English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

📉 IHSG Turun ke Level Terendah sejak Mei 2021, USDIDR Tembus 17.900

IHSG turun -4,11%, SINI Update Rincian Rights Issue, Harga Pelaksanaan Rp5.000/Lembar. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

📉 IHSG Turun ke Level Terendah sejak Mei 2021, USDIDR Tembus 17.900

Photo by: CNN

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.941,1 -4,11% -Rp993,3 miliar 17.950 +0,63% 4.473 -1,04%
Oil Coal CPO Nickel
98,9 +3,05% 147,8+2,04% 4.683 +3,26% 19.248 -0,02%

👋 Stockbitor!

IHSG ditutup turun -4,11% ke level 5.941 pada hari ini, Rabu (3/6), menandai level penutupan terendah sejak Mei 2021. Level penutupan tersebut juga menandakan bahwa IHSG telah turun -31,3% YTD, menjadikannya sebagai indeks saham dengan kinerja terlemah di antara lebih dari 90 indeks saham global yang dipantau Bloomberg.

Penurunan IHSG hari ini utamanya ditekan oleh $BBCA (-5,15%), $BBRI (-4,61%), $AMMN (-14,91%), $TLKM (-3,39%), dan $BMRI (-2,88%). Secara sektoral, tekanan terbesar terjadi pada saham–saham komoditas dan konglomerasi, yang terefleksi pada penurunan sektor ‘basic materials’ (-9,05%) dan ‘energi’ (-5,61%). IHSG mencatatkan net foreign outflow sebesar Rp993,3 M pada hari ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah -0,63% ke level 17.950, menandai level all–time low baru. Ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah turun sekitar -7,5% YTD, menjadikan rupiah sebagai mata uang Asia dengan kinerja terburuk sejak awal tahun menurut data Bloomberg.

Berikut recap sejumlah peristiwa sejak awal pekan ini:

  • Harga minyak kembali dekati level US$100/barrel — Harga minyak Brent telah meningkat selama tiga hari berturut–turut dan berada di level US$98,9/barrel per Rabu (3/6) sore, seiring ketidakpastian mengenai potensi perpanjangan gencatan senjata AS–Iran dan masa depan arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Bertahannya harga minyak di level yang tinggi menyebabkan kekhawatiran terkait pelebaran defisit fiskal seiring status Indonesia sebagai net importir minyak.
  • Surplus neraca perdagangan anjlok dan inflasi di luar ekspektasi — Neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 tercatat hanya surplus US$90 juta (vs. Maret 2026: US$3,3 miliar), menandai level surplus terendah sejak terakhir kali mencatat defisit pada April 2020, serta jauh di bawah ekspektasi konsensus Bloomberg yang memperkirakan surplus US$1,35 miliar. Sementara itu, inflasi indeks harga konsumen (IHK) Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08% YoY (vs. April 2026: inflasi 2,42% YoY), melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 2,98% YoY, meski sejalan dengan target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%
  • Aturan teknis ekspor komoditas belum terbit, pengiriman batu bara ke China mulai terhambat — Reuters melaporkan bahwa sejumlah kelompok usaha di Indonesia mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan panduan teknis terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas dan kebijakan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di bank himbara. Sementara itu, China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) pada Rabu (3/6) melaporkan bahwa sejumlah importir China telah menunda pengiriman batu bara bulan Juni 2026, menyusul rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan ekspor komoditasnya melalui Danantara. Analis CCTD, Ma Yanxu, menyebut bahwa aturan sentralisasi ekspor tersebut telah memperlambat proses transaksi, mendorong kenaikan harga, dan memperketat pasokan.

Key Takeaway

Terus melemahnya nilai tukar rupiah dan mulai meningkatnya inflasi akan memberikan tekanan bagi Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga BI Rate. Per hari ini, konsensus Bloomberg memperkirakan suku bunga BI Rate pada akhir 2026 akan berada di level 5,5%, mengimplikasikan kenaikan +25 bps dari level saat ini.

Terkait perkembangan IHSG dan nilai tukar rupiah, investor perlu memantau: 1) kejelasan kebijakan di sektor komoditas yang masih menjadi overhang; dan 2) pengumuman MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026.

📝 SINI Update Rincian Rights Issue, Harga Pelaksanaan Rp5.000/Lembar

  • $SINI: Singaraja Putra mengumumkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp5.000/lembar, dengan rasio 2 saham lama mendapatkan 3 rights, dan efek dilusi hingga 60%. Dalam aksi korporasi ini, SINI akan menerbitkan hingga 721,5 juta saham baru, sehingga potensi perolehan dana mencapai ~Rp3,6 T. Perolehan dana ditujukan untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea ($PTRO) senilai ~Rp1,5 T, pembayaran lebih awal pokok utang perseroan kepada kreditur senilai Rp900 M, dan sisanya untuk modal kerja. Nilai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dalam keterbukaan informasi yang baru lebih rendah dibandingkan keterbukaan informasi awal yang mencapai ~Rp1,7 T. PT Kemilau Mulia Sakti sendiri merupakan perusahaan holding yang memiliki anak usaha di bidang pertambangan batu bara. Pengendali SINI yang terdiri dari PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte. Ltd., dan Hapsoro — yang secara gabungan memiliki 54,49% saham SINI — akan melaksanakan sebagian haknya paling sedikit 180 juta rights senilai Rp900 M. Kreasi Jasa Persada ($CUAN) selaku pemegang 19,74% saham SINI akan mengalihkan seluruh haknya kepada PTRO senilai Rp712 M. Sementara itu, PTRO selaku pemegang ~0,25% saham SINI akan melaksanakan seluruh haknya dan menjadi pembeli siaga hingga ~Rp580,9 M. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Juli 2026, sementara periode perdagangan rights pada 14–20 Juli 2026.
  • $TOWR: Sarana Menara Nusantara mencatat laba bersih Rp941 M pada 1Q26 (+17% YoY, -16% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 22% laba bersih 2025). Kenaikan laba bersih pada 1Q26 utamanya disebabkan oleh turunnya biaya keuangan menjadi Rp817 M (-25% YoY, -7% QoQ), seiring berkurangnya beban bunga yang dibayar menjadi Rp644 M (-22% YoY) dan keuntungan atas forex sebesar Rp14 M (vs. 1Q25: rugi forex Rp89 M). Pendapatan pada 1Q26 naik menjadi ~Rp3,5 T (+11% YoY, -2% QoQ), setara dengan 26% estimasi 2026F konsensus, utamanya didorong oleh pendapatan segmen non–tower yang naik menjadi Rp1,5 T (+41% YoY, +16% QoQ) akibat kenaikan pendapatan segmen connectivity menjadi Rp502 M (+44% YoY) dan kontribusi segmen lainnya sebesar Rp269 M (vs. 1Q25: Rp3 M) yang sebagian besar berasal dari penjualan set generator yang baru saja tercatat pada 1Q26. Sementara itu, pendapatan segmen tower turun menjadi Rp2 T (-4% YoY, -13% QoQ). Jumlah menara dan tenant tetap tumbuh masing–masing sebesar +3% YoY dan +5% YoY, dengan tenancy ratio berada di level 1,66 (vs. 1Q25: 1,63, 4Q25: 1,67). Dari sisi operasional, laba usaha pada 1Q26 naik secara tahunan menjadi Rp1,9 T (+3% YoY, -8% QoQ), meski margin laba usaha turun ke level 55,8% (vs. 1Q25: 59,9%, 4Q25: 59%). Penurunan margin laba usaha utamanya disebabkan oleh kontraksi margin laba kotor ke level 64,9% (vs. 1Q25: 68,6%, 4Q25: 69,7%), seiring kenaikan signifikan pada beban pokok pendapatan (+24% YoY, +13% QoQ) akibat biaya penjualan generator set (Rp119,4 M) serta biaya atas jasa konstruksi dan pemeliharaan (Rp45 M).
  • $TMAS: Direktur Temas, Ganny Zheng, mengatakan bahwa fasilitas liquefaction plant senilai Rp1 T yang tengah dikembangkan perseroan di Surabaya ditargetkan beroperasi pada 2H26. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi LNG sebesar 5 MMSCFD, dengan output pada tahap awal akan digunakan untuk memasok bahan bakar armada kapal TMAS. TMAS sendiri menargetkan laba bersih pada 2026 dapat mencapai Rp778 M (+41% YoY), dengan pendapatan mencapai ~Rp5,5 T (+27% YoY) seiring monetisasi ekspansi 7 armada baru yang diakuisisi pada 2025 serta beroperasinya sejumlah lini bisnis baru. Ganny menambahkan bahwa TMAS menganggarkan capex Rp2,5 T untuk 2026 (vs. anggaran 2025: Rp3 T), yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian kapal baru, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.
  • $BLOG: Bisnis melaporkan bahwa Trimitra Trans Persada akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp71 M atau Rp21/saham, mengindikasikan dividend yield ~6,2% per Rabu (3/6). Jumlah ini setara ~49% dividend payout ratio. Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
  • $JTPE: Jasuindo Tiga Perkasa akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp210,6 M atau Rp31/saham, mengindikasikan dividend yield ~5,1% per Rabu (3/6). Jumlah ini setara ~60% dividend payout ratio (vs. 2024: ~69%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 9 Juni 2026, sementara pembayaran pada 26 Juni 2026.
  • $TLKM: Telkom Indonesia melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara, mengumumkan telah merealisasikan divestasi perusahaan health care, AdMedika, kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. (Fullerton). Nilai transaksi tidak diumumkan, sementara transaksi ini merupakan bagian dari mandat Danantara agar TLKM fokus pada bisnis inti. Rencana divestasi ini sebelumnya telah diumumkan pada Maret 2026. Pada Juni 2025, Bloomberg melaporkan bahwa TLKM mengincar dana setidaknya US$100 juta dari divestasi AdMedika.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$DSSA $KPIG $MTEL $BREN
+12,20% +4,40% +1,00% +0,97%

Top Loser 🤕

$TPIA $AMMN $BULL $PTRO
-15,00% -14,91% -14,74% -14,38%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Harga minyak Brent naik sekitar +1,1% ke level US$96/barrel pada penutupan perdagangan Selasa (2/6) dan lanjut naik +3,1% ke US$98,9/barrel pada Rabu (3/6) sore, seiring ketidakpastian mengenai potensi perpanjangan gencatan senjata antara AS–Iran dan masa depan arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Pada Selasa (2/6), militer AS mengumumkan bahwa Iran berupaya menembakkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, sementara AS melancarkan serangan ke fasilitas Iran sebagai tanggapan. Associated Press melaporkan bahwa Iran telah berhenti berkomunikasi dengan mediator terkait perpanjangan gencatan senjata dalam perang dengan AS dan Israel, berdasarkan laporan dari 2 kantor berita semi–resmi Iran. Militer AS juga mengatakan telah menembakkan rudal untuk menghentikan kapal tanker minyak yang mencoba melanggar blokade AS untuk mencapai pelabuhan Iran, menandai kapal ke–7 yang dihentikan oleh militer AS saat mencoba menerobos blokade. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya masih optimis AS dapat segera mencapai kesepakatan perdamaian sementara dengan Iran, yang membantah laporan media pemerintah Iran bahwa diskusi dengan AS telah ditangguhkan karena serangan Israel kepada Lebanon.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,6% ke level 17.950 pada Rabu (3/6), menandai rekor all–time low baru. Pelemahan rupiah terjadi seiring kembali naiknya harga minyak akibat ketidakpastian negosiasi perdamaian sementara antara AS–Iran. Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pada Rabu (3/6) bahwa pihaknya terus mengambil langkah–langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ramdan juga menyebut bahwa upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, sembari menambahkan bahwa Bank Indonesia telah memangkas limit pembelian valas tunai tanpa dokumen underlying dari US$50.000 per bulan menjadi US$25.000 per bulan per 2 Juni 2026.
  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Selasa (2/6) mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana dari posisi kepala Badan Gizi Nasional. Posisi Dadan akan digantikan oleh Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional. Hadi menjelaskan bahwa pencopotan Dadan didasarkan pada “masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” termasuk masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola dan menjaga kualitas dari makanan program Makan Bergizi Gratis. Selain Dadan, Presiden Prabowo juga mencopot Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dari posisi wakil kepala Badan Gizi Nasional dan mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai penggantinya. Pada Rabu (3/6) sore, CNBC Indonesia melaporkan bahwa Kejaksaan Agung telah menahan Dadan Hindayana, beberapa jam setelah Kejaksaan Agung mulai menggeledah kantor Badan Gizi Nasional sejak Rabu (3/6) pagi.
  • Reuters melaporkan bahwa sejumlah kelompok usaha di Indonesia mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan panduan teknis terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas dan kebijakan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di himpunan bank milik negara (Himbara). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), bersama asosiasi pertambangan batu bara, smelter nikel, dan produsen minyak sawit, menyatakan dukungan terhadap kebijakan baru tersebut. Namun, mereka menekankan perlunya kepastian hukum, khususnya terkait kontrak berjalan, kontrak jangka panjang, mekanisme pembayaran, serta ketentuan pengiriman dan asuransi. Para asosiasi pengusaha juga berharap pemerintah melibatkan sektor swasta dalam proses penyusunan dan implementasi kebijakan guna memastikan transisi berjalan efektif. Perwakilan Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan atas hal ini.
  • Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) pada Selasa (2/6) mengusulkan pengenaan tarif tambahan hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara — termasuk China, Uni Eropa, Jepang, dan Indonesia — atas kegagalan negara–negara tersebut dalam melarang ekspor barang yang diproduksi dengan kerja paksa (forced labor). USTR mengusulkan tarif tambahan sebesar 10% bagi ekonomi yang telah menerapkan larangan kerja paksa secara penuh atau sebagian, sementara tarif tambahan untuk negara lain mencapai 12,5%. Publik dapat menyampaikan komentar tertulis kepada USTR hingga 6 Juli 2026, sementara USTR akan mengadakan dengar pendapat (hearing) pada 7 Juli 2026.
  • China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) pada Rabu (3/6) melaporkan bahwa sejumlah importir China telah menunda pengiriman batu bara bulan Juni 2026, menyusul rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan ekspor komoditasnya melalui Danantara. Analis CCTD, Ma Yanxu, menyebut bahwa aturan sentralisasi ekspor tersebut telah memperlambat proses transaksi, mendorong kenaikan harga, dan memperketat pasokan. Sebagai catatan, pasokan batu bara Indonesia juga ditekan oleh pemangkasan kuota produksi batu bara serta kenaikan domestic market obligation (DMO).
  • Bloomberg melaporkan bahwa Danantara telah menunjuk sejumlah bank — termasuk Citigroup, DBS Bank, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank — untuk mengatur serangkaian pertemuan dengan investor terkait rencana Danantara untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS. Belum ada rincian nilai obligasi yang ditawarkan, serta belum ada kepastian bahwa kesepakatan akan tercapai. Penawaran obligasi ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terkait beberapa inisiatif Presiden Prabowo Subianto, setelah Moody's dan Fitch Ratings menurunkan outlook sovereign credit Indonesia menjadi negatif pada awal 2026.
  • Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 19/2026 yang merevisi Peraturan Pemerintah No. 10/2025 terkait tata kelola Danantara. Kontan dan Reuters melaporkan bahwa salah satu perubahan dalam regulasi baru ini adalah pemberian kewenangan kepada Danantara untuk membentuk lebih dari 1 holding investasi. Holding investasi baru dapat dibentuk untuk 3 tujuan utama: 1) investasi yang berorientasi pada imbal hasil komersial; 2) investasi yang mendukung pembangunan nasional dan pelayanan publik; dan 3) tujuan lain yang memperoleh persetujuan presiden. Khusus untuk holding investasi yang berfokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik, pemerintah dapat memberikan penyertaan modal negara (PMN) yang bersumber dari APBN. Meski demikian, regulasi baru tersebut tidak memberikan rincian terkait proyek yang akan diinvestasikan oleh holding investasi pembangunan nasional dan pelayanan publik. Reuters mencatat bahwa Presiden Prabowo Subianto menandatangani peraturan baru tersebut pada 8 April 2026, tetapi peraturan tersebut baru di–upload oleh pemerintah pada akhir pekan lalu.

💽 Pasar Saham itu Nggak Bergerak Secara Alami Tapi Didorong oleh Algoritma yang Ngejar Momentum

“Di era sekarang, sebagian besar transaksi itu dijalankan oleh algoritma yang terus mengejar momentum. Karena itu, seringkali bukan fundamental yang menggerakkan harga dalam jangka pendek, melainkan mesin-mesin trading yang bereaksi terhadap perubahan momentum yang lebih cepat daripada manusia..” — ariefhidayatst

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Trading yang dilakukan oleh institusi-institusi besar sudah tidak dilakukan secara manual; semuanya sudah dilakukan oleh bot dan algoritma yang dapat menghitung penguatan atau pelemahan harga saham dalam hitungan seperempat detik. Oleh karena itu, pasar secara garis besar sudah tidak didorong oleh sentimen atau emosi investor, melainkan oleh momentum, volume, dan arah aliran dana. Sebagai trader ritel yang hanya mengandalkan kemampuan kita masing-masing, kita harus tetap berpegang pada trading plan yang sudah kita buat. Karena semakin kita menyimpang dari take profit atau stop loss yang sudah kita tetapkan, semakin tinggi risiko kita mengalami kerugian yang lebih besar. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda

 
Copyright © Faceblog Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur