tampak membuahkan hasil, dengan kontribusi CASA terhadap total Dana Pihak Ketiga menembus level 70% untuk pertama kali (vs. 2024: 67,3%).

  • Penambahan Provisioning pada 4Q25 Memasuki Fase Normalisasi pada 2026

BBRI memutuskan untuk secara proaktif kembali meningkatkan provisioning pada 4Q25. CoC pada 4Q25 mencapai 3,6%, CoC kuartalan tertinggi selama 2025. Realisasi ini membuat CoC selama 2025 mencapai 3,3%, sejalan dengan yang disampaikan manajemen BBRI pada earnings call sebelumnya bahwa posisi CoC pada akhir tahun akan sedikit lebih tinggi dari kisaran guidance 2025. Sikap proaktif dalam provisioning ini terefleksi dari kenaikan CoC pada 4Q25, meski posisi NPL relatif stabil per Desember 2025 di level 3,07% (vs. September 2025: 3,08%) dan Special Mention (SML) turun dari 5% per September 2025 menjadi 3,84% per Desember 2025. Untuk 2026, BBRI menargetkan normalisasi provisioning dengan guidance CoC di kisaran 2,9–3,2% (vs. 2025: 3,3%) seiring proyeksi perbaikan kualitas aset di berbagai segmen.

Key Takeaway

Dengan masih belum optimalnya growth driver utama perseroan, kami masih mempertahankan BMRI dan BBCA sebagai top pick kami di sektor perbankan. Manajemen kembali menyatakan bahwa BBRI masih akan berfokus pada perombakan segmen mikro pada 2026, dengan ekspektasi pertumbuhan segmen ini hanya akan berada di level low–single digit. Sementara itu, manajemen melihat segmen consumer akan menjadi penopang pertumbuhan baru setidaknya pada 2026, terutama dari KPR. Manajemen mengekspektasikan segmen consumer dapat tumbuh +11–13% YoY pada 2026. Dari aspek dividen, manajemen berencana untuk mempertahankan dividen payout ratio tahun buku 2025 di kisaran 85–90% (vs. 2024: 86,5%).

*Ralat: Pada Rabu (25/2), headline Stockbit Snips menyebutkan bahwa Timah ($TINS) memperbolehkan penambang rakyat untuk menambang di wilayah IUP perseroan asalkan hasilnya dijual ke TINS dengan harga Rp300/kg untuk kadar Sn 70%. Harga tersebut keliru, dengan harga yang tepat adalah Rp300.000/kg seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, pada Oktober 2025. Kesalahan telah dikoreksi di halaman situs web Stockbit Snips dan Stream Stockbit.

⛏️ ITMG 2025: Laba Bersih -49% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi

  • $ITMG: Indo Tambangraya Megah mencatat laba bersih sebesar US$60 juta pada 4Q25 (+52% QoQ, -40% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$191 juta (-49% YoY), sejalan dengan ekspektasi (99% estimasi 2025F konsensus). Pertumbuhan laba bersih secara kuartalan pada 4Q25 didorong oleh ekspansi margin laba kotor ke level 30,4% (+770 bps QoQ) seiring penurunan cash cost per ton (-16% QoQ) di tengah kenaikan volume penjualan (+10% QoQ) dan harga jual rata–rata (+4% QoQ). Pendapatan pun meningkat +14% QoQ pada 4Q25. Selama 2025, laba bersih tertekan akibat pelemahan harga jual rata–rata (-20% YoY), meski volume penjualan meningkat (+3% YoY). Pendapatan selama 2025 turun menjadi US$1,9 miliar (-18% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi 2025F konsensus).
  • $ASII: Astra International mengumumkan rencana untuk kembali melakukan buyback saham dengan memanfaatkan relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk stabilisasi pasar modal, meski tidak merincinya lebih lanjut. Sebelumnya, ASII mengumumkan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp2 T pada periode 19 Januari–25 Februari 2026. Pada periode tersebut, buyback yang direalisasikan mencapai ~104,9 juta saham senilai total ~Rp685 M, mengindikasikan harga pembelian rata–rata sebesar Rp6.533/saham.
  • $UNTR: United Tractors mencatatkan volume penjualan Komatsu sebesar 4.515 unit selama 2025 (+2% YoY), sejalan dengan target 2025 manajemen di level 4.500 unit. Meski demikian, market share Komatsu turun ke level 20% selama 2025 (vs. 2024: 26%), menandai level terendah setidaknya sejak 2024. Dari segmen kontraktor pertambangan, UNTR mencatat volume overburden removal sebesar ~1,1 miliar bcm selama 2025 (-10% YoY), setara 97% target 2025 manajemen di level 1,13 miliar bcm. Volume penjualan batu bara dan bijih nikel masing–masing naik +9% YoY dan +4% YoY selama 2025, sedangkan volume penjualan emas turun -2% YoY, di mana realisasi ketiganya berkisar 97–103% target 2025 manajemen. Pada Januari 2026, UNTR mencatat volume penjualan Komatsu sebesar 610 unit (+14% YoY, +190% MoM) dengan market share naik ke level 28%, menandai market share bulanan tertinggi sejak Mei 2025. Dari segmen kontraktor pertambangan, volume overburden naik +7% YoY/+8% MoM pada Januari 2026. Adapun volume penjualan emas hanya tercatat sebesar 1 ribu oz pada Januari 2026 (vs. Januari 2025: 18 ribu oz, Desember 2025: 12 ribu oz), di tengah isu pencabutan izin PT Agincourt Resources selaku operator tambang emas Martabe.
  • $BRIS: Bank Syariah Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp690 M pada Januari 2026 (+17% YoY, -20% MoM), setara 8% estimasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 8% realisasi 2025). Kenaikan laba bersih secara tahunan didukung oleh pertumbuhan Net Margin Income (+11% YoY) dan Fee Based Income (+55% YoY), sehingga PPOP tumbuh +21% YoY pada Januari 2026. Adapun beban provisi naik +35% YoY/+196% MoM pada Januari 2026, dengan Cost of Credit naik menjadi 1,2% (vs. Januari 2025: 1%, Desember 2025: 0,4%), lebih tinggi dibandingkan guidance 2026 manajemen di <1%. Sementara itu, pembiayaan naik +15% YoY pada Januari 2026 (vs. Desember 2025: +15% YoY, Januari 2025: +17% YoY), sejalan dengan target 2026 manajemen di kisaran +14–16% YoY.
  • $BIPI: Astrindo Nusantara Infrastruktur menandatangani nota kesepahaman untuk membeli gas bumi dari PT Indogas Kriya Dwiguna guna mendukung kegiatan pengolahan liquefied natural gas (LNG) melalui fasilitas mini LNG plant. Nota kesepahaman ini berlaku selama 1 tahun. PT Indogas Kriya Dwiguna sendiri merupakan entitas yang memiliki kesepakatan kerja sama dengan anak usaha Energi Mega Persada ($ENRG), Kangean Energy Indonesia Ltd.
  • $NCKL: Pada Kamis (26/2), terdapat transaksi 970 juta saham Trimegah Bangun Persada di pasar nego dengan harga Rp1.400/lembar. Transaksi tersebut muncul setelah Bloomberg melaporkan bahwa PT Harita Jayaraya berencana menawarkan ~601 juta (1%) saham NCKL dalam transaksi nego dengan harga Rp1.400/lembar. Harga tersebut lebih rendah -8,5% dari harga saham NCKL per Rabu (25/2) di Rp1.530/lembar. Bloomberg juga melaporkan bahwa terdapat lock–up period selama 60 hari bagi penjual, dengan BNP Paribas dan Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai joint placement agent.
  • $INET: Pengendali Sinergi Inti Andalan Prima, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~122,8 juta saham INET dengan harga rata–rata Rp410/lembar atau senilai total ~Rp50,4 M pada 24 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 58,55% menjadi 59,1%.
  • $AMRT: Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Solihin, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya akan mengikuti ketentuan yang berlaku jika pemerintah sudah mengeluarkan aturan resmi terkait wacana pembekuan penerbitan izin minimarket baru di pedesaan. Pernyataan Solihin muncul setelah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, meminta pemerintah daerah untuk menghentikan penerbitan izin minimarket baru seperti Alfamart dan Indomaret ($DNET) di wilayah pedesaan, seiring beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih. Solihin menyebut bahwa ekspansi AMRT tidak fokus menyasar desa, melainkan pada daerah atau wilayah potensial yang belum dijamah. AMRT sendiri menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai baru selama 2026, dengan fokus utama ekspansi di luar Pulau Jawa (vs. realisasi 2025: 1.081 gerai baru). Selain itu, AMRT juga menargetkan pembukaan 100 gerai di Bangladesh selama 2026. Solihin menambahkan, AMRT tengah menjajaki negara baru untuk perluasan bisnis, meski tidak merincinya lebih lanjut.
  • $BLUE: Berkah Prima Perkasa dalam klarifikasi kepada BEI mengatakan bahwa calon pengendali baru perseroan, Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited, akan merampungkan akuisisi 80% saham BLUE pada 2Q26. Dalam waktu dekat, Dragonmine berencana mengakuisisi dan mengoperasikan tambang di Indonesia melalui BLUE, sehingga pendapatan BLUE nantinya akan bersumber dari penjualan bijih hasil pertambangan. Meski demikian, BLUE belum merinci tambang yang akan diakuisisi.

Top Gainer 🔥

$KPIG$HRTA$ENRG$TOBA
+9,40%+7,38%+4,85%+4,05%

Top Loser 🤕

$BUVA$IMPC$RATU$HRUM
-14,76%-9,01%-8,36%-7,72%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Konsensus ekonom mengekspektasikan ekonomi Indonesia akan tumbuh +5,2% YoY selama 2026, berdasarkan survei terbaru dari Bloomberg pada Februari 2026, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus pada survei Januari 2026 yang mengekspektasikan pertumbuhan +5,03% YoY. Konsensus ekonom Bloomberg juga menaikkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi periode 1Q26 dari +4,99% YoY menjadi +5,23% YoY. Ekonom Oxford Economics Ltd., Adam Samdin, memperkirakan ekonomi Indonesia selama 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu seiring kenaikan belanja pemerintah. Terkait suku bunga, konsensus Bloomberg mengekspektasikan Bank Indonesia baru akan memangkas BI Rate sebesar 25 bps ke level 4,5% pada 2Q26, tidak berubah dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
  • Harga timah melonjak sebesar +7% ke level US$53.698/ton pada Rabu (25/2), sehingga harga timah telah naik +32,4% YTD. Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga timah didorong oleh ketidakpastian pasokan dari Indonesia. Selain timah, harga tembaga naik +1,2% ke level US$13.322,50/ton pada Rabu (25/2) dan telah menguat +7,24% YTD, ditopang oleh ekspektasi pelonggaran tarif impor AS yang dapat berdampak positif bagi prospek ekspor China. Namun, Bloomberg melaporkan bahwa stok tembaga di gudang Shanghai Futures Exchange melonjak sebesar 80.409 ton pada Selasa (24/2) — menandai kenaikan harian terbesar sejak 2010 — yang mengindikasikan permintaan fisik melemah akibat harga tinggi. Analis Citigroup, Tom Mulqueen, memperkirakan penurunan stok tembaga China akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, didorong faktor musiman dan peningkatan pembelian investor saat harga turun.
  • Bloomberg melaporkan bahwa beberapa bank besar di Asia — termasuk DBS Group Holdings Ltd., Oversea–Chinese Banking Corp., United Overseas Bank Ltd., CIMB Group Holdings Bhd., dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. — sedang dalam tahap penawaran untuk mengakuisisi bisnis konsumer HSBC Holdings Plc di Indonesia. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa valuasi penjualan bisnis konsumer HSBC di Indonesia dapat mencapai lebih dari US$200 juta, dengan penawaran yang mengikat kemungkinan diajukan pada pertengahan Maret 2026. HSBC sebelumnya mengumumkan sedang melakukan strategic review terhadap bisnis ritelnya di Australia, Indonesia, dan Mesir, meski belum ada keputusan yang dibuat.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan audit kepada wajib pajak penerima restitusi jumbo selama 2025 karena realisasi restitusi pajak pada tahun lalu dinilai terlalu besar dan perlu ditelusuri lebih lanjut. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, nilai restitusi pajak selama 2025 mencapai Rp361,2 T (+35,9% YoY). Pernyataan Purbaya muncul di tengah kekhawatiran market terhadap disiplin fiskal Indonesia, di mana APBN per Januari 2026 telah mencetak defisit 0,21% terhadap PDB seiring akselerasi belanja pemerintah pada awal tahun.
  • Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia pada Rabu (25/2) menerbitkan obligasi berdenominasi yuan senilai CN¥9,25 miliar dan obligasi berdenominasi euro senilai €2,7 miliar, yang masing–masing terdiri dari 3 seri tenor. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa obligasi berdenominasi euro tersebut berhasil menarik pesanan senilai €9,2 miliar, mengecualikan bagian dari para lead manager. Penerbitan kedua obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan. Sebelumnya, pemerintah pada Oktober 2025 juga telah menerbitkan obligasi berdenominasi yuan, memanfaatkan biaya pinjaman yuan yang rendah.
  • Austindo Nusantara Jaya ($ANJT) dan anak usahanya, PT Austindo Nusantara Jaya Agri, menjual 100% kepemilikan di PT Galempa Sejahtera Bersama senilai Rp42 M kepada pihak non–afiliasi. PT Galempa Sejahtera Bersama sendiri merupakan perusahaan perkebunan sawit di Sumatra Selatan.

♨️ Tren Outflow Asing: Apa Penyebabnya?

"Ini bukan kebijakan ekonomi yang punya logika jelas — ini pasar yang dipaksa berjudi tiap hari soal berapa angka tarif yang akan keluar besok. Dan ketika nggak ada kepastian, emerging market seperti Indonesia selalu yang pertama dilepas." — agumdarmawan2402

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Sejak awal tahun 2026, investor asing secara perlahan menjual kepemilikan saham di Indonesia. Tren ini tentu membuat investor domestik khawatir. Namun, apa pemicu utamanya? Menurut Stockbitor agumdarmawan2402, derasnya foreign outflow ini dapat dikaitkan dengan dinamika trade deal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang terus berubah, antara sentimen positif dan negatif. Ketidakstabilan tersebut, ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah, menyebabkan penurunan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Tidak hanya itu, keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk membatalkan tarif global IEEPA yang diberlakukan oleh Trump—karena dinilai melanggar hukum perdagangan internasional—justru merugikan Indonesia. Padahal, pada minggu sebelumnya Indonesia telah bernegosiasi dengan White House untuk memperoleh tarif yang lebih rendah sebagai imbalan atas komitmen meningkatkan pembelian produk asal AS. Jadi, bagaimana perkembangan berita global ini berdampak pada IHSG dan perekonomian Indonesia menurut pandangan agumdarmawan2402? Simak selengkapnya dalam tulisan berikut ini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur